Sabtu, 23 September 2017

Perpanjangan Ijin Tak Direkomendasi, Bidan Adukan Nasibnya Ke Dewan

Kabarjateng.com, Brebes: Lis Maria Ulfa bidan yang bertugas di Puskesmas Karangmalang Ketanggungan akhirnya mengadukan nasibnya ke Komisi IV DPRD Brebes, dengan surat bernomor 027/LSM/GEMPITA/IX/2017, perihal pengaduan permohonan bantuan, tertanggal 6 September 2017.

 Lis Maria Ulfa mengaku sejak sebelum masa berlaku Surat Ijin Praktek Bidan habis, dengan telah memenuhi persyaratan, dirinya telah beberapa kali minta rekomendasi ketua IBI Brebes,Hj.Mahmudah.

 Di akuinya dirinya pernah beda pendapat dengan ketua IBI brebes, namun dikatakanya ia telah beberapa kali pula memohon maaf, namun sepertinya belum ada legowo dari ketua IBI.

 " jika ini akibat dari beda pendapat, kami juga pernah beberapa kali meminta maaf, namun ada hal lain mohon kejelasanya, sehingga hak kami tidak di gantungkan" beber Ulfa.

 Dalam surat tertera bahwa Lis Maria Ulfa yang berpraktek sebagai bidan di desa Karangmalang Ketanggungan sejak 1996, sejak pertanggal 30 Maret 2016 masa berlaku Surat Ijin Praktek Bidan (SIPB), guna memperpanjang SIPB salah satu sarat adalah mendapatkan rekomendasi dari Ketua katan Bidan Indonesia (IBI) cabang Brebes, Hj.Mahmudah.

 Namun hingga saat ini Ketua IBI Cabang Brebes belum bersedia memberikan rekomendasi, Sehingga Lis Maria Ulfa dengan di dampingi LSM Gempita melayangkan surat aduan ke DPRD Brebes.

" Atas nama Lis Maria Ulfa melalui pendampingan LSM GEMPITA telah melayangkan surat aduan, melalui wakil rakyat kami berharap ada jalan keluar atas permasalahan Lis Maria Ulfa" terang Olam, Ketua LSM Gempita Brebes.

Surat kami juga telah mendapat respon positif dari para wakil rakyat dengan mengagendakan dilakukan audiensi, namun kami menyayangkan dari pihak pihak terkait yang justru tidak mengindahkan surat resmi dari DPRD Brebes.

Anggota Komisi IV, Maskiyah menyayangkan sikap dari organisai IBI Brebes, menurutnya hal seperti ini mestnya bisa di selesaikan secara internal.

" kalaupun ada hal persyaratan yang belum lengkap mestinya bisa di bicarakan jangan mencampuradukan profesi dan kepentingan pribadi" terang Maskiyah.

Sementara pihak Hj. Mahmudah melalui suaminya menerangkan, ketidak hadiran pihaknya di karenakan jadwal audiensi berbarengan dengan pihaknya memeriksakan kesehatanya di daerah lain, sehingga minta di tunda, namun pihaknya siap menghadapi permintaan audiensi.

" kayaknya ibu tetap akan siap melakukan audiensi dan ini adalah kewenangan profesi dan organisasi" terangnya.(RN)

0 komentar:

Posting Komentar