Minggu, 14 Mei 2017

Pemkab Brebes Akan Bangun Gudang Garam Senilai 2 Milyar Tahun Ini



Kabarjateng.com,Brebes-Selain bawang merah dan telor asin, Pemerintah Kabupaten[Pemkab]Brebes telah mengembangkan usaha garam Brebes sebagai komoditi unggulan daerah setempat, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan[DKP] Kabupaten Brebes, pemkab setempat telah melakukan pemberdayaan usaha garam sehingga menghasilkan garam berkualitas industri.

Untuk mengatasi harga garam yang cenderung fluktuatif, terutama pada saat bulan bulan harga garam mengalami terendah, tahun  ini Pemkab brebes juga berencana membangun gudang garam senilai 2 milyar.

Gudang garam yang nantinya sebagai tempat  penyimpanan garam di harapkan dapat membantu petani/petambak garam untuk di manfaatkan menyimpan  garam di saat harga rendah dan di lepas pada harga tinggi dalam upaya mendapatkan harga jual yang lebih baik.

Kepala Dinas DKP Kabupaten Brebes, Tandi APi saat di temui di kantornya mengatakan “ rencana pembangunan Gudang garam yang akan di bangun pada tahun ini telah di sepakati semua pihak, tahun ini lokasi Gudang garam akan di tempatkan di Desa Bulakamba Brebes, yang akan menampung simpanan garam dari petani /petambak garam wilayah setempat dan sekitarnya, selanjutnya pada tahun tahun berikutnya akan di bangun juga di beberapa wilayah pesisir lainya” beber Tandi.

Dikatakanya  Gudang garam nantinya bekerjasama dengan Bank Pembangunan Daerah [BPD], salah satu bank milik Pemerintah, bantuan dari BPD dengan bentuk pinjaman nantinya di salurkan ke petani/petambak garam dengan jaminan pengembalian pada saat harga tinggi.

Selain itu menurut Tandi APi , tahun ini nelayan  Brebes juga akan mendapat alat tangkap ikan yang ramah lingkungan dari Pemerintah Pusat, sebagai tindak lanjut dari program kementrian pusat yang melarang Cantrang [alat tangkap ikan] di gunakan para nelayan.

Dari data yang di miliki DKP Kabupaten Brebes, ada 520 perahu kapal di Brebes, 220 perahu kapal berbobot di atas 10 Gross ton[GT], 300 perahu kapal berbobot di bawah 10 [Gross ton]GT.

Pemberian alat tangkap ikan ramah lingkungan pengganti cantrang di jelaskanya di berikan kepada nelayan yang memiliki perahu kapal berbobot di bawah 10 GT, menurutnya perahu kapal berbobot di atas 10 GT yang jelas di miliki oleh orang orang kaya, sedangkan perahu kapal berbobot di bawah 10 GT di miliki nelayan biasa, sehingga sesuai dengan intruksi kementrian pusat, bantuan penggantian perahu kapal di prioritaskan pada kapal berbobot 10 GT kebawah.




EmoticonEmoticon