Minggu, 17 Desember 2017

Akibat Gempa,Warga Slatri Tertimbun Reruntuhan Bangunan


Brebes-kabarjateng.com-sepanjang Jumat malam, 15 Desember 2017 hingga Sabtu pagi, 16 Desember 2017. Gempa terjadi di beberapa titik di wilayah Indonesia, di antaranya di Jawa Barat dan Aceh

1. Gempa berkekuatan 4.8 skala richter pada Jumat, 15 Desember 2017 pukul 21:49:27 terjadi di laut, 123 kilometer barat daya Kabupaten Aceh Besar pada kedalaman 10 kilometer.

2. Gempa berkekuatan 4.5 skala richter pada Jumat, 15 Desember 2017 pukul 23:04:39 terjadi di 48 kilometer barat daya Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 50 kilometer.
3. Gempa berkekuatan 7.3 skala richter pada Jumat, 15 Desember 2017 pukul 23:47:57 terjadi di laut, 74 kilometer barat daya Kawalu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat pada kedalaman 105 kilometer.
4. Gempa berkekuatan 6.9 skala richter pada Jumat, 15 Desember 2017 pukul 23:47:58 terjadi di laut, 11 kilometer barat daya dari Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat pada kedalaman 107 kilometer.
5. Gempa berkekuatan 5.1 skala richter pada Sabtu, 16 Desember 2017 pukul 04:27:31 terjadi di darat, 13 kilometer tenggara Boalemo, Gorontalo pada kedalaman 63 kilometer
Akibat gempa Tasikmalaya,Sebuah bangunan di desa Slatri Kecamatan Larangan Brebes roboh menimpa Ikmah, 50, penghuni rumah yang tidak sempat menyelamatkan diri,Ikmah langsung di bawa ke rumah sakit terdekat karena mengalami luka di bagian kepala.
“Saat terjadi gempa’ warga segera berhamburan keluar, di saat yang sama ada terdengar suara reruntuhan bangunan, yang di ketahui runtuhan bangunan tua di samping rumah Ikmah,dan reruntuhan menimpa dan menjebol tembok rumah korban yang saat itu masih tertidur”Kata Amin,tetangga korban
Saat ini korban masih dalam perawatan intensif di RS Bhakti Asih, Brebes. Korban mengalami luka kulit terkelupas dibagian kepala.

segera para anggota Koramil 16/ Larangan Kodim 0713/Brebes  bersama warga melaksanakan perbantuan kepada BPBD Kabupaten Brebes melaksanakan bhakti sosial pembersihan reruntuhan bangunan.

Sementara ditempat terpisah, Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono, memerintahkan seluruh jajarannya di wilayah Kabupaten Brebes untuk mengambil langkah pertama, tanggap bencana melalui temu cepat, lapor cepat, atasi kilat,“ perintahnya.

“Segera berkoordinasi dengan jajaran terkait untuk merespon bencana yang menimpa rakyat Brebes dan sekitarnya. Saya juga berharap, bagi siapa saja/instansi mana saja yang mempunyai Breaker pemecah beton atau alat berat lainnya, mohon bantuannya dalam membantu para korban bencana, dan anggaplah itu semua sebagai amal ibadah,” kata Hadi.

Para relawan TNI, Polri, Linmas dan seluruh elemen di Kecamatan Larangan serta masyarakat setempat ini, begitu cekatan dalam mengangkut dan membersihkan puing-puing bangunan, serta mencari jika ada korban dalam reruntuhan gempa tersebut.


“Bangunan yang sudah rusak parah dan tak layak lagi, akan kita robohkan kemudian kita bersihkan, sehingga ketika nantinya dibangun kembali akan kokoh dan lebih mudah dalam pengerjaannya. Hal ini juga dilakukan di seluruh wilayah Brebes yang terkena dampaknya seperti di Salem dan beberapa tempat lainnya,” terangnya [Roni]

Kamis, 14 Desember 2017

Di Duga Mark'up Data PIP, Sejumlah Sekolah Dilaporkan Ke Kejari


Brebes-kabarjateng.com-Program Indonesia Pintar [PIP] yang di gelontorkan pemerintahan Jokowi guna menyukseskan kecerdasan bangsa ternyata tidak semua sesuai dengan apa yang di harapkan, bagi sebagian orang program PIP menjadi ladang untuk memperkaya diri sendiri dan golonganya.

Menyikapi hal tersebut,seperti yang di temui di kantor Kejaksaan negeri Brebes,Rabu [13/12/2012] sebuah Lembaga dari Lembaga Pengawasan dan Investigasai Tindak Pidana Korupsi [LPI TIPIKOR] menyambangi Kantor Kejari Brebes untuk melaporkan temuan dugaan mark’up dana anggaran PIP yang di lakukan beberapa sekolah SMK di wilayah kabupaten brebes.

Joko, salah satu anggota LPI TIPIKOR  yang di dampingi dua rekanya mengatakan “ kami akan melaporkan dan menyerahkan berkas dugaan mark’up data yang di lakukan beberapa sekolah yang ada di Brebes”kata Joko.

Joko membeberkan, jika beberapa Sekolah di brebes di duga melakukan mark’up data, ini menjadikan keprihatinan sendiri bagi lembaganya untuk bertindak, menurutnya data yang diperoleh adalah valid dan dapat di pertanggung jawabkanya. Salah satunya adalah dengan menggandakan nama, jumlah siswa yang tidak sesuai dan nama yang memiliki kesamaan tanggal lahir yang tidak logis. Beber Joko.

“ Saat ini berkas yang kami serahkan ke Kejari Brebes adalah data dari SMK wilayah Brebes Selatan, selanjutnya akan kami serahkan pula data data dari sekolah lain yang di duga kuat melakukan permainan mark’up”ujar Joko.


Suwandi, Pengurus LPI TIPIKOR Pusat yang ikut mengawal membeberkan, Ketika  tim gabungan melontarkan pertanyaan tentang temuan tim, Sugiarto, salah satu guru mengakui kesalahan sekolah tersebut dihadapan tim. Hal ini jelas semakin menguatkan adanya dugaan mark'up disekolah tersebut.

"Dari data yang diterima pada Tahun 2016 pengajuan dana PIP sekolah tersebut ke pusat diduga melebihi jumlah murid. Karena pada tahun 2016 ke bawah, penerimaan dana PIP berdasarkan pengajuan, bukan berdasarkan Dapodik. Baru di tahun 2017 ini lah penggelontoran dana PIP  berdasarkan Dapodik, sehingga kuat dugaan tahun-tahun sebelumnya Kepsek sangat berkesempatan melakukan dugaan mark'up jumlah siswanya. Jadi temuan kasus ini sudah dilaporkan ke penegak hukum", tegas Suwandi.


Sementara dari Kejari Brebes melalui Kasi Pidsus, Arie Chandradinata,SH. mengatakan”Berkas laporan sudah kami terima, selanjutnya dari kami akan segera menindaklanjuti kebenaran  laporan tersebut, jika terbukti ada penyimpangan tentunya yang bersangkutan harus mempertanggungjawabkanya” kata Chandra.

Arie Candra yang baru di beri tugas di Brebes sekitar satu bulan menceritakan, secara keseluruhan dirinya belum mengetahui peta brebes, sehingga dirinya berterimakasih kepada beberapa pihak yang mau bekerjasama memberikan laporan data penyimpangan di brebes.[Roni]



Ganjar Intrusikan Lembaga kesehatan Tidak Tolak pasien

[Poto:Antaranews]

Semarang -kabarjateng.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan semua lembaga kesehatan yang tersebar di 35 kabupaten/kota, untuk tidak menolak pasien dengan alasan apapun.

"Saya minta jangan sampai ada (lembaga kesehatan berupa rumah sakit dan puskesmas, red.) yang menolak pasien," katanya di Semarang, Rabu.[di kutip dari antaranews]

Hal tersebut disampaikan Ganjar menyusul  adanya seorang balita berusia 7 bulan bernama Icha Selfia yang meninggal dunia akibat ditolak saat akan berobat di Puskesmas Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, dengan alasan kurangnya syarat administrasi.

Ia menegaskan agar hal serupa tidak terulang dengan dalih apapun.

Menurut Ganjar, peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi semua pihak agar di masa mendatang tidak ada kejadian serupa.

Kabupaten Brebes, kata Ganjar, baru saja mendapatkan penghargaan Hak Asasi Manusia (HAM) dari Kementerian Hukum dan HAM, tapi bersamaan dengan itu justru terjadi pelanggaran HAM di bidang kesehatan.

"Saya minta Dinas Kesehatan tolong dicek betul agar masyarakat bisa berobat dengan cepat, administrasi dipermudah, mereka dilayani dengan prima, itu penting," ujarnya, menegaskan.

Seperti beredar kabar pemberitaan di berbagai media, balita bernama Icha [7 Bulan] menderita sakit dengan gejala muntah dan berak secara terus menerus.


Pada Sabtu (9/12), Emiti ibu Icha membawa anaknya ke Puskesmas Sidamulya dengan berjalan kaki sepanjang 1,5 kilometer, namun sampai di puskesmas tidak mendapat penanganan karena alasan kelengkapan administrasi.

Icha akhirnya meninggal dunia pada Minggu (10/12) pagi dan peristiwa ini lalu banyak menjadi sorotan media dan juga warganet.

Melalui akun twitter resminya, Pemkab Brebes juga memberikan penjelasan terkait kejadian itu dan disebutkan bahwa Bupati Brebes Idza Priyanti langsung berkunjung ke rumah keluarga pasien dan berjanji akan mengevaluasi pelayanan kesehatan di wilayahnya.

Namun janji Bupati Brebes mengevaluasi pelayanan kesehatan di anggap oleh beberapa pemerhati kesehatan di anggap kurang maksimal.

Melalui beberapa elemen masyarakat yang peduli kesehatan, sejumlah Lembaga gelar demo tragedy penolakan berobat pada bayi di Puskesmas sidamulya yang berujung meninggalnya bayi,Kamis [14/12/2017] Di Alun alun Brebes.

Dedy, salah satu peserta aksi mengatakan “Mestinya harus ada sangsi tegas dari Pemerintah kabupaten Brebes, jangan hanya evaluasi pelayanan dan mutasi yang bersangkutan, namun Kepala Puskesmas Sidamulya harus mendapat sangsi tegas dengan pemberhentian” kata Dedi.
[Poto:aksi Demo Sejumlah Lembaga Peduli Kesehatan]


Dedi menambahkan “tetap akan kami kawal terus hingga ada keputusan hasil yang maksimal agar bisa menjadi perhatian bagi pelayanan kesehatan.[RN]



Tertangkap CCTV Spesialis Pembobol Rumah Kosong Berhasil Ditangkap

Tegal – kabarjateng.com - Seorang pelaku pencuri spesialis pembobol rumah berhasil ditangkap Satuan Reserse Polres Tegal Kota Polda Jateng. Pelaku berhasil ditangkap setelah polisi melakukan pengembangan dari rekaman kamera CCTV salah satu rumah korban.
Kapolres Tegal Kota AKBP Jon Wesly Arianto, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Agustinus David P, S.Sos menjelaskan pihaknya mendapatkan gambar ciri-ciri pelaku, setelah penyidik mempelajari  dengan menghimpun keterangan sejumlah saksi yang terekam di CCTV.
“Tersangka YS (28) warga Jalan Boyolali Margadana Tegal diamankan setelah ditengarai terlibat dalam pembobolan sebuah rumah milik Korban Edi Marsono (36), di Jalan Gatot Subroto RT 9 RW 1 Sumurpanggang Margadana, Kota Tegal,” terang AKP Agustinus David, Rabu (13/12/2017)
Lebih lanjut, dijelaskan kejadian berawal saat korban bersama istrinya pergi ke Malang Jawa Timur, Kamis (30 /11/17)  dan saat pergi rumah dalam keadaan terkunci semuanya. Namun saat keduanya pulang, mendapati  jendela rumah sudah dalam keadaan terbuka, jendela kamar sudah pecah, dan isi dalam kamar sudah dalam keadaan berantakan.
Adapun barang yang hilang, lanjut Kasat diantaranya, 1 gelang emas seberat 7 gram, kalung emas seberat 5 gram, cincin batu akik sekitar 10 buah, uang tunai sekitar Rp.3000.000. Total kerugian mencapai Rp.7.000.000,” terangnya.
Sementara dalam kejadian tersebut petugas mengamankan barang bukti berupa 2 lembar surat emas serta 1 bongkah batu yang digunakan tersangka yang merupakan residivis kasus jambret  pada 2015 untuk memecah kaca.Pelaku juga pernah melakukan aksinya disejumlah lokasi lainnya.

Modusnya pelaku berkeliling mencari rumah kosong yang ditinggal penghuninya.. Akibat perbuatanya tersangka yang sebelumnya sudah pernah ditangkap karena melakukan penjambretan dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara, “pungkasnya.[RN/tribrata]

Rabu, 13 Desember 2017

Kodim 0713/Brebes Raih Juara II Lomba Karya Jurnalistik TMMD Reguler Ke-100 Tingkat Nasional



Brebes - kabarjateng.com - Kodim 0713/Brebes Kodam IV/Diponegoro menyabet juara II dalam lomba karya tulis jurnalistik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-100 tahun 2017  kategori Dansatgas/Dandim.
Sementara keluar sebagai juara pertama berhasil di raih Dandim 0715/Kendal dan juara ketiga di raih Dandim 0619/Purwakarta Kodam III/Siliwangi.

Lomba ini diadakan Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad) bekerja sama dengan staf Teritorial TNI AD.
Lomba diikuti seluruh media cetak maupun elektronik yang ikut aktif meliput program TMMD Reguler Ke 100, diikuti 58 kodim se-Indonesia.
Selama tahun 2017,kegiatan TMMD di laksanakan di 171 sasaran dengan rincian TMMD ke 98 sebanyak 61 sasaran, TMMD ke 99 ada 55 sasaran, sedangkan TMMD ke 100 ada 52 sasaran.
Kodim 0713/Brebes yang menempatkan sasaran TMMD Ke-100 tahun 2017 di Desa Cikuya Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes dengan menggandeng jurnalis dari cetak,elektronik dan online mampu meraih juara ke II Lomba Karya Jurnalistik TMMD Reguler Ke 100
Dalam kesempatan tersebut Danrem 071/WK kolonel Inf.Suhardi berkenan mendampingi Dandim Brebes dalam menerima penghargaan yang membawa harum Brebes.
“Pemberian hadiah ini sebagai wujud penghargaan terhadap kreativitas dan karya terbaik insan jurnalistik yang berperan aktif dalam pemberitaan selama TMMD Reguler ke-100 di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo,” jelas Dandim 0713/Brebes, Letkol Inf. Ahmad Hadi Hariono.
Dandim mengungkapkan, terima kasih terhadap seluruh media yang membantu mempublikasi, baik online, cetak maupun elektronik. “Sebab mereka sangat berjasa dalam memberi tahu masyarakat bahwa TNI memiliki program ke masyarakat,” terangnya.
Dandim berharap, program TMMD terus berlanjut karena salah satu upaya percepatan pembangunana. “Masyarakat lebih bisa merasakan manfaatnya. Sebab bangunan yang kami bangun kuat. Campuran material sesuai aturan. Bahkan sasaran kami cukup banyak,” imbuhnya.[RN]

Bupati Brebes Berharap Danramil Dan Babinsa Untuk Meningkatkan Peranya


Brebes-kabarjateng.com-Dalam kegiatan Apel Danramil dan Babinsa jajaran prajurit Kodim 0713/Brebes,Rabu [13/12/2017] yang di gelar di gedung pertemuan Kantor DPRD Kabupaten Brebes, Bupati Brebes Hj.Idza Priyanti,SE.MH yang di dampingi Komandan Kodim 0713/Brebes,Letkol Inf.Ahmad Hadi Hariono berkesempatan memberikan pengarahan kepada Danramil,Babinsa dan Koramil jajaran Kodim Brebes.

“Saya berpesan kepada para prajurit untuk meningkatkan kepedulian, membina dan mengarahkan desa , serta selalu melaksanakan koordinasi dengan unsur terkait diwilayah. Saya berharap kepada seluruh Danramil dan babinsa untuk meningkatkan perannya diwilayah masing-masing guna terwujudnya kemanunggalan TNI dan rakyat” kata Idza dalam keteranganya.

Dalam kesempatannya Idza menyampaikan, Kabupaten Brebes merupakan kabupaten yang terluas di jawa tengah dengan penduduk lebih kurang 1,7 juta jiwa yang mempunyai budaya. Berbagai budaya yang ada ditengah masyarakat membuat kita harus jeli dalam menyikapi permasalahan yang dapat mengganggu kamtibmas. Para danramil dan Babinsa menempati posisi yang strategis sebagai organisasi teritorial TNI AD yang paling bawah yang berada di desa/kelurahan yang terdekat dengan masyarakat, oleh dari itu Danramil dan Babinsa yang di anggap di garis terdepan yang langsung dekat dengan rakyat di harapkanya selalu aktif berperan mewujudkan kemanunggalan.


Kegiatan Apel Danramil dan Babinsa yang diikuti lebih kurang seratus lima puluh prajurit jajaran Kodim Brebes, turut hadir pula Kasdim 0713/Brebes Mayor Inf Ustadi Rahmad, Staf Ahli Bupati bidang  Kesra Dra Lely Mulyani MPd, kepala Dinas Peternakan Ir. Yulia henrawati, Kabag Tata Pemerintahan Eko Warsito, SH, Pasiter Kodim 0713/Brebes Kapten Inf Sutarno, para Danramil dan Babinsa Kodim 0713/Brebes. (RN]

Selasa, 12 Desember 2017

Cerita Pilu Di Brebes, Bayi 7 Bulan Meninggal Usai Ditolak Puskesmas

[gambar:ilustrasi]
Brebes-kabarjateng.com-Icha Selvia Bayi 7 Bulan, anak ke lima dari Ibu Emiti [32] tahun, warga Desa Sidamulya Kecamatan Wanasari Brebes akhirnya tak dapat terlolong dan meninggal dunia setelah mengalami sakit muntaber beberapa hari.

Ironisnya, Icha Selvia yang saat itu sedang mengalami sakit muntaber oleh orang tuanya telah di rujuk ke Puskesmas terdekat, namun karena di anggap tidak memiliki kelengkapan administrasi, oleh petugas Puskesmas di tolak.

Usai di tolak, di ceritakan oleh Ibu korban, kondisi Icha yang tidak tertangani medis makin melemah sehingga akhirnya  meninggal dunia pada minggu siang.[10/11/2017]

“Anak saya mengalami sakit sejak jum’at malam, sabtunya saya bawa berobat ke Puskesmas Sidamulya, namun oleh petugas kami di tolak dengan alasan kami tidak memiliki KK dan anak saya juga belum terdaftar KIS” kata Emiti Ibu korban.

Emiti mengakui saat itu dirinya tidak membawa salian KK, dirinya bingung karena meskipun membawa Salinan KK, nama anaknyapun belum terdaftar karena di anggap masih usia 7Bulan.

Emiti yang merupakan keluarga kurang mampu  tidak berani membawa anaknya ke rumah sakit dengan alasan tidak ada biaya,sedangkan suaminya juga lagi merantau.

Sementara Kepala Puskesmas Sidamulya, Dr.Arlinda mengakui ada kesalahan Standar Operasioanal Prosedur [SOP] yang di lakukan bawahanya, menurutnya seharusnya petugas lebih mendahulukan kedaruratan kondisi pasien ketimbang kelengkapan administrasi.

Dikatakanya ia telah melaporkan kepada Dinas Kesehatan Brebes terkait permasalahan di Puskesmas Sidamulya, menurutnya terkait sangsi apapun biar dari Dinas yang menentukan.[Red]

Minggu, 10 Desember 2017

Penyakit Difteri Mewabah, Apa Sebenarnya Penyakit Difteri

Koloni Corynebacterium diphtheriae (Wikimedia)

Kesehatan-kabarjateng.com-Menurut data Kemenkes, ada 20 provinsi di Indonesia yang melaporkan kasus difteri. Apa sebenarnya faktor penyebab penyakit yang sedang mewabah ini?

Difteri adalah infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium. Gejala yang muncul bila kita terkena difteri adalah sakit tenggorokan, demam, dan terbentuknya lapisan pada amandel dan tenggorokan. Dalam kasus yang sudah lanjut, infeksi dapat menyebar ke organ tubuh lain seperti jantung dan sistem saraf. Infeksi kulit juga ditemukan pada beberapa pasien. Racun yang dihasilkan oleh Corynebacterium dapat berbahaya bila tersebar ke bagian tubuh yang lain. [Seperti dikutip dari klicsehat.com]
Kasus difteri banyak ditemui di negara-negara berkembang seperti Indonesia, di mana kesadaran akan pentingnya vaksinasi masih rendah. Difteri dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko.

Tanda dan gejala

Walaupun gejala yang paling mudah terlihat adalah pada mulut dan tenggorokan, namun difteri juga dapat dikenali dari beberapa tanda berikut:
·                     tenggorokan seperti dilapisi selaput tebal keabu-abuan
·                     radang tenggorokan dan suara menjadi serak
·                     pembengkakan pada kelenjar leher
·                     masalah pernapasan dan kesulitan menelan
·                     hidung berlendir
·                     demam dan menggigil
·                     batuk
·                     perasaan tidak nyaman
·                     gangguan penglihatan
·                     bicara yang melantur
·                     kulit pucat, berkeringat dan jantung berdebar.



Sumber referensi=http://www.klicsehat.com/2017/12/penting-mengenal-lebih-jauh-tentang.html?spref=fb

Melalui Sistem Online,Pembuatan SIM Sekarang Lebih Mudah Dan Cepat

Brebes-kabarjateng.com-Guna memberikan pelayanan yang cepat tepat kepada masyarakat, Satlantas Kepolisian kini menggunakan sistem  online dalam proses pembuatan Surat Ijin Mengemudi (SIM).
Kanit Regiden Iptu Himawan melalui Kepala Unit Badan Urusan Surat Izin Mengemudi (Baur SIM) satlantas Polres Brebes, Aiptu Kusnanto mengatakan pembuatan SIM semakin mudah.mudahnya pembuatan SIM ini dikarenakan adanya sistem SIM online.
"Seluruh Polres di Jawa Tengah sudah menerapkan SIM online termasuk Polres Brebes, sehingga misal KTP-nya Tegal bisa membuat SIM di Polres Brebes," ujarnya.
Kusnanto menambahkan bagi warga Kabupaten Brebes yang lokasinya jauh dari Mapolres Brebes yang berada di Brebes, bisa memanfaatkanpelayanan sim Online.
"Jadi, misalnya warga Kecamatan Bumiayu atau Paguyangan terlalu jauh untuk datang ke Mapolres Brebes maka bisa memanfaatkan program di Polres Banyumas atau Polres Cilacap," sambungnya.
Namun, meski mendaftar melalui SIM Online, bagi warga yang ingin mengajukan SIM baru maka juga harus mengikuti tata cara yang ada.
Tata cara tersebut yakni melakukan pengecekan kesehatan jasmani dan rohani, mengisi formulir pendaftaran, dan melaksanakan tes tertulis dan tes praktik.
"Jika semuanya lancar dan lulus prosesnya hanya satu hari. Jika ada tes yang tidak lulus maka ya harus mengulang seminggu lagi tetapi tidak dipungut biaya lagi alias gratis," papar Kusnanto.
Kusnanto menambahkan untuk biaya pembuatan SIM baru yakni SIM A dikenai biaya pendaftaran Rp 120 ribu dan SIM C, Rp 100 ribu, sedangkan untuk perpanjangan Rp 80.000 untuk SIM A dan SIM C Rp 75.000.
"Semua biaya pendaftaran pembuatan atau perpanjangan SIM ini juga ditransfer melalui bank BRI," jelasnya.
Kusnanto juga menghimbau supaya masyarakat yang ingin membuat SIM untuk mengurusnya sendiri tanpa perantara calo.[Red]

Mengobati Bisul Dengan Alternatif Bawang Putih,Mitos Atau Fakta


Kesehatan-kabarjateng.com-Bisul merupakan infeksi bakteri yang menyebabkan peradangan di dalam folikel rambut (lubang tempat rambut tumbuh). Mula-mula, kulit di area infeksi menjadi merah dan muncul benjolan. Setelah 4-7 hari, benjolan tersebut mulai mengandung nanah.
Keberadaan bisul kerap mengganggu kenyamanan karena terasa nyeri, apalagi bila terletak di area yang kerap tersentuh. Daripada repot ke dokter, banyak orang memilih mengobati bisul menggunakan bawang putih. Mereka kerap menghaluskannya terlebih dahulu, lalu membubuhkannya tepat di atas bisul. Namun apakah benar bahwa cara pengobatan tersebut dapat meredakan bisul?
Salah satu bumbu masakan ini memang sering menjadi alternatif untuk mengobati beberapa penyakit. Sebab, bawang putih memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Khasiatnya antara lain yaitu sebagai antikanker dan antijamur.
Bawang putih juga berperan sebagai antibakteri. Mungkin, hal itu yang membuat banyak orang mengira bawang putih dapat menjadi obat bisul. Padahal belum ada penelitian khusus yang mendukung anggapan tersebut.
Bawang putih hanya dapat digunakan sebagai terapi tambahan untuk mempercepat proses penyembuhan bisul. Pemakaiannya juga tidak boleh sembarangan. Sebab, bisul sangat rentan terhadap infeksi lain.
Oleh karena itu, Anda perlu memperhatikan kebersihan bawang putih untuk mengatasi bisul. Selain itu, alat-alat yang digunakan untuk menghaluskannya juga harus higienis. Dosis bawang putih yang tepat juga harus Anda pahami.
Hindari pula memecah bisul dengan paksa untuk mencegah infeksi sekunder dari bakteri yang lain. Menjaga kebersihan sangat penting guna mempercepat penyembuhan bisul yang telah terinfeksi.
Pada umumnya, bisul dapat sembuh sendiri tanpa perawatan medis. Bawang putih hanya berperan sebagai terapi tambahan untuk mempercepat penyembuhan bisul. Jika ukuran bisul semakin besar dan tidak sembuh sekitar dua minggu, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter.


http://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3189618/mengobati-bisul-dengan-bawang-putih-mitos-atau-fakta

Jumat, 08 Desember 2017

Doorr...!!, Berusaha Kabur Komplotan Pencuri BTS Tak Bisa Berkutik Di Terjang Timah Panas


Brebes-kabarjateng.com-Tiga pelaku kejahatan pencurian Batrre Tower Telekomunikasi [BTS] tak berkutik ketika merasakan timah panas. Polisi terpaksa menembak kaki ketiga pelaku karena berusaha kabur dan melakukan perlawanan saat hendak ditangkap petugas.

Penangkapan tersebut atas adanya laporan dari salah satu provider yang mengalami kerugian atas hilangnya beberapa baterai tower yang dicuri oleh para pelaku.

Kapolres Brebes AKBP Sugiarto SH SIK MSi melalui Kasat Reskrim AKP Arwansa menyampaikan bahwa kejadian yang terjadi pada Kamis (7/12) dinihari tersebut di sebuah tower BTS didaerah Talok desa Dukuhturi Kecamatan Bumiayu Brebes.

Polisi yang menerima laporan tersebut langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengecek dan penyelidikan.

"Dari informasi yang berhasil dihimpun akhirnya Polisi berhasil mengamankan satu tersangka atas nama Hanif Aristanto beserta satu unit mobil merek Toyota Avanza dngan Nopol B 2952 TKK," kata Arwansa.

Dari hasil introgasi, selanjutnya polisi melakukan penyisiran di Jalan Lingkar Bumiayu. Di salah satu hotel di lokasi tersebut, polisi kemudian mengamankan dua tersangka lainnya yakni Puji Hariyanto dan Subianto.

Ditambahkan Kasat Reskrim para pelaku telah beraksi di tiga tempat berbeda. Selain di Talok Kecamatan Bumaiyu,  mereka juga mencuri baterai tower di Kalijurang dan Benda Kecamatan Sirampog.

Dari tangan para tersangka ini Polisi juga mengamankan barang bukti sebanyak 23 buah batu baterai. "23 baterai tower yang memikik berat lebih dari 50 kilogram tersebut untuk sementara kami amankan sebagai barang bukti," jelas Arwansa.


Kamis, 07 Desember 2017

Polda Jateng MoU Dengan PW NU Dan PW Muhammadiyah

Semarang- kabarjateng.com- Wakapolda Jawa tengah Brigjen Pol Drs. Indrajit S.H menghadiri Joint Analysis dan Penandatanganan Nota Kesepahaman/MoU antara Polda Jateng dengan PW NU dan PW Muhammadiyah Jateng di Hotel Patrajasa Semarang Convention Center (6/12/2017)
Acara tersebut dihadiri pula pejabat utama polda jateng dan Kapolres jajaran, Ketua PW NU Drs. Hafzin dan Ketua PW Muhammad Iyah Drs. Tafsir.
Dalam sambutan Kapolda Jateng yang dibacakan Wakapolda Jateng menyampaikan rasa syukur suka cita kegiatan hari ini setelah menangkal pada pencegahan terorisme juga menjelaskan bahwa polri bukan masyarakat yang anti islam karena anggota polri 90% semuanya islam, dan mengajak masyarakat untuk tidak mengarah pada tindakan yang melanggar hukum.
“Indonesia adalah eksis selama ada komitmen dan kensesus diantara kita, tidak mungkin Indonesia hilang karena itu adalah tanggung jawab Indonesia, Muhammadiyah dan NU,” ujar Wakapolda jateng.
“Polri tidak memerangi agama Islam namun polri memerangi ajaran yang menyimpang,” tegas Wakapolda jateng.
Diharapkan kegiatan join analysis dan mou dapat dilaksanakan baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan guna menggugah rasa peduli masyarakat untuk ikut peran serta dalam memerangi paham radikalisme di wilayah Jawa Tengah.
Sumber Berita[https://tribratanews.jateng.polri.go.id/2017/12/06/polri-tidak-memerangi-agama-islam-namun-memerangi-ajaran-yang-menyimpang/]

Rabu, 06 Desember 2017

Diduga Tidak Transparan,Penyusunan APBD 2018 Kudus Dipertanyakan

[Foto:antaranews]

Kudus - kabarjateng.com - Anggota Badan Anggaran DPRD Kudus M. Nur Khabsyin menilai penyusunan Rancangan APBD 2018 hingga menjadi Peraturan Daerah tentang APBD 2018 tidak transparan, menyusul adanya anggaran yang masuk dalam APBD 2018 tanpa melalui pembahasan resmi di dewan.

Menurut dia, di Kudus, Selasa, terdapat sejumlah kejanggalan dalam pembahasan RAPBD Kudus 2018 tersebut.

Di antaranya, kata dia, adanya kenaikan pendapatan dari dana perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah dengan total Rp63,3 miliar. 

"Kami menganggap tidak benar," ujarnya.

Selain itu, kata dia, ada juga kenaikan belanja sebesar Rp62,8 miliar dan adanya kenaikan sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) sebesar Rp21 miliar. 

Anggaran tersebut, kata Khabsyin yang merupakan politisi dari PKB itu, tidak pernah dibahas dalam rapat yang sah, baik rapat komisi maupun banggar.

Ia juga mempertanyakan masih adanya anggaran sebanyak itu, sementara permintaan untuk anggaran kartu identitas anak (KIA) sebesar Rp3,5 miliar yang sudah disetujui banggar justru oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) disebutkan tidak ada anggaran lagi.

"Melihat anggaran yang tidak jelas tersebut, kami menganggap sebagai anggaran siluman karena tidak dimasukkan melalui proses yang sah," ujarnya. 

Ia mengancam akan melaporkan permasalahan tersebut ke gubernur agar APBD Kudus dikembalikan.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kudus Eko Djumartono mengungkapkan, bahwa penyusunan APBD 2018 sudah sesuai dengan risalah komisi DPRD Kudus, sehingga tidak ada istilah dana siluman.

"Artinya, komisi tentu mengetahui dan ditunjukkan dengan ditandatanganinya risalah komisi DPRD Kudus hasil pembahasan," ujarnya.

Untuk belanja dan SILPA, kata dia, semula dalam pembahasan RAPBD 2018 mengalami defisit sebesar Rp277 miliar, karena dari hasil pembahasan komisi ada penambahan kegiatan di setiap komisi.

Selanjutnya, kata dia, dilakukan rasionalisasi atau pengurangan kegiatan agar antara pendapatan dan belanja bisa sesuai. 

"Salah satu upayanya, yakni adanya pendapatan sebesar Rp41,7 miliar yang didapat dari berbagai sumber pendapatan, terutama setelah ada kejelasan dari pemerintah pusat soal bantuan keuangan," ujarnya. 

Meskipun demikian, kata dia, masih tetap mengalami defisit anggaran, sehingga kembali dilakukan rasionalisasi.

Akhirnya, kata dia, defisit anggarannya tersisa sebesar Rp21 miliar, kemudian ditutup dengan SILPA Rp21 miliar. 

"Angka SILPA tersebut juga sudah dimasukkan dalam banggar," ujarnya.

Terkait pembagian kegiatan untuk anggaran sebesar Rp21 miliar, kata dia, yang mengetahui tentu dari masing-masing komisi di DPRD Kudus, karena penambahan kegiatan maupun pengurangan dilakukan di setiap komisi. 

"Pemotongan anggaran, semuanya ada di komisi DPRD Kudus," ujarnya.

Demikian halnya, kata dia, anggaran untuk KIA yang dicoret, jika memang program tersebut penting, maka dalam rapat komisi seharusnya tidak dirasionalisasi. 

Sumber Berita[https://jateng.antaranews.com/detail/legislator-penyusunan-apbd-2018-kudus-tak-transparan.html]

Di Hari Ulang Tahunya Yang Ke 40 Tahun, Dandim Brebes Diberi Kejutan


Brebes –kabarjateng.com - Sungguh unik, Apa yang dilakukan oleh Keluarga Besar Kodim 0713/Brebes guna memberikan kejutan kepada Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono Dandim 0713/Brebes di Hari Ulang Tahunnya yang ke-40 pada 29 November 2017.

Dandim Brebes sempat terkejut dengan sambutan yang diterimanya saat dirinya memasuki Makodim 0713/Brebes ketika kembali dari Apel Dandim terpusat di Cipatat Jakarta beberapa waktu yang lalu. Alunan musik angklung dari Grup Angklung Nurisky Pasar Batang dibawah binaan PNS/ASN Kodim 0713/Brebes Aris Rizky secara langsung sambut kedatangan Letkol Ahmad Hadi di Halaman Makodim Brebes.

Kejutan dari Keluarga Besar Kodim 0713/Brebes berlanjut dengan pembacaan Do’a yang dipimpin oleh Saudara Hariyanto, pengasuh Panti Asuhan Putra Muslimat Brebes yang diperuntukkan kepada Letkol Hadi agar selalu diberikan kesehatan, panjang umur, karier yang bagus dan rejeki yang melimpah sehingga dapat berbagi dengan sesamanya, terutama kepada anak yatim.

 “Saya mewakili ke-20 anak yatim Panti Asuhan Putra Muslimat Brebes mengucapkan banyak terimakasih atas perhatian dan kepedulian Pak Dandim beserta Ibu dan tentunya keluarga besar Kodim 0713/Brebes, yang telah memperhatikan dan berbagi dengan mengundang para anak-anak kami dari Panti Asuhan Putra Muslimat Brebes. Semoga Pak Dandim dan keluarga serta Kodim 0713/Brebes tambah maju dan lebih dicintai rakyat, sekali lagi selamat ulang tahun yang ke-40 kepada Letkol Hadi,” ucapnya.Haryanto

Acara dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada para anak yatim oleh Dandim 0713/Brebes beserta Ketua Persit KCK Cabang XXIII Dim 0713/Brebes Ny. Febriyanti Ahmad Hadi Hariono, sebagai ungkapan syukur kepada sang pencipta.

Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun dan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat dari seluruh hadirin dengan diiringi hiburan musik.