Rabu, 17 Mei 2017

Exavator Tenggelam, Ini Tanggapan Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Brebes

Kabarjateng.com, Brebes-Berita tenggelamnya exavator di tengah tengah tambak menjadi perhatian publik di wilayah Brebes Jawa Tengah, seperti di beritakan beberapa media, bahkan di media sosial, tenggelamnya exavator di sekitar kawasan wisata Parin di Desa Randusanga Kulon Brebes cukup menarik perhatian.

Di sebutkan exavator yang tenggelam di tengah tengah tambak di ketahui milik Kelompok Tani Budidaya Ikan [POKDATAN] Muncul Jaya Desa limbangan Brebes, bantuan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan,

 Namun di ketahui, seperti yang di sampaikan H.Mulyadi, Ketua Pokdatan Muncul Jaya limbangan Brebes, pihaknya memang merasa mendapatkan bantuan alat tersebut, tetapi di akui sejak serah terima secara simbolis pada bulan Oktober 2016 lalu, hingga saat ini belum melihat dan menerima secara langsung wujud alat berat tersebut,[Seperti di kutip dari www.bregasnews.com].

Menanggapi hal tersebut, Tandi APi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Brebes di temui di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya mengakui telah menerima laporan adanya musibah tenggelamnya exavator di tengah tengah tambak warga, namun dirinya meyakini ini adalah insiden akibat human eror [kecerobohan manusia].

Menurut Tandi, perlu di tegaskan adanya persepsi masyarakat serta apa tanggung jawab DKP Brebes atas insiden tersebut,"Tentu DKP akan bertanggung jawab, hari ini sendiri alat berat tersebut dalam upaya penyelamatan dan pengangkatan[evakuasi] dengan menggunakan alat berat lain, tetapi kami juga menyayangkan dari pihak penyewa, selain ceroboh juga tidak adanya standar keselamatan kerja, padahal sudah ada teguran sebelumnya untuk segera melakukan penyelamatan, namun hingga berlarut yang pada akhirnya mutlak penyelamatan di tanggung kami" tandanya.

Tandi membeberkan, bantuan exavator yang di berikan kementrian pusat pada 2016 ada 2 kabupaten di wilayah Propinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Brebes dan Kabupaten Pati, alat berat tersebut dalam rangka revitalisasi tambak tambak rusak di wilayah pesisir utara brebes yang jumlahnya hingga ribuan hektar.

"Melalui Kementrian pusat kami mengajukan alat berat yang di harapkan mampu merevitalisasi tambak tambak rusak yang jumlahnya ribuan hektar, tentunya dengan alat manual tidak bisa maksimal untuk mengeruk ribuan hektar, alat berat tersebut atas pemintaan DKP Kabupaten Brebes, saat itu setelah di berikanya bantuan exavator dari kementrian pusat, belum di tentukan kepada salah satu Pokdakan, ada dua Pokdakan yang menjadi pertimbangan , yaitu Pokdakan Losari dan Pokdakan Muncul Jaya Limbangan, setelah itu di pilihlah Pokdakan Muncul Jaya, hingga menunggu surat berita acara dari kementrian, karena alat tersebut posisinya masih di Dinas DKP Brebes, alat tersebut kami sewakan dengan atas dasar ijin dan sepengetahuan Kementrian Pusat, melalui Direktur Kawasan dan Kesehatan ikan Kementrian Kelautan dan perikanan RI, yaitu Ir.Arik Hari Wibowo M.Si " Beber Tandi

Selain hal tersebut Tandi menegaskan, jika alat tersebut telah di evakuasi dan di perbaiki, akan di berikan kembali kepada Pokdatan Muncul Jaya, hasil jasa sewa selama ini juga akan di serahkan pula, namun jika Pokdatan Muncul Jaya enggan menerima kemungkinan di limpahkan kepada Pokdatan Lainya.[RN]


EmoticonEmoticon