Minggu, 07 Januari 2018

Usai Mediasi Akhirnya Petani Yang Melakukan Aksi Menerima Solusi



Brebes-kabarjateng.com- Aksi tanam pohon pisang yang di lakukan petani brebes utara di saluran irigasai sepanjang 750 meter sebelah utara Islamic Center Brebes akibat kekecewaanya karena telah lama mengalami kekeringan.

Sejak beberapa waktu lalu, saluran irigasi di sepanjang pemali hilir sedang di lakukan normalisasi, sehingga untuk mempermudah pelaksanaan pekerjaan, PT Hutama Karya sebagai pelaksana kegiatan melakukan pengeringan beberapa saat, namun rupanya petani di wilayah brebes utara merasa kecewa karena hingga saat musim penghujan belum ada air hingga takut gagal panen. dan akhirnya melakukan aksi tanam pohon pisang.aksi warga reda usai melakukan mediasi dengan beberapa pihak.

Akhirnya melalui Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono di Aula Jenderal Soedirman Makodim 0713/Brebes menerima serta menampung aspirasi dari perwakilan para petani dengan mengundang beberapa pihak terkait.

Dalam Mediasi,Ahmad Hadi Hariono mengajak serta menghimbau para petani “Apabila ada permasalahan, dikoordinasikan dulu dengan baik sesuai jalur, jangan langsung mengambil tindakan yang dipandang kurang etis seperti aksi penanaman pohon pisang di saluran irigasi tempo hari, sehingga berita tersebut langsung beredar dengan cepat di media sosial sehingga membawa dampak negatif bagi Brebes. Marilah kedepan kejadian semacam ini jangan sampai terulang lagi, para Anak-anak kita mati-matian membawa nama harum Brebes dengan beragam prestasi baik dibidang olahraga, seni dan lain-lain, masak kita coreng prestasi itu dengan kejadian sesaat yang sangat menghebohkan di media sosial, untuk itu apabila sebelumnya dilakukan koordinasi dan komunikasi yang baik antara petani dengan instansi terkait seperti Kades, Danramil, Babinsa, Babinkamtibmas ataupun instasi terkait lainnya guna dicarikan solusi dengan meneruskannya kepada pihak yang lebih berkompeten menangani permasalahan ini, sehingga kejadian tersebut tidak akan terjadi. Untuk itu marilah segera kita bersihkan dengan bergotong-royong bersama saluran irigasi tersebut, anggota kami dibantu pihak terkait siap membantu, sehingga saluran akan siap jika sewaktu-waktu air datang,” tandasnya.

Turut menyikapi, perwakilan dari PT. Hutama Karya Bapak Eko Budi Santoso mengungkapkan bahwa “PT. Hutama Karya jika tanpa ada kerjasama dari para petani maupun masyarakat, maka kami tidak akan bisa bekerja dengan baik. Saat ini kami sedang mengerjakan normalisasi pengangkatan lumpur saluran irigasi yang dangkal sehingga nantinya air dapat mengalir dengan lancar. Yang menjadi permasalahan utama adalah saat ini adalah curah hujan di wilayah Brebes intensitasnya masih rendah, apabila curah hujan tinggi maka debit air pastinya akan melimpah dan hal semacam ini tidak perlu terjadi. Perlu diketahui bahwa dengan normalisasi saluran irigasi yang belum rampung di beberapa daerah, otomatis kami masih membatasi jumlah debit air dari Sungai Pemali, karena jika dipaksakan dialiri air dengan debit yang besar dikhawatirkan saluran akan cepat rusak ataupun jebol, InsyaAlloh jika normalisasi selesai maka irigasi akan mendapatkan air yang dibutuhkan,” terang Eko.

Sementara Kepala DPSDAPR Kabupaten Brebes, Bapak Agus Ashari, BAE, ST, MT mengungkapkan bahwa “Kejadian ini terjadi karena adanya miss koordinasi dan komunikasi, pihaknya sudah mengagendakan pada Hari Senin 8 Januari 2018 ini akan melaksanakan rapat dengan mengundang Mantri-mantri Pengairan dan perwakilan kelompok tani guna membahas masalah pembagian air pertanian di kabupaten Brebes. Ada beberapa penyebab terkait permasalahan kekurangan air khususnya diwilayah Desa Pagejugan, yaitu karena pembukaan pintu air yang belum bisa dilakukan secara normal yang disebabkan saluran-saluran irigasi tersebut banyak terjadi penumpukan sampah sehingga terjadi pendangkalan saluran. Banyaknya sampah ini juga disebabkan oleh banyaknya bangunan liar di bantaran irigasi dan Alhamdulillah berkat kerjasama dengan beberapa Instansi terkait termasuk Kodim 0713/Brebes beberapa saat yang lalu, sekarang bangunan liar dibantaran irigasi sudah ditertibkan. Sebetulnya pemerintah pusat juga sudah mengalokasikan anggaran untuk Kabupaten Brebes, guna pembuatan saluran - saluran irigasi yang
.
Sementara perwakilan dari para petani Desa Pagejugan Suwanto “Saya mewakili warga memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian miss komunikasi dan aksi tanam pohon pisang kemarin, hal ini semata-mata kami lakukan karena apabila kami dalam beberapa hari kedepan kekurangan air, maka petani Desa Pagejugan akan gagal panen yang berdampak tidak dapat mencukupi kebutuhan keluarga. Kami berharap permasalahan air ini segera mendapatkan solusi secepatnya, sehingga para petani di desa kami dapat segera mengerjakan lahan pertaniannya dengan baik sehingga akan mendapatkan hasil panen yang baik untuk keluarga,” ungkapnya.


Dari hasil mediasi, air akan dialirkan kesaluran irigasi Desa Pagejugan yang sesuai jadwal adalah 2 hari yaitu pada setiap Minggu dan Senin. Masyarakat dengan dibantu instansi terkait akan bergotong-royong guna membersihkan saluran irigasi dari sampah maupun tumbuhan liar, Pohon-pohon pisang yang kemarin ditanam disaluran irigasi akan dicabut dan dibersihkan untuk kelancaran air.[Red]

0 komentar:

Posting Komentar