Minggu, 28 Januari 2018

Miris.. , Pelajar Ini Akui Sebagai Pemeran Video Mesum


Semarang-kabarjateng.com-Jajaran Satreskrim Polres Semarang kini mulai memeriksa dua siswi SMK yang diduga penyebar video mesum pelajar pertama kali.
Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Yusi Andi Sukmana mengatakan, identitas kedua terduga terkuak setelah polisi memeriksa sejumlah saksi dan pihak terkait.. Baik itu pelapor, pihak sekolah, hingga terduga pemeran video mesum, dan kedua orangtuanya.
"Nanti yang pertama kali menyebarkan video juga kita mintai keterangan, teman sekolah, perempuan dua orang," Kata Yusi, kepada Kompas.com,  Jumat (26/1/2018).
Mengenai teka-teki siapa pemeran video mesum pelajar yang viral di WhatsApp itu terkuak. Terduga pemeran pria, LR (13) pelajar SMP dan pemeran perempuan UN (16), siswi SMK.
Mereka mengakui, jika pemeran dalam video berdurasi sekitar 3 menit itu adalah mereka.
"Setelah diperiksa penyidik, mereka mengakui kalau di video itu mereka."
'Video itu dibuat tahun 2017," jelasnya.
Saat dimintai keterangan, kata Yusi, kedua belia remaja ini didampingi berbagai instansi.Mulai dari Pekerja Pelayanan Terpadu (PPT) dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Kabupaten Semarang, Pekerja Sosial dari Balai Pemasyarakatan (Bapas), dan orangtuanya."Prosedurnya seperti itu karena keduanya masih anak-anak," jelasnya.
Bupati Semarang Mundjirin mengaku prihatin dengan kasus peredaran video mesum pelajar.Kejadian itu mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Semarang dan Indonesia.
Salah satu yang membuat prihatin adalah usia terduga yang masih 13 tahun.Hebohkan Semarang
Sebelum dilakukan penyelidikan oleh kepolisian, Kabupaten Semarang dihebohkan dengan beredarnya video mesum yang dilakukan dua pelajar SMK dan SMP Negeri akhir Desember 2017 lalu.
Menurut As, pelajar SMA di Ungaran telah mengetahui  video porno yang melibatkan dua orang pelajar di Kabupaten Semarang sejak Desember 2017 lalu.Berita itu pun tersebar dan telah menjadi konsumsi pelajar di Kabupaten Semarang.
"Saya dan teman-teman sudah tahu sejak Desember (tahun lalu)," ujarnya ketika diwawancara Tribun Jateng pada Rabu (17/1/2018).
Video berdurasi tiga menit tersebut tersebar melalui aplikasi perpesanan singkat (Whatsapp) di kalangan para pelajar. Video tersebut diperkirakan dibuat pada November 2017.
Pelaku yang diduga berada di dalam video ialah LR  (15) siswa SMP Negeri dan UN (16) siswi kelas 2 SMK di wilayah kabupaten Semarang.
Lokasi pembuatan video porno tersebut diduga dilakukan di kediaman pelajar pria. Akibatnya video ini telah menggemparkan masyarakat dan orang tua.
Menanggapi informasi tersebut, Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Yusi Andi Sukmana menuturkan pihaknya tengah melakukan penyelidikan dan akan melakukan klarifikasi atas kasus ini.
"Kami akan memanggil yang bersangkutan untuk klarifikasi," terangnya.
Ia pun menambahkan, pelaku yang masih di bawah umur membuat pihaknya akan menyiapkan penyelidikan khusus. Kemungkinan besar akan melibatkan orang tua dan pihak sekolah sebagai pendamping.
Meski begitu, pihaknya juga akan mengejar pelaku penyebaran pornografi.
"Bila ditemukan unsur kesengajaan dalam penyebaran video ini, akan kami tindak," tegasnya.
Iseng Jadi Malapetaka
Beberapa waktu lalu juga tersebar video porno yang diperankan siswa SMA. Akibatnya polisi berhasil menangkap pelaku penyebaran video porno siswa SMA di Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (2/11).
Pelaku berinisial R merupakan teman kuliah RA, laki-laki yang ada dalam video tersebut.
Kanit Jatanras Polresta Samarinda, Ipda Noval Forestriawan, mengatakan, pelaku secara sengaja mengambil rekaman video porno itu dari telepon seluler (ponsel) RA.
Kemudian, pelaku membagikannya kepada dua teman lain.
"Setelah kami melakukan lidik dan pemeriksaan saksi-saksi, diketahui R mengambil ponsel dan video tersebut ketika korban sedang sakit. R lalu menyebarkannya," kata Noval, akhir pekan kemarin.
Menurut Noval, motif pelaku mengambil video dari RA mulanya hanyalah iseng.
Namun, video kemudian menyebar setelah dibagi ke teman-temannya. Pemeriksaan terhadap dua pelaku dalam video itu pun mengarah kepada R.
Petugas kepolisian menangkap R di rumah indekosnya di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.
Ia lantas dibawa ke Mapolres Sleman. Tidak hanya R, dua teman lainnya juga digelandang untuk dimintai keterangan sebagai saksi.
"Pelaku kami jerat dengan Pasal 27 ayat 1 UU 11 Tahun 2008 tentang ITE. Ancamannya hukuman penjara enam tahun. Terkait nasib dua pelaku dalam video porno, kami masih melakukan penyelidikan," imbuh Noval.
Sumber berita dan foto {http://harianriau.co/news/detail/19875/kedua-pelajar-ini-akui-sebagai-pemeran-video-mesum-polisi-periksa-2-teman-mereka-penyebar-}

0 komentar:

Posting Komentar