Kamis, 14 Desember 2017

Ganjar Intrusikan Lembaga kesehatan Tidak Tolak pasien

[Poto:Antaranews]

Semarang -kabarjateng.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan semua lembaga kesehatan yang tersebar di 35 kabupaten/kota, untuk tidak menolak pasien dengan alasan apapun.

"Saya minta jangan sampai ada (lembaga kesehatan berupa rumah sakit dan puskesmas, red.) yang menolak pasien," katanya di Semarang, Rabu.[di kutip dari antaranews]

Hal tersebut disampaikan Ganjar menyusul  adanya seorang balita berusia 7 bulan bernama Icha Selfia yang meninggal dunia akibat ditolak saat akan berobat di Puskesmas Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, dengan alasan kurangnya syarat administrasi.

Ia menegaskan agar hal serupa tidak terulang dengan dalih apapun.

Menurut Ganjar, peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi semua pihak agar di masa mendatang tidak ada kejadian serupa.

Kabupaten Brebes, kata Ganjar, baru saja mendapatkan penghargaan Hak Asasi Manusia (HAM) dari Kementerian Hukum dan HAM, tapi bersamaan dengan itu justru terjadi pelanggaran HAM di bidang kesehatan.

"Saya minta Dinas Kesehatan tolong dicek betul agar masyarakat bisa berobat dengan cepat, administrasi dipermudah, mereka dilayani dengan prima, itu penting," ujarnya, menegaskan.

Seperti beredar kabar pemberitaan di berbagai media, balita bernama Icha [7 Bulan] menderita sakit dengan gejala muntah dan berak secara terus menerus.


Pada Sabtu (9/12), Emiti ibu Icha membawa anaknya ke Puskesmas Sidamulya dengan berjalan kaki sepanjang 1,5 kilometer, namun sampai di puskesmas tidak mendapat penanganan karena alasan kelengkapan administrasi.

Icha akhirnya meninggal dunia pada Minggu (10/12) pagi dan peristiwa ini lalu banyak menjadi sorotan media dan juga warganet.

Melalui akun twitter resminya, Pemkab Brebes juga memberikan penjelasan terkait kejadian itu dan disebutkan bahwa Bupati Brebes Idza Priyanti langsung berkunjung ke rumah keluarga pasien dan berjanji akan mengevaluasi pelayanan kesehatan di wilayahnya.

Namun janji Bupati Brebes mengevaluasi pelayanan kesehatan di anggap oleh beberapa pemerhati kesehatan di anggap kurang maksimal.

Melalui beberapa elemen masyarakat yang peduli kesehatan, sejumlah Lembaga gelar demo tragedy penolakan berobat pada bayi di Puskesmas sidamulya yang berujung meninggalnya bayi,Kamis [14/12/2017] Di Alun alun Brebes.

Dedy, salah satu peserta aksi mengatakan “Mestinya harus ada sangsi tegas dari Pemerintah kabupaten Brebes, jangan hanya evaluasi pelayanan dan mutasi yang bersangkutan, namun Kepala Puskesmas Sidamulya harus mendapat sangsi tegas dengan pemberhentian” kata Dedi.
[Poto:aksi Demo Sejumlah Lembaga Peduli Kesehatan]


Dedi menambahkan “tetap akan kami kawal terus hingga ada keputusan hasil yang maksimal agar bisa menjadi perhatian bagi pelayanan kesehatan.[RN]



0 komentar:

Posting Komentar