Jumat, 02 Juni 2017

Antisipasi Budaya Konvoi Dan Corat Caret, Sekolah SMPN 02 Brebes Manfaatkan Teknologi Internet

Kabarjateng.com, Brebes-Budaya konvoi dan corat coret baju kerap di lakukan oleh anak sekolah dalam merayakan momen kelulusan, tidak jarang pula di sertai trek kendaraan bermotor, meski hal tersebut adalah suatu ungkapan kebahagiaan namun seringkali mengundang protes masyarakat, pasalnya konvoi yang mereka lakukan lebih sering mengganggu daripada sebaliknya. bukanya di lakukan tertib, justru kerap melakukan pelanggaran lalulintas, Mulai dari konvoi tanpa memakai helm, bonceng bertiga hingga geber knalpot.

Meski demikian, guna antisipasi dan miminimalisir perayaan kelulusan siswanya yang di kuatirkan mengarah pada hal hal negatif, salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Brebes yaitu SMPN 02 Brebes beberapa tahun terakhir telah menerapkan pengumuman kelulusan dengan memanfaatkan teknologi internet.

SMPN 02 Brebes menyediakan laman website yang bisa di akses melalui internet, namun terkait pengumuman kelulusan hanya bisa di buka ketika ketetapan kelulusan di tetapkan, yaitu dimana mengacu pada peraturan yang ada.

Pengumuman kelulusan siswa kelas IX SMPN 02 Brebes tahun pelajaran 2016-2017 bisa di buka di laman www.smpn2brebes.com pada Juma’at 2 Juni 2017 sekitar pukul 15.30 WIB

Tarwadi,MPd. Kepala Sekolah SMPN 02 Brebes Kepada kabarjateng.com mengatakan,“ Budaya anak sekolah dalam merayakan kelulusan yang cenderung mengarah pada hal hal yang kurang bersimpati di masyarakat, untuk meminimalisir hal tersebut sekolah kami menerapkan pengumuman kelulusan dengan memanfaatkan teknologi internet” terang Tarwadi.

Dengan memanfaatkan internet yang juga telah mendapat respon positif dari para wali murid, siswa maupun wali murid tidak harus hadir di sekolah untuk menerima pengumuman kelulusan, hal itu di maksud guna menghindari berkumpulnya siswa yang dapat memicu budaya konvoi maupun corat caret baju.

“Kami juga menghimbau kepada siswa untuk bisa merayakan kelulusan dengan hal hal yang bersifat positif, salah satunya dengan mengumpulkan baju seragam bekas untuk di sumbang kepada yang membutuhkan, dan Alhamdulilah seperti tahun tahun sebelumnya sekitar 60% siswa bisa ikut berpartisipasi” bebernya.

Di katakan Tarwadi, saat ini di Kabupaten Brebes baru hanya SMPN 02 Brebes yang telah beralih dari cara konvesional ke basis internet dalam menyampaikan pengumuman kelulusan, selain dapat meminimalisir budaya konvoi dan corat caret baju, juga di anggap lebih ekonomis.[RN]


EmoticonEmoticon