Minggu, 07 Januari 2018

Tanah Negara Di Brebes Diduga Dijual Belikan Oknum Mantan Kades


Kabarjateng.com -Brebes-Jika merujuk pada ketentuan yang berlaku, maka tanah negara dapat berubah menjadi hak milik jika terus menerus dikuasai selam 30 tahun, sedangkan dalam kasus tanah di Desa jubang, tanah negara seluas 200 m2 selama beberapa tahun terakhir di jual belikan ke beberapa pembeli.

Tanah Negara seluas 200 M2 yang terletak di Desa Jubang Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes tersebut di duga dijual belikan oleh WD [49] Mantan Kepala Desa Jubang yang saat ini menjabat sebagai PNS di lingkungan pemerintahan Kabupaten Brebes.

Tanah negara yang di duga di jual belikan menyatu dengan tanah lapangan sepak bola, saat ini telah berdiri satu bangunan, di duga transaksi Jual beli tanah tersebut dilakukan sekitar tahun 2011 lalu ketika WD masih menjabat sebagai Kepala Desa Jubang.

Informasi tersebut mencuat ketika Pembeli tanah, Cahyanto [30] warga Desa Jubang akan mengurus surat tanah namun hingga sekarang tidak terealisasi, merasa di permainkan, Cahyanto lalu mengadukan permasalahan ini kepada salah satu lembaga swadaya masyarakat.

Kepada media Cahyanto menceritakan, dirinya saat itu di tawari tanah oleh WD seluas 200 m2 dan akhirnya di beli dengan harga 42 juta rupiah, saat itu dia mengaku tidak tahu status tanah tersebut,namun setelah tahu status tanah yang di beli, Cahyanto lalu minta ganti tanah lain kepada WD, namun setelah mendapat tanah pengganti,dikatakan Cahyanto tanah penggantinya juga bersengketa.

Pihak Cahyanto mengakui memiliki surat jual beli tanah yang di tanda tangani kedua belah pihak dengan materai dan saksi saksi lain.” Kami memiliki bukti bukti surat jual beli tanah yang di tandatangani bersama, namun ketika kami meminta di buatkan akta jual beli, kami hanya di mintai tanda tangan di kertas kosong dan pihak penjual hanya mengatakan akan di urus segera, namun hingga saat ini akta jual beli belum ada” beber cahyanto.

WD saat di konfirmasi di ruang kerjanya,beberapa waktu lalu membenarkan telah melakukan transaksi jual beli tanah tersebut, tetapi dikatakanya masalah tersebut telah di selesaikan dengan pihak pihak terkait dengan di saksikan Camat Bulakamba yang saat itu menjabat.

“Benar kami telah melakukan transaksi jual beli tanah, namun masalah ini telah di selesaikan, kami sendiri tahu tanah tersebut merupakan tanah negara setelah saya menjabat kades, sebelumnya tanah tersebut saya beli dari kades jubang yang terdahulu” dalih WD.

“ saya berharap masalah ini kita bahas kembali dengan pihak pihak terkait di Balaidesa”imbuhnya.


Sementara salah satu anggota lembaga yang menangani mengatakan akan menyelesaikan permasalahan ini, namun jika tidak terselesaikan secara kekeluargaan, akan membawa masalah ini ke pihak berwajib.[Red]]

0 komentar:

Posting Komentar