Minggu, 03 Desember 2017

Sudirman Said Ruwatan Politik Melalui Wayang Golek


Brebes-kabarjateng.com-Ada yang berbeda di tengah lapangan Dedy Jaya, Desa Slatri, Kota Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (2/12). Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar dengan pagelaran wayang golek semalam suntuk. Lakon pagelaran wayang golek itu bernuansa nasionalis dengan tema "Ruwatan Politik: Jaka Bereg (Sawung Galing) Mbangun Negara”.

Ruwatan adalah istilah Jawa yang memiliki arti bersih-bersih. Sehingga, ruwatan politik diartikan sebagai bersih-bersih politik. Mulai dari tokoh agama, adat, budayawan, hingga masyarakat Brebes hadir menyaksikan Bupati Tegal, Ki Enthus Susmono sebagai dalang wayang kulit.

Selain Ki Enthus, hadir pula Mantan Menteri ESDM Sudirman Said. Nama Sudirman kini semakin dikenal setelah ia mantap untuk maju dalam Pilgub Jateng 2018.

Dalam sambutannya, Sudirman menyatakan kehadirannya dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus wayangan itu, untuk bersilaturahmi dengan warga Jawa Tengah, khusunya warga Brebes. Menurutnya, tema ruwatan politik diadakan sebagai upaya bersih-bersih dan buang sial.

“Nah ruwatan ini dalam bentuk berdoa. Moga-moga para pejabat, pemimpin kita, DPR, DPRD, Bupati, Gubernur, dan Presiden kita diberi kejujuran, kelempengan hati untuk bekerja hanya semata-mata untuk rakyat, mboten nyolong,” kata Sudirman dalam sambutannya di Lapangan Dedy Jaya.

Dia tak menampik keinginannya untuk maju sebagai calon Gubernur Jawa Tengah semata-mata bekerja untuk rakyat. Sudirman pun memohon doa restu dan dukungan dari masyarakat Brebes yang hadir di tengah acara wayang golek semalam suntuk itu.
“Saya minta izin, bersiap-siap maju jadi calon Gubernur Jawa Tengah. Moga-moga direstui dan insyaallah kita akan jalankan amanat dan tidak melakukan perbuatan yang bikin memalukan keluarga atau negara seperi korupsi menyolong uang rakyat,” ujar aktivis antikorupsi itu.

Sudirman juga meminta masyarakat untuk tidak mencontoh pejabat publik yang belakangan terjerat kasus hukum karena korupsi. Dia pun menyinggung Ketua DPR Setya Novanto, tersangka kasus korupsi yang menurutnya tidak bisa menjaga amanah rakyat.
“Harusnya wakil rakyat kita itu menjadi orang yang terhormat. Tapi, kenyataannya pimpinan DPR kita (Setya Novanto) meringkuk ditahanan KPK,” kata Sudirman.


Sumber berita[https://kumparan.com/marcia-audita/kolaborasi-sudirman-said-dan-ki-enthus-di-peringatan-maulid-nabi]

0 komentar:

Posting Komentar