Rabu, 24 Mei 2017

Pihak Sekolah Akui Pencairan Dana BOS Mengalami Kendala

Kabarjateng.com, Brebes :Dana Bantuan Operasional Sekolah [BOS] adalah program pemerintah untuk penyediaan pendanaan biaya non personalia bagi satuan Pendidikan, sebagai wujud pelaksanaan program wajib belajar 9 tahun. Tujuan umum program BOS untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan Pendidikan,

BOS juga di perbolehkan untuk hal hal lain,salah satunya pembiayaan perawatan sekolah, pembayaran honorarium bulanan, guru honorer dan tenaga Pendidikan honorer. namun ketika Dana BOS tidak cair hanya Karena terkendala sesuatu, tentu akan sangat berdampak pada proses belajar mengajar.

Salah satunya SDN 11 Brebes, meski lokasinya di tengah kota, kondisi bangunan SDN 11 Brebes sangat memprihatinkan, banyak pintu pintu yang rusak, dinding mengelupas dan beberapa usuk juga sempat di topang oleh tiang sementara.

Di akui pihak sekolah, beberapa waktu terakhir dana BOS yang harus di terima juga mengalami kendala, hal tersebut menurut kepala sekolah adanya kesalahan pada pengiriman laporan. “ dana BOS triwulan terakhir ini kami mengalami kendala, kami juga telah melakukan langkah langkah, baik ke pusat, propinsi dan kabupaten, namun kami dapat informasi jika di pusat tidak ada kendala” beber Kepala Sekolah, Agus Junaedi.

“ saya secara pribadi mengakui jika keterlambatan pencairan dana BOS adalah murni kelalaian kami, hal tersebut karena tenaga operator yang ada sudah kurang lebih 1 tahun tidak bisa hadir, dan untuk mengakses hal tersebut tentunya operator yang memahami, namun kami jamin semua tidak berimbas pada proses belajar mengajar, karena melalui dana talangan sementara telah di penuhi” tandasnya.

Di katakan kepala sekolah, dengan siswa yang ada yaitu sekitar 130 siswa, dana BOS yang di terima tiap triwulan sekitar RP.6juta, menurutnya dengan anggaran sekian tentunya tidak bisa maksimal untuk kegiatan operasional sekolah, apa lagi dengan banyaknya pengajar honorer.

“ dana BOS yang kami terima tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sekolah, kenapa kami juga memaklumi kepada tenaga operator yang kami punya mencari kesibukan lain di luar sekolah, tentunya karena kami hanya mampu memberikan sekitar Rp.300ribu, dan idealnya adalah mestinya Rp.800ribu” dalihnya.[RN]


EmoticonEmoticon