Jumat, 30 Juni 2017

Tradisi Pelepasan Balon Udara Membahayakan Lalu Lintas Udara

Foto Dokumen (www.innnayah.com)
Kabarjateng.com -Tradisi Pelepasan balon udara di beberapa daerah Jawa Tengah merupakan salah satu tradisi momen kemenangan bagi umat Muslim pada Hari Raya Idul Fitri sebagai pengganti petasan.

Balon berukuran besar tanpa awak tersebut terbuat dari bahan parasit dan menggunakan gas yang dipanaskan terlebih dahulu agar balon dapat terbang bebas.

Namun di sisi lain pelepasan balon udara dapat membahayakan lalu lintas penerbangan dan masyarakat, di sebabkan balon udara tersebut tanpa awak dan tak terkendali.

Menyikapi hal tersebut, Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono segera memerintahkan jajaranya untuk memproses hukum masyarakat yang melepas balon udara di wilayah Jateng.

Kapolda mengatakan selama ini hanya melakukan sosialisasi mengenai bahaya lepas balon. pelaku penerbang balon dikenakan hukuman selama dua tahun penjara. Hal ini bertujuan agar menimbulkan efek jera bagi pelaku.

Pelarangan menerbangkan balon secara liar telah diatur dalam Undang-Undang No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

Balon udara dianggap mengganggu lalu-lintas penerbangan dan membahayakan penumpang pesawat.

"Kalau sosialisasi tidak akan pernah selesai. Saya meminta proses hukum diserahkan ke Pengadilan," tutur dia.

Pihaknya juga menemukan balon udara yang jatuh di Polres Wonosobo. "Sedang kami selidiki siapa pelakunya," Condro menambahkan.

Pelepasan balon udara sering dilakukan di wilayah Wonosobo. Sementara polisi sudah menemukan tiga lokasi pelepasan balon.(RN)


EmoticonEmoticon