Sabtu, 01 April 2017

Pendaftaran Siswa Membludak, Pihak Sekolah Di Kabupaten Brebes Kebingungan

Kabarjateng.com, Brebes - Terhitung sejak awal januari 2017,pengelolaan SMA/SMK sederajat di ambil alih oleh pemerintah propinsi, sebaliknya pemerintah kabupaten/kota hanya memiliki kewenangan di tingkat SD dan SMP sederajat.

Peralihan SMA/SMK sederajat ke propinsi merujuk pada amanat UU nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, dalam peralihan atau penyerahan pengelolaan meliputi tiga hal, yakni aset, sumber daya manusia[SDM] serta keuangan.

Tujuan peralihan SMA/SMK ke propinsi, dasarnya agar Pemda Kabupaten/Pemkot, dapat lebih focus membenahi pendidikan dasar, sementara Pemerintah Propinsi di harapkan dapat menuntaskan program yang di canangkan Pemerintah pusat, yakni wajib belajar[Wajar] 12 tahun, dengan focus prioritas pada pendidikan menengah.

Namun dalam masa transisi beberapa kendala hingga saat ini belum mendapat solusi, salah satunya SMKN 02 Songgom Brebes, SMK yang memiliki jurusan Nautika [Pengetahuan Kepelautan]  yang baru berdiri sejak tahun 2015  dan baru memiliki siwa kelas X dan XI serta hanya memiliki beberapa ruang kelas, tidak mampu menampung siwanya yang melebihi kapasitas ruang kelas, apa lagi di tahun ajar 2017/ 2018 mendekati Penerimaan Peserta Didik Baru [PPDB], SMKN 02 Songgom belum mempunyai gambaran ruang kelas tambahan.

Di katakan Kepala Sekolah SMKN 02 Songgom, Drs. Samsudin,MPd. melalui sucipto “ adanya peralihan kewenangan dan dalam masa transisi, pihak sekolah kami masih kebingungan, untuk mengajukan permohonan bantuan, dari pemda kabupaten sendiri sudah tidak mengalokasikan, tetapi kami sendiri tidak tahu apakah Pemprop  ada atau tidak adanya alokasi anggaran di tahun ini” kata sucipto.

“yang jelas,[lanjutnya lagi] kami sendiri kebingungan siswa nantinya akan di tempatkan dimana, sementara animo masyarakat begitu tinggi pada sekolah SMKN 02 Songgom, kusunya pada kejuruan Nautika, yang baru ada dua SMK di Brebes dengan kejuaruan Nautika , terbukti meski belum resmi membuka Penerimaan Peserta Didik Baru [PPDB] 2017/2018, sudah hampir mendekati angka 200 siswa yang telah terdaftar pada daftar sementara, hal itu membuktikan bahwa animo masyarakat sangat tinggi”.ujarnya.

Adanya kendala tentang sarana dan prasarana untuk menunjang pendidikan yang belum terpenuhi, pihaknya saat ini hanya bisa berharap pada Pemerintah Propinsi untuk merespon dan memberikan skala priorotas pada sekolah baru yang belum bisa berjalan maksimal, lebih pada sekolah yang memiliki animo  tinggi di masyarakat, hal itu selain untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia [SDM], sekaligus memberikan pelayanan pendidikan sebagai tanggungjawab bersama, kusunya pemerintah.

“Kami berharap pada Dinas Propinsi merespon dan ada tindakan skala prioritas bagi SMKN 02 Songgom Brebes untuk mewujudkan ruang kelas baru, mengingat saat ini hanya beberapa ruang kelas,  itu pun belum memenuhi standar pengisian kelas dengan 36 siswa, saat ini satu kelas masih di isi lebih 40 siswa, kami jangan di samakan dengan sekolah yang sudah berjalan, kami adalah sekolah baru yang kebetulan animo masyarakat sangat tinggi, kami masih bingung dengan siswa baru nantinya, jika tidak ada penambahan ruang kelas baru’’ Tandasnya.


EmoticonEmoticon