Jumat, 18 Agustus 2017

Harga Raskin Tinggi Warga Penerima Mengeluh

Kabarjateng.com,Brebes:Berdasarkan aturan pemerintah, harusnya raskin dijual Rp1.600/kg, namun nyatanya di tengah masyarakat raskin dijual Rp.1.700/kg, bahkan lebih.

Seperti di akui oleh Kepala Desa Kemurang Wetan Kecamatan Tanjung-Brebes.Wahyu Hidayat saat di temui beberapa waktu lalu, Pihaknya mengakui jika harga raskin yang di jual kepada masyarakat penerima, di jual dengan harga Rp.2.400/kg atau Rp.36.000/kantong.

Pihaknya berdalih jika penjualan harga raskin telah di serahkan ke Karang Taruna atau Panitia Tujuhbelasan, sehingga Kades tidak merasa bertanggung jawab.

"Penangan penjualan raskin sudah saya serahkan ke panitia, mungkin kebetulan saat ini bersamaan dengan iuran untuk kegiatan tujuhbelasan sehingga mungkin ada sebagian Ketua RT sebagai penyalur raskin, sekalian di satukan dengan penjualan raskin" dalih Kades Kemurang Wetan.

Sementara Dustam Ketua panitia tujuhbelasan mengakui ada penjualan di atas ketentuan pemerintah, namun di katakanya tidak semua, hal itu mengingat dari semua warga Kemurang Wetan penerima raskin, beberapa di antaranya merasa tidak mampu, sehingga hanya sebagian yang membayar dengan harga yang di tentukan panitia.

"Ada, raskin kami jual lebih tinggi dari ketentuan pemerintah, hal itu kami lakukan mengingat dalam kegiatan tujuhbelasan kami membutuhkan anggaran besar, yaitu sekitar Rp.29juta, untuk menutup semua itu kami minta sumbangan kepada masyarakat melalui penyaluran raskin, namun hingga sekarang belum terkumpul semuanya" tandas Dustam.

Sebelumnya beberapa warga Desa Kemurang Wetan mengeluhkan jika harga raskin yang di terimanya sangat tinggi, yang sebelumya per kantong di jual dengan harga Rp.28000, namun sudah dari tiga kali penyaluran ini perkantong di jual dengan harga Rp.36000.

"Sudah tiga kali penyaluran ini, kami harus membeli harga tinggi,yaitu Rp.9000 per Kepala Keluarga dengan per kantong di bagi empat per KK, sebelumnya kami beli dengan harga Rp.7000 per Kepala Keluarga" terang Sukawi Warga Penerima raskin.

 "Kami sebenarnya sangat keberatan dengan harga yang di berikan pemerintah desa, namun kami rakyat kecil tidak bisa berbuat banyak, meski itu alasanya adalah untuk kegiatan tujuhbelasan" Kata Sukawi.

Sementara beberapa tokoh setempat menyayangkan kebijakan Pemerintah Desanya yang yang mengabaikan peraturan pemerintah dan memanfaatkan hak warga miskin.

"Kami sangat menyayangkan sikap pemerintah kami yang mengabaikan semua hal, lebih lebih hak warga miskin yang di manfaatkan" terang tokoh pemuda Desa Kemurang Wetan yang tak mau di sebutkan identitasnya.

Bahkan dirinya selain menyayangkan hal tersebut, Ia juga menilai banyak penyimpangan yang di lakukan pihak Pemerintah Desa Kemurang Wetan.(Roni)

0 komentar:

Posting Komentar