Kamis, 31 Agustus 2017

Mayor Chk Tarmizi SH MH: Apresiasi Kepada Satuan Kodim 0713/Brebes Hingga Sekarang Nihil Pelanggaran

Kabarjateng.com,Brebes:Menyadari bahwa TNI adalah orang-orang yang terpilih. sehingga TNI merupakan panutan hukum dengan aplikasi doktrin yang memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI dalam pelaksanaan tugasnya.

Prajurit Kodim 0713/Brebes ikuti Kegiatan Penyuluhan Hukum Triwulan III.

Kegiatan penyuluhan hukum Triwulan dilaksanakan berdasarkan instruksi dari Pangdam IV/Diponegoro, tentang pelaksanaan penyuluhan hukum diwilayah Korem 071/WK, Brigif 4/DR, Satuan Balakdam IV/Dip dan satuan diwilayah Garnisun Semarang.

Kegiatan di ikuti 130 orang personel yang terdiri dari Prajurit serta PNS dari Kodim 0713/Brebes, Minvetcad Brebes dan Subdenpom IV/1-4 Brebes.

Dalam keteranganya Mayor Chk Tarmizi,SH,MH mengungkapkan apresiasi yang tinggi kepada satuan Kodim 0713/Brebes yang pada Tahun 2016 hingga 2017 sekarang masih Nihil Pelanggaran. Hal itu di ungapkan Tarmizi saat menjadi narasumber Penyuluhan Hukum dari tim penyuluhan hukum Kumdam IV/Diponegoro, Selasa [29/8] di aula Makodim 0713/Brebes.

Sementara Dandim 0713/Brebes melalui Kasdim 0713/Brebes Mayor Inf Ustadi Rahmad dalam sambutanya menyampaikan.

"Dengan adanya Penyuluhan Hukum, semoga dapat menambah wawasan serta pengetahuan prajurit maupun PNS dilingkungan Kodim 0713/Brebes, Minvetcad IV/07/Brebes dan Subdenpom IV/1-4 Brebes, serta mampu mengaplisasikan pada tugas di tengah masyarakat maupun keluarga dan dapat di jadikan suri tauladan” Terang Ustadi Rahmadi.

Ustadi juga menambahkan bahwa pelanggaran hukum disiplin maupun hukum pidana yang dilakukan oleh prajurit, salah satu faktornya adalah karena minimnya pengetahuan serta wawasan akan tindakan yang melanggar hukum itu sendiri. Hal ini sering terjadi dalam prosedur pengambilan keputusan maupun tindakan dilapangan dalam menjalankan perintah tugas.

Dari itu Ustadi Rahmadi meminta peserta mengerti dan pahami akan materi hukum yang disampaikan oleh narasumber.

Materi yang disampaikan Narasumber selain tentang tata cara mendapatkan bantuan hukum bagi personel TNI AD, Hukum Disiplin Militer dan PNS TNI AD, tindak pidana yang menonjol (Narkotika, Asusila, KDRT dan kekerasan seksual terhadap anak, Werfing,THTI dan Desersi).

Di paparkan juga tentang data pelanggaran satuan jajaran Kodam IV/Dip pada Tahun 2016-2017.

Penyuluhan hukum diakhiri dengan sesi Tanya jawab dan dilanjutkan dengan pemutaran Film Dokumenter Doktrin TNI Kartika Eka Paksi guna membakar serta mempertebal jiwa patriotisme dan nasionalisme. (Roni)

Rabu, 23 Agustus 2017

Tanamkan Bela Negara, TNI Bimbing Peserta Pramuka Dari Siswa SMAN 2 Brebes


Kabarjateng.com,Brebes:Generasi Pemuda merupakan calon penerima estafet kepemimpinan. Guna membentuk calon pimpinan yang bersemangat, mandiri, berjiwa patriot dan berwawasan kebangsaan, TNI dari Kodim 0713/Brebes membimbing dan membina serta melatih peserta pramuka dari siswa SMA Negeri 2 Brebes.Rabu[23/8/2017]

Selama tiga hari, dari tanggal 23 sampai 25 Agustus, 426 peserta pramuka yang mendapat bimbingan dari TNI mengikuti Perkemahan Wira Adhi Puspanegara 2017 di bumi perkemahan satria amukti palapa SMAN 2 Brebes.

Dengan tema “Iklas Bhakti Bina Bangsa Berbudi Bawa Laksana” Peserta pramuka di bekali dengan materi Pendidikan dasar militer dari TNI Kodim 0713/Brebes.

Sejumlah materi di berikan dari TNI Kodim 0713/Brebes seperti Pendidikan bela negara dan patriotisme, wawasan nusantara, pembentukan karakter, penangkalan radikalisme serta edukasi permainan lapangan seperti outbond, pioner[tali temali], caraka malam dan cara bongkar pasang tenda.

Sementara dalam sambutanya, Komandan Kodim 0713/Brebes, Letkol Inf  Ahmad Hadi Ariono Yang di sampaikan melalui Kasdim 0713/Brebes Mayor Inf Ustadi Rahmad menyampikan “Laksanakan kegiatan ini dengan penuh rasa gembira serta tulus iklas, sehingga seluruh kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik” Pesan Ustadi Rahmad.

Ia menambahkan, “generasi muda jangan terpengaruh dengan pergaulan bebas, narkoba, minum minuman keras dan hal hal lain yang di larang oleh norma agama. Sebagai generasi muda kita harus bersemangat dan mandiri, generasi muda adalah merupakan calon pemimpin bangsa” Lanjut Ustadi Rahmad.

Hari pertama pelatihan peserta di berikan materi wawasan nusantara oleh Danramil 01/Brebes Kapten Inf Nurhadi, selanjutnya beberapa materi juga di sampikan oleh pihak sekolah melalui para Pembina SMA Negeri 2 Brebes.

Sementara yang di beri tugas sebagai kordinator pelatih, Kapten Inf Muhtadi Danramil 16/Larangan menyebutkan, peserta pramuka yang di beri bimbingan dari TNI sangat bersemangat dan antusias mengikuti pelatihan.[Roni]

Selasa, 22 Agustus 2017

Peduli Anak Jalanan, Kodim 0713/Brebes Bersama Pemkab Brebes Launcing Rumah Singgah


Kabarjateng.com,Brebes:Kado indah di berikan kepada para anak anak jalanan yang ada di sekitar kota Brebes, pasalnya bertepatan dengan momen, HUT RI ke 72, Kodim 0713/Brebes bersama Pemda dan dinas terkait, melauncing rumah singgah bagi para anak anak jalanan,Kamis[17/8/2017].

Rumah singgah yang di peruntukan bagi anak jalanan yang beralamat di jalan Pemuda Wanasari Brebes, selain sebagai tempat singgah, para anak jalanan juga di beri ketrampilan sekaligus mendidik dan menyalurkan bakat mereka kearah yang lebih positif.

Menurut Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono dalam sambutanya mengungkapakan bahwa mereka anak jalanan butuh perhatian, sehingga perlu semua pihak untuk bisa ikut peduli.

“Mereka itu ada, karena mereka kurang dan butuh perhatian, dan ini salah satu wujud perhatian kami dan Pemkab Brebes dengen menyediakan dan melauncing rumah singgah bagi mereka” terang Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono.

Tempat ini”lanjutnya lagi”nantinya dapat di gunakan sebagai tempat untuk berkreasi dan melakukan kegiatan yang positif dan produktif, mereka akan di ajari dan di bombing tentang ketrampilan seni dan budaya sesuai dengan bakat masing masing.

Kedepanya, Hadi Menambahkan, bahwa rumah singgah ini masih dalam tahap pembenahan, untuk itu hadi berharap kepedulian bersama maupun pihak terkait untuk peduli dan membantu para anak anak jalanan agar lebih baik.

Sementara Bupati Brebes yang turut hadir dalam kegiatan tersebut sangat mengapresiasi kepada Dandim 0713/Brebes yang sangat peduli dan memiliki ide serta gagasan tentang rumah singgah anak jalanan di Kabupaten Brebes.

Idza juga berharap dengan rumah singgah ini kedepanya dapat mengurangi kenakalan anak jalanan di Brebes, sehingga tidak mengganggu kendaran bermotor di jalan raya.

Launcing di akhiri dengan penandatangan bersama Banner Rumah Singgah Anak Jalanan Kabupaten Brebes.[Roni]

Tuntut Kepala Sekolah Di Mutasi, Siswa Siswi SMPN 7 Brebes Gelar Unjuk Rasa dan Segel Ruangan


Kabarjateng.com, Brebes-Sejumlah siswa siswi SMPN 7 Brebes,Senin 21 agustus akhirnya menggelar aksi protes yang di tujukan kepada Kepala Sekolah,Dra. Murniasih, MPd. lantaran kecewa dengan kepemimpinanya.

Selain melakukan aksi protes, sejumlah siswa juga melakukan penyegelan ruang Kepala Sekolah yang di bantu sejumlah guru.

Sejumlah pintu yang di segel pengunjuk rasa dan sejumlah guru di antaranya pintu ruang kepala sekolah, pintu depan, pintu samping dalam ruang kepala sekolah.

Dalam aksinya yang berlangsung aman dan tertib, Siswa siswi SMPN 7 Brebes yang merasa tidak puas dengan kepemimpinanya hingga membuat suasana kurang nyaman tidak kondusif, menuntut agar Dra.Murniasih, MPd.[Kepala Sekolah SMPN 7 Brebes] di mutasi atau di ganti.

Aksi unjuk rasa juga mengungkapkan adanya penyelewengan dana yang di pungut dari siswa dengan dalih pembanguan sekolah.

Kepemimpinan Murniasih juga di anggap tidak transparan dalam mengelola dana renovasi sekolah, sehingga beberapa guru merasa harus ikut mendukung aksi siswa siswinya,

Beberapa guru mengungkapkan  jika selama tiga tahun kepemimpinanya, Sikap arogansi Kepala Sekolah tidak terkendali, tak dapat menyelesaikan masalah dan sering mengimintidasi guru lain. Beber beberapa guru yang ikut menyegel ruang kepala sekolah.

Pintu yang di segel dapat di buka setelah hadir giat pembongkaran palang pintu dari Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes melalui Kepala Bidang [Kabid] Dedy Setiono, bersama Polsek, Danramil, dan Camat Brebes.

“Terkait dengan kejadian ini, untuk sementara kepala sekolah,Dra. Murniasih di tarik ke dinas Pendidikan kabupaten brebes sambil menunggu verifikasi” terang Dedy Setiono.

Informasi yang di peroleh Selasa (22/8) dari Inspektorat dan Dinas terkait segera turun guna melakukan monitoring dan kajian.

Sementara seperti yang di jelaskan oleh salah satu perwakilan Dinas, Hasil dari monitoring dan kajian nantinya akan di sampaikan ke Bupati Brebes sebagai pengambil keputusan. [Roni]

Sabtu, 19 Agustus 2017

Kini Indonesia Mampu Ekspor Bawang Merah


Kabarjateng.com,Brebes: Untuk memenuhi kebutuhan pasar, sebelumnya Indonesia justru impor bawang merah dari Thailand, namun sejak Januari 2017 Indonesia telah mampu ekspor bawang merah kebeberapa negara hingga mencapai 657.3 ton.

Negara tujuan ekspor bawang merah terbanyak ke Thailand disusul Vietnam, Taiwan, Malaysia, Singapura, Timor Leste dan negara lainya.

Menteri Pertanian[Mentan] Andi Amran Sulaiman pada pelepasan ekspor bawang merah di Brebes Jawa tengah,Jumat [18/8] mengatakan,”Di tahun 2017 ini, Indonesia mampu membalikan keadaan, kini justru Indonesia mampu mengekspor bawang merah ke Thailand sebanyak 5.600 ton senilai USD 8,5 juta atau setara Rp.100 milyar” terang Mentan.

Amran menegaskan, ekspor bawang merah ke Thailand tersebut merupakan prestasi pembangunan pertanian di era pemerintahan Jokowi-JK, sekaligus sebagai kado manis pada momentum Hari Ulang Tahun [HUT] Kemerdekaan RI ke 72.

Acara Pelepasan ekspor bawang merah, Menteri Pertanian di dampingi Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Tatang Sulaiman, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, Bupati Brebes Hj.Idza Priyanti, Dirjen Perdagangan Luar negeri, Deputi Bidang Pertanian Menko Perekonomian dan Dirjen Hortikultura Kementan.

Ekspor di lakukan secara bertahap dan di tahap awal sebanyak 12 kontainer di berangkatkan. Bawang merah yang di ekspor tidak semua dari Brebes, beberapa di ambil dari Bima dan Sumbawa.[Roni]

Jumat, 18 Agustus 2017

Harga Raskin Tinggi Warga Penerima Mengeluh

Kabarjateng.com,Brebes:Berdasarkan aturan pemerintah, harusnya raskin dijual Rp1.600/kg, namun nyatanya di tengah masyarakat raskin dijual Rp.1.700/kg, bahkan lebih.

Seperti di akui oleh Kepala Desa Kemurang Wetan Kecamatan Tanjung-Brebes.Wahyu Hidayat saat di temui beberapa waktu lalu, Pihaknya mengakui jika harga raskin yang di jual kepada masyarakat penerima, di jual dengan harga Rp.2.400/kg atau Rp.36.000/kantong.

Pihaknya berdalih jika penjualan harga raskin telah di serahkan ke Karang Taruna atau Panitia Tujuhbelasan, sehingga Kades tidak merasa bertanggung jawab.

"Penangan penjualan raskin sudah saya serahkan ke panitia, mungkin kebetulan saat ini bersamaan dengan iuran untuk kegiatan tujuhbelasan sehingga mungkin ada sebagian Ketua RT sebagai penyalur raskin, sekalian di satukan dengan penjualan raskin" dalih Kades Kemurang Wetan.

Sementara Dustam Ketua panitia tujuhbelasan mengakui ada penjualan di atas ketentuan pemerintah, namun di katakanya tidak semua, hal itu mengingat dari semua warga Kemurang Wetan penerima raskin, beberapa di antaranya merasa tidak mampu, sehingga hanya sebagian yang membayar dengan harga yang di tentukan panitia.

"Ada, raskin kami jual lebih tinggi dari ketentuan pemerintah, hal itu kami lakukan mengingat dalam kegiatan tujuhbelasan kami membutuhkan anggaran besar, yaitu sekitar Rp.29juta, untuk menutup semua itu kami minta sumbangan kepada masyarakat melalui penyaluran raskin, namun hingga sekarang belum terkumpul semuanya" tandas Dustam.

Sebelumnya beberapa warga Desa Kemurang Wetan mengeluhkan jika harga raskin yang di terimanya sangat tinggi, yang sebelumya per kantong di jual dengan harga Rp.28000, namun sudah dari tiga kali penyaluran ini perkantong di jual dengan harga Rp.36000.

"Sudah tiga kali penyaluran ini, kami harus membeli harga tinggi,yaitu Rp.9000 per Kepala Keluarga dengan per kantong di bagi empat per KK, sebelumnya kami beli dengan harga Rp.7000 per Kepala Keluarga" terang Sukawi Warga Penerima raskin.

 "Kami sebenarnya sangat keberatan dengan harga yang di berikan pemerintah desa, namun kami rakyat kecil tidak bisa berbuat banyak, meski itu alasanya adalah untuk kegiatan tujuhbelasan" Kata Sukawi.

Sementara beberapa tokoh setempat menyayangkan kebijakan Pemerintah Desanya yang yang mengabaikan peraturan pemerintah dan memanfaatkan hak warga miskin.

"Kami sangat menyayangkan sikap pemerintah kami yang mengabaikan semua hal, lebih lebih hak warga miskin yang di manfaatkan" terang tokoh pemuda Desa Kemurang Wetan yang tak mau di sebutkan identitasnya.

Bahkan dirinya selain menyayangkan hal tersebut, Ia juga menilai banyak penyimpangan yang di lakukan pihak Pemerintah Desa Kemurang Wetan.(Roni)

Sabtu, 05 Agustus 2017

Memiliki Nilai Potensial, Pulau Cemara Sawojajar Butuh Pendukung Fasilitas

Kabarjateng.com,Brebes:Kepariwisataan di yakini mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan dan pertumbuhan ekonomi, Obyek wisata menjadi pintu gerbang masuknya wisatawan, hal itu perlu di tunjang sarana dan prasarana cukup memadai, sehingga pariwisata semakin berada di depan dalam mendoong pertumbuhan ekonomi.

Di lihat dari eksotis alam yang di tawarkan serta hadirnya pengunjung, Wisata Pulau Cemara Sawojajar Brebes sebenarnya sangat potensial di jadikan obyek wisata unggulan Kabupaten brebes.

Sayangnya Pulau Cemara yang baru di kelola beberapa bulan lalu masih minim sarana dan prasarana, hal ini perlu menjadi perhatian semua pihak agar dapat mewujudkan Pulau Cemara Sawojajar menjadi unggulan pariwisata Kabupaten Brebes.

 “Wisata Pulau Cemara ini sangat potensial, kami berharap ada perhatian pemerintah untuk membantu mendukung sarana dan prasarana yang ada, dari akses jalan yang masih tanah, dermaga sederhana, perahu bermotor yang belum memadai,tracking yang sederhana hingga sarana lain di pulau cemara sendiri yang perlu menjadi perhatian” kata Siti Mualimah salah satu penggagas wisata pulau cemara.

“Sementara ini pulau cemari kami kelola dengan swadaya masyarakat, kami yakin dengan sarana dan prasarana pendukung yang memadai,wisata pulau cemara bukan saja wisata nasional, tapi go internasional” tambah Siti Mualimah saat bersama beberapa wartawan dalam acara Silaturahi Paseduluran Jurnalis beberapa waktu lalu.

Sementara Masfui, pengelola pulau Cemara menambahkan, dikatakanya jika saja ini di kelola dengan baik, lima atau sepuluh tahun kedepan,Pulau cemara bisa menjadi unggulan pariwisata Brebes, hal itu mengingat di pulau cemara bukan saja yang di tawarkan fasilitas umumnya, namun eksotis keindahan alamnya yang bisa menjadi destinasi wisata.[Roni]