Sabtu, 20 Januari 2018

Penderita Diabetes Berobat Dengan BPJS, Bisakah ???


Kabarjateng.com-Masalah biaya kerap menjadi hambatan bagi penderita diabetes untuk mencari atau melanjutkan pengobatan. Tentunya ini berbahaya karena diabetes yang tidak dikelola, dalam jangka panjang dapat menimbulkan komplikasi, bahkan kematian. Kini, masyarakat bisa bernapas lega karena pemerintah memberikan subsidi biaya pengobatan diabetes melalui program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS.
Sejak Januari 2014, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui  BPJS telah diberlakukan oleh pemerintah. Program ini bertujuan agar masyarakat yang sakit bisa mendapatkan terapi yang layak dan tepat guna tanpa perlu khawatir akan biaya pengobatan.
Setelah mendaftar sebagai peserta BPJS, Anda akan mendapat kartu anggota yang kini dikenal sebagai Kartu Indonesia Sehat (KIS). Layaknya asuransi swasta, Anda pun perlu membayar iuran bulanan, yang menjadi modal bagi BPJS untuk menjamin biaya pengobatan.
Besarnya iuran bulanan tergantung tingkat kelas perawatan yang dipilih. Perbedaannya hanya pada fasilitas ruang perawatan dan bukan pada kualitas atau standar pelayanan medisnya. Sejak 1 April 2016, iuran bulanan BPJS kesehatan kelas 1 ditetapkan sebesar Rp80.000,00, kelas 2 sebesar Rp59.500,00, dan kelas 3 sebesar Rp25.500,00.
Iuran peserta BPJS yang tidak mampu akan dibayarkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk warga yang mampu, dapat membayar secara mandiri atau melalui pemberi kerja. Setelah mulai membayar iuran, barulah Anda bisa menggunakannya untuk berobat di fasilitas-fasilitas kesehatan yang bermitra dengan BPJS.
Penderita diabetes dijamin oleh BPJS
Sedari awal, baik penderita prediabetes maupun diabetes sudah dijamin dalam program JKN. Akan tetapi, Anda perlu memahami dan mengikuti prosedurnya karena program ini mensyaratkan rujukan berjenjang.
Pertama-tama, Anda perlu mendatangi fasilitas kesehatan tingkat primer (FKTP) seperti puskesmas atau layanan primer swasta yang bermitra dengan BPJS. Bila perlu penanganan lebih lanjut, baru akan dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat sekunder seperti rumah sakit.
Selama sesuai dengan indikasi, semua jenis pemeriksaan, perawatan, dan terapi diabetes akan dijamin oleh BPJS. Obat oral, terapi insulin, dan rawat inap pun sudah termasuk di dalamnya.
Untuk obat oral dan suntik, yang dijamin hanyalah yang tertera di dalam formularium nasional, yakni daftar obat dan terapi yang diakui oleh BPJS. Ini sudah mencakup sebagian besar obat antidiabetes yang umum dipakai maupun terapi insulin. Bila kemudian Anda diberikan obat atau terapi di luar formularium nasional, maka Anda harus membayar lebih.
Anda juga perlu tahu bahwa pembiayaan untuk pengobatan diabetes melalui program BPJS ini menggunakan sistem paket. Umumnya ini hanya berlaku untuk terapi dan pengobatan standar, yang belum memasuki tahap lanjut atau komplikasi berat. Jika sudah terjadi komplikasi berat, biaya pengobatan akan melebihi paket yang ditentukan. Kemungkinan besar Anda harus membayar selisihnya.
Inilah mengapa, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Meski penderita diabetes dijamin oleh BPJS, mencegah kemunculan serta perburukan diabetes tetap menjadi upaya terbaik untuk menekan biaya kesehatan.
Sumber berita dan foto [http://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3232482/bisakah-penderita-diabetes-berobat-dengan-bpjs]

0 komentar:

Posting Komentar