wisata pulau cemara

wisata pulau cemara

wisata pulau cemara

wisata pulau cemara

wisata pulau cemara

wisata pulau cemara

Jumat, 24 November 2017

KPI menyebutkan kasus perkawinan dini di Jawa Tengah cenderung tinggi.


Semarang-kabarjateng.com-Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) menyebutkan kasus perkawinan dini di Jawa Tengah cenderung tinggi,  data pengajuan dispensasi periode 2016 itu diperoleh dari Pengadilan Tinggi Agama Jateng pada akhir tahun lalu.

"Kami mendapatkan data yang meminta dispensasi menikah karena usia kurang dari 16 tahun di Jateng ada 30 ribu orang," kata Sekretaris Jenderal KPI Dian Kartika Sari di Semarang, Senin.[di lansir dari ANTARA News]

Hal itu diungkapkannya usai pencanangan Gerakan Bersama Stop Perkawinan Anak di Semarang yang diprakarsai Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Dian menyebutkan dari 30 ribu pengajuan dispensasi menikah dengan usia di bawah 16 tahun itu, hanya 2.000 dispensasi yang disetujui.

Akan tetapi, kata dia, 28 ribu anak yang dispensasinya tidak disetujui dimungkinkan tetap menikah dengan cara menikah siri (tidak dicatatkan) atau menaikkan usianya.

"Faktanya, di Jateng ada 30 ribu anak di bawah 16 tahun yanh dinikahkan. Perkawinan anak merupakan fenomena gunung es. Sebanyak 30 ribu ini yang kelihatan di permukaan, tetapi di bawahnya lebih banyak," katanya.

Diakuinya, Jateng termasuk daerah dengan angka perkawinan dini tertinggi di Indonesia, selain Jawa Barat dan Jawa Timur.

Ada banyak alasan terjadinya perkawinan anak yang ternyata dikehendaki orangtuanya, lanjut dia, seperti melepaskan beban ekonomi ketika anaknya sudah dinikahkan.

"Ya, memang ada yang takut (kalau tidak dinikahkan, red.) ada prasangka, seperi pergaulan bebas. Namun, lebih banyak orang tua yang ingin segera melepaskan tanggung jawab pengasuhan," katanya.

Untuk perkawinan anak yang terjadi karena kehamilan yang tidak diinginkan, kata dia, jumlahnya relatif kecil tidak sampai 10 persen.

"Kondisi di tiap daerah berbeda-beda, seban ada beberapa daerah yang mengawinkan anaknya untuk menarik laki-laki masuk rumah untuk menambah tenaga kerja sektor pertanian. Biasanya, di daerah pertanian," katanya.

Akan tetapi, Dian mengatakan perkawinan anak sesungguhnya banyak terjadi karena faktor orangtua yang tidak punya bekal cukup dalam mengasuh anak-anaknya.

Ia mengatakan pola pengasuhan dalam keluarga yang terjadi selama ini berlangsung secara turun temurun, mulai ayah-ibu meniru pola asuh kakek-neneknya, dan seterusnya.

"Sebagian besar di daerah pedesaan, pengasuhan berjalan berdasarkan pegalaman, tanpa pengetahuan tanpa pendidikan," katanya.

Di sisi lain, kata dia, akses pendidikan di daerah-daerah juga masih terbatas, misalnya hanya ada satu sekolah menengah pertama (SMP) untuk 4-5 desa.

"Kalau sudah lulus SD mau ke mana? SMP-nya saja jauh. Cuma ada satu SMP yang melingkupi 4-5 desa di sekelilingnya. Akhirnya, orangtua memilih tidak menyekolahkan anaknya karena mengeluarkan biaya banyak," katanya.

Sementara itu, Deputi Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak Lenny N Rosalin mengatakan Gerakan Bersama Stop Perkawinan Anak diinisiasi di lima daerah terlebih dulu.

"Kemarin, sudah di Jabar yang dipusatkan di Indramayu, Jateng di Semarang, kemudiam Jatim, dan seterusnya sampai lima kabupaten/kota," katanya.

Yang jelas, kata dia, pada November-Desember 2017 pencanangan gerakan bersama iti difokuskan di lima wilayah, yakni Jabar, Jateng, Jatim, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.

"Kenapa? Isu perkawinan anak di Indonesia sudah darurat. Sebanyak satu dari sembilan anak perempuan menikah di bawah usia 18 tahun. Ada 375 anak perempuan yang menikah setiap harinya," tegasnya.

[Sumber berita https://www.antaranews.com/berita/666038/perkawinan-dini-di-jateng-tinggi]

Korban Sandera KKB Papua Tiba Di Semarang Dengan Selamat

[Foto Humas Jateng]
Semarang –kabarjateng.com- Sebanyak 43 warga Jawa Tengah yang menjadi korban sandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, Rabu (22/11) tiba di Bandara Ahmad Yani Semarang dengan selamat. Mereka tiba pada pukul 19.20 WIB menggunakan maskapai Sriwiaya Air bernomor penerbangan SJ 589.
Kedatangan mereka disambut Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Provinsi Jateng Achmad Rofai, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah Wika Bintang, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Demak  Eko Pringgo Laksito. Begitu tiba, mereka dipersilakan menikmati hidangan soto yang sudah disediakan dan melakukan cek kesehatan. Berdasar hasil pengecekan kesehatan, banyak eks sandera KKB yang menderita infeksi saluran pernafasan akut akibat kelelahan dan kurang nutrisi selama disekap.
Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Provinsi Jateng Achmad Rofai mengatakan, Pemerintah Provinsi Jateng berperan membantu memfasilitasi pemulangan para eks sandera KKB Papua dari Mimika Papua hingga ke daerah asalnya di Demak dan Rembang. Dari bandara sampai ke Demak dan Rembang, pihaknya sudah menyediakan bus besar.
Ahmad Rofai menuturkan, saat ini pihaknya masih fokus memulangkan mereka agar aman. Apabila nanti membutuhkan keterampilan untuk bekal mereka bekerja di Jawa Tengah, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi siap memfasilitasi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Wika Bintang membenarkan pernyataan tersebut. Pihaknya siap membantu memberikan bekal keterampilan yang dibutuhkan.
“Nanti kalau mereka mau alih profesi, tidak mau berangkat kesana (Papua) lagi, kemudian mau dilatih, misalnya buka bengkel, apakah mau kursus keterampilan, kalau mereka siap, kita bantu,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Eko Pringgo Laksito merinci, jumlah korban sandera KKP yang dipulangkan sebanyak 38 orang dari Demak, dan lima orang dari Rembang. Awalnya, korban dari Demak yang hendak dipulangkan sebanyak 39 orang. Namun, satu orang urung kembali ke Jawa Tengah.
“Sudah kita belikan tiket untuk 39 orang dari Demak. Tapi, pagi-pagi satu orang mendadak membatalkan. Satu orang yang membatalkan itu bernama Kusriyanto dari Desa Kedondong,” bebernya.
Saat ditanya kondisi kesehatan para korban, Eko menuturkan, secara fisik mereka baik-baik saja. Namun, secara psikis mesti dibangun kembali karena trauma dengan kejadian penyekapan yang dialami
Kesaksian Korban 
Salah satu korban yang mengaku trauma dengan kejadian penyekapan oleh KKB adalah Slamet Riyadi (26 tahun), warga Desa Kedondong Demak. Dia bahkan sampai terjerumus di septic tank karena lari ketakutan setelah dikejar oleh KKB. Namun justru itu yang membuatnya terselamatkan dari penyekapan.
“Kita kan disisir dua kali. Yang kedua kalinya saya lari. Dikejar pakai senjata, sampai masuk ke septic tank. Awalnya itu saya kira kandang ayam, ternyata septic tank. Saya dalam septic tank dari jam delapan malam (sekitar pukul 20.00) sampai jam tujuh pagi (sekitar pukul 07.00),” ungkap dia.
Selama disekap di kampung Longsoran Mimika Baru Papua tempatnya tinggal, Slamet dan rekan-rekannya hanya diberi makan sehari dengan nasi putih dan garam. Untuk minum, mereka hanya mengandalkan air hujan. Belum lagi suara tembakan yang terdengar setiap malam, membuat suasana kampungnya mencekam.
“Kalau malam disandera di kampung. Makan sehari cuma sekali, nasi sama garam. HP disita. Setiap hari digeledah. Kalau pagi masih bisa senyum. Tapi kalau malam sudah tidak bisa bicara. Banyak tembakan. Saya trauma dengan kejadian ini,” tuturnya.[Humas Jateng]


Roni/kabarjateng.com

Kamis, 23 November 2017

Wujudkan Kemanunggalan,Koramil Tanjung Gelar Program Bakti TNI KB Kesehatan


Brebes-kabarjateng.com-Dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan sebagai bentuk mewujudkan kemanunggalan antara TNI dengan rakyat,Koramil 04/Tanjung bersama Pemerintah dan BKKBN Brebes dalam rangka Hari Juang Kartika ke 72 Tahun 2017 gelar program Bhakti TNI KB Kesehatan di tiga Puskesmas wilayah Koramil Tanjung,selasa [22/11/2017]

Danramil melalui Bati Tuud mengungkapkan, program bakti TNI KB-Kes yang dilaksanakan secara lintas sektoral ini juga merupakan wujud nyata bakti TNI kepada masyarakat dalam rangka mempererat kemanunggalan antara TNI dengan rakyat dengan cara memberikan bantuan kepada masyarakat di daerah dalam bidang kesehatan.

"Saya optimis bahwa pelaksanaan bakti TNI KB-Kes Koramil 04/Tanjung yang pencanangannya dilaksanakan hari ini akan berjalan dengan tertib dan lancar karena seluruh komponen yang terlibat telah mempersiapkan secara matang dan integral," bebernya. 

Selain itu, imbuhnya, selama berada di lingkungan masyarakat hendaknya selalu menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan sehat dan bersih sehingga dapat mencerminkan tingkat kesehatan dan kesejahteraan hidup masyarakat.

"Selalu mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan Bakti TNI KB-Kes ini secara terus-menerus guna meningkatkan kualitas program yang akan datang," tandasnya.

Kepala UPTD3KB Masrukhi juga mengungkapkan untuk perolehan akseptor di tiga(3) Puskesmas wilayah Kecamatan Tanjung sejumlah 46 akseptor terdiri dari IUD 6 Akseptor dan Implant 40 Akseptor.


“Untuk hari ini dari jumlah 46 akseptor yang terdaftar belum sesuai target, menurut sesuai target 54 yang terdiri dari IUD 12 Akseptor dan Implant 42 Akseptor, Dengan harapan pada minggu depan terpenuhi,” jelasnya.[Roni]

Rabu, 22 November 2017

Melalui SK Gubernur, UMK 2018 Jawa Tengah Telah Di Tetapkan Naik


Semarang-kabarjateng.com-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2018 dengan menandatangani Keputusan Gubernur Nomor 560/94 Tahun 2017 tertanggal 20 November 2017.

"Sudah ditetapkan kemarin," kata Ganjar di Semarang, Selasa.

Ganjar tidak mempermasalahkan jika ada sebagian kalangan buruh yang menolaknya dan merasa tidak puas terkait dengan penetapan UMK 2018 di 35 kabupaten/kota.

"Pasti ada yang tidak puas, boleh saja, tapi kemarin kita sudah coba untuk mencari yang paling optimal dengan mengundang pengusaha dan buruh," ujarnya.

Ganjar menegaskan bahwa penetapan UMK 2018 di 35 kabupaten/kota berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015.

"Di beberapa tempat ada yang tidak persis, tapi rata-rata melebihi PP, jangan khawatir, tidak ada yang di bawah PP," katanya.

Politikus PDI Perjuangan itu kemudian mengajak semua pihak yang terlibat untuk mulai membahas penetapan UMK 2019 di 35 kabupaten/kota.

"UMK 2019 segera kita bicarakan sekarang, maunya seperti apa? kalau ada regulasi yang mesti direvisi ya direvisi," ujarnya.

Menurut Ganjar, jika hal tersebut bisa dilakukan sekarang, maka formulasi ini menjadi pegangan bersama agar tiap tahun tidak membicarakan kenaikan UMK di semua daerah.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah Wika Bintang menambahkan, UMK 2018 di 35 kabupaten/kota rata-rata mengalami penaikan 8,71 persen berdasarkan usulan dari bupati/wali kota se-Jateng.

Dalam penentuan nominalnya, masing-masing daerah menggunakan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015, yakni dengan melihat inflasi serta pertumbuhan ekonomi.

"Kenaikan UMK tertinggi di Kota Semarang, sedangkan terendah di Kabupaten Banjarnegara," ujarnya.[ Di kutip dari www.antaranews.com/berita/666144/gubernur-jawa-tengah-menetapkan-umk-2018]

Berikut perincian UMK 2018 di Jateng:

Kota Semarang Rp2.310.087,
Kabupaten Demak Rp2.065.490,
Kabupaten Kendal Rp1.929.458,
Kabupaten Semarang Rp1.900.000,
Kota Salatiga Rp1.735.930,
Kabupaten Grobogan Rp1.560.000,
Kabupaten Boyolali Rp1.651.650,
Kota Surakarta Rp1.668.700,
Kabupaten Sukoharjo Rp1.648.000,
Kabupaten Sragen Rp1.546.492.
Kabupaten Karanganyar Rp1.696.000,
Kabupaten Wonogiri Rp1.524.000,
Kabupaten Klaten Rp1.661.632,
Kabupaten Batang Rp1.749.900,
Kota Pekalongan Rp1.765.178,
Kabupaten Pekalongan Rp1.721.637,
Kabupaten Pemalang Rp1.588.000,
Kota Tegal Rp1.630.500,
Kabupaten Tegal Rp1.617.000.
Kabupaten Brebes Rp1.542.000,
Kabupaten Blora Rp1.564.000,
Kabupaten Kudus Rp1.892.500,
Kabupaten Jepara Rp1.738.360,
Kabupaten Pati Rp1.585.000,
Kabupaten Rembang Rp1.535.000,
Kota Magelang Rp1.580.000,
Kabupaten Magelang Rp1.742.000,
Kabupaten Purworejo Rp1.573.000,
Kabupaten Temanggung Rp1.557.000,

Selasa, 21 November 2017

Menggali Potensi Wisata Melalui Giat Presstour Di Mangrove Sari

Brebes-kabarjateng.com-Kabupaten Brebes yang memiliki geografis dataran tinggi dan laut jawa membuat memiliki banyak obyek wisata, 27 di antaranya yang saat ini masuk dalam daftar obyek wisata di kabupaten paling barat Propinsi Jawa tengah.
Sangat tidak lengkap kiranya jika melewati Kabupaten Brebes hanya membeli telor asin maupun bawang merah tanpa mengunjungi wisata yang ada untuk menikmati pemandangan yang indah.
Selain  terkenal dengan logat Bahasa jawanya yang medok, dekat dari pusat kota Brebes juga ada salah satu pilihan wisata untuk memanjakan mata menikmati alam sambil terapi kesehatan.
Adalah wisata Mangrove sari, wisata yang terletak di Dukuh Pandansari Desa Kaliwelingi-Brebes, dari pusat kota hanya di tempuh sekitar 50 menit. Dengan menawarkan suasana hutan mangrove atau hutan bakau, wisatawan juga dapat sekaligus melakukan terapi sehat dengan menyusuri tracking sepanjang 5 km.
Bagi Pemerintah kabupaten Brebes, upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui kreativitas dan inovasi salah satunya di prioritaskan pada pengembangan potensi wisata yang ada, dengan menggandeng para wartawan yang bertugas di wilayah Brebes, Pemkab Brebes melalui Dinkominfotik giatkan acara Presstour yang di ikuti 50 wartawan, Sabtu [18/11/2017]
Seperti yang di sampaikan Bupati Brebes,Hj.Idza Priyanti, SE.MH. dalam kesempatan bersama pada acara Presstour, dirinya yakin dan berharap melalui bahasa tulisan wartawan akan lebih mengenalkan wisata wisata yang ada di Brebes untuk di kenal luas.
“ Kami yakin dari apa yang di tulis wartawan melalui media masing masing, akan sangat berpengaruh bagi promosi wisata, dari itu kami berharap teman teman wartawan turut serta membantu mempromosikan wisata yang ada di brebes” harap Idza.

Sementara Kepala Dinas  komunikasi Informasi dan Stastistik [Dinkominfotik] Jauhardi mengatakan, acara Presstour yang di ikuti 50 wartawan yang ada di brebes, selain di harap untuk ikut mempublikasikan potensi wisata, acara tahunan tersebut juga sebagai bentuk silaturahmi dan kemitraan antara Pemkab Brebes dan para jurnalis. [Roni]

Kamis, 16 November 2017

Pengusaha Sukses “Muhadi Setiyabudi” Ajak Kuli Tinta Makan Siang Bersama


Brebes-kabarjateng.com-Muhadi Setiyabudi sosok sentral Putra Brebes yang di kenal pengusaha ulet dan sukses, berkesempatan beri kehormatan dan undang beberapa rekan kuli tinta [wartawan] untuk makan siang bersama di Hotel Grand Dian Brebes beberapa waktu lalu.

Tokoh sentral dari brebes tersebut selain memberikan kehormatan makan siang bersama, Muhadi bersama Istrinya juga beramahtamah dalam suasana keakraban melalui makan siang.

Di katakan Muhadi, undangan makan siang bersama rekan wartawan, selain kangen jumpa para pers, juga untuk mengenal lebih dekat serta sebagai bentuk support dari peran pers yang menjadi salah satu pilar pembangunan bangsa.

“Undangan makan siang bersama ini jangan di artikan lain, kami hanya kangen dan pengin mengenal lebih dekat para wartawan yang menjadi salah satu pilar pembangunan bangsa” kata Muhadi.
Dalam kesempatanya Muhadi  memandang  peran pers sangat penting, dirinya berharap meski publikasi berita adalah hak mutlak pers, namun dia lebih berharap untuk lebih mengedepankan berita yang membangun.

Selain itu, pengusaha sukses yang memiliki banyak perusahaan tersebut sedikit memberikan tip sukses dalam berwira usaha, menurutnya dalam meraih sukses berusaha adalah kuncinya sederharna “Rizki yang berkah dan barokah”.
“Berkah dan barokah adalah berbeda, berkah memiliki arti lebih pada mendapatkan banyak harta, sedangkan barokah lebih pada arti yang di ridoi, sehingga di artikan carilah harta yang banyak namun di ridoi” beber Muhadi

Di tambahkanya, Keharmonisan rumah tangga juga sangat mempengaruhi sukses tidaknya sebuah usaha, di awali dari keharmonisan rumah tangga, rasa nyaman dan berbunga akan memunculkan suatu pemikiran usaha yang brilliant.

Sementara melalui perwakilan dari rekan rekan pers, Nurohman dari Jawaranews mengapresiasi Muhadi, di katakanya Muhadi meski telah menjadi orang besar namun tidak melaupakan sekelilingnya, hal itu terbukti dari kesempatanya mengundang rekan rekan pers makan siang, dan juga seringya PT.Dedy Jaya grup mengadakan kegiatan social.

Profil Muhadi Setyabudi

Lahir di Desa Cimohong Bulakamba Brebes pada Maret 1961 tahun silam, Pendidikan di raih hanya Madrasah Tsanawiyah atau setingkat SMP, nikah pada usia 19 tahun dengan Atik Sri Subekti, memulai usaha dari penjual keliling hingga bekerja sebagai kondektur Bus. Setelahnya dirinya mendirikan grup usaha PT Dedy Jaya Lambang Perkasa, Di Bawah PT Dedy Jaya Lambang Perkasa kini Muhadi telah memiliki berbagai usaha, usahanya berkembang pesat hingga melambungkan namanya menjadi pengusaha terkaya di Brebes bahkan Jawa Tengah. [di olah dari berbagai sumber].


[Roni/kabarjateng.com]

Rabu, 15 November 2017

Selain lakukan Penghijauan, KPSA Wanalestari Munculkan Pulau Cemara Sawojajar Menjadi Destinasi Wisata


Brebes-kabarjateng.com- Sawojajar merupakan salah satu desa pesisir di Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Berdasarkan data monografi desa, sekitar separuh dari penduduknya adalah nelayan dan petambak. Aktivitas pertambakan ini turut mempengaruhi kenampakan lahan berupa hamparan tambak di sepanjang pesisir Desa Sawojajar.

Kebijakan pemanfaatan lahan untuk budidaya tambak di masa lalu ternyata kemudian disadari turut mempengaruhi kerentanan wilayah ini terhadap abrasi dan banjir rob. Apalagi sepanjang pesisir Sawojajar minim akan penghijauan.
Atas inisiatif dari sebagian orang yang peduli dan prihatin dengan adanya kerusakan lahan pantai yang mengalami abrasi dan terdampak rob, dibentuklah kelompok tani yang bernama Kelompok Pelestari Sumberdaya Alam (KPSA) Wana Lestari pada tahun 1997.

Munasir, Ketua KPSA Wana Lestari berkisah bahwa dulu saat mulai mencoba menanam mangrove di pematang tambak dan pinggir sungai kerap mendapat cercaan dari warga sekitar. Banyak yang menganggap beliau kurang kerjaan dan mmembuang-buang waktu dengan menanam sesuatu yang tidak jelas gunanya.
Namun ketika masyarakat sudah mulai mengerti dan menyadari manfaat mangrove,kini banyak yang mendukungnya.
Kini sebagian kawasan mangrove yang sudah menghutan telah  dijadikan kawasan pariwisata dan pembelajaran mangrove yang terdiri dari wisata burung, wisata tracking dan terintegrasi dengan kawasan Pulau cemara.
Di katakan Munasir,sejak kawasan pulau Cemara dan hutan manggrove sawojajar di kelola menjadi Desa Wisata,setidaknya telah menjadi sumber pengharapan dari masyarakat desa Sawojajar untuk bisa meningkatkan perekonomian, meski saat ini belum di rasakan.
Munasir menambahkan, terbentuknya Pulau Cemara sebagai kawasan desa wisata masih membutuhkan tata kelola yang baik, di antaranya di katakan pasilitas yang ada belum mendukung secara maksimal. Hal itu selain Pulau Cemara baru di kenalkan sebagai tempat wisata, belum ada investasi dari luar dan hanya mengandalkan swadaya masyarakat.
Sementara Maspui, Pengelola Wisata Pulau Cemara sawojajar mengatakan “Dengan keindahan alam yang di tawarkan wisata pulau cemara, di antaranya Spot selfy, pemandangan sunset,hutan mangrove, pulau burung dan naik perahu menyusuri sungai hingga ke pulau cemara, kami yakin wisata pulau cemara Sawojajar akan menjadi wisata unggulan. Namun di katakanya, akses jalan serta pasilitas lain yang belum mendukung, sangat menjadi kendala saat ini.

Pihaknya berharap semua pihak kususnya pemerintah agar bisa melihat potensi wisata pulau cemara dan mendukung agar Pulau Cemara Sawojajar mampu menjadi wisata unggulan bahkan tidak menutup kemungkinan Go Internasional.[Roni]

Antisipasi Bencana,BPBD Brebes Kordinasi Kesiapsiagaan


Brebes-kabarjateng.com-Jelang musim penghujan yang dapat menimbulkan bencana, Antisipasi pencegahan dilakukan BPBD Brebes bersama pihak pihak terkait, 

Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono turut hadir dalam rapat koordinasi antisipasi ancaman bencana Hidrometrologi, penyelenggaraBPBD Brebes acara bertempat di gedung Korpri Kabupaten Brebes Jl. MT Haryono, Brebes, Kec. Brebes, Kabupaten Brebes, Selasa (14/11/2017).

Rakor dalam rangka antisipasi ancaman bencana banjir, tanah longsor, dan angin di kabupaten brebes dimaksudkan guna melakukan koordinasi kesiapsiagaan dalam menyiapkan potensi sumber daya personel dan sarana prasarana.

dihadiri oleh kepala SKPD terkait di Pemerintah daerah Brebes bersama unsur dari TNI, POLRI, BASARNAS, BMKG, OPSDA BBWS Cimanuk-Cisanggarung dan lain-lain-membahas tentang kesiapan Pemda Brebes dalam menghadapi potensi Bencana Banjir, bencana Tanah Longsor dan Bencana Angin Puting Beliung yang setiap tahunnya-tren kejadiannya biasanya di musim penghujan.

Dalam Rakor tersebut Kepala Pelaksana BPBD BrebesIr. Eko Andalas Muchti memaparkan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kinerja aparat bersama masyarakat, relawan khususnya dalam mencegah bahaya bencana banjir, tanah longsor, dan angin di kabupaten brebes yang terkoordinasi dan terencana.
Menghadapi bahaya bencana, agar seluruh SKPD khususnya lingkup Pemda Brebes agar 100% siaga dan siap dalam menghadapi segala ancaman demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Brebes, terutama dalam bersinergi dengan instansi terkait sebagai Penanggungjawab dalam Penanggulangan Bencana di Daerah masing-masing.

Kapolda Jateng berkesempatan Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Bhayangkara Residence


Brebes-Kabarjateng.com- Kapolda Jawa tengah Irjen H. Condro Kirono.MM.M.Hum dalam kunjungan kerja di Brebes lakukan  kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Bhayangkara Residence di Desa Klampok Wanasari Brebes,Rabu [25/11/2017]

Usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid, Kapolda Jateng bersama rombongan berkesempatan melihat kondisi perumahan yang didampingi oleh pengembang PT. Graha Residence Jaya Indo Iwan Alexander.

Dalam kesempatannya Kapolda Jateng Irjen H. Condro Kirono,MM, M.hum menyampaikan Kebersamaan dalam membangun perumahan residence sebagai contoh di Rembang sudah di bangun perumahan residence TNI/Polri yaitu Perumahan Bhayangkara residence dan Kartika residence. Fenomena sekarang banyak orang investasi membeli kendaraan padahal investasi yang paling baik adalah Tanah atau perumahan.

 Diharapkan pengembang memperhatikan masalah sertifikat hak tanah agar penghuni rumah residence dapat segera direalisasikan kepada penghuni perum bhayangkara residence. Dan peresmian peletakan batu pertama semoga masjid ini akan menambah ketaqwaan dan berguna untuk kemaslahatan umat. pembangunan perumahan ini adalah bertujuan untuk kesejahhteraan para anggota. Terkait rencana pembangunan masjid ini pihaknya juga mengucapkan terimakasih yang setulus-tulusnya kepada para Donatur yang telah bersedia membantu.

“Semoga dengan pembangunan masjid ini dapat memperkuat iman dan taqwa sehingga para anggota yang berdinas dapat selalu memiliki etika, sopan santun serta selalu dapat menjadi pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat,” jelas Kapolda.

Sementara Kapolres Brebes AKBP Sugiharto SH Sik Msi yang ikut mendampingi menyampaikan bahwa pembangunan Masjid Bhayangkara Residence ini merupakan wujud kepedulian sosial dari Pemda Brebes dan para donatur terhadap warga masyarakat sekitar yang diharapkan dapat segera digunakan untuk giat peribadatan. Masjid yang merupakan fasilitas penunjang di perumahan ini akan dibangun dengan ukuran 15×12 meter.
 “Pembangunan ini diharapkan dapat menampung ± 100 jamaah,” kata Kapolres.

Hadir dalam kegiatan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti, SE, MH, Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono, Kapolres Brebes AKBP Sugiharto, SH, SIK, Msi,Kapolres Kota tegal Kab. Tegal, dan Pemalang, KA Pengadilan Agama Brebes Abdul Basyir, Kajari Brebes Transwara Adi, SH, Shum, Ka PN Brebes diwakili Waka PN Sugeng, SH, Para Kapolsek Polres Brebes, KH. Subhan Mamun Pengasuh Ponpes Assalafiyah Luwungragi Bulakamba Brebes, Para Kadin/Instansi Setda Brebes, Pengusaha P.O Dedy Jaya Group Brebes Muhadi, Muspika Wanasari, Pengembang Perum Bhayangkara Resistance Brebes Haris.


Selanjutnya Kapolda Jateng melanjutkan perjalanan ke Mapolres Brebes guna melaunching program Perpustakaan Keliling Bhabinkamtibmas dan Program Anak Asuh Polres Brebes.[Roni]

Selasa, 14 November 2017

500 Peserta Hadiri Peringatan HKN Ke 53 Di Alun Alun Brebes


Brebes-kabarjateng.com-500 lebih peserta dari Jajaran Pemerintah Kabupaten Brebes ikut peringati Hari Kesehatan Nasional yang di gelar di alun alun Brebes,Senin [13/11/2017].

Dengan mengusung tema " Sehat Keluargaku Sehat Indonesiaku ". Selaku Inspektur upacara Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE. MH. dan sebagai Komandan upacara Kepala Puskesmas Cikakak dr. Suhartono, M. Kes. 

            Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr.  Nila Farid Moeloek,  Sp. M (K) dalam sambutanya yang dibacakan oleh Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE. MH mengatakan Peringatan Hari Kesehatan Nasional yang saat ini kita laksanakan dengan mengangkat Tema " Sehat Keluargaku Sehat Indonesiaku ",sejalan dengan Program Indonesia Sehat melalui pendekatan keluarga yang menekankan keluarga sebagai bagian penting dalam mendorong masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat.

            Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang menjadi inti Pembangunan Kesehatan sesuai Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan 
Keluarga. Kesehatan lingkungan keluarga memberikan dasar bagi seseorang untuk memiliki kebiasaan, perilaku dan gaya hidup yang sehat. Oleh karena itu, kita perlu terus berupaya untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat mulai dari lingkungan keluarga
.
        Program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga pada dasarnya merupakan integrasi pelaksanaan program-program kesehatan baik Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) maupun Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) secara berkesinambungan.

            segenap jajaran kesehatan untuk senantiasa menggelorakan semangat revolusi mental melalui penghayatan dan pengamalan tiga nilai utamanya yaitu integritas, kerja keras dan gotong royong sehingga kita dapat mewujudkan cita-cita besar pembangunan kesehatan di Indonesia yaitu masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan.

            Peringatan HKN Ke-53 Tahun 2017 tingkat Kabupaten Brebes ini turut dihadiri Wakil Bupati Brebes Narjo, SH, Dandim 0713/Brebes yang diwakili Danramil 01 Brebes Kapten Inf Nurhadi, Kapolres Brebes diwakili Kabagsumda Poekda Kab. Brebes H. Emastoni Ezam, SH. MH, Asisten 1 Setda Brebes H. Athoilah Satori, Msi, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Brebes dr. Sri Gunadi Parwoko,M.Kes, Direktur RSUD Brebes drg. Oo Suprlres Brebes Kompol Hery, Kajari Brebes yg diwakili Jaksa Fungsional Setia Adi, SH, Kepala  SKPDSana M. Kes, Para Kepala OPD Brebes, Para Kepala Puskesmas Se Kab. Brebes, Karyawan/Karyawati RSUD Brebes, RSUD Bumiayu dan RS Swasta, Karyawan / Karyawati Puskesmas se-Kabupaten Brebes. 

2 Personil Kodim Brebes Dipindah Tugaskan Ke Cilacap Dan Pekalongan


Brebes-kabarjateng.com- Bertempat di Lapangan Apel Makodim 0713/Brebes seluruh organik Perwira,Bintara,Tamtama dan PNS mengikuti upacara pelepasan pindah satuan untuk personel Bintara tamtamaupacara ini dipimpin langsung oleh Danramil 06/Kersana kapten Inf Sugeng Wiratno, Inspektur upacara Kepala Staf Kodim 0713/Brebes  Mayor Inf Ustadi Rahmad. Senin (13/11).

Personel yang pindah satuan kali ini sebanyak orang, masing-masing personel akan bertugas di tempat yang baru yaitu Serda Wagirun pindah ke Kodim 0703/Cilacap dan Kopka Dilli pindah ke Kodim 0710/Pekalongan.

Dalam kesempatannya Kepala Staf Kodim 0713/Brebes  Mayor Inf Ustadi Rahmad menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada personil yang pindah satuan karena dedikasi yang ditunjukkan selama ini, "semoga pengalaman yang telah diperoleh di Kodim 0713/Brebes dapat menjadi bekal berharga untuk mengemban tugas di satuan yang baru. dan  Hendaknya kita semua memahami bahwa pindah satuan adalah suatu peristiwa yang biasa dalam perjalanan karier seorang prajurit sebagai tuntutan dari kebutuhan organisasi satuan dan TNI angkatan darat umumnya."kata Ustadi Rahmad.

Setelah selesai melaksanakan upacara pindah satuan,  selanjutnya pemberian piagam dan ucapan selamat dari Kepala Staf Kodim 0713/Brebes  kepada personel bintara tamtama dan diikuti oleh para pejabat perwira Kodim 0713/Brebes.

Seluruh organik yang menghadiri upacara tersebut juga memberikan ucapan selamat kepada masing-masing personel yang melaksanakan pindah yang akan berangkat untuk pindah ke satuan yang baru.

Senin, 13 November 2017

Desa Bulusari Perankan Pemuda Sebagai Pilar Pembangunan


Brebes-kabarjateng.com-Masa depan suatu bangsa sangat di tentukan oleh generasi pemudanya, Pemuda merupakan tonggak perubahan, Pemuda merupakan harapan bangsa yang nantinya akan menjadi penerus cita cita luhur segenap bangsa Indonesia dan melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal tersebut salah satunya yang menjadi acuan dasar bagi Asep trirosanto,SH.Kepala Desa Bulusari Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes sehingga saat di percaya memimpin desa Bulusari dirinya begitu dekat dan mensuport program kepemudaan di desanya.

Sebagai Pemimpin pemerintahan yang juga pernah menjadi ketua kepemudaan Asep tahu betul bagaimana pemuda itu butuh penyaluran kreasi sebagai bentuk dari wujud jatidiri pemuda, oleh karenanya ia yakin dengan dukungan dan motivasi dari pihak pemerintah desa. Kreasi jatidiri pemuda dapat tersalurkan ke arah yang lebih positif.

Di bawah naungan organisasi kepemudaan Karang Taruna, program  kepemudaan di desanya kini telah menjadi salah satu pendukung pilar pembangunan desa.

Di jelaskan Asep di antaranya giat Karang taruna telah melakukan acara penghijaun kembali, giat acara pemahaman bela bangsa, giat santunan dan lain sebagainya.

Selain giat di atas, di katakanya karang taruna di desanya juga melakukan giat seni musik melalui sebuah wadah  grup music, gelar sepak bola antar warga, bahkan saat ini team/ club sepak bola desa Bulusari menjadi salah satu dari empat club sepak bola dari Kecamatan Bulakamba yang mewakili di ajang turnamen Sepak bola Persab Cup yang di gelar di lapangan sepak bola desa Sitanggal.

Asep berharap, keikutsertanya team Bulusari di ajang Persab Cup  semata mata bukan berambisi meraih juara , namun lebih pada bagaimana menyalurkan bakat yang ke arah positif dan produktif “ Keikut sertaan team Bulusari di ajang Persab Cup Selain mengasah dan mencari bibit unggul pesepak bola, kami juga ingin kreasi bakat pemuda kususnya olah raga sepak bola dapat tersalurkan” kata Asep.

“dengan mengarahkan atau menyalurkan kreasi pemuda minimal dapat mencegah dan menjauhkan kenakalan kenakalan remaja pada hal yang tidak baik” lanjut Asep.

Sementara salah satu tokoh pemuda Desa Bulusari, Budi Harjo mengatakan” Giat kepemudaan desa Bulusari yang di naungi Karang Taruna memang saat ini padat kegiatan"kata Budi.

Ia menilai selain kepedulian pemerintah desa yang ikut mendukung dan memotivasi pemuda, kepemimpinan Kepala Desa yang dekat dengan pemuda menjadi komunikasi yang baik yang dapat menyatukan sudut pandang masa emas kepemudaan.[Roni]


Rabu, 08 November 2017

Potensi Terbuka, Karang Taruna Kusuma Samudra II Pandansari Kembangkan Budidaya Kepiting Soka

Budidaya Kepiting Soka Di Desa Pandansari [Poto:Roni/kabarjateng.com]

Brebes,kabarjateng.com-Kepiting soka atau kepiting bakau saat ini belum banyak yang membudidayakan, padahal  permintaan kepiting soka terus meningkat, restoran café café dan rumah makan penggemar kepiting soka terus menjamur. Potensi pemasaran ke luar negeri  juga masih terbuka lebar.

Harga pemasaran kepiting soka yang dua kali lipat dari harga kepiting biasa, serta potensi pemasaran yang masih terbuka lebar dan situasi alam yang mendukung dengan memiliki lahan tambak dan hutan bakau.  Karang Taruna Kusuma Samudra II Dukuh Pandansari Desa Kaliwelingi Kabupaten Brebes termotivasi budidaya kepiting soka
Kepiting soka adalah ketika ganti kulit, karena sedang berganti kulit maka kepiting soka berkulit dan bercangkang lembut, untuk di makan tak perlu bersusah payah mengambil daging di sela sela kulitnya.

Budidaya kepiting soka tidak bisa asal asalan, perlu proses tehnik yang tidak mudah, ini mengingat dari sifat kepiting sendiri yang cenderung liar.

Karang Taruna Kusuma Samudra sendiri saat ini proses pembudidayaanya masih  mengandalkan tangkapan dari alam, sehingga kesinambungan produksinya sangat di tentukan dengan kemampuan mengembangkan dan menjaga kelestarian alam.

Seperti yang di sampaikan Marda [30], Ketua Pokja [Kelompok Kerja] Karang Taruna Kusuma Samudra II Pandansari Brebes, “Proses pembudidayaan kepiting soka di Pandansari masih mengandalkan tangkapan dari alam, sehingga produksinya di tentukan dengan kemampuan” kata Marda.

Marda Menambahkan, kendala saat ini adalah dari pembibitan, mengingat hanya mengandalkan tangkapan dari alam, perlu sebuah tehnik pembibitan secara budidaya, namun sayangnya hingga saat ini belum menemukan metode pembibitan yang benar, hal itu selain membutuhkan pembelajaran dan pendanaan, sekaligus perlu adanya dukungan pihak pihak terkait.

Nurkholik [27] Ketua Karang Taruna Kusuma Samudra II mengatakan, program budidaya kepiting soka ini sendiri telah mendapat dukungan dari pihak swasta, salah satunya dari MAI [Mandiri Amal Insani] bekerjasama dengan CSR Bank Mandiri dan LAZNAS BSM.

Dirinya berharap usaha budidaya kepiting soka di desanya akan mampu memberikan lapangan pekerjaan, sehingga berdampak pada menguatnya ekonomi rakyat dan cenderung lebih menarik warga untuk tidak melakukan urbanisasi.

Sementara Abdul Khamid [48], salah satu tokoh masyarakat Dukuh tersebut sangat mengapresiasi program Karang Taruna Kusuma Samudra II, di sampaikanya Dukuh Pandansari yang telah merintis desa wisata hutan mangrove, dengan adanya budidaya kepiting soka akan semakin menambah destinasi wisata hutan mangrove dengan di satu paketkan sebagai wisata edukasi dan program program wisata lainya di Pandansari.


Selain itu dikatakanya Kepiting Soka nantinya bisa di jadikan oleh oleh ciri tersendiri dari Desa Wisata Hutan Mangrove di Dukuh Pandansari Desa Kaliwelingi Kecamatan Brebes kabupaten Brebes. [Roni]