Kamis, 14 Desember 2017

Di Duga Mark'up Data PIP, Sejumlah Sekolah Dilaporkan Ke Kejari


Brebes-kabarjateng.com-Program Indonesia Pintar [PIP] yang di gelontorkan pemerintahan Jokowi guna menyukseskan kecerdasan bangsa ternyata tidak semua sesuai dengan apa yang di harapkan, bagi sebagian orang program PIP menjadi ladang untuk memperkaya diri sendiri dan golonganya.

Menyikapi hal tersebut,seperti yang di temui di kantor Kejaksaan negeri Brebes,Rabu [13/12/2012] sebuah Lembaga dari Lembaga Pengawasan dan Investigasai Tindak Pidana Korupsi [LPI TIPIKOR] menyambangi Kantor Kejari Brebes untuk melaporkan temuan dugaan mark’up dana anggaran PIP yang di lakukan beberapa sekolah SMK di wilayah kabupaten brebes.

Joko, salah satu anggota LPI TIPIKOR  yang di dampingi dua rekanya mengatakan “ kami akan melaporkan dan menyerahkan berkas dugaan mark’up data yang di lakukan beberapa sekolah yang ada di Brebes”kata Joko.

Joko membeberkan, jika beberapa Sekolah di brebes di duga melakukan mark’up data, ini menjadikan keprihatinan sendiri bagi lembaganya untuk bertindak, menurutnya data yang diperoleh adalah valid dan dapat di pertanggung jawabkanya. Salah satunya adalah dengan menggandakan nama, jumlah siswa yang tidak sesuai dan nama yang memiliki kesamaan tanggal lahir yang tidak logis. Beber Joko.

“ Saat ini berkas yang kami serahkan ke Kejari Brebes adalah data dari SMK wilayah Brebes Selatan, selanjutnya akan kami serahkan pula data data dari sekolah lain yang di duga kuat melakukan permainan mark’up”ujar Joko.


Suwandi, Pengurus LPI TIPIKOR Pusat yang ikut mengawal membeberkan, Ketika  tim gabungan melontarkan pertanyaan tentang temuan tim, Sugiarto, salah satu guru mengakui kesalahan sekolah tersebut dihadapan tim. Hal ini jelas semakin menguatkan adanya dugaan mark'up disekolah tersebut.

"Dari data yang diterima pada Tahun 2016 pengajuan dana PIP sekolah tersebut ke pusat diduga melebihi jumlah murid. Karena pada tahun 2016 ke bawah, penerimaan dana PIP berdasarkan pengajuan, bukan berdasarkan Dapodik. Baru di tahun 2017 ini lah penggelontoran dana PIP  berdasarkan Dapodik, sehingga kuat dugaan tahun-tahun sebelumnya Kepsek sangat berkesempatan melakukan dugaan mark'up jumlah siswanya. Jadi temuan kasus ini sudah dilaporkan ke penegak hukum", tegas Suwandi.


Sementara dari Kejari Brebes melalui Kasi Pidsus, Arie Chandradinata,SH. mengatakan”Berkas laporan sudah kami terima, selanjutnya dari kami akan segera menindaklanjuti kebenaran  laporan tersebut, jika terbukti ada penyimpangan tentunya yang bersangkutan harus mempertanggungjawabkanya” kata Chandra.

Arie Candra yang baru di beri tugas di Brebes sekitar satu bulan menceritakan, secara keseluruhan dirinya belum mengetahui peta brebes, sehingga dirinya berterimakasih kepada beberapa pihak yang mau bekerjasama memberikan laporan data penyimpangan di brebes.[Roni]



0 komentar:

Posting Komentar