Kamis, 04 Januari 2018

Benteng Peninggalan Belanda Dan Kolam Pemandian Akan Dijadikan Destinasi Wisata Baru Waduk Malahayu




Brebes-kabarjateng.com-Di tengah daya beli nasional yang sedang lesu, adanya pariwisata yang berbasis kreativitas dan budaya di nilai dapat menopang ekonomi kerakyatan saat ini,hal tersebut seperti terlihat di obyek wisata waduk Malahayu Banjarharjo Brebes.

Dengan potensi wisata yang sangat tinggi, Waduk Malahayu setelah di bentuk Kelompok Sadar Wisata Geger Halang kini mampu memberikan kontribusi pengunjung yang terus naik. Hal tersebut selain Waduknya yang melegenda, polesan kreativitas dari masyarakat melalui Pokdarwis menambah apiknya wisata waduk malahayu.

Untuk terus menaikan jumlah pengunjung, Pokdarwis Geger Halang berencana mengelola obyek wisata baru yang ada di sekitar waduk malahayu, tempat pemandian dan sebuah benteng peninggalan jaman Belanda menjadi sebuah pilihan selain kampung pelangi yang baru di launcing akhir tahun 2017 lalu.

Seperti yang di sampaikan Sekertaris Pokdarwis Geger Halang, Yulianto Hadi [35], dikatakanya Pokdarwis merupakan sebuah kelompok sadar wisata yang tergerak dan berkomitmen memajukan wisata.

“ Pokdarwis Geger halang berusaha ikut memajukan wisata malahayu dengan berbagai ide kreativitas, selain mengelola dengan sistem  aman nyaman dan berkesan,kami juga telah membentuk kampung pelangi dan mendorong warga lokal untuk membuat suatu kerajinan” kata Yuli.

“Kami juga Berencana mengelola potensi obyek wisata lain yang ada di sekitar waduk malahayu,seperti Benteng Belanda, Kolam Pemandian dan banyak lagi yang bisa kami kelola untuk sebuah destinasi wisata waduk malahayu yang nantinya jadi satu kesatuan dari Obyek Wisata Waduk Malahayu” lanjutnya.

Dikatakan Yuli, rencana tersebut akan di realisasikan mulai tahun 2018, dirinya berharap ada anggaran dari pihak lain yang dapat merealisasikan rencana tersebut hingga semua terlaksana dengan sukses.

“Dengan terealisainya rencana tersebut, selain dapat semakin menarik pengunjung, ini akan dapat menaikan ekonomi warga dan pendapatan asli daerah tentunya”pungkas Yuli.[Red]



0 komentar:

Posting Komentar