Senin, 31 Juli 2017

Lepas Balon Ke Udara Bupati Brebes Resmikan Tahun Keselamatan

Kabarjateng.com,Brebes:Terdapat lima pilar yang menjadi bagian dari Pencanangan Tahun Keselamatan Berlau Lintas, di antaranya Intansi Perencanaan dan Pembangunan, Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat, Perhubungan, Kepolisisan, Kesehatan dan Direktur Utama Jasa Raharja.

Lima pilar tersebut nantinya akan saling bersinergi dalam mensuksekan Pencangan Tahun keselamatan Berlalu Lintas 2017-2018.

Program Tahun Keselamatan di Brebes secara resmi di buka oleh Bupati Brebes bersama jajaran Forkompinda dengan melepas balon merah putih di alun alun Brebes, Minggu [30/7] pagi.

Selain melepas balon, kegiatan di isi dengan treatikal keselamatan berkendara dan penanganan kecelakaan secara terpadu, sosialisai Safety Ridding, penyerahan bantuan tali asih 4 kursi roda dan tongkat kruk kepada korban kecelakaan, serta penampilan dua orang Freestyler yang di undang khusus dari Semarang.

Kapolres Brebes, AKBP Sugiarto menjelaskan. Pencanangan Tahun Keselamatan Berlalu Lintas di maksudkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang perlunya menjaga keselamatan berkendara di jalan raya.

“Kecelakaan di Brebes cukup tinggi, hal itu terjadi karena para pengendara belum mengindahkan keselamatan berlalu lintas sehingga perlu edukasi kepada warga untuk mentaati rambu rambu lalu lintas”terang Sugiarto.

Selain itu Kapolres Brebes berharap, selain lima pilar yang menjadi bagian program tahun keselamatan, masyarakat juga sangat di harapkan peran sertanya guna mewujudkan program.

Sementara Bupati Brebes, Idja Priyanti berharap dengan adanya sosialisasi dan edukasi bisa menekan kecalakaan penggunan jalan.

melalui pemerintah daerah sebagai bagian dari lima pilar, dirinya siap membenahi yang ada guna mensukseskan program keselamatan.[Roni]

Minggu, 30 Juli 2017

Wisata Pulau Cemara Sawojajar Seperti Lombok Van Java

Kabarjateng.com, Brebes:Wilayah Kabupaten Brebes sepertinya tidak pernah habis untuk di eksplor menjadi destinasi wisata, setelah wisata wisata lain kini muncul wisata Pulau Cemara, sebuah pulau yang timbul di tengah laut.

Pulau timbul di tengah laut tersebut dengan lebar 120 meter memanjang sekitar 5 kilometer menawarkan pemandangan yang sangat indah, beberapa pengunjung mengatakan pulau cemara merupakan Lomboknya Jawa/Lombok Van Java.

“Pulau Cemara adalah Lombok van java, di sini kita bisa menemukan pemandangan yang sangat indah, terutama ketika kita menyaksikan matahari tenggelam, selain itu ketika kita menyusuri sungai hingga ke tengah pulau cemara, di situ menjadi salah satu daya Tarik” terang Astri,salah satu pengunjang.

Potensi wisata Pulau Cemara yang baru di kelola beberapa bulan lalu memang sangat potensial, ketika pelancong akan mengunjungi Pulau Cemara, pengelola telah menyediakan perahu bermotor yang dapat menampung sekitar 20 orang.

Dalam penyusuran menuju pulau sekitar 20 menit, pengunjung akan di tawarkan lebatnya pohon mangrove, berbagai spesies burung rawa tambak tambak milik warga, sesekali kita bisa melihat aktivitas nelayan setempat melaut.

Di Pulau Cemara, hamparan pasir yang memanjang di tumbuhi pohon cemara tampak elok, ombaknya yang tenang kita bisa melakukan mandi atau berenang, berburu tiram secara gratis, atau melakukan selfi.

Saat matahari tenggelam kita bisa menyaksikan sunset yang sangat indah dan hanya bisa di saksikan di wisata Pulau Cemara.

Pulau Cemara nantinya akan di Kembangan bukan saja Wisata Nasional tapi Go Internasional, hal tersebut seperti di sampaikan Siti Mualimah, salah satu pengelola Pulau Cemara.

 “meski baru di kelola beberapa bulan, dengan potensi yang di miliki wisata pulau cemara, kami yakin wisata pulau cemara akan menjadi wisata unggulan, nantinya kami ingin mengembangkan menjadi 4 cluster yaitu umum,anak anak, remaja dan khusus” terang Siti Mualimah.

Selain itu pihaknya berharap guna pengembangan lebih baik, uluran pemerintah sangat di harapkan, menurutnya berbagai fasilitas pengunjung saat ini masih minim, namun dengan adanya antusias pengunjung yang datang, pihaknya sangat yakin kedepan Wisata Pulau Cemara akan menjadi Wisata Unggulan.[Roni]

Kamis, 27 Juli 2017

Wisata Hutan Mangrove Pandansari Destinasi Baru Di Brebes

Kabarjateng.com,Brebes:Kabupaten Brebes yang memiliki wilayah daratan terluas se Jawa Tengah banyak memiliki potensi alam yang dapat di jadikan destinasi wisata.

Melalui kemitraan pemda dan masyarakat Kelompok Sadar Wisata [Pokdarwis] banyak wisata baru yang muncul di daerah penghasil telor asin dan bawang merah ini.

Salah satunya Desa Wisata Hutan Mangrov, wisata hutan mangrove yang terletak di dukuh Pandansari Desa Kaliwelingi Kecamatan Brebes berada di wilayah pesisir pantai utara pulau jawa, sekitar 10 km dari kota brebes.

Dari jalan raya pantura akses jalan sudah beraspal hingga lokasi memudahkan pengunjung, hanya beberapa titik yang saat ini dalam masa perbaikan.

Untuk menuju wisata ini, setelah membayar karcis, pengunjung akan berjalan kaki menyusuri jalan setapak sekitar 200 meter menuju perahu yang telah di siapkan, dengan fasilitas perahu bermesin pelancong akan di antar sampai ke lokasi hutan mangrove.

Ketika pengunjung menyusuri dengan fasilitas perahu bermesin, pandangan mata akan di manjakan dengan rimbunan pohon manggrove yang berada di sisi, hingga sampai di sisi laut hamparan air laut.

Sesekali jika beruntung pengunjung bisa melihat ratusan burung bangau yang bertengger di atas pohon, atau burung camar yang terbang menari, bahkan aktivitas penduduk lokal mencari ikan juga bisa di temui.selain pemandangan itu, berupa tambak warga yang sudah terkena abrasi.

Ketika tiba di lokasi hutan mangrove,pengunjung akan menyusuri tracking atau tempat berjalan bagi wisata, di sana pengunjung bisa menikmati rimbunan pohon manggrove dan satwa liar seperti burung, reptil liar, amphibi, udang, kerang dan ikan. Jika beruntung terutama saat air surut, pengunjung akan menikmati banyaknya ikan Belayar [sejenis ikan yang hidup di dua alam] muncul ke permukaan.

Selain rimbunya hutan mangrove, fasilitas lain seperti tracking,jembatan lengkung, patung ikan belayar dan menara bisa di jadikan ajang berselfi ria.

Pengelola saat ini juga telah melengkapi berbagai fasilitas lain, seperti mushola dan toilet umum. Pengunjung tidak perlu repot, di sana telah banyak berdiri warung warung makan yang menyediakan berbagai kebutuhan, kususnya wisata kulinernya yaitu ikan bandeng bakar dan kepiting balado sambil melepas lelah.

Hutan mangrove ini memang sangat cocok di jadikan obyek wisata, dari fungsi biologisnya, hutan mangrove sebagai habitat satwa liar, bagi yang hobi memancing,lokasi tersebut bisa di anggap sebagai tempat pavorit melepas penat, mereka bisa menyalurkan hobinya di atas perahu sewaan.[RN]

Sabtu, 22 Juli 2017

Sepekan Kabur, Pelaku Tabrak Lari Berhasil Di Amankan

Kabarjateng.com, Batang – MS [48] sopir truk Tronton dengan Nopol BE-9925-CM tak berkutik ketika dirinya di amankan personil Satlantas Polres Batang di tempat pelarianya di daerah Lampung.

Di terangkan Kasatlantas Polres Batang AKP M Adiel Aristo SIK, Kamis sore [20/7]. “Setelah di lacak melalui nomor HP miliknya, tersangka di ketahui berada di daerah Metro, dengan kordinasi dengan Polisi setempat, lalu tersangka berhasil di amankan, setelahnya anggota Polres batang segera menjemput tersangka untuk di mintai keteranganya”terang Adiel.

Saat di mintai keterangan, MS mengaku pasca kecelakaan dirinya bingung hingga memutuskan untuk melarikan diri, menumpang kendaraan lain yang kebetulan menuju ke Lampung.

“Setelah kejadian saya lari ke Lampung menumpang Truk yang kebetulan menuju ke Lampung, di lampung saya bersembunyi di rumah orang tua angkat saya” kata MS.

Di akuinya saat kecadian, kendaraan yang ia bawa mengalami rem blong, tidak bisa mengendalikan kendaraanya, beberapa kali truknya menghantam kendaraan lain, lalu truk tersebut mengalami oleng dan akhirnya jatuh menimpa mobil keluarga anggota Polres Batang.

Sebelumnya sepekan lalu,Rabu [12/7] terjadi kecelakaan di ruas jalur Alas Roban Gringsing Batang, kecelakaan itu melibatkan truk tronton nopol BE-9925-CM bermuatan tepung dengan mobil tak di kenal dan sebuah Honda Jazz Nopol E 1518 MA yang di kendarai Brigpol Yaenal Bahri yang bertugas di Polres batang, mobil Honda Jazz lalu terbakar setelah tertimpa truk.

Empat orang meninggal dalam kejadian itu, yang merupakan keluarga, mereka adalah Brigpol Yaenal Bahri [pengemudi],Niati Solechatun [istri], Naufal Zafran Albahri [anak], dan Suciati [bibi Yaenal] yang beralamat di Jl.Gajah Mada, Dukuh Bogoran RT 05 RW 05, Kelurahan Kauman Batang.

Jumat, 21 Juli 2017

Ganjar Pranowo: Saya Siap Pasang Badan Untuk Teman Teman Kades


Kabarjateng.com, Brebes - Program pembuatan sertifikat Prona yang menyeret dua Kepala Desa di wilayah Kabupaten Brebes, Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah menegaskan siap pasang badan.

 “ Melalui surat edaran terkait program prona kami telah intrusikan untuk memberikan pembinaan terlebih dahulu, saya siap pasang badan untuk teman teman kades” ujar Ganjar usai menghadiri Halal bihalal Kades kades Brebes di Gedung Islamic Center Brebes [20/7] saat kunjungan kerja di Kabupaten Brebes.

Sementara Ketua Paguyuban Kades Kades Brebes, Nahib Sodiq mengatakan “surat edaran gubernur Jawa Tengah telah menyebutkan, pembuatan sertifikat prona tidak semuanya gratis, yang gratis itu kertas sertifikat dan pengukuran yang di lakukan BPN [Badan Pertanahan nasional, Red]. untuk seksi leter C dan operasional memerlukan biaya”tutur Nahib Sodiq.

 “kami bersama Bupati telah sepakat membantu memberikan advokasi dengan menyediakan kuasa hukum” kata Kades Benda.


Sebelumnya dua kades yang di duga melakukan pungutan liar pada pembuatan sertifikat prona, di tangkap tim saber pungli, dan saat ini keduanya di tahan dan di titipkan sementara di Lapas Brebes, menunggu vonis pengadilan.[RN]

Kamis, 20 Juli 2017

Polsek Batang Giatkan Patroli Di Obyek Vital

Kabarjateng.com,Batang – Guna mencegah adanya tindak kejahatan diwilayah hukum Polsek Batang, Kota Polres Batang Polda Jateng secara rutin melaksanakan patroli di sejumlah obyek obyek vital.

Sasaran patroli kali ini menitikberatkan pertokoan emas,

Kapolsek Batang kota AKP Bambang Sugiyanto langsung memimpin dalam kegiatan tersebut, Rabu (19/7/17). Dalam kesempatan itu, Kapolsek Batang Kota mengingatkan anggota yang melaksanakan pengamanan di toko emas untuk selalu menjaga kewaspadaaan.

“Jaga keselamatan dan tetap waspada, serta humanis,” kata AKP Bambang Sugiyanto.

Selain itu, Kapolsek juga menyapa pemilik toko dan karyawan untuk memberikan pesan kamtibmas.

“Kami mengimbau untuk keamanan diharapkan menggunakan CCTV sebagai alat bantu guna memantau keadaan toko emas, disamping itu agar pelaku kejahatan berfikir ulang dalam melakukan niatnya”.

Kapolsek Batang Kota AKP Bambang Sugiyanto menjelaskan bahwa dirinya selalu memerintahkan anggota terutama bhabinkamtibmas untuk sering menyambangi pertokoan diwilayahnya masing masing.

“Ya, untuk mengantisipasi tindak kejahatan di Kecamatan Batang Kota, para Bhabhinkamtibmas sengaja kami libatkan karena mereka yang tahu kondisi di lokasi binaanya,” jelas AKP Bambang Sugiyanto.(BN)

Agung BN

Berikan Motivasi, Siswa Baru SMP Negeri 3 Wanasari Giatkan Demo Gulat

Kabarjateng.com,Brebes- Masa Orientasi Sekolah [MOS] atau Masa Orientasi Peserta Didik [MOPD] merupakan kegiatan yang lazim di laksanakan di tiap sekolah pada tahun ajaran peserta didik baru,namun karena di duga banyak praktek perploncoan,MOS di larang pada era Menteri Anies Baswedan.

Sejak resmi adanya larangan MOS oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Masa Orientasi Sekolah[MOS] berubah menjadi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah[MPLS].

MPLS di maksud guna membantu siswa baru mampu mengembangkan interaksi positif,mengenali potensi diri, memberikan motifasi, menanamkan pengertian dasar pada siswa serta beradaptasi dan memperkenalkan siswa dengan lingkungan sekolah yang jauh dari perpeloncoan.

Di hari hari pertama masuk sekolah,peserta didik baru SMP Negeri 3 Wanasari ikuti kegiatan MPLS dengan aksi olah raga gulat oleh alumnus SMPN 3 Wanasari yang pernah berprestasi mengharumkan nama sekolah di ajang kejuaraan olah raga gulat pada tingkat Kabupaten dan Propinsi.

Bagi SMP Negeri 3 Wanasari Brebes, sekolah yang beralamat di Jalan Desa Wanasari Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes, dan memiliki 20 ruang kelas, 1 ruang laboratorium, perpustakaan. Olah raga gulat merupakan Extakulikuler unggulan, selain prestasi Kulikuler [Intrakulikuler] Lainya, hal tersebut menjadi aksi yang tepat dalam kegiatan pengenalan pada siswa baru karena jauh dari kegiatan perpeloncoan yang di kritisi banyak pihak.

“Giat MPLS SMP Negeri 3 Wanasari sengaja kami sajikan demo gulat, selain memperkenalkan olah raga gulat dan prestasi yang pernah di raih, sekaligus untuk memberikan motivasi kepada siswa baru, harapanya prestasi prestasi yang pernah di raih SMP 3 Wanasari mampu menjadi sebuah tradisis bahkan untuk lebih baik lagi”tutur Kepala sekolah,Dahudin.

“Motivasi ini juga kami sampaikan kepada siswa baru, jika para alumnus yang pernah berprestasi dan mengharumkan nama sekolah, meski telah menjadi alumnus saja tetap semangat dengan melakukan peragaan demo gulat, meski tanpa di minta pihak sekolah” lanjut Dahudin.

Selain peragaan demo gulat, di MPLS SMP Negeri 3 Wanasari juga di isi dengan kegiatan bakti social dan pentas seni di tiap gugus.[RN]

Selasa, 18 Juli 2017

Belum Nikmati Hasil Seorang Pencuri Kambing Di Hajar Masa

Kabarjateng.com,Brebes : Seorang Pria berinisial DSR [33] warga Desa Wanasari Brebes dihajar masa setelah kedapatan lantaran tertangkap tangan oleh warga mencuri kambing milik warga RT.01 RW.07 Dukuh Lamaran Desa Sitanggal Larangan Brebes.

Beruntung Polsek Larangan cepat tiba di lokasi sehingga nyawa pria itu bisa di selamatkan.

“kita menerima informasi adanya seorang pria yang di hajar masa lantaran diduga mencuri kambing milik warga, setibanya di lokasi,Polisi langsung membawa pelaku berikut barang bukti ke Polsek Larangan guna mengamankan tersangka dan untuk pemeriksaan lebih lanjut”ungkap Kanit Reskrim Polsek Larangan, IPTU Tri Wiratma kepada wartawan,Selasa 18 Juli 2017.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, tersangka kini di tahan di Polsek Larangan dengan tuduhan pencurian dan di kenakan pasal 363 tentang pencurian dengan ancaman 7 tahun penjara.

Sementara tersangka DSR saat di konfirmasi mengatakan, dirinya berdalih melakukan pencurian Karena didesak ekonomi dan berencana akan menghitankan anaknya.”Terpaksa kami mencuri untuk biaya khitanan anak kami karena kami tidak punya uang” dalih DSR.

Kronologis berawal ketika Senin 17 Juni 2017 pukul 02.30 WIB saat korban warga RT.01/02 Dukuh Lamaran Desa Larangan melakukan sholat malam.

Korban saat itu mendengar hal yang mencurigakan di belakang rumahnya, begitu pintu belakang di buka, korban melihat ada tiga orang berpakaian hitam hitam sedang memanggul benda warna putih, saat menoleh ke kandang kambing miliknya, di lihat ada kambing miliknya yang hilang.

Seketika itu juga korban segera teriak memanggil warga, dengan cepat warga langsung berdatangan, namun ke tiga orang yang di duga mencuri kambing segera lari ke area persawahan.

Naas bagi DSR, ketika temanya melarikan diri, dirinya justru berlari ke arah motor yang telah di parkir, dan saat mau melarikan diri dengan motornya, justru motor yang ia kendarai menabrak pohon, sehingga dirinya di tangkap dan di hajar warga rame rame.

Masa yang sudah tersulut emosi setelah menghajar berame rame selanjutnya melampiaskan kemarahanya dengan membakar motor tersangka, bahkan masa sempat berteriak teriak mau membakar tersangka hidup hidup, beruntung aparat segera datang sehingga nyawa tersangka bisa terselamatkan.[RN]

Senin, 17 Juli 2017

Wisata Curug Rambukasang Ciseureuh Yang Menantang

Kabarjateng.com, Brebes - Ciseureuh adalah sebuah Desa di kecamatan Ketanggungan, Brebes, Jawa Tengah, Indonesia.

Desa Ciseureuh merupakan salah satu Desa Yang adat istiadat berbudaya sunda,meski terletak di Propinsi Jawa Tengah, bukan berarti bahasa yang dipakai masyarakat Desa ciseureuh adalah bahasa jawa,melainkan adalah bahasa Sunda seperti mayoritas masyarakat sunda di Jawa Barat.

Letak wilayah Desa Ciseureuh terletak di bagian selatan Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes memanjang dari utara ke selatan, lebih tepatnya berada dikaki gunung Kumbang atau gunung Segara.

Wilayah Desa Ciseureuh didominasi perbukitan, berbeda dengan daerah Brebes pada umumnya yang bercuaca panas. Desa ciseureuh bisa sangat dingin disaat musim hujan, dan dengan adanya hembusan angin yang datang dari lereng Gunung Kumbang saat musim kemarau yang oleh masyarakat Brebes dinamakan angin kumbang ( jenis angin fohn ) yang hembusannya cukup sejuk sehingga cocok untuk tanaman bawang merah dan cabe.

Terdapat satu bendungan irigasi yang sangat berperan dalam pertanian, walaupun saat ini pada musim hujan terkadang aliran airnya sangat deras tapi saat kemarau bisa cukup kering, dikarenakan hutan dibagian hulu sungai sudah mulai gundul karena penjarahan.

Ekstrimnya sepadan elokmu, banyak pesona yang bisa dijelajahi di Ketanggungan selatan, contohnya jalur ekstrim curug Rambukasang Ciseureuh. membutuhkan waktu sekitar 2-3 jaman dari pasar Ketanggungan, tergantung keahlian anda menyetir.

Bermain sambil nyanyi 'Naik-Naik ke Puncak Gunung' untuk orang kota sangat cocok sekali bila mendaki kesini.

Perjalanan dengan mengendarai motor roda dua hanya membutuhkan 2 liter bensin.

Curug ini terletak dekat SDN 2 Ciseureuh, nama desa yang susah dilafalkan.
Sepanjang jalan matamu akan termanjakan hijaunya hutan dan ramahnya penduduk lokal. Tiap berpapasan senyuman warga dan bunyi klakson yang menyapa.

Ketemu Curug (Air Terjun) yang indah, lihat gambar, dan lihat kesana dengan mata kepala sendiri. (Kartininews.com)

Sabtu, 15 Juli 2017

Pesan Moral Lewat Tari Di Tampilkan Dalam Acara Lepas Sambut Kapolres Brebes

Kabarjateng.com, Brebes:Tugas kepemimpinan AKBP Luthfie Sulistiawan sebagai Kapolres Brebes berakhir, tugasnya di lanjukan kepada AKBP Sugiarto SH.SIK. MSI.

Dalam gelar pisah sambut yang di adakan di pendopo Bupati Brebes, sebuah pesan moral di tampilkan dalam bentuk tarian, yang di bawakan bintara Kasat Bimas Polres Brebes.

 Tampilan tarian yang mengambil tema Pancasila Satu mendapat aplaus dari yang hadir semakin menambah suasana apik. Tarian yang menceritakan tentang suasana dimana masyarakatnya tidak lagi memiliki jiwa nasionalisme dan radikalisme mengelilingi NKRI, lalu hadirlah seorang tokoh yang mampu memberikan pencerahan dan menggiring kembali pada dasar dasar pancasila serta membangun negeri dengan damai.

Dialah seorang tokoh spritual keagamaan, ulama atau kiyai.

Tidak ketinggalan suguhan apik juga di tampilkan dari kelompok Bhayangkari Polres Brebes dengan berbagai kreasi tari dan lagu.

Selanjutnya, Kapolres lama memberikan sambutan sebelum meninggalkan kota Bawang ke tempat tugas barunya,

Dalam sambutanya AKBP Luthfie Sulistiawan mengatakan, "Terima kasih kepada semua pihak selama saya bertugas di Polres Brebes semua pihak dapat bekerja sama dalam mengemban tugasnya "katanya kepada para hadirin yang akan ditinggalnya.

Dia juga meminta maaf bila selama memimpin ada salah kata atau tindakan. Dia juga meminta doa untuk tugas barunya.

Setelah itu, perkenalan Kapolres yang baru AKBP Sugiharto, SH MH MSI dilakukan pelepasan kepada pejabat lama yang akan meninggalkan Polres Brebes.

Kegiatan pisah sambut sangat berkesan bagi kedua pejabat tinggi Polres Brebes.Selanjutnya mereka akan menjalankan tugasnya masing-masing.
Hadir dalam Acara lepas sambut, Bupati dan Wakil Bupati Brebes dan jajaran Forkopimda Brebes, serta para tamu undangan dari tokoh masyarakat mahasiswa dan ormas.(RN)

Jendral Polisi Ini Hingga Wafat Masih Dalam Kekurangan Ekonomi

Kabarjateng.com:Tokoh Nasional yang sangat berjasa namun miskin hingga akhir hayatnya mungkin sedikit masyarakat yang tahu. Beliau adalah Irjen.Pol (Purnawirawan) Ursinus Elias Medellu meninggal dalam usia 90 tahun, Dia adalah seorang polisi yang punya jasa besar bagi negeri ini. Mantan Kapolda Sumatera Utara ini meninggal dalam kondisi miskin.

 Ketika perang kemerdekaan, beliau masih TNI berpangkat Letnan, turut membantu Soeharto dalam Serangan Umum 1 Maret.

Setelah penyerahan kedaulatan RI dari Belanda, dia menjadi polisi berpangkat Aipda.

Dalam masa transisi, beliau salah satu dari tiga orang yang direkrut menjadi pengawal Presiden RI pertama. Tiga orang yang ditunjuk adalah UE Medellu, JE Kanter dan Daan Mogot.

Kemudian ketika menghadapi Permesta, sebagai polisi, Medellu diberi pangkat TNI lagi oleh Pangdam Merdeka Sulut lalu diberi jabatan menjadi Ketua Pemegang Kuasa Perang (Pekuper di kepulauan Sangihe). Satu-satunya polisi mengisi jabatan Kepala Pekuper yang biasanya dipimpin oleh seorang Mayor TNI.

Sekembalinya kemudian ia berdinas sebagai Polisi Lalu Lintas di Jakarta, Dirinya adalah pencipta sistem registrasi kendaraan bermotor yang berlaku sampai sekarang, BPKB.

Dari uang BPKB itu, ia bisa membeli kompleks Direktorat Polantas, Jalan MT Haryono, sekitar 4 hektar.

Dia juga menerapkan sistem tilang dengan tiga warna yang sekarang masih berlaku (ia adopsi dari salah satu negara bagian di AS). Dengan dana BPKB itu, dia bisa membeli sejumlah aset untuk polisi. Mulai dari Markas Polantas di Jalan MT haryono, pompa bensin, peternakan babi di Tangerang, sampai vila di Anyer.

Ketika itu, lembaga kepolisian tidak boleh membeli aset. Maka ia beli dengan atas nama pribadi. Setelah pensiun, dia meminta agar Mabes Polri segera membaliknamakan semua aset itu, menjadi milik polisi. Ketika itu, diatasnamakan koperasi atau semacam itu, yang tujuannya untuk kesejahteraan anggota.

Setelah pensiun, terakhir menjadi Kapolda Sumut, dia menjadi dosen PTIK.

Di bidang kerohanian, ia menjadi Presiden pertama Full Gospel Internasional untuk Indonesia (FGBMFI Indonesia). Setelah dua kali menjabat, ia digantikan oleh Letjen HBL Mantiri. Di FGBMFI Indonesia beliau merupakan seorang pemimpin yang sabar dan tokoh teladan di FGBMFI Indonesia.

Dibawah kepemimpinannya FGBMFI Indonesia berkembang dengan pesat dan hingga saat ini sudah menjangkau banyak kota dan daerah di Indonesia. Setelah pensiun ia tidak punya rumah. Sampai kemudian dibantu Direktur Polantas untuk mencicil sebuah rumah sederhana di gang sempit, kawasan Otista III, Jakarta Timur.

Sosok Opa Medellu di kalangan perwira lalulintas dikenal sebagai seorang figure polisi yang punya integritas pribadi. Satu dari sedikit jenderal yang jujur, lurus, bersih, sederhana, dan punya prinsip. Barangkali ia bisa disandingkan dengan Jenderal Pol Purn. Hoegeng Iman Santoso, yang juga dikenal sederhana dan lurus.

Kesederhanaan jalan hidup Opa Medellu terlihat dari rumahnya yang tak seberapa luas dan segerhana di sebuah gang sempit, Otista 3 masuk dari Jalan Otista Raya, Cawang, Jakarta Timur. Padahal, berbagai jabatan strategis Polri pernah dipegangnya, antara lain delapan tahun menjadi Direktur Lalulintas Polri dan Kapolda Sumatera Utara dua tahun. Tetapi Medellu tidak mau mengambil harta yang bukan miliknya alias korupsi. Nilai-nilai agama yang dianut putra pendeta ini terlalu mulia untuk ditukar dengan penyimpangan serupa penyelewengan jabatan.

Salah satu buah kerjanya semasa dinas aktif sebagai perwira tingi Polri, Medellu membangun sistem cek and balances agar siapa pun yang duduk sebagai pejabat tidak terjebak melakukan korupsi.

Pendapatan dari hasil BPKB ternyata cukup besar kontribusinya bagi Kepolisian RI. Diperkirakan sekitar 7 triliun/tahun pemasukan dari hasil BPKB tersebut bila di paralel pada saat ini. Meski begitu, sedikitpun tak terlintas di benak Ursinus Elias Medellu untuk mencari keuntungan, apalagi melakukan tindak korupsi, semua pendapatan itu oleh Ursinus, digunakan untuk kesejahteraan polisi,salah satunya dengan membangun gedung Direktorat Lalu Lintas.Ursinus membangun gedung DirLantas tersebut dengan kerja keras dan kejujuran. Ursinus membangun kantor dan fasilitas lalu lintas Polri dengan fasilitas terbaik.

 Ursinus adalah kisah seorang polisi yang menolak sogokan bahkan hanya satu buah lemari es sekalipun. Ketika menjabat sebagai Kapolda Sumut (1972-1975), Ia pernah menolak mentah-mentah 1.000 liter minyak kiriman dari salah seorang pengusaha.

Bahkan, membeli sepeda mini untuk anaknya sendiri, dirinya tak mampu membeli sehingga beliau meminjam (hutang) uang dari bank untuk dapat membelinya. Sungguh miris mendengar kisah nyata mendingan Jenderal Polisi yang jujur ini, bahkan sampai ia wafat masih dalam keadaan kekurangan ekonomi. Memang, Medellu tidak meninggalkan harta warisan berlimpah baqi keluarganya. Bahkan rumahnya yang sederhana hanya berisi perabotan tua dengan hiasan foto-foto keluarga dan kerabatnya.

Warisan Opa yang paling berharga menurut anak-anaknya adalah nilai-nilai kejujuran.kerja keras dan disiplin.-lni yang terus Medellu tanamkan kepada delapan anak,21 cucu dan empat cicitnya. "Tuhan tidak kasih uang satu karung untuk saya. Tapi Tuhan menggerakkan apa yang Dia sudah berikan kepada saya, seperti otak, mata, telinga, hati, budi, nurani, pengalaman dan kemampuan... Bekerja merupakan bagian dari doa saya dan Tuhan senantiasa mengabulkan doa saya," tutur pria yang lahir di Pulau Sangihe, Sulut.(Machruzar).

-Sumber Kakorlantas Polri
-Sumber Elias Madellu *Putra Sulung Irjen.Pol  Ursinus Elias Madellu.
-Sumber FGBMFI
-Sepetti di kutip dari Media Patriot Bhayangkara (15 Mei 2017)

Senin, 10 Juli 2017

Terlibat Pungli Dua Kades Di Brebes Ditahan Kejaksaan

(Gambar ilustrasi)
Kabarjateng.com,Brebes - Kejaksaan Negeri Brebes, Jawa Tengah, menahan 2 orang kepala desa (kades) yang tersandung kasus pungli pembuatan sertifikat tanah melalui Prona (Proyek Operasi Nasional Agraria). Kedua orang ini ditahan di Lapas Kelas II B Brebes.

"Penyerahan kedua orang kades itu sudah dilakukan sejak dua hari lalu. Mereka kami masukan ke ruang karantina, selama mengikuti proses persidangan," Kepala Lapas Kelas II B Brebes, Maliki, Senin (seperti di kutif dari detik news.com,10/7/2017).

Mereka adalah Sri Retno Widyawati (Kades Pakijangan, Kecamatan Bulakamba) dan Subandi (Kades Larangan, Kecamatan Larangan).

Keduanya berstatus tahanan titipan selama proses persidangan. Jika dalam proses persidangan dinyatakan bebas maka akan dibebaskan. Namun, jika dinyatakan bersalah dan dihukum maka akan tetap tinggal di Lapas.

Di Desa Pakijangan, diketahui ada sebanyak 275 warga yang menjadi peserta prona. Setiap pemohon itu dimintai uang Rp 1 juta bagi yang berkas persyaratanya telah lengkap. Sedangkan bagi peserta prona yang berkasnya tidak lengkap dimintai uang antara Rp 1,5 juta - Rp 2 juta.

Sedangkan di Desa Larangan, jumlah warga yang mengajukan prona sekitar 280 orang, dengan dimintai uang antara Rp 1 juta - Rp 7 juta. Namun dari pungutan itu, sebagian peserta sudah ada yang membayar dan sebagian lagi belum. "Kemungkinan minggu ini, kedua kades itu akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang untuk menjalani persidangan. Sedangkan di Lapas Brebes, keduanya kami titipkan selama 20 hari," papar Kepala Kejari Brebes, Pendi Sijabat.

Kabag Pemerintah Desa (Pemdes) Setda Kabupaten Brebes, Amrin Alfi Umar, mengatakan hingga kini pihaknya masih menunggu surat resmi dari pengadilan, terkait kasus dugaan pungli prona yang menjerat dua kades di wilayahnya. Jika surat resmi sudah keluar, pihaknya akan langsung menunjuk Yang Menjalankan Tugas (YMT) selama proses persidangan.

"Untuk YMT ini biasanya ditunjuk Sekertaris Desa (Sekdes). Tapi, kita masih menunggu surat resmi dari kasus ini," katanya, kemarin.

Pemkab Brebes akan memberikan bantuan hukum bagi kedua kades tersebut. Dia menilai, kesalahan yang dilakukan kedua kades tersebut bukan kesalahan mutlak. Sebab, kepengurusan prona saat itu belum ada Peraturan Desa (Perdes).


detik news.com

Sabtu, 08 Juli 2017

Kayu Jati Rakyat Dari Cikuya Banjarharjo Memiliki Karakteristik Tersendiri

Kabarjateng.com, Brebes: Popularitas kayu jati yang memiliki ciri khas berkualitas atau bermutu tinggi dengan tekstur seratnya, memang tidak di ragukan lagi.

Pohon kayu jati yang tumbuh menyebar hampir di seluruh dataran pulau jawa, sebagai tumbuhan yang memiliki karakteristik memang sudah di kenal ratusan tahun silam,namun dari itu setiap daerah penghasil kayu jati memiliki sisi kualitas dan tekstur yang berbeda, hal itu di dasari dari unsur tanah yang di kandung.

Dataran tinggi di Kabupaten Brebes yang memiliki kandungan tanah zat kapur sangat ideal sebagai lahan penghasil kayu jati terbaik,kususnya di wilayah kecamatan Banjarharjo.

Kayu jati yang di hasilkan dari daerah tersebut memiliki warna kayu yang cenderung hidup,kadar air yang rendah, tidak mudah pecah, berminyak dan memiliki pori pori yang padat.

Wilayah Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes, selain pohon kayu jati yang di kelola Perhutani, sebagian juga di kelola oleh rakyat.

Pemasaran kayu jati yang harus melewati beberapa aturan maupun dengan harga yang relatif tinggi, memaksa hanya beberapa orang yang mampu bergelut dalam bidang pemasaran kayu jati.

Ruskam SPd warga RT.05/01 Desa Cikuya Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes, yang merupakan PNS di lingkungan Pendidikan Kabupaten Brebes, di sela sela kesibukanya sebagai Kepala sekolah SDN Cikuya 03 Banjarharjo, selama 10 tahun dirinya mencoba menggeluti bisnis pemasaran kayu jati rakyat.

Dikatakanya selain sebagai ajang bisnis, dirinya tergerak sebagai pengepul dan memasarkan kayu jati rakyat mengingat banyak warga di lingkunganya menanam pohon jati rakyat, serta untuk turut membantu memasarkan hasil olahan petani kayu jati rakyat.

“Desa Cikuya merupakan titik tumpu penanaman pohon jati rakyat, ada lebih 500 hektar perkebunan jati rakyat. Dengan modal surat surat ijin resmi dari pihak terkait, kami ingin membantu memasarkan kayu jati yang di tanam oleh masyarakat, dan kami hanya menjual kayu jati rakyat” tandas Ruskam.

“Kayu jati rakyat dari wilayah Kecamatan Banjarharo memiliki kelebihan tersendiri, dengan kondisi alamnya yang memiliki unsur zat kapur, kayu jati rakyat selain berkualiatas memiliki pori pori yang padat juga tidak mudah pecah” terangnya.

Selama ini menurutnya pemasaran kayu jati rakyat selain di pasarkan di wilayah Balapulang dan Pegirikan Tegal, beberapa pemesan juga datang dari daerah lain.

“Saat ini pemasaran kami ke Balapulang dan Pegirikan tegal, Beberapa klasifikasi harga kayu jati rakyat glonggongan kami jual ke pembeli dengan OP/Mendeling[ukuran] 10-19 perkubik Rp.2.300.000-Rp.2.500.000, kemudian ada OD/Mandeling[ukuran] 25-28 dengan harga sekitar Rp.3.500.000-Rp.4.000.000, kemudian ada OD/mandeling[ukuran]30-40 keatas sekitar Rp. 4.500.000 dan seterusnya tergantung dari mutu kayu, sehingga harga kayu jati rakyat itu bervariatif”beber Ruskam.

Selain jual jenis Glonggongan, ruskam juga sering menerima order pesanan kayu jati belah.[RN]

Rabu, 05 Juli 2017

Prioritaskan Kepuasan Pengunjung, Pengelola Obyek Wisata Waduk Malahayu Suguhkan Kenyamanan Dan Keindahan

Kabarjateng.com, Brebes : Kabupaten Brebes dengan wilayah terluas ke dua di jawa Tengah memiliki begitu banyak Obyek Wisata[OW] yang dapat di kunjungi,Salah satunya adalag OW Waduk Malahayu, Waduk terbesar peninggalan colonial Belanda yang di bangun sekitar tahun 1930, pemerintah daerah setempat mengembangkan kawasan waduk malahayu sebagai kawasan wisata unggulan.

Obyek wisata Waduk Malahayu yang terletak di dekat perbatasan Jawa Tengah-Jawa Barat, tepatnya di Desa Malahayu Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes mudah di jangkau wisatawan.

Dengan lokasi yang tidak jauh dari jalan pantura, petunjuk arah cukup jelas dengan kondisi jalan yang sangat bagus hingga menuju lokasi.

Memasuki gerbang wisata Waduk Malahayu, wisatawan di pungut biaya retribusi sekaligus petugas akan mengarahkan kendaraan parkir di tempat yang telah di sediakan pengelola.

Di dekat area parkir, pengelola telah menyediakan arena wisata bermain, seperti sepeda air, bola air, kereta mini, arena joging taman rakyat dan wisata kulinernya dengan ikan bakar dan lalapan.

Untuk menuju titik lokasi Waduk Malahayu, dari area Parkir pengunjung cukup berjalan kaki sekitar 200 meter.

Di lokasi untuk menuju tepi waduk, pengunjung harus menaiki tangga dahulu hingga tampak mata anda akan di manjakan pemandangan indahnya luasnya waduk, pohon pohon yang tumbuh tinggi lebat, sejuknya udara dengan semilirnya hembusan angin.

Sebagian pengunjung memanfaatkan tempat ini dengan duduk duduk di bawah pohon maupun berada di gubug gubuk warung sambil menikmati minuman maupun wisata kulinernya dengan ikan nila bakar sebagai menu andalan.

OW Waduk Malahayu juga melengkapi arena wisata pemandian air deras, dan bagi pengunjung yang suka tantangan untuk memacu andrenalin, pengelola telah menyediakan arena arum jeram.

Erna[30th] salah satu wisatawan asal ketanggungan mengatakan”sudah beberapa kali kami kesini, kali ini saya bawa rombongan untuk menikmati liburan lebaran sekaligus menikmati pemandangan waduk malahayu” terang Erna.

Erna juga mengungkapkan jika selama ini di OW Waduk Malahayu pengelola telah menyugukan suasana yang nyaman, bahkan dengan Harga Tiket Masuk [HTM] 8 ribu rupiah di hari biasa dan 10 ribu rupiah saat lebaran merupakan harga yang sangat terjangkau bagi pengunjung.

Selama musim liburan pada lebaran 2017, pengunjung Obyek Wisata Waduk Malahayu, selain dapat menikmati pemandangan maupun arena bermain yang ada, pengelola OW Malahayu melalui Kelompok sadar wisata[Pokdarwis] menyuguhkan panggung music.

Yulianto, Ketua Pokdarwis kepada Kabarjateng.com mengatakan,”Pokdarwis sebagai yang di tugaskan mengelola selama libuan lebaran tahun ini, melalui itikad Bersama kami merangkul semua yang ada, baik Pemerintah Desa, tokoh masyarakat, pemuda dan masyarakat sekitar” tandanya.

Melalui kebersamaan kami ingin menciptakaan obyek wisata malahayu menjadi destinasi wisata unggulan di brebes, dengan memperbaiki potensi yang ada dan melengkapi, dengan memprioritaskan kepuasan pengunjung.

Di bentuknya Pokdarwis, kami bukan saja hanya tampil saat musim liburan, tapi kami telah komitmen dan bertekad untuk bisa memberikan kontribusi bagi kemajuan dan pembangunan OW Waduk Malahayu, tegas Yulianto.

 Yulianto yang di dampingi pengurus harian dan beberapa petugas lain menegaskan, selain menyuguhkan potensi yang ada, pengelola juga telah membentuk wisata edukasi, bagi pengunjung yang akan menikmati wisata edukasi pengelola telah bekerjasama dengan masyarakat sekitar untuk bisa mendampingi pengunjung, di antaranya pengunjung bisa ikut bercocok tanam, maupun mengelola budidaya ikan.[KJ]

Minggu, 02 Juli 2017

Sejumlah Granat Aktif Di Temukan Warga Di Bawah Jembatan Kaligung Slawi

Kabarjateng.com, Tegal: granat aktif jenis nanas ditemukan warga di wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, tepatnya di bawah jembatan Kaligung, Kelurahan Kagok Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal.

Benda yang diduga peninggalan Perang Dunia II tersebut ditemukan tak sengaja oleh dua orang pemuda yang sedang mencari udang tak jauh dari lokasi penemuan granat.

Informasi yang di dapat, penemuan granat aktif bermula saat dua pemuda yang masih saudara Robi Zaenuri Afif (29) warga RT.12/04 Desa Gumayun Dukuhwaru Slawi Tegal dan Ricky, (32), warga Bandung yang masih pergi mencari udang di balik bebatuan di bawah jembatan  Kaligung, Jumat 30 Juni.

 Tanpa sengaja saat meraba raba di balik bebatuan kali, mereka menemukan benda yang mencurigakan mirip granat, setelah di korek kembali mereka menemukan hingga berjumlah 11 buah, lantaran khawatir meledak temuan benda tersebut di letakan kembali dan segera pulang melaporkan kepada saudaranya Ade, Anggota Kodim 0712 Tegal.

 " saat kami mencari udang di balik bebatuan, tanpa sengaja kami menemukan benda yang mirip granat nanas, lalu karena khawatir penemuan benda tersebut kami letakan kembali dan segera melaporkan kepada saudara saya" terang Robi.

Bersama mereka Serda Ade segera cek lokasi, namun waktu sudah petang akhirnya di lanjut esok harinya.

Sabtu pagi Mereka mendatangi kembali ke lokasi, ternyata setelah di cari kembali di temukan hingga berjumlah 24 buah.

 Penemuan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada jajaran Polsek dan Koramil setempat. Selanjutnya, benda tersebut diamankan di gudang lapangan tembak Polres Tegal di desa Kalibliruk Slawi. Menunggu tim Gegana dari Brimob Pekalongan tiba.