Kamis, 04 Januari 2018

Digoda Pilgub Jateng,Ini Jawaban Jendral Gatot Nurmantyo


Kabarjateng.com-Nama Jenderal Gatot Nurmantyo digadang-gadang masuk dalam calon gubernur Jateng. Padahal sebelumnya Gatot selalu masuk lima besar capres-cawapres.
Setelah tak lagi jadi Panglima TNI, nama Gatot memang diprediksi meredup. Bahkan PPP nekat menurunkan levelnya.
Isu Gatot menjadi bakal cawagub ini dilontarkan oleh Wakil Ketua DPC PPP Kota Solo, Johan Syafaat. Dia mengatakan, jajarannya mengusulkan agar Gatot dijagokan partainya untuk Pilgub Jateng. Alasannya, Gatot merupakan putra daerah Jateng.
“Pak Gatot kan orang asli Jawa Tengah (Tegal). Sehingga warga masyarakat di Jawa Tengah tidak asing dengan beliau,” kata Johan dalam penutupan Latihan Kepemimpinan Kader Tingkat Dasar (LKKD) DPC PPP Kota Solo, Minggu (31/12/2017) lalu.
Sinyalemen itu juga datang dari Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jateng, Masrukhan Syamsurie mengungkapkan partainya bersama Golkar dan Demokrat berpotensi membuat poros tengah di Pilgub Jateng.
Poros tengah, maksudnya tidak ngeblok dengan dua kekuatan, yaitu PDIP yang kemungkinan akan mencalonkan pertahana Ganjar Pranowo, maupun koalisi Gerindra-PKS-PAN yang mengusung Sudirman Said.
Jika dilihat dari jumlah kursi PPP, Golkar, dan Demokrat sudah memenuhi syarat minimal 20 kursi untuk mengusung pasangan calon. PPP tercatat memiliki 8 kursi di DPRD Jateng, Partai Golkar memiliki 10 kursi, dan Partai Demokrat memiliki 9 kursi. “Saat ini PPP terus menjalin komunikasi dengan Golkar dan Demokrat terkait dengan pembentukan poros tengah tersebut,” katanya.
Gayung bersambut, wacana ini sampai ke tingkat DPP PPP. Sekjen PPP, Arsul Sani mengamini jika pengurus daerah menghendaki Gatot maju di Pilkada Jateng. “Struktur dan akar rumput PPP di Jateng memang menyampaikan usulan kepada DPP PPP agar mempertimbangkan Jenderal Gatot untuk diajukan sebagai Cagub Jateng,” kata Arsul.
Dia mengatakan, usulan itu pasti akan dibahas di tingkat DPP PPP, karena selama ini usulan nama untuk mengikuti pilkada memang selalu diharapkan datang dari bawah. “Karena mekanisme pencalonan pilkada yang dibangun di PPP memang bersifat bottom-up, menjaring usulan dari masyarakat dan akar rumput partai, maka usulan ini tentu menjadi salah satu opsi yang juga dikaji DPP,” tegasnya.
Sayangnya, PPP tidak bisa mengusung Gatot sendiri. Harus ada koalisi. Asrul, mempersilakan DPW PPP untuk menjalin komunikasi dengan partai lain. “Hanya kan PPP tidak bisa usung sendiri, maka DPP persilakan jajaran DPW PPP Jateng untuk berkomunikasi dengan parpol lainnya, utamanya Partai Golkar dan Partai Demokrat,” jelas Arsul.
Senada, DPD Partai Demokrat Jawa Tengah menilai sosok Jenderal Gatot Nurmantyo mendapat respon sangat baik dari masyarakat untuk maju di Pilkada Jawa Tengah 2018. Itu sebabnya, Demokrat ingin masuk ke dalam koalisi partai yang akan mengusung mantan panglima TNI tersebut.
Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Tengah Yoyok Sukawi menyatakan, proses komunikasi politik dengan PPP dan Demokrat sudah mencapai lebih dari 77 persen.
Koalisi partai politik tinggal menunggu lampu hijau dari Gatot Nurmantyo.
“Tinggal menunggu kesediaan beliau sendiri untuk maju sebagai calon dari poros tengah ini yang perlu kita pastikan,” tandasnya.
Terpisah, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan juga menilai Gatot Nurmantyo lebih dari layak untuk dicalonkan sebagai calon Gubernur Jawa Tengah.
“Pak Gatot bukan lagi layak, lebih dari layak,” ujar Zul, sapaannya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/1/2018).
Saat ditanya apakah PAN tertarik mengusung Gatot di Pilkada Jawa Tengah, Zul menjawab, hal itu akan dibahas bersama Gerindra dan PKS.
Apalagi, PAN bersama Gerindra dan PKS telah mengusung mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said sebagai calon gubernur Jawa Tengah.
“Ya kan bisa dipasangkan (dengan Sudirman Said). Tetapi, kalau Pak Gatot lebih dari layak, panglima, bagaimana? Apa mau Pak Gatot,” lanjut Zul.
Sayangnya Jenderal Gatot Nurmantyo tak berminat dengan tawaran tersebut. “Ya saya ucapkan terima kasih atas pernyataan tersebut, untuk Jawa Tengah. Tapi mohon maaf bahwa saya punya cita-cita sejak masuk tentara. Saya ingin menuntaskan tugas saya sebagai prajurit sampai purna tugas,” kata Jenderal Gatot, Kamis (4/1/2018).
Gatot mengatakan dia akan purna tugas bulan Maret 2018 mendatang. Gatot tak ingin pensiun dini, cita-citanya adalah menyelesaikan tugas hingga akhir.
“Karena cita-cita saya untuk jadi Panglima TNI kan sudah tercapai. Dan (cita-cita) saya untuk hingga purna tugas harus tercapai juga,” ujarnya.
“Untuk semuanya saya ucapkan terima kasih atas pernyataan-pernyataan tersebut,” imbuhnya.
Pengamat politik dari Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago menilai godaan Gatot maju di Pilgub Jateng merupakan cara untuk menurunkan level Gatot. “Sebetulnya ini merendahkan Gatot sendiri. Dia bukan hanya tokoh lokal tapi nasional,” ujar Pangi.
Pangi menganalisa, godaan ini hanya strategi PPP untuk mengurung Gatot di Pilpres 2019. Pasalnya, Gatot sudah mendapatkan angin menuju kursi RI1 maupun RI2 untuk mendampingi Jokowi. “Ini hanya test on the water. Gatot sudah memiliki tim untuk Pilpres, sudah branding, tinggal bagaimana kendaraan politik menuju Pilpres,” pungkasnya.

Sumber foto dan berita: [http://www.siagaindonesia.com/171790/jenderal-gatot-digoda-maju-pilgub-jateng.html]

0 komentar:

Posting Komentar