wisata pulau cemara

wisata pulau cemara

wisata pulau cemara

wisata pulau cemara

wisata pulau cemara

wisata pulau cemara

Selasa, 31 Oktober 2017

Wajib Registrasi Kartu Pra Bayar, Ini Alasanya

Kabarjateng.com_Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Republik Indonesia Rudiantara mengatakan aturan registrasi kali ini merupakan penyempurnaan aturan yang telah dibuat Kominfo pada 2005.
Lebih lanjut Rudiantara mengatakan tujuan dari aturan ini adalah untuk meminimalisir penyalahgunaan nomor pelanggan prabayar yang selama ini banyak dipergunakan untuk penipuan, penyebaran konten negatif atau hate speech.
 Tulus Abadi selaku Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyambut positif langkah pemerintah untuk menerapkan registrasi prabayar.
 Menurutnya, registrasi prabayar mutlak diberlakukan di Indonesia. Terlebih lagi banyak nomor prabayar yang sering disalahgunakan untuk menjalankan tindak kriminal dan terorisme.
 YLKI berharap agar pemerintah dapat konsisten menjalankan registrasi ulang prabayar ini. Sebab, peraturan mengenai registrasi prabayar bukanlah aturan yang baru.
 “Di negara lain registrasi prabayar sudah diberlakukan sejak lama dan berjalan dengan baik. Saya berharap operator dan pemerintah dapat menjamin keamanan data pelanggan telpon selular, sehingga penggunaannya dapat diawasi secara ketat. Jangan sampai data pelanggan disalahgunakan,” tutur Tulus.
 Tulus juga berharap dengan dihubungkannya nomor telepon selular dengan data di Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), maka langkah registrasi bisa dijadikan salah satu instrumen pengendalian penyalahgunaan nomor prabayar yang selama ini kerap digunakan sebagai alat kriminal.
 Selain mencegah penyalahgunaan, fungsi registrasi kartu prabayar, menurut Dr. Ir. Mohammad Ridwan Effendi MA.Sc. K dan Seketaris Jenderal Pusat Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi ITB, Ridwan Effendi, bisa menciptakan industri telekomunikasi yang lebih positif dan kompetisi yang lebih sehat di masa mendatang.
Sumber: https://bisnis.tempo.co/read/1024423/masyarakat-wajib-untuk-registrasi-kartu-prabayar-ini-alasannya

Minggu, 29 Oktober 2017

Jendral.Pol. M.Tito Karnavian Di Kukuhkan Menjadi Guru Besar Ilmu Kepolisian STIK-PTIK



Jakarta-Acara pengukuhan dilakukan dalam sidang Senat Terbuka dipimpin oleh Gubernur selaku Ketua STIK-PTIK Irjen Pol. Dr. Remigius Sigid Tri Harjanto, SH., M.Si.  pernyataan pengukuhan dilakukan oleh Irjen Pol. Prof. Dr. Iza Fadri, SH., MH., selaku perwakilan guru besar pada senat akademik, yang juga dihadiri oleh Menteri Ristek Dikti Prof. Dr. Mohammad Nasir.



Dengan bertambahnya Guru Besar Ilmu Kepolisian di STIK-PTIK, diharapkan semakin menjadikan Ilmu Kepolisian menjadi ilmu terbuka yang mampu memberikan solusi bagi kepentingan keilmuan maupun kepentingan praktis dalam kaitan dengan tugas-tugas kepolisian, yaitu pemeliharaan kamtibmas, penegakan hukum, serta perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.
“Apalagi Profesor Tito Karnavian dikukuhkan sebagai guru besar untuk studi strategis kajian kontra terorisme, sehingga di harapkan pemikiran-pemikiran beliau nanti dapat diaplikasikan bagi kepentingan bangsa Negara Indonesia, khususnya dalam menghadapi ancaman terorisme.
Keputusan Seorang Tito Karnavian sebagai Profesor/Guru Besar telah ditandatangani oleh Menristekdiktif Prof Dr. Mohamad Nasir dengan Surat Keputusan Nomor 98876/A2.3/KP/2017 tanggal 19 Oktober 2017.
Proses pengurusan jabatan akademik tertinggi menjadi Guru Besar ini, memakan waktu cukup lama dan telah melalui prosedur yang ditentukan berdasarkan undang-undang.
Proses administrasi untuk pengusulan jabatan akademik guru besar ini secara intensif telah dilakukan sejak awal bulan Juli 2017, setelah sebelumnya dilakukan inventarisasi karya-karya akademik dan verifikasi atas kegiatan ilmiah dan karya tulis beliau untuk dijadikan sebagai bagian dari syarat pengurusan jabatan akademik guru besar.
Sesuai dengan peraturan Mendikbud Nomor 88 tahun 2013 tentang Pengangkatan Dosen Tidak Tetap dalam Jabatan Akademik pada Perguruan Tinggi Negeri, pada Pasal 2 ayat (1) disebutkan, bahwa Menteri dapat menetapkan dosen tidak tetap pada perguruan tinggi negeri yang memiliki kompetensi luar biasa untuk diangkat dalam jabatan akademik Professor berdasarkan usulan dari Perguruan Tinggi dan rekomendasi dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi.

Roni/kabar jateng

Sabtu, 28 Oktober 2017

Menuju Akreditasi, Puskesmas Ketanggungan Persiapkan Langkah Persyaratan


Brebes,kabarjateng.com-Amanah Peraturan Menteri Kesehatan [Permenkes] Nomor 75 tahun 2014 tentang Puskesmas semua harus terakreditasi pada tahun 2019. Sebagai tindak lanjut dari Permenkes, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes mengintrusikan Puskesmas di wilayah Kabupaten Brebes untuk mempersiapkan menuju Puskesmas Terakreditasi.

Dari beberapa Puskesmas di Kabupaten Brebes, 10 Puskesmas di antaranya yang telah di ajukan menuju Terakreditasi. Salah satunya Puskesmas Ketanggungan.

Dikatakan Kepala Puskesmas Ketanggungan, Dr.H.Wakhidin, untuk menuju Puskesmas Terakreditasi beberapa syarat harus terpenuhi, diantaranya adalah meningkatkan pelayanan kelengkapan administrasi dan menejeman.

“Akreditasi Puskesmas sangat penting sebagai tolak ukur pelayanan public di bidang kesehatan, jika mampu memberikan pelayanan kesehatan sesuai standar yang di tetapkan, kepercayaan masyarakat meningkat, partisipasi terhadap bidang kesehatan tentu juga akan meningkat” kata Wakhidin.

Ia menambahkan, meski Puskesmas Ketanggungan adalah salah satu Puskesmas rawat inap, guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat terutama pedesaan, harus memiliki akreditasi sebagai pengakuan hasil dari proses penilaian dengan standar yang berlaku.


Menurutnya untuk lolos penilaian akreditasi berbagai langkah persiapan telah dan akan terus di lakukan, di antaranya penyusunan dokumen yang di persyaratan, meminta pendampingan dari Kabupaten, pemahaman standard dan instrument serta pengajuan penilaian.[Roni]

Jumat, 27 Oktober 2017

TMMD Membangkitkan Kembali Jati Diri Bangsa Indonesia


Brebes, kabarjateng.com-Giat TNI Manunggal Membangun Desa [TMMD] yang memprioritaskan pada kegiatan pembangunan fisik dan non fisik di desa desa terpencil memang berdampak luar biasa, selain masyarakat dapatkan manfaat dari pembangun yang di prakarsai para Tentara, adanya TMMD juga mampu membangkitkan kembali jati diri bangsa Indonesia yang memiliki sifat gotong royong yang tinggi pada masa masa lalu.

TMMD Reguler ke 100 Kodim 0713/Brebes tahun 2017 yang di gelar di desa Cikuya Banjarharjo Kabupaten Brebes, sebuah wilayah yang terpencil di ujung barat Jawa tengah mayoritas memang beraktivitas sebagai petani dan sebagian merantau, namun di dusun tersebut seperti yang di sampaikan sebagian warganya, sifat Reroyokan[Kerja Bhakti] di dusun tersebut sempat punah.

Kini dengan hadirnya tantara melalui giat TMMD, warga Cikuya kembali menunjukan jati diri bangsa Indonesia yang memiliki ke gotong royongan yang tinggi.

“ Keberadaan anggota TNI di desanya membangkitkan lagi semangat kegotong-royongan warganya yang sempat rapuh, " Kata Sekod Kepala Desa Cikuya Menyampaikan.

“Sebelumnya mengerahkan warga untuk kerja bhakti saja susah, saya merasa kewalahan, karena kebanyakan warga saya mayoritas perempuan, suaminya pada merantau keluar kota mencari pekerjaan. Namun sejak kehadiran anggota Satgas TMMD Kodim Brebes tersebut, semangat gotong-royong warganya mulai tumbuh." Tambahnya.

Lebih lanjut Sekod menuturkan, warganya merasa malu karena anggota TNI saja dengan rela dan iklas telah membantu pembangunan di desanya, apalagi mereka yang merupakan warga asli Desa Cikuya. Semangat Satgas TMMD membangkitkan kesadaran mereka untuk bersama sama membangun desa, pungkasnya.[Roni]

Bukan Limbad Tapi Ia Pukau Penonton Di Penutupan TMMD


BREBES, kabarjateng.com - Sosok yang mirip Master Limbad, yakni Ki Ronggolawe dari Tegal, seusai gelaran upacara penutupan TMMD Reguler ke-100 Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, memukau ribuan penonton dan peserta upacara serta para tamu undangan.

Layaknya atraksi yang sering dilakukan oleh Mr. Limbad, Ki Ronggo Lawe menarik sebuah mobil yang penuh penumpang yang diikatkan dengan rambutnya, membelah semangka dengan samurai dengan mata tertutup yang ditaruh diatas kepala Satgas TMMD dan salah satu anggota Polres Brebes.
Selanjutnya Ki Ronggolawe, dengan leher yang diikat tali tambang, kemudian tambang tersebut ditarik oleh 4 buah motor RX-King. Tentu saja atraksi-atraksi dari Ki Ronggolawe tersebut menjadi magnet tersendiri bagi warga masyarakat yang ikut menyaksikan upacara penutupan TMMD selain pasar murah.

Sebagaimana diketahui, banyak cara yang dilakukan oleh Dandim 0713/Brebes, Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono untuk menghibur warga Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo dalam pagelaran TMMD kali ini, antara lain Lomba Panahan Piala Dandim 0713/Brebes yang dilaksanakan tanggal 22 Oktober kemarin, pagelaran Tinju Sabuk Emas Danrem 071/WK pada tanggal 14 Oktober 2017 dan mengajak seorang sosok yang mirip Master Limbad (Ki Ronggolawe) dengan beberapa atraksi sulapnya. Serta dengan pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 7,2 km yang menjadi rekor TMMD dengan bentangan bendera terpanjang di seluruh Indonesia.

Sepekan lalu, Ki Ronggo Lawe juga sudah sempat dibawa ke Desa Cikuya, sontak kehadiran laki-laki tersebut membuat warga Desa Cikuya gempar dan berebut untuk mendekatinya, bahkan mereka berebut untuk berfoto bareng. Apalagi kedatangan Ki Ronggolawe komplit mengenakan kostum hitam-hitam seperti Master Limbad.[Roni]

Sebelum Meninggal, Kakek 70 Tahun Bernadzar Ingin Menikmati Jalan Baru TMMD

Brebes, kabarjateng.com-Program TNI Manunggal Membangun Desa [TMMD]yang menyasar pada wilayah wilayah terisolir ataupun terpencil benar benar sangat di rasakan manfaatnya oleh warga.

Program TMMD yang memprioritaskan pembangunan fisik dan non fisik juga untuk mendorong masyarak menumbuhkan partisipasi dalam pembangunan, 

Adalah Mbah Sri Subandian, kakek berumur 70 tahun tersebut begitu terharu ketika sekian lama dirinya mendiami wilayah di Desa Cikuya Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes, puluhan tahun desanya tak tersentuh pembangunan yang layak, kini di sisa usianya yang di ujung senja, keinginan untuk memiliki jalan yang layak baru terlaksana ditahun ini.

Meski saat ini Mbah Sri Subandian di sisa hidupnya hanya bisa berbaring dan diam di rumah, Saking terharunya Mbah Sri Subandian bernadzar sebelum di panggil sang khalik, dirinya ingin menikmati jalan baru yang di buat Tentara melalui program giat TMMD ke 100 Kodim 0713/Brebes Tahun 2017.

“Puluhan tahun kami hidup terisolir dari keramaian kota, karena desa kami adalah salah satu desa terpencil, hanya memiliki jalan tembus setapak yang becek berlumpur dan harus melewati hutan, kini di usia saya yang tersisa, saya masih di berikan kesempatan untuk melihat dan menikmati jalan baru yang telah di buat oleh para bapak bapak tantara ini” kata Sri Subandian.

“ Saya sangat terharu, Usia saya mungkin tidak lama lagi, saya juga saat ini hanya bisa berbaring diam di rumah, namun sebelum saya meninggal, saya sampaikan kepada keluarga untuk bisa melihat dan menikmati jalan baru yang beraspal, meski harus menggunakan kursi roda, ini adalah nadzar saya yang trakhir sebelum saya meninggal dan saya harap dapat terkabulkan” Pintanya.[Roni]

Tak Bisa Menahan Haru, Nenek Tarmah Teteskan Air Mata Di Tengah Renovasi Rumahnya

Brebes, kabarjateng.com-Nenek Tarmah 65 tahun waga desa Cikuya Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes tak bisa menahan rasa haru hingga dirinya meneteskan air mata ketika merasa sangat terbantu adanya TMMD yang telah merenovasi rumahnya.

Tarmah menangis terharu di hadapan anggota satgas TMMD yang mengunjungi rumahnya.

Dikatakanya selama ini rumah tempat tinggalnya memang sudah tidak layak huni, namun karena keterbasan kemampuan ekonomi rumah yang ia tinggali tak sempat di rehab hingga akhirnya rumahnya rusak parah.

Semula Nenek Tarmah tidak mengira jika rumah yang ia tempati selama ini akan bisa di rehab, pasalnya dirinya sudah pasrahkan nasib mengingat tidak kemampuanya, namun adanya kabar gembira rumahnya menjadi salah satu yang mendapat program RTLH dari TMMD kodim Brebes, rasa tangis dan haru nenek Tarmah tidak terbendung.

“Abdi teu nyangka imah abdi bakal aya nu ngarehab, lamon teu aya bapak bapak tantara, imahna kudu kumaha teu ngarti [Saya tidak menyangka rumah saya bakal ada yang merenovasi, kalau tidak ada tantara rumah saya mau seperti apa saya tidak tahu]” kata nenek Tarmah sambil terisak.

Rumah nenek Tarmah adalah salah satu dari 20 unit rumah tak layak huni yang mendapat renovasi bedah rumah dari giat TMMD Reguler ke 100 Kodim 0714/Brebes .
Rasa haru nenek Tarmah di ketahui ketika salah satu anggota satgas mengunjungi rumah Tarmah, ketika itu nenek tarmah sempat meneteskan air mata dan sempat memeluk personil satgas tersebut.

Kini, rumah Mbah Tarmah terus dikebut pembangunannyg oleh Satgas TMMD Kodim Brebes dengan dibantu sejumlah warga setempat.

Dia menyatakan sangat  bersyukur sekali menyusul sebentar lagi rumahnya menjadi nyaman untuk ditinggali. 

"Terimakasih pak Tentara atas semua ini,'' ungkapnya dengan suara serak, sambil  menahan tangis haru. 

“Semoga Allah akan membalas jasa dan perjuangan bapak-bapak TNI, sukses dalam menjalankan tugas di TMMD Reguler,'' tambah Mbah Tarmah.[Roni]

Dandim Serahkan Karya TMMD Cikuya Ke Pemkab Brebes



BREBES,kabarjateng - Seluruh sasaran fisik dan non fisik TMMD Reguler ke-100 Kodim 0713/Brebes berhasil diselesaikan sehari sebelum upacara penutupan. Semua hasil itu secara resmi diserahkan oleh Dandim Brebes, Letkol Inf. Ahmad Hadi Hariono ke Pemkab Brebes melalui Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE bersamaan dengan gelaran upacara penutupan TMMD di lapangan Desa Cikuya, Kamis (26/10/17).

Penyerahan hasil karya TMMD itu diwujudkan dalam penandatanganan naskah berita acara oleh Dandim dan Bupati Brebes dengan didampingi Inspektur Upacara, Letkol Marinir S.B dan Forkopimda Kabupaten Brebes serta disaksikan seluruh hadirin.

 Acara dilanjutkan penandatangan Prasasti TMMD oleh Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE.[Roni]

Dandim Brebes : Seluruh Sasaran Fisik dan Non Fisik TMMD Cikuya Rampung 100 Persen


BREBES,kabarjateng.com -  Komandan Kodim 0713/Brebes, Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono menandaskan, berkat kerja keras para Satgas TMMD yang didukung warga Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, semua proyek fisik dan non fisik di TMMD Cikuya tersebut rampung 100 persen. Banjarharjo, Kamis (26/10).

Untuk proyek fisiknya masing-masing pengaspalan jalan dengan panjang 1 Km lebar 3 meter,  pembangunan jalan Makadam sepanjang 885,8 meter lebar 3 meter, pembangunan Talud penahan jalan sepanjang 131 meter denan tinggi 0,5-1,5 meter, pembangunan 1 Unit Pos Kamling dan Rehab  20 Unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Lebih lanjut menurut Dandim Hadi, ada sejumlah sasaran fisik tambahan atau over prestasi TMMD yang berupa pembangunan jalan Makadam sepanjang  314,2 Meter dan pembangunan Plat Decker dengan panjang 1,5 meter dan lebar 3 Meter serta Plesterisasi rumah 5 unit serta Jambanisasi 5 Unit rumah.
Masih menurut Dandim Hadi, untuk sasaran non fisik TMMD Reguler di Cikuya cukup bervariatif, diantaranya pelayanan KB Kes, sosialisasi revolusi mental, pelayanan akte kelahiran, sosialisasi UU perkawinan no. 1 tahun 1974, penyuluhan wawasan kebangsaan dan  rekruitmen menjadi TNI. Untuk penyuluhan antara lain, penyuluhan hukum, penyuluhan program pertanian dan program KRPL dan sosialisasi Bank Sampah disertai pemberian bantuan tong sampah.

Selain itu juga bantuan alat biopori dan bantuan gerobak sampah, pelayanan dan pengobatan ternak, sosialisasi pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba(P4GN), sosialisasi tentang kebencanaan, penyuluhan kearsipan dan perpustakaan keliling, penyuluhan KB melalui pemutaran Film, Pelayanan SKCK dari Polres Brebes dan sejumlah kegiatan lainnya.(RONI)

Ribuan Orang Ikuti Upacara Penutupan TMMD Cikuya


BREBES,kabarjateng.com - Komandan Lanal Tegal, Letkol Marinir S.B Manurung menutup pelaksanaan TMMD Reguler ke-100 Kodim 0713/Brebes dengan desa sasaran Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo yang digelar di lapangan desa setempat. Bertindak sebagai Komandan Upacara, Kapten Inf. Muhtadi yang sehari-hari sebagai Danramil 04/Tanjung Kodim 0713/Brebes.

Sedikitnya 3.800 orang hadir di acara pamungkas TMMD Cikuya yang terdiri dari peserta upacara dan tamu undangan. Ternyata Cukup komplit tamu udangan yang hadir, diantaranya
Katopdam IV/Diponegoro Kol Ctp Agus Sumantri Sugarman, Wairdam IV/Diponegoro, Letkol Inf. Jefson Marsiano Simanjuntak, Kapuskodalopsdam IV/DIponegoro Letkol Inf Angkat Purbadi dan sejumlah tamu udangan lainnya serta warga masyarakat sekitar.

Dandim Brebes, Letkol Inf. Ahmad Hadi Hariono selaku Dansatgas TMMD berharap, apa yang dilakukan oleh jajarannya dalam membantu Pemerintah Kabupaten Brebes, membantu pemerataan dan akselerasi pembangunan di Brebes, khususnya Desa Cikuya melalui TMMD Reguler ke-100 Kodim 0713/Brebes bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh warga Cikuya dan Banjarhajo umumnya. “Tolong dirawat dan dipelihara semua hasil TMMD ini dengan baik, agar tahan lama dan dapat dinikmati oleh anak cucu kita,” pungkasnya.[Roni]

Atraksi Tinju Warnai Penutupan TMMD Reguler Kodim Brebes


BREBES - Acara penutupan TMMD Reguler ke-100 Kodim 0713/Brebes tak terkesan kering, artinya tidak sekedar upacara, melainkan ada sejumlah acara tambahan yang membuat kesan tersendiri dalam upacara yang berlangsung di lapangan Desa Cikuya, Kecamatan, Banjarharjo. Kamis (26/10)

Salah satu diantara acara tambahan itu adalah atraksi tinju dari sasana tinju Koramil 14/ Banjarharjo, dimana mampu memukau dan membuat tepuk tangan yang riuh dari peserta upacara maupun tamu undangan, termasuk warga masyarakat Cikuya.

Dandim 0713/Brebes, Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono mengemukakan, tidak saja selama TMMD saja, melainkan kedepan pihaknya berharap pembinaan tinju di wilayah Kecamatan Banjarharjo dan Kabupaten Brebes umunya ditingkatkan.(Roni)

Penyeraha Piagam dan Bingkisan Juga Warnai Penutupan TMMD Cikuya


BREBES - Di penghujung pelaksanaan TMMD Reguler ke-100 Kodim 0713/Brebes Kamis (26/10/2017) yang digelar di lapangan Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo,  juga diwarnai dengan sejumlah penyerahan piagam dan bingkisan, yang diserahkan oleh Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono. Banjarharjo, Kamis (26/10)

Beberapa piagam dan bingkisan tersebut antara lain, penyerahan piagam penghargaan kepada masyarakat yang menyerahkan Senpi rakitan, yakni Taryoto, penyerahan piagam keluarga asuh TMMD Reg ke-100 kepada para warga yang rumahnya ditempati Satgas TMMD dan penyerahan kunci RLTH.

Selain itu juga diserahkan bingkisan kepada para anak yang disunat massal.

Warga Sasaran TMMD Serbu Standa Pasar Murah


BREBES - Salah satu lagi acara tambahan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Cikuya dalam penutupan TMMD Reguler ke-100 Kodim 0713/Brebes adalah pasar murah TMMD.

Ratusan warga langsung menyerbu stand pasar murah yang dibuka seusai upacara pembukaan TMMD, stand ini disiapkan oleh Persit KCK Cabang XXIII Dim 0713/Brebes dengan berkolaborasi dengan Pemkab Brebes dan Polres Brebes. Begitu Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE membuka acara tersebut warga langsung berebut untuk belanja di pasar murah itu, Bupati dan rombongan melanjutkan dengan meninjau sejumlah sasaran fisik TMMD Reguler di beberapa lokasi.

''Lumayan kami dan warga lainnya bisa belanja sembako dengan harga murah di penutupan TMMD ini, sehingga warga Desa Cikuya benar-benar dimanjakan oleh Kodim Brebes,'' ungkap Sri Mulyani, salah satu warga Cikuya yang ikut berburu sembako di pasar murah.

TMMD Reguler 100 Kodim Brebes Memerah Putihkan Cikuya


BREBES - Bersamaan dengan penutupan TMMD Reguler ke-100 Kodim 0713/Brebes, Desa Cikuya yang menjadi sasaran TMMD tersebut layak disebut sebagai Desa Merah Putih. Kodim 0713/Brebes dalam penutupan TMMD tersebut membentangkan bendera merah putih dengan lebar 30 cm dengan panjang 7.200 meter tanpa putus dan dipasang mulai dari jalan raya Banjarharjo-Salem (di jembatan, pertigaan jalan masuk Desa Cikuya)-lapangan tempat upacara penutupan TMMD sampai ke ujung jalan Makadam yang mengarah ke Desa Cikeusal Lor Kecamatan Banjarharjo.

Bentangan bendera tersebut merupakan hal yang luar biasa dalam pelaksanaan TMMD dengan total panjangnya 7,2 km dan jarang terjadi dalam gelaran TMMD diseluruh Indonesia.

Dandim 0713/Brebes, Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono mengemukakan, Bendera Merah Putih sepanjang 7,2 Km tersebut dipesan dari sebuah perusahaan garmen di Pekalongan. ''Ya supaya ada warna lain dalam pelaksanaan TMMD Reguler ke-100 Kodim 0713/Brebes, sehingga selalu dikenang oleh warga Cikuya dan Kabupaten Brebes umumnya, serta agar Cikuya lebih tereksplore keluar,'' pungkasnya.(Roni)

Kasad Apresiasi Pengabdian Para Satgas TMMD Reguler Seluruh Jajaran


BREBES - Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Mulyono, mengucapkan terimakasih kepada para prajurit yang tergabung dalam satgas TMMD Reguler ke -100, dimana penutupan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia yang digelar di  52 titik di 52 kabupaten/kota.

''Saya ucapkan terimaksih atas dedikasi, pengabdian dan kerja keras yang telah ditunjukan oleh para prajurit saya, yang tergabung dalam Satgas TMMD Reguler ke-100,'' tandas Kasad dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Inspektur Upacara Komandan Lanal Tegal Letkol Marinir S.B Manurung, dalam upacara penutupan TMMD Reguler ke-100 Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya Kecamatan Banjarharjo. Kamis (26/10)

Juga dikemukakan KASAD, bahwa tujuan dari kegiatan TMMD adalah membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan infrastruktur di 52 kabupaten/kota, serta dalam rangka menyiapkan ruang juang, alat juang dan kondisi juang yang tangguh dengan sasaran melaksanakan pembangunan fisik dan non fisik.(RONI)

Rabu, 25 Oktober 2017

Ketika "Sang Komandan" Harus Angkat Batu di Lokasi TMMD


BREBES  -  Sebagai Datsatgas TMMD Reguler ke-100 Kodim 0713/Brebes, Dandim 0713/Brebes Letkol Inf.Ahmad Hadi Hariono tidak hanya main perintah, melainkan dia sering terjun sendiri ke lokasi sasaran fisik dan ikut bekerja bersama anggota Satgas TMMD lainyya.

Seperti halnya saat terjun di lokasi pembangunan jalan Makadam di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, yang menjadi salah satu sasaran fisik TMMD tersebut. "Sang Komandan", tanpa harus risih ikut mengangkat batu dan ditatanya. Karuan saja apa yang dicontohkan oleh orang nomor satu di jajaran Kodim Brebes itu akan memompa para anggota Satgas yang sedang bekerja.

''Salut untuk "Sang Komandan", yang ikut terjun ke lapangan mengangkat batu sendiri. Meski sebenarnya tanpa harus diberi contoh, kami seluruh anggota Satgas bersama-sama warga Cikuya selalu semangat untuk bekerja,'' beber Sertu Ilham, salah satu anggota Satgas TMMD Cikuya.

Sebagaimana diketahui, di TMMD Cikuya yang digelar sejak tanggal 27 September 2017 lalu, salah satu sasaran fisik adalah pembangunan jalan makadam. Jalan yang saat ini terus dikebut pengerjaannya itu, menurut Kades Cikuya, Sekod, sudah lama dirindukan warganya. ''Alhamdulilah, usai TMMD dan jalan Makadam jadi, akan memperlancar warga dalam beraktifitas sehari-harinya,'' ungkap Kades Sekod.[Roni]

Tangis Haru Warnai Rehab RTLH Milik Mbah Tarmah


BREBES, -  Tangis haru warnai perehaban RTLH milik Mbah Tarmah (65) yang terletak di RT04/02, Desa Cikuya. Saat dua anggota satgas TMMD Reguler ke-100 Kodim 0713/Brebes, yakni Serda Ibrahim dan kopda Agung mengunjungi rumahnya, tampak Mbah Tarmah berkaca kaca matanya.

Tampak bahagia bercampur haru di raut wajah perempuan tua itu. Dia mengatakan, semula tidk mengira kalau di pelaksanaan TMMD Reguler Kodim Brebes sumahnya kan direhab oleh TNI. Dia bertutur, sudah bertahun-tahun berkeinginan rumahnya di rehab. Hanya saja keinginan tinggal keinginan, karena memang tingkat perekonomiannya tergolong tidak mampu. Dirinya juga sudah tidak memungkinkan lagi untuk mencari penghasilan lagi karena usia sudah termasuk lanjut.

Kini, rumah Mbah Tarmah terus dikebut pembangunannyg oleh Satgas TMMD Kodim Brebes dengan dibantu sejumlah warga setempat. Dia menyatakan sangat  bersyukur sekali menyusul sebentara lagi rumahnya menjadi nyaman untuk ditinggali. 

"Terimakasih pak Tentara atas semua ini,'' ungkapnya dengan suara serak,  dan terkesan menahan tangis.  ''
Semoga Allah akan membalas jasa dan perjuangan bapak-bapak TNI, sukses dalam menjalankan tugas di TMMD Reguler,'' tambah Mbah Tarmah.[Roni]

Kampung Pelangi, Wisata Terbaru Waduk Malahayu Banjarharjo Brebes


Brebes, kabarjateng.com-Kampung pelangi mungkin bukan yang pertama kali di Indonesia, namun keberadaan  kampung pelangi di Dukuh Balsiah Banjarharjo telah merubah wajah Desa menjadi karya seni mural kreatif menghiasi dinding dinding rumah warga di sekitar obyek wisata waduk malahayu Banjarharjo Brebes. Jawa Tengah.

Rintisan Kampung pelangi Di Desa Wisata Malahayu. Merupakan sebagian Distinasi wisata yang ada di Malahayu selain wisata alam, Wisata buatan, wisata edukasi, wisata kuliner, maupun wisata tradisi/budaya masyarakat Malahayu.

Menurut Yulianto Hadi 30 tahun, sekertaris Pokdarwis [kelompok sadar Wisata] Geger Halang, sebuah kelompok masyarakat yang peduli sadar wisata, awalnya pelaksanaan kampung pelangi yang di biaya dari swadaya warga sekitar bermula ketika keinginan adanya lebih banyak lagi menarik pengunjung ke Waduk Malahayu dan mendukung sebuah destinasi wisata,

Dari situ lah ide membuat Desa Banjarharjo yang awalnya biasa saja, menjadi sebuah Kampung Pelangi dengan warna-warni yang cantik. Meski buka kampung warna-warni pertama di Indonesia, namun Kampung Pelangi Malahayu ini telah menyedot perhatian publik.dengan telah banyaknya pengunjung maupun warga sekitar yang mengupload ke media sosial.

Yulianto Hadi mengawali ide Pengecatan warna warni Kampung pelangi ini juga terinspirasi oleh setidaknya 3 kota lain di Indonesia. 
Sampai sekarang ini tak kurang sekitar puluhan rumah di Dukuh Balsiah Banjarharjo telah menjadi karya seni. Mural kreatif yang menghiasi dinding lorong  menerobos kehidupan, memberi nadi kehidupan ke seluruh desa yang awalnya hanya sebuah desa biasa.[Roni]

Humas Brebes Beri Dukungan Giat TMMD Melalui Dokumentasi


Brebes  -  Dukungan dokumentasi di gelaran TMMD Reguler ke - 100 Kodim 0713/Brebes juga diberikan oleh Humas Setda Kabupaten Brebes. Salah satu Staf Humas Kabupaten Brebes yang akan diterjunkan dalam peliputan upacara penutupan TMMD, adalah Wasdiun dari Diskominfotik Kabupaten Brebes, yang kesehariannya menggunakan kamera yang bervidio untuk mengabadikan moment-moment TMMD dari upacara pembukaan sampai penutupan TMMD.

Menurut Wasdiun, bahwa “Dukungan peliputan dari Humas Pemerintah Kabupaten Brebes tersebut, sudah berpartisipasi sejak awal pembukaan TMMD, karena ini juga merupakan hajat dari tuan rumah sendiri, yaitu pemerintah daerah Brebes yang dalam pelaksanaannya melalui Kodim,” terangnya.

Nilai Plus Peliputan TMMD Kodim Brebes Menggunakan Drone


Brebes - Untuk pembuatan vidio resumer pelaksanaan TMMD Reguler 100 Kodim 0713/Brebes, dari komando atas sudah ditentukan harus menggunakan Drone. Drone itu nantinya juga akan mengambil gambar hidup maupun foto saat upacara penutupan TMMD dan peninjauan fisik jalan TMMD sepanjang 2 km lebih. Drone juga akan difungsikan untuk pengambilan gambar via udara Bendera Merah Putih selebar 30 cm dan panjang 7.200 meter, bendera ini akan dibentangkan dari jalan masuk Desa Cikuya menuju Lapangan Upacara dan menuju ujung jalan TMMD terakhir yang telah dibangun.

Adalah Serda Yanuar, Bintara Pendim 0713/Brebes, yang kesehariannya bertugas di Staf Personalia, adalah operator drone Kodim tersebut. Dirinya siap mengambil setiap moment dalam upacara penutupan TMMD nantinya.

Inilah salah satu nilai positif dari TMMD Reguler 100 Kodim Brebes adalah dalam peliputannya menggunakan drone, selain Kamera Nikon D 7100 nya.[Roni]

Selalu Siap Lembur malam Hingga Final TMMD Brebes


Brebes  - Ini tekad sejumlah warga Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo pada gelaran TMMD Reguler ke-100 Kodim 0713/Brebes, yakni siap berjibaku di semua kegiatan fisik TMMD yang masih tersisa, yaitu RTLH dan Jambanisasi. Wargas siap bantu Satgas TMMD hingga ditutup tanggal 26 Oktober 2017 besok. “Kami selalu siap lembur seperti dalam pengaspalan jalan dan RTLH beberapa hari yang lalu,” ungkap Umar salah satu warga Dukuh Kopi yang mewakili para warga.   

Umar dan warga lainnya, diploting untuk membantu kejar dan lembur perehaban RTLH yang tinggal menyisakan 1 hari efektif.

''Kami bangga, kami senang dengan terlibat langsung di kegiatan TMMD Reguler Kodim Brebes ini. Karena sejak awal bahwa TMMD tersebut tujuannya hanya membantu warga di Desa Cikuya ini. Diantaranya dengan membantu fasilitas umum maupun di perehaban rumah milik puluhan warga kami,'' ungkap Umar.[Roni]

Jalan TMMD Selesai 100 %, Kawinkan Dua Kebudayaan


Brebes – Pengaspalan jalan sudah selesai 100 % pada hari ke-29 TMMD Reguler ke-100 Kodim 0713/Brebes, dalam perampungannya, Satgas TMMD dan warga Desa Cikuya bahu-membahu lembur sampai malam walaupun menggunakan penerangan seadanya, dengan motor warga yang dipasangi lampu dengan tiang bamboo dan menggunakan aki.

Semangat yang luarbiasa yang ditunjukkan oleh masyarakat Cikuya. Tidak tanggung-tanggung Kades Cikuya pun ikut terjun langsung pengaspalan sampai menjelang dini hari.

Wajah baru jalan Cikuya-Cikeusal Lor ini nantinya akan menghubungkan 2 kultur budaya, yaitu budaya jawa (Cikeusal Lor Kecamatan Ketanggungan) dengan kebudayaan Sunda (Cikuya Kecamatan Banjarharjo).

TMMD Reguler ke-100 Kodim 0713/Brebes Tahun 2017 berhasil mengawinkan kultur kedua kebudayaan tersebut.[Roni]

Berkat TMMD Kini Rumah Kasto Berlantai Plester


Brebes - Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke 100 Kodim 0713/Brebes yang akan ditutup besok pada Kamis (26/10/2017), saat ini sebagian besar pekerjaannya fisiknya sudah mencapai 100 % dan sudah dapat dinikmati oleh warga masyarakat Desa Cikuya Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes.

Raut haru dan gembira tampak terpancar dari salah satu warga yang tersentuh langsung dengan Plesterilisasi TMMD tersebut, Kasto (56), warga Dukuh Kopi Desa Cikuya adalah salah satu yang mendapatkan berkah tersebut.

Dengan pekerjaan yang hanya sebagai buruh tani, Kasto belum mempunyai cukup biaya untuk memperbaiki lantai rumahya tersebut. Kondisi demikian inilah yang mendapat perhatian dari TMMD Reguler 100 Kodim 0713/Brebes melalui program plesterisasi.

Program plesterisasi sendiri pada TMMD Reguler ke-100 Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya ini dengan menyasar 5 unit rumah warga, dan saat ini sudah selesai 100%. Dapat dibayangkan betapa bahagianya para keluarga yang mendapatkan program tersebut. Dalam melaksanakan tugasnya, Satgas TNI yang bekerja tidak hanya membangun obyek fisik TMMD saja melainkan membangun senyum warga sehingga mereka dapat menjalani hidupnya dengan semangat dan harapan baru seperti Kasto dan empat warga lainnya.[Roni]

Bukti Sinergitas 7 Elemen tertuang Dalam Tugu TMMD Kodim Brebes


Brebes – Tugu atau Prasasti TMMD Reguler 100 Kodim 0713/Brebes berdiri kokoh disamping jambatan baru hasil karya TMMD di Desa Cikuya Kecamatan Banjarharjo. Tugu ini melambangkan kegotong royongan dan kemanunggalan TNI-Rakyat dan Pemerintah Daerah dalam melaksanakan pemerataan pembanguan diwilayah Kabupaten Brebes, dengan sasarannya yaitu Desa Cikuya.

7 elemen bangsa ini adalah Pemerintah Propinsi Jawa Tangah, Kodam IV/Diponegoro, Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes, Kodim 0713/Brebes, Brigif 4/Dewa Ratna, Batalyon Zipur 4/Tanpa Kawan Dya yang terbalut dalam NKRI, yang dilambangkan dengan Bendera Merah Putih di mahkota tugu tersebut.

Tidak lupa, elemen ke delapan adalah Rakyat Desa Cikuya itu sendiri. Terlihat Pasiops Kodim 0713/Brebes bersama Satgas TMMD sedang memfinishing tugu TMMD tersebut. Tugu ini juga sebagai tanda bahwa TMMD Reguler Kodim 0713/Brebes Tahun 2017 telah memilih dan menyentuh Cikuya untuk memacu akselerasi pembangunan di Cikuya yang selama ini terisolasi dengan Kecamatan tetangga, Kecamatan Ketanggungan. Sebelumnya warga harus menempuh jarak memutar kurang lebih 15 km, dengan jalan dan jembatan baru ini, akan mempersingkat jarak tempuh warga, dan tentunya akan mengawinkan dua kebudayaan yaitu jawa (Kecamatan Ketanggungan) dan Sunda (Kecamatan Banjarharjo).

Selasa, 24 Oktober 2017

Aksi Polisi Humanis Saat Beri Pelayanan Bantuan

Patroli Rutin, Beginilah Aksi Kapolsek Bumiayu Saat Bantu Warganya
kabarjateng.com – Polri yang memiliki slogan Pelindung, Pengayom Dan Pelayan Masyarakat, mungkin tak hanya slogan, hal itu seperti di tunjukan salah satu personil jajaran Polri di Polres Brebes, AKP Wawan dwi Leksono, Kapolsek Bumiayu Polres Brebes.
Dalam giat patroli rutin Selasa [24/10], sosok polisi yang humanis tersebut saat menjumpai 3 orang petani wanita yang kelelahan menggendong tumpukan beras Tidak hanya memerintahkan anggotanya saja, namun dirinya turun langsung membantu mengangkat gendongan ke mobil patroli.
Tidak hanya itu saja, Kapolsek juga membantu mengantarkan mereka menuju tempat tinggalnya. hal tersebut menurutnya guna memberikan contoh kepada anggotanya bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak harus pimpinan memerintahkan anggota, namun semua wajib memberikan pelayanan 
Menurut Kapolsek hal tersebut bukanlah hal luar biasa, sebagai anggota Polri haruslah di tuntut mampu dengan tulus ikhlas membantu masyarakatnya yang sedang membutuhkan bantuan.
Wawan  mengatakan " tugas Kepolisian tidak hanya berlaku bagi anggota, namun Saya sebagai Kapolsek pun juga harus bisa melaksanakan tugas tersebut dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. Pemberian pelayanan masyarakat dalam hal sekecil apapun dapat memebriakan dampak positif kepada meraka masyaraka" uarnya.[Roni] 

Rustriningsih Belum Memastikan maju Di Pemilihan Gubernur Jateng 2018

kabarjateng.com:Mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih belum memastikan apakah akan maju pada Pemilihan Gubernur Jateng 2018, meskipun sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah partai politik.

"Kalau komunikasi dengan partai secara resmi tidak, tapi kalau personal orang perorang iya dan sampai sekarang, saya belum memberi jawaban," katanya di Semarang, Rabu.[seperti di kutip antara] 

Rustriningsih mengungkapkan, para simpatisannya yang tersebar di Provinsi Jateng akhir-akhir ini banyak yang memintanya maju kembali pada pilgub.

Mantan politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan bahwa ada beberapa pertimbangan yang membuatnya belum menentukan langkah terkait dengan Pilgub Jateng mendatang, terutama mengenai kendaraan politik.

Selain itu, Rustriningsih juga mengaku masih menunggu perkembangan politik menjelang Pilgub Jateng 2018.

"Kalau minat harus disertai perangkat yang memungkinkan bisa (maju kembali pada pilgub), " ujar mantan Bupati Kebumen dua periode itu.

Saat ditanya mengenai kemungkinan maju Pilgub Jateng melalui jalur perseorangan, Rustriningsih justru menyoroti salah satu persyaratan dari Komisi Pemilihan umum yang dinilai membuat posisi kandidat menjadi lemah.

"Pada salah satu halaman formulir itu, yang saya pelajari, harus mengisi lokasi tempat tinggal. Satu wilayah, RT, RW, sedangkan jaringan itu kan berpencar, tidak satu wilayah. Kesulitannya justru soal teknis," katanya.

Syarat teknis pengisian seperti itu, kata dia, menjadi persoalan tersendiri bagi kandidat pada Pilgub Jateng yang maju melalui jalur perseorangan dan jika itu untuk tingkat kabupaten/kota, maka bisa menjadi kendala yang berarti.

Rustriningsih bahkan mengklaim mampu memenuhi salah satu syarat mengenai persyaratan jumlah pendukung, yakni minimal 1,7 juta pendukung dari total daftar pemilih tetap (DPT) pilkada terakhir yang tercatat sebanyak 27,6 juta orang.[Antara]

Saya Ikut Merasakan Bangga Dengan Pelaksanaan TMMD


BREBES - PNS di lingkungan Kodim 0713 Brebes yang sangat kecewa berkenaan pelaksanaan TMMD reguler ke - 100 Kodim 0713/Brebes di Cikuya adalah PNS Pras. Yakni karena sesuatu hal, dia tidak bisa maksimal terlibat dalam kegiatan tesebut.
Sedianya PNS Pras masuk dalam tim peliput kegiatan TMMD, hanya saja begitu TMMD dimulai, mendadak ada urusan keluarga yang menyita perhatiannya sehingga dia tidak isa maksimal terlibat. ''Namun demikian khusus di penutupan TMMD, saya ingin ambil bagian. Meski hanya di penutupan saya ikut merasakan bangga dengan pelaksanaan TMMD instansi kami,'' ujar Pras.[Roni]

Tetap Semangat Meski Tinggal Beberapa Hari Penutupan

BREBES - ''Semangat..semangat dan semangat, TMMD tinggal sedikit hari lagi," tandas Dan SSK Satgas TMMD Cikuya, Letda Inf. Darumawan ketika mengambil apel pagi pasukan, sebelum melakukan pembagian tugas ke sejumlah sasaran fisik yang harus diselesaikan.
Letda Darmawan juga berpesan , di waktu sisa pelaksanaan TMMD pasa Satagas diminta, dalam setiap tindakan dan ucapan, saat berkomunikasi dengan warga, untuk tetap menjaga nama baik TNI. Jangan sampai situasi yang sudah kondusif selama hampir satu bulan pelaksanaan TMMD nantinya diciderai dengan tindakan yang bisa mencemarkan nama baik TNI. [Roni]

Koramil Se Wilayah Kodim Brebes Tengah Di Persiapkan Jelang Penutupan TMMD


BREBES - Semua jajaran Koramil se wilayah Kodim 0713/Brebes tengah mempersiapkan personilnya untukikut andil mensukseskan gelaran TMMD Reguler keBrebes - 100 Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo.
Termasuk Koramil 01/Brebes. Di setiap apel pagi yang diikuti anggota dan PNS, Danramil 01/Brebes , Kapten Inf. Nurhadi sellau memberi penekanan agar seluruh anggota Koramil melibatkan diri untuk menyukseskan pelaksanaan upacara penutupan TMMD Reguler keBrebes - 100 Kodim Brebes. [Roni]

Ingin Di Ikut Sertakan Di Penutupan TMMD


BREBES - Merupakan sebuah penghormatan untuk bisa dilibatkan dalam gelaran upacara TMMD reguler ke - 100 Kodim 0713/Brebes. Untuk itu, pihak SMAN Banjarharjo mengajukan usulan ke Koramil Banjarharjo untuk bisa dilibatkan dalam upacara penutupan TMMD.
''Tentu menjadi sebuah kehormatan bagi sekolah kami jika nantinya diluluskan permohonannya untuk terlobat dalam upacara penutupan TMMD. Jika harus menjalani latihan khusus untuk ikut terlibat dalam upacara penutupan TMMD itu kami dari pihak sekolahan juga tidak mempersoalkan,'' ujar Kepala Sekolah SMAN Banjarharjo, Dra Isbandiyah, MSi. [Roni]

Satgas TMMD Terus Bergerak Sukseskan Program


BREBES - Sejumlah anggota Kodim 0713/Brebes terus "bergerak" sesuai dengan bidangnya masing-masing, namun satu tujuan yakni mensuskseskan gelaran upacara penutupan TMMD Reguler keBrebes - 100 Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya.
Seperti yang dilakukan oleh sejumlah anggota dan PNS Pok Tuud Kodim Brebes H-6 menjelang pentupan TMMD di Cikuya yang berhasil menyelesaikan sejumlah pembangunan fisik itu. Pagi sehabis apel, mereka langsung bekerja sesuai ploting tugas masing-masing.
''Ya memang semua anggota dari Kodim Brebes dilibatkan untuk mensuskseskan acara penutupan TMMD di Desa Cikuya itu. Ekspetasinya harus lebih sukses dibanding saat upacara pembukaan,'' papar Pasiter Kodim Brebes, Kapten Inf Sutarno. 

Slender Berbobot 6 Ton Ikut Suksenya Pelaksanan Pekerjaan Jalan

BREBES - Keberadaan slender, si Besi berbobot 6 Ton dan bermesin diesel tidak bis dipungkiri sangat vital dalam mensukseskan TMMD reguler ke - 100 Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo. Utamanya untuk menyelesaikan salah satu sasaran fisik Jalan TMMD sepanjang hampir 1 Km.
Penasaran dengan alat pensukses pembangunan jalan TMMD itu, Danramil 14/Baturade menyempatkan diri untuk mengemudikan Slender tersebut. ''Pengin merasakan bagaimana rasanya mengemdukan slender. Sekaligus pengharagaan atas jasanya meski dia hanyalah benda mati, soalnya tanpa aslender itu tidak mungkin jalan TMMD di Cikuya ini bisa selesai,'' jelas Danramil Hartoyo. 

Dandim Brebes Tinjau Layanan KB Di TMMD Cikuya

BREBES - Dandim 0713/Brebes, Letkol Inf. Hariono bersama Ketua Persit Ny. Mila Karmila, menyempatkan turun kelapangan untuk memantau pelaksanaan KB Implan yang masih dalam kaitannya pelaksanaan TMMD reguler ke - 100 Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya. Kegiatan pemasangan KB Inpant tersebut dilakukan di Puskesmas Banjarharjo
Sebagaimana diketahui, bersamaan gelaran TMMD di Desa Rempaoh, juga digelar sejumlah kegiatan bhakti sosial. Selain donor darah dan pasar murah, juga digelar pelayanan KB gratis bagi warga desa sasaran yang warga Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo.[Roni]

Sukses Jelang Penutupan TMMD, Satgas Di Apelkan

BREBES - Sebagai Koramil yang ketempatan gelaran TMMD reguler ke - 100 Kodim 0713/Brebes, anggota Koramil Banjarharjo belakangan ini cukup disibukkan dengan persisapan upacara penutupan TMMD yang rencananya akan digelar tanggakn 26 Oktober 2017 mendatang.
Supaya peran masing-masing anggota maksimal, Danramil setempat, Kapten Inf. Hartoyo mengapelkan setiap pagi. Di setiap kesempatan apel, orang nomor satu di jajaran Koramil Banjarharjo itu, selalu menekankan agar semua anggota total bekerja dan berbuat terbaik untuk aca pamungkas TMMD di Cikuya.
''Saya selalu menekankan kepada anggota, supaya kalau di awal saat pembukaan TMMD semuanya lancar danmeriah, demikian juga sebaliknya, saat penutupan TMMD nantinya acaranya harus lebih meriah,'' tandas Danramil Hartoyo. [Roni]

Meski Hampir Usai, Komsos Terus Dilakukan

BREBES - Tak ada kata final dalam melakukan Komsos dengan warga desa sasaran TMMD, karena memang saah satu hal yang diwajibkan para Satgas saat bekerja di lokasi TMMD harus melakukan Komsos dengan warga.
Demikian juga bagi anggota Satgas TMMD reguler ke - 100 Kodim 0713/Brebes yang bertugas di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo. Meski kegiatan TMMD akan usai para Satgas tetap rajin mengunjungi rumah-rumah warga untuk melakukan silahturahmi.
''Karena ini menjelang penutupan TMMD, saat silahturahmi topik pebicaraannya ya seputar perpisahan. Kepada warga kami tetap meyakinkan bahwa jika nanti TMMD telah suai sambunagna silahturahmi jangan sampai putus. Jika warga Desa Cikuya ada kesulitan tidak usah ragu-ragu datang ke Koramil Banjarharjo untuk menyampaikan hal apa saja,'' ungkap Seka Agus Wahyudi, anggota Satgas TMMD Cikuya. [Roni]

Dengan Berbaur Bersama Warga, Sekaligus Bisa Belajar

BREBES - Bagi anggota Satgas TMMD reguler ke - 100 Kodim 0713/Brebes yang kreatif banyak hal yang diperoleh selama bertugas di lokasi TMMD, Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo. Salah satunya adalah Serda Bagas yang menyempatkan untuk belajar ilmu tanam cabai kepada warga desa sasaran TMMD.
Disaat istirahat kerja, Serda Bagas berkeliling kampung dan menyempatkan mampir ke rumah Warso,
salah satu petani cabe di wilayah kelompok tani RT 01/RW 03. Desa Tempoah. ''Lumayan saat komsos disela-sela kegiatan TMMD saya bisa belajar ilmu tanam cabai,'' bebernya. [Roni]

Haturnuhun, Rumah Abdi Ayena Teh Aya Dindingna

BREBES - '' Manteplah, omahe nyong kini Berdinding Tembok (Mantapah, rumah saya kii sduah berdinding tembok,'' tutur Mursidi warga Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo yang tinggal di RT 06/ RW 05.
Menurutnya, sebeu mendapat jatah rehab melalui TMMD Kodim Brebes, dulu rumahnya berdinding dari anyaman bambu. Sementara kusen-kusennya terdiri dari kayu yang semuanya sudah lapuk, ''maturnuwun, sekarang rumah saya sudah menjadi bagus. Berdinding tembok dan dengan cat baru,'' beber Mursidi kepada tim pendim Brebes. [Roni]

Kejar Target Perehaban Rumah sukirno Terus Di Kebut

BREBES - Dari puluhan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Cikuya yang direhab dalam gelaran TMMD Reguler ke -100 Kodim 0713/Brebes, yang tergolong tertinggal dalam proses pengerjaannya adalah rumah Sukirno di RT 08/ RW 04.
Untuk itu, sejumlah Satgas TMMD dengan dibantu warga masyarakat terus kebut proses perehaban rumah SUkirno tersebut. ''Kita kebut untuk rehab rumah Sukirno, target harus rampung sebelum upacara penutupan TMMD,'' ujar Koptu Arif Aminudin asalah seorang nggoa Satgas TMMD Cikuya.
Dijelaskan, meski perehaban rumah RTLH Sukirno terlambat, namun sebenarnya pengerjaannya tinggal finishing, yakni pengecatan. Untuk tetap optimis rumah itu akan selesai sebelum TMMD usai.[Roni]

Kriteria RTLH Menjadi Prioritas Rehab TMMD


BREBES - Bagaimana kriteria rumah tempat tinggal yang masuk kategori layak huni, juga disuluh ke warga desa sasaran TMMD Regulee keBrebes - 100 Kodim 0713/Brebes, Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo.
Adalah Tursiman, ST, selaku Kasi Peningkatan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Brebes, yang menyampaikan materi tentang rumah layak untuk di huni. Menurutnya, sepintas mungkin kita menganggap semua orang sudah tinggal di tempat yang layak. Mereka sudah tinggal di tempat untuk mereka berteduh dari panas dan hujan. Padahal tempat tinggal yang layak bukan hanya sekedar tempat berteduh dari hujan dan panas.
Rumah layak huni tersebut tidak hanya dilihat dari ukuran dan kemewahan, melaikan fungsi. Setidaknya dalam sebuah rumah terdapat dua ruangan yaitu untuk beraktivitas dan ruang tidur.
Tak hanya layak, rumah pun juga harus bersih. Setiap tempat hunian harusnya memiliki jendela dan ventilasi untuk memungkinkan terjadinya pertukaran udara. "Rumah bersih itu ada lantai yang bersih dan ada ventilasi jadi ada udara bertukar setiap pagi," ungkap Tursiman, ST.[Roni]

DPU Kabupaten Brebes Turut Berikan Penyuluhan Di Giat TMMD

BREBES - Kantor Dinas DPU Kabupayen Brebes juga tampil memberi penyuluhan di kegiatan non fisik TMMD reguler ke - 100 Kodim 0713/Brebes dengan desa sasaran Desa Rempopah, Kecamatan Banjarharjo
Adalah Eri kusuma, ST, selaku Kabid Tata Bangunan DPU Kabupaten Brebes yang mem awakan materi Tata Kelola Bangunan Fisik. Acara sosialisasi di gelar pada malam hari di Balai Desa Cikuya.
Di dalam organisasi publik (pemerintah), visi yang diemban adalah tercapainya kesejahteraan masyarakat melalui pemberian pelayanan yang prima kepada masyarakat sebagai pemilik/pemangku kepentingan, baik pelayanan yang bersifat langsung diberikan maupun pelayanan yang dinikmati masyarakat secara tidak langsung.
Salah satu penunjang meningkatnya pelayanan kepada masyarakat adalah melalui kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Untuk membuat kebijakan yang baik harus ditopang oleh suatu ketentuan yang baku, terinci dan berpihak pada kepentingan masyarakat secara luas.

Satgas TMMD Ingin Tinggalkan Kenangan Di Cikuya

BREBES - Para Satgas TMMD reguler ke - 100 Kodim 0713/Brebes yang berugas di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, berupaya mempunyai kenangan atau tinggalan di desa tersebut. Kenangan itu sewaktu-waktu bisa ditengok dan me njadi kebanggan tersendiri bagi mereka.
Seperti yang dilakukan oleh Sertu Eko Purnomo, anggota Koramil Banjarharjo yang masuk dalam Satgas TMMD Reguler itu. Ia sengaja menanam sejumlah bibit pepaya untuk di tanam di Desa Cikuya dengan tujuan kelak suatu sat akan ditengok sebagai rasa kebanggannya.
''Saya sengaja menanam beberpa bibit pepaya di Desa Cikuya, kelak sutau saa jika sudah berbuah akan saya tengok. Ini khan sejarah kenangan tersendiri bagi saya yang pernah ikut ber TMMD di Desa Cikuya,'' ungkap Sertu Eko. Dia juga berharap kekal Desa sasaran TMMD Kodim Brebes itu akan bisa menjadi salah satu sentra penghasil buah pepaya di wilayah Kabupaten Brebes dan sekitarnya.

Keikhlasan Satgas TMMD Keberhasilan Pembangunan

BREBES - Pacaran wajah keikhlasan benar-benar ditunjukan oleh para Satgas TMMD reguler ke - 100 Kodim 0713/Brebes saat bekerja di desa sasaran, Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo. Waktunya juga cukup lama, yakni satu bulan lebih.
''Kami harus iklhas tidak cukup sampai di penghujung pelaksanaan TMMD di Desa Cikuya,'' ungkap Serma Samsul Arifin, Bati Bhakti TNI Sterdim Brebes, yang sejak Pra hingga TMMD akan berakhir tingga di Desa Cikuya.
Menurutnya, apa yang dilakukan oleh para prajurit anggota Satgas TMMD Reguler keBrebes - 100 Kodim Brebes benar-benar ikhlas tulus. ''Ini tugas negara dalam rangka membantu kesulitan rakyat. Sehingga apa yang dilakukan oleh para prajurit di TMMD semata-mata demi kesejahteraan warga desa sasaran'' imbuh Serma Samsul.

Keikhlasan Satgas TMMD Keberhasilan Pembangunan

BREBES - Pacaran wajah keikhlasan benar-benar ditunjukan oleh para Satgas TMMD reguler ke - 100 Kodim 0713/Brebes saat bekerja di desa sasaran, Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo. Waktunya juga cukup lama, yakni satu bulan lebih.
''Kami harus iklhas tidak cukup sampai di penghujung pelaksanaan TMMD di Desa Cikuya,'' ungkap Serma Samsul Arifin, Bati Bhakti TNI Sterdim Brebes, yang sejak Pra hingga TMMD akan berakhir tingga di Desa Cikuya.
Menurutnya, apa yang dilakukan oleh para prajurit anggota Satgas TMMD Reguler keBrebes - 100 Kodim Brebes benar-benar ikhlas tulus. ''Ini tugas negara dalam rangka membantu kesulitan rakyat. Sehingga apa yang dilakukan oleh para prajurit di TMMD semata-mata demi kesejahteraan warga desa sasaran'' imbuh Serma Samsul.

Warga Desa Kemutug Ikut Kebleberan Manfaat TMMD

BREBES - Para warga Desa Kemutug Kidul, Kecamatan Banjarharjo, yang juga kebleberan manfaat pelaksanaan TMMD Rguler keBrebes - 100 Kodim 0713/Brebes, akan dikerahkan untuk memeriahkan jalannya upacara penutupan TMMD Reguler keBrebes - 100 Kodim Brebes.
Sebagaimana diketahui, proyek fisik berupa pembangunan jalan Silwiwangi dan pembangunan Sungai Belot dalam TMMD Reguler Kodim Brebes, tidak hanya akan dinikmati oleh warga Desa Cikuya sebagai sasaran TMMD, melainkan juga akan dinikmati oleh Warga Desa Kemutug Kidul yang masih tetangga desa .
Untuk pengerahan warga Desa Kemutug Kidul di acara penutupan TMMD itu, Batituu Koramil 14 / Banjarharjo yang saat ini juga merangkap sebagai Babinsa Desa Kemutug Kidul, melakukan koordinasi dengan perangkat desa Kemutug Kidul dalam hal pengerahan masa saat upacara penutupan yang rencananya akan dilaksanakan tanggal 26 Oktober 2017 mendatang. [Roni]

Gandeng BPTUHPT, TMMD Berikan Penyuluhan

BREBES - Mengingat di Desa Cikuya (desa sasaran TMMD Reguler ke Brebes - 100 Kodim Brebes) ada otensi peternakan kambing yang prospektif, Danramil 14/Banjarharjo, Kapten Inf. Hartoyo mengambil inisitaif, yakni melakukan koordinasi dengan Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijau Pakan Ternak (BPTUHPT) .
''Ini yang kami maksudkan, bahwa nantinya di sasaran non fisik, penyuluhan yang akan digelar benar-benar yang bermanfaat bagi desa sasaran. Saya melihat potensi ternak di Desa Cikuya memang bisa ditingkatkan, sehingga dengan menggandeng BPTUHPT perlu dilakukan penyuluhan soal ternak kepada warga,'' tandas Kapten Inf. Hartoyo.[Roni]