Minggu, 15 Oktober 2017

Dandim Brebes:Program TMMD Menitik Beratkan Pada Fasilitas Umum


Kabarjateng.com-Pembangunan  program TMMD Reguler ke 100 Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya Banjarharjo sudah menyelesaikan hampir 50% persen pekerjaan fisik. Hingga pekan kedua, pembangunan.
Tim Satgas TMMD dari Kodim 0713/Brebes dan instansi lainnya bahu membahu bersama masyarakat desa setempat bergotong-royong menyelesaikan pengerjaan jalan penghubung tersebut. Keberadaan jalan desa ini sangat penting dan dibutuhkan oleh masyarakat, karena jalan ini merupakan sarana bagi masyarakat untuk mempermudah akses perekonomian warga dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.
“Termasuk digunakan untuk mempermudah masyarakat membawa hasil kebun dan pertaniannya ke pasar-pasar,” tutur Dandim 0713/Brebes, Letkol Inf.A Hadi Hariono.
Dandim menyatakan, program fisik TMMD ini banyak menitiberatkan pada sarana dan fasilitas umum berupa pembukaan jalan kantong produksi, pembuatan saluran irigasi, perbaikan jembatan, dan lain sebagainya. Ia juga menyampaikan bahwa penentuan sasaran fisik ini dilakukan secara bersama-sama antara Kodim 0713/Brebes dengan Pemkab Brebes berdasarkan skala prioritas kebutuhan masyarakat.
“Sesuai petunjuk dari Komando Atas agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat dimana lokasi TMMD dilaksanakan,” tukas dia.
Dandim menyebutkan, pembuatan jalan makadam dan pengaspalan pada jalan desa ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena dapat menghemat jarak  tempuh masyarakat lebih cepat.
 Menurut dia, seluruh program yang telah direncanakan tersebut tidak dapat terlaksana tanpa ada peran serta aktif dari masyarakat karena sesuai dengan tujuannya, TMMD ini merupakan wujud kemanunggalan TNI dengan masyarakat.
“Yakni untuk menciptakan ruang wilayah pertahanan darat serta menyiapkan masyarakat untuk menjadi komponen pertahanan dan keamanan di wilayahnya masing-masing,” pungkas dia yang juga Dansatgas TMMD ke-100 Kodim Brebes tersebut.
Kades Cikuya  mengatakan, dengan adanya program TMMD ini masyarakat menyambut baik, karena jalan  desa yang sebelumnya kondisinya cukup memprihatinkan kalau dilalui kini dapat diubah menjadi jalan yang permanen.
“Sehingga masyarakat desa tidak kawatir lagi untuk menggunakannya,” kata dia.[Roni]

0 komentar:

Posting Komentar