Rabu, 31 Januari 2018

Netralkan Paham Radikal, TNI Kodim Brebes Beri Pemahaman Eks Raki


Brebes-kabarjateng.com-Kemunculan komunis berupa simbol-simbol serta sudah berani terang-terangan menggunakan atributnya, saat ini sering terjadi di berbagai wilayah.

Generasi penerus komunis terus berusaha agar TAP MPRS No. XXV Tahun 1966 dicabut sehingga dengan tujuan salah satunya adalah mereka bisa kembali berkarya dalam pemilu.

Menghadapi situasi tersebut, Dandim 0713/Brebes Letkol Infanteri Ahmad Hadi Hariono, meminta kepada generasi muda untuk selalu menjaga diri dan waspada dengan munculnya gerakan komunis, ini acap kali disampaikan Letkol Hadi saat memberikan wawasan kebangsaan kepada para generasi muda maupun pelajar terutama disekolah-sekolahan yang ada di Kabupaten Brebes.

Langkah Jajaran TNI Kodim 0713/Brebes selain menetralisir paham radikal, yang merupakan tugas yang di embanya, sekaligus sebagai langkah dalam menciptakan situasi Kamtibmas Brebes yang kondusif dan demi kelancaran pembangunan


Sesuai Intruksi Dandim Brebes,Letkol Infantri Ahmad Hadi Hariono, Danramil 12/Bantarkawung Kapten Armed Zaenal yang didampingi Babinsa Kebandungan, Serda Saefudin terlihat melaksanakan kegiatan anjangsana berupa Komsos (Komunikasi Sosial) kerumah salah satu warga binaannya, Sahuri (80) Warga Desa Kebandungan. Bantarkawung, Rabu (31/1/2018).

Kakek jompo yang mempunyai 1 anak dan 2 cucu ini, merupakan mantan anggota radikal kiri (komunis) golongan C, yang kini menggantungkan hidupnya dari penghasilan anak perempuannya yang bekerja sebagai buruh tani di desanya.

Anjangsana atau silaturahmi terhadap keluarga mantan raki ini, merupakan salah satu wujud kepedulian TNI Kodim 0713/Brebes dalam rangka penggalangan kepada para eks raki tersebut, untuk kembali setia kepada NKRI dan Pancasila sebagai satu-satunya idiologi negara, serta memberi pemahaman bahwa mereka adalah bagian dari NKRI dan mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam bela negara.

Pendekatan terpadu yang dilaksanakan oleh Danramil Bantarkawung dan Babinsa setempat tersebut, juga bertujuan agar eks raki merasa diperhatikan dan tidak dikucilkan sebagai salah satu warga negara. Dari hasil Komsos tersebut diperoleh kesimpulan bahwa, Mbah Sahuri taat menjalankan ibadah sesuai dengan tuntunan agama yang dianutnya yaitu Islam, yang bersangkutan setia kepada NKRI dan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia serta dalam berkehidupan sehari-hari senantiasa bergaul dan membaur dengan warga masyarakat lainnya dengan baik dan toleran.

Silaturahmi dengan penggalangan ini, berguna dalam menjalin rasa kekeluargaan dengan mantan keluarga organisasi terlarang radikal kiri khususnya yang berada di wilayah binaan Koramil 12/Bantarkawung Kodim 0713/Brebes, dalam menumbuhkan serta memelihara jiwa nasionalisme serta semangat berpartisipasi dalam membangun Brebes dan bangsa Indonesia. Serta mengupayakan bersama, kesejahteraan sosial maupun kesetaraan hak dan kewajiban dengan warga masyarakat lainnya bagi mereka yang pernah terlibat radikal kiri atau terorisme baik yang terlibat langsung maupun simpatisan saja.


Serda Saefudin mengajak untuk melupakan masa lalu, “Masa lalu kita gunakan sebagai cermin serta cambuk bagi kita sebagai generasi penerus, untuk melaksanakan kewajiban serta memberikan yang terbaik bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Masa lalu juga sebagai pembelajaran bagi kita sehingga tunas-tunas komunis terutama di wilayah Kabupaten Brebes agar tidak muncul kembali,” bebarnya. [KJ]

0 komentar:

Posting Komentar