Sabtu, 29 April 2017

Hari Buruh Serikat Buruh Di Brebes Tidak Gelar Unjuk Rasa

(foto ilustrasi hari buruh internasional)

Kabarjateng.com,Brebes- Tanggal 1 Mei adalah dimana seluruh pekerja buruh memparingati Hari Buruh Internasional atau May Day. Tahun ini May Day tepat jatuh pada hari Senin 1 Mei besok.

Untuk merayakan hari buruh dan menyampaikan aspirasi, Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Brebes tidak akan gelar unjuk rasa, namun demikian untuk menyampaikan aspirasinya,SBSI Brebes lakuan aksi bakti sosial. Seperti yang di sampaiakan Kapolres Brebes, AKBP Luthfie Sulistiawan.

Di jelaskanya bahwa pada tanggal 1 Mei mendatang yang bertepatan dengan Hari Buruh Internasional, bahwa di wilayah Kabupaten Brebes, SBSI Brebes tidak akan melakukan unjuk rasa, melainkan akan melakukan kegiatan sosial dengan membagikan paket sembako dan nasi bungkus kepada yatim piatu dan tukang becak, di seputar alun alun Brebes.

Di samping itu akan dilaksanakan kegiatan penanaman 3.265 bibit sengon dan buah buahan. yang di gelar di Desa Kubangsari Kersana Brebes, seperti yang di sampaikan Kapolres Brebes usai memimpin apel pengamanan, dimana pihaknya telah berkoordinasi dengan ketua SBSI Brebes, Raharjo.

Namun demikian kegiatan tersebut tetap mendapat pengawalan dari pihak kepolisian.

Libur panjang Sabtu Minggu dan May Day membuat jajaran kepolisian Polres Brebes menyiagakan personilnya, Sedikitnya 494 personel gabungan disipakan untuk antisipasi libur panjang ini. 

Menurutnya, apel kesiapan pengamanan ini dimaksudkan sebagai bentuk antisipasi kerawanan situasi Kamtibmas.

Disebutkan, setidaknya ada 4 empat lokasi yang menjadi sasaran pengamanan. Disamping penggal-penggal jalan antisipasi peningkatan arus, tiga lokasi lainya adalah obyek –obyek vital yang diprediksi akan mengalami peningkatan aktifitas. Diantaranya adalah SPBU-SPBU, Tempat Perbelanjaaan (Mall) dan obyek Wisata.

Dilokasi tersebut Kapolres mengistruksikan kepada jajaranya untuk menyediakan adanya pengeras suara. Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat yang tengah beraktifitas maupun menikmati suasana liburan.

"Kita ingin‎ memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat di wilayah hukum Polres Brebes," tegasnya.

Kompetisi Internasional, Kontingen Muhammadiyah Wanasari Boyong 16 Medali


Prestasi gemilang di raih Kontingen Amal Usaha Muhammadiyah[AUM] Pendidikan Cabang Wanasari dalam mengikuti ajang kelas Internasional Olympiade Alqur’an [OLYQ] 3 di bandung Jawa Barat, Kamis 27 April 2017,

Tak tanggung tanggung , 16 medali terdiri dari 4 emas,8 perak dan 4 perunggu berhasil di boyong AUM Pendidikan Cabang Wanasari.

Ajang OLYQ Muhammadiyah tingkat Internasional yang di gelar tiap tahun di ikuti ribuan peserta dari sekolah sekolah besar yang ada di Indonesia,Malaysia dan Singapura.

16 cabang lomba di gelar dalam ajang tersebut,
AUM Pendidikan Wanasari kirim siswa dari SMK Muhammadiyah Wanasari, SMP MBS Wanasari,SMP Muhammadiyah Sawojajar,MTS Muhammadiyah Wanasari, MI Muhamadiyah Sawojajar dan MI Muhamadiyah Demeling.

4 medli emas di antaranya di raih Rizq Riyadus Shofi, siswa SMP MBS Wanasari dalam lomba Adzan, M Fajri, lomba Tahfiz Qur’an, siswa SMP MBS Wanasari, Hanifatun Nisa siswi MI Dumeling dalam lomba Pidato Bahasa Arab, serta Faza Hiro Mistafa Hilmi siswa MI Muhammadiyah Sawojajar. Sementara SMK Muhammadiyah Wanasari banyak mendominasi perolehan medali perak.

H.Sanaji Ma’sus Ketua PC Muhammadiyah Kecamatan Wanasari melalui Torodin mengatakan, “melalui kegiatan ini di harapkan bisa meningkatkan mutu Pendidikan kususnya siswa siswi Muhammadiyah Kecamatan Wanasari serta bisa menjadi motifasi bagi Sekolah Sekolah Muhammadiyah lainya agar di tahun tahun berikutnya bisa ikut mengirimkan siswanya.

Sementara Kepala SMK Muhammadiyah Wanasari, Darmayunshah,Spd sangat mengapresiasi dan bangga atas apa yang di raih siswa siswi Pendidikan Muhammadiyah Kecamatan Wanasari, di katakanya “Dengan berkompetisi dari ribuan peserta dari sekolah sekolah besar, bukan saja dari Indonesia, namun dari sekolah besar negara lain, 16 medali yang berhasil di boyong kontingen Kecamatan Wanasari termasuk sudah prestasi yang membanggakan”. Ujarnya.

Di jelaskanya,siswa siswi SMK Muhamadiyah Wanasari selain pada tahun ini meraih prestasi di ajang OLYQ, prestasi dari ajang berbagai kompetisi lain juga banyak di raih SMK Muhammadiyah Wanasari, salah satunya prestasi juara pertama tingkat SMA/SMK Kabupaten Brebes dalam lomba LCK [Lomba Cerdas Cermat Kesehatan, rencana siswa siswinya akan di kirim mewakili Brebes di tingkat Propinsi September mendatang.

Di katakanya lagi, SMK Muhammadiyah Wanasari Brebes memiliki jurusan unggulan TKJ Mikrotic Akademik, di tambahkanya jurusan unggulan dimaksud selain hanya satu satunya di wilyah se-Karisidenan Pekalongan, juga telah melakukan Mou dengan perusahaan besar yang siap menampung kerja lulusan siswanya.

Dalam menyalurkan lulusan siswa siswinya untuk bisa langsung kerja, SMK Muhammadiyah Wanasari juga bekerja sama dengan informasi Bursa Kerja [BK] yang nantinya bisa di terima dengan perusahaan perusahaan besar.

Jumat, 28 April 2017

Mudik Lebaran 2017 Tol Brebes Timur-Ngaliyan Semarang Bisa Dilalui


Kabarjateng.com, Brebes - Jelang mudik lebaran tahun 2017, jalur mudik di Kabupaten Brebes menjadi salah satu yang menjadi perhatian Polri, belum lama ini ,petinggi Mabes Polri yang di pimpin Asisten Operasi Polri, Irjen Pol Unggung Cahyono, didampingi Kakorlantas, Irjen Royke Lumowa dan Kakorsabhara Baharkam, Irjen Umar Septono laksanakan pengecekan dan peninjauan jalur mudik di Brebes.

Dalam kesempatan tersebut, pejabat dari Polda Jateng antara lain Karo Ops Kombes Pol Haryanto, Dirlantas Kombes Pol Bakharuddin serta Kapolres Brebes AKBP Luthfie Sulistiawan menyambut kedatangan para petinggi Polri di pos pintu keluar Tol Brebes Timur (Brexit).

Disampaikan Unggung, pihaknya akan mengerahkan 11 Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau sekitar seribu lebih personel untuk mengamankan jalur mudik di Jawa Tengah. Jumlah personel itu belum ditambah dari Polda Jateng. Kekuatan 11 SSK merupakan bantuan dari Mabes Polri.

 "Kami akan tempatkan personel terutama di jalan tol Brebes Timur ke Semarang," kata Unggung.

Menurutnya, jumlah personel itu terdiri satuan Brimob serta polisi yang tengah menempuh pendidikan di Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa).

Dijelaskan, Operasi Ramadaniya 2017 itu akan dilaksanakan selama 16 hari dari 21 Juni sampai awal Juli 2017. Berdasarkan kalender, Idul Fitri jatuh pada 25-26 Juni 2017.

Seperti diketahui, saat ini tengah dibangun jalan tol sesi 3 - 4 yang menghubungkan Brebes - Pemalang sampai Semarang. Jalan tol Brebes Timur- Ngaliyan Semarang menjadi prioritas pengamanan karena jalan tersebut belum rampung seratus persen.

Disebutkan walaupun sudah bisa dilalui namun sarana prasarana masih sangat minim. Dimana, nantinya akan didirikan tenda-tenda pengamanan disepanjang jalan yang bisa digunakan saat arus mudik.

Selasa, 25 April 2017

Marwan Jafar Menyoroti, Jateng Peringkat Termiskin Ke Dua Setelah Jatim


Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu Partai Kebangkitan Bangsa (LPP PKB), Marwan Jafar

Kabarjateng.com –  Marwan Jafar, Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu Partai Kebangkitan Bangsa (LPP PKB) menyoroti kemiskinan yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Ternyata jumlah penduduk di Jateng berada di tingkat kedua di Indonesia setelah Jawa Timur yaitu 4.493.750 jiwa.



“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), BPS menyebut jumlah penduduk miskin di Jateng sebanyak 4.493.750 jiwa di bawah Jawa Timur sebanyak 4.638.530 jiwa tetapi di atas Jawa Barat 4.168.110 jiwa. Jadi separuh dari jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 27.764.320 jiwa itu ada di Pulau Jawa,” ungkapnya seperti dilansir dari media nasional setempat, Senin (24/4).

Marwan juga menuturkan bila tingginya angka kemiskinan yang mencapai 13,19 persen itu tidak lepas dari peran kinerja pemerintah provinsi yang tak mampu mengangkat potensi wilayah desa.

“Angka tersebut masih tinggi lebih tinggai dibanding kemiskinan nasional 10,70 persen. Hal ini tidak akan mungkin terjadi jika potensi kewilayahan dimaksimalkan, khususnya di desa-desa, dan masyarakat harus menjadi subjek pembangunan,” imbuhnya

Belum lagi, akhir-akhir ini Jawa Tengah mulai disoroti oleh beberapa pihak nasional karena kebijakan-kebijakan pembangunan yang menimbulkan konflik di tengah masyarakat. Salah satunya adalah pabrik semen di Rembang dimana banyak warga memprotes keras masalah tersebut.

“Hanya ada dua teori dalam menghadapi pembangunan, keberpihakan terhadap masyarakat atau penciptaan program pembangunan yang berorientasi sebagai mercusuar pembangunan, namun, belum tentu mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya seperti di kutip dari (berita semarang.net)

Rabu, 19 April 2017

Kurangnya Respon Kabupaten Brebes, GP3A lakukan Gebragan Sendiri


Kabarjateng.com, Brebes – Kabupaten Brebes, sebuah wilayah ujung barat Jawa Tengah yang berbatasan dengan Jawa Barat. Sebagai wilayah terluas ke dua sejawa tengah sebernya memiliki tanah yang subur, dengan bawang merah sebagai sentra hasil pertanian kabupaten brebes, tentunya air menjadi vital untuk menunjang pertanian, namun kurangnya pembangunan selama ini yang tidak memenuhi kebutuhan petani akan air, membuat petani geger kelangkaan air, kusunya petani di wialyah brebes utara.

Melalui Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air[GP3A], Wakyani, Ketua GP3A meski banyak mendapat cibiran, karena keprihatinanya pada nasib petani, dirinya berusaha menerobos masuk ke pihak yang lebih tinggi berusaha mengadukan nasib petani. dengan tekadnya akhirnya pihaknya berhasil meyakinkan pemerintah menggelontorkan anggaran guna realisasi normalisasi sungai irigasi pemali hilir.

Tidak kurang anggaran pemerintah sekitar 235 milyar berhasil di gelontorkan untuk perbaikan normalisasi irigasi yang rusak berat. Saat ini pembangunan pengamanan tebing dan normalisasi irigasi sekitar 31 titik pada aliran irigasi sungai pemali hilir telah berjalan, di rencanakan pembangunan seleai pada akhir tahun 2018. Selain itu perbaikan jembatan talang poncol yang menelan anggaran 195 milyar juga telah di gelontorkan.


Meski keberhasilanya banyak di apresiasi sejumlah pihak, namun mantan karyawan Nindia Karya tersebut menyayangkan kepada kewenangan penyelenggara negara kabupaten brebes yang di anggap kurang merespon adanya usulan dari petani. Menurutnya mestinya ada penyelenggara negara yang wajib menampung aspirasi menyampaikan dan berusaha merealisasikan, namun selama ini justru pihaknya hanya berjuang sendiri hingga ke pihak penyelenggara yang lebih tinggi.

“Mestinya kami tidak langsung kesana, mestinya ada penyelenggara negara tingkat kabupaten yang harus memperjuangkan, saya hanya melalui perjalanan silaturahmi, dan saya sampaikan permasalahan yang ada, apakah keliru, apakah salah” ungkapnya.

“Kami juga sering di sudutkan oleh beberapa pihak yang katanya hanya mencari keuntungan pribadi atau golongan, jangankan sekian persen, 0,000pun tidak ada, dan kami tidak minta itu karena bukan hak, kami hanya prihatin dengan irigasi irigasi yang rusak berat, serta para petani geger kelanggkaan air” bebernya lagi.

Dirinya berharap dengan pembangunan yang ada dan telah berjalan, semua pihak dapat bersama sama memanfaatkan apa yang ada, tidak perlu harus berburuk sangka, apalagi para petani sebagai pahlawan pangan mestinya selayaknya harus di perjuangkan nasibnya.

Senin, 17 April 2017

Pertahankan NKRI, Kader Penggerak Nahdlatul Ulama Nyatakan Sikap Bersama

 Ribuan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama Nyatakan Sikap Bersama (foto antara jateng.com)


Kabarjateng.com - Kondisi negara yang semakin terkikis jiwa semangat persatuan dan kesatuanya, ancaman radikalisme yang cukup parah. Paham-paham garis keras yang terus menghantui dan sangat mengancam kerukunan umat beragama. Oleh karena itulah, Nahdlatul Ulama (NU), organisasi terbesar di Indonesia, melalui Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (KPNU) menyatakan sikap bersama mempertahankan NKRI.

Sekitar 15.000 kader KPNU yang telah dinyatakan lulus pendidikan kader NU di seluruh Jawa Tengah sejak 2013, menggelar apel dan sumpah setia mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila di Pantai Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Dengan menyatakan siap sedia berkorban jiwa dan raga demi mempertahankan NKRI.

Acara ini didahului dengan istighosah atau doa bersama pada Sabtu (15/4) malam di tepi Pantai Petanahan. dengan maksud, do'a bersama untuk memohon keselamatan untuk bangsa dan negara. 

Dikatakan Ketua Panitia Istighosah dan Apel Akbar Kesetiaan untuk NKRI dan Pancasila, KH.Muzzamil" Kami merasa sudah saatnya bergerak menyelamatkan negara Indonesia dari segala ancaman yang akan memecah belah bangsa dan kesatuan NKRI, hal itu timbul karena kami merasa adanya ancaman radikalisme yang semakin terlihat" terangnya.

Rois Syuriah Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah KH Ubaidilah Shodaqoh menegaskan NKRI bentuk negara yang sudah final di Indonesia. Menurut dia, bentuk negara ini cocok untuk melindungi segenap warga bangsa yang terdapat banyak perbedaan di dalamnya. maka NKRI harga mati yang sudah tidak bisa ditawar lagi dan seluruh kader NU di Indonesia sudah telah bersumpah dan berkomitmen untuk tetap mempertahankannya sampai titik darah penghabisan.

Ia menuturkan ada kelompok yang terus meneriakkan berdirinya khilafah islamiyah atau negara Islam, hal ini tidak boleh dibiarkan. "NU siap berada di garis paling depan untuk menghadangnya," katanya. (Di lansir dari antara jateng.com)

Rabu, 12 April 2017

RSUD Brebes Miliki Layanan Kesehatan Unggulan Poli Jantung Dengan Alat Medis Canggih









Kabarjateng.com, Brebes - Rumah Sakit adalah institusi pemberi pelayanan kesehatan, sebagai wujud dari pelayanan kesehatan yang mampu memberikan pelayanan maksimal pada pasien, RSUD Brebes berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi pasien.

RSUD Brebes tipe B ini mampu memberikan pelayanan kedoktetan spesialis luas dan subspesialis terbatas, juga mampu menampung pelayanan rujukan dari rumah sakit kabupaten.

RSUD Brebes tergolong besar, dengan memiliki tempat tidur inap 167, termasuk 7 kamar tidur inap VIP, lebih banyak dari rumah sakit di Jawa Tengah yang rata 56 tempat tidur. Bahkan sebagai rumah sakit tipe B, tak hanya fasilitas gedung yang tingkatkan, peralatan medis juga terus dimodernisasi.

Selama satu tahun terakhir ini RSUD Brebes terus menambah alat-alat medis dan kebutuhan dokter spesialis, di antaranya peralatan USG empat dimensi, Fentilator, Laeroskopi dan monitor di runag ICU serta ruang operasi.

Khusus peralatan medis jantung, kini RSUD Brebes mempunyai alat medis yang terbilang paling canggih di wilayah eks karsidenan Pekalongan, yakni Echo Cardiography yang berfungsi sebagai alat untuk memberikan gambaran fungsi kerja jantung, alat ini mampu mendeteksi pembesaran jantung, kebocoran sekat-sekat jantung, kondisi otot jantung yang lemah dan adanya tumor. ujar Wakil Direktur RSUD Brebes, Slamet Harjono di ruang kerjanya.

"Selain itu, kami juga memiliki alat treadmill dan CT scan 16 slice,” terangnya. Lebih lanjut dijelaskan, poli jantung dengan alat medis yang modern itu menjadi layanan unggulan di RSUD Brebes. untuk itu, dokter spesialis juga dilakukan penambahan personel.

Di tahun 2016 ada penambahan 4 dokter spesialis, yang meliputi dokter spesialis jantung, bedah, ortopedi dan dokter spesialis laboratorium.

"Kami melakukan penambahan dokter spesialis, pembangunan gedung hingga peralatan medis ini karena memang menjadi kebutuhan mendesak bagi layanan kesehatan masyarakat. Bahkan, akibat kekurangan ruang rawat inap para pasien harus rela menunggu sampai dua hari agar bisa mendapatkan ruangan inap. Ini yang menjadi kami prihatin dan harus terus berbenah,” paparnya.

"RSUD Brebes sudah menjadi rujukan pasien regional" imbuhnya.

Selasa, 11 April 2017

Edarkan Narkoba, ES Terancam Hukuman 2 Tahun Penjara


Kabarjateng.com, Brebes – ES (24) warga jalan Sultan Agung Kampung Saditan RT o1 RW 07, Kelurahan Brebes Kecamatan Brebes berhasil di tangkap di rumahnya oleh Satnarkoba Polres Brebes karena diduga sebagai pengedar obat berbahaya. 


ES, ditangkap Minggu dini hari (9/4/2017) dirumahnya dengan barang bukti beberapa obat obat keras yang masuk daftar narkoba, yaitu sejenis Tramadol dan Hexsimer yang sudah di kemas perpaket berikut uang 400 ribu rupiah dan 2 hp.


Kapolres Brebes AKBP Luthfie Sulistiawan melalui Kasat Resnarkoba Polres Brebes, AKP Eko Sugeng menuturkan, "tersangka ditangkap atas dasar laporan warga atas ulahnya yang menjual obat-obatan terlarang, saat ditangkap, tersangka sedang mengemas obat yang akan diedarkan, yakni berupa obat Tramadol dan Heximer di rumahnya,” ujar AKP Eko Sugeng.

Untuk memastikan bahwa tersangka merupakan pengedar, Polisi berusaha mendapatkan barang bukti dengan menggeledah kamar tersangka, dan di temukan beberapa obat-obatan yang masuk daftar terlarang yang sudah dikemas,” imbuhnya.

AKP Eko menjelaskan, heximer merupakan obat-obatan keras yang dijual secara terbatas. Obat tersebut digunakan sebagai obat penenang atau antidepresian yang biasa dikonsumsi oleh orang stres atau orang gila. "Kalau dijual tanpa izin dokter, obat ini kemungkinan besar untuk disalahgunakan. Jadi bisa dipakai buat mabuk-mabukan, dengan campuran minuman keras," katanya.

Sementara tersangka terancam  dikenai Pasal 196 Jo 98 ayat (2) UURI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman yakni 2 tahun penjara.

Minggu, 09 April 2017

Mencuri Di Rumah Kosong, Seorang Residivis Kembali Di Cokok Polisi


Kabarjateng.com,Brebes- Arifudin (19) seorang Nelayan warga desa Cipelem , di cokok pihak berwajib setelah melalukan aksi pencurian di rumah kosong di Desa Bulusari Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes.

Arifudin yang juga seorang Residivis atau penjahat kambuhan berhasil menyatroni rumah korbanya dengan menggondol sejumlah harta korban, namun naas, belum menikmati hasilnya, pelaku di pergoki warga.

Di sampikan oleh Kapolsek Bulakamba AKP Harti, bahwa pelaku berhasil ditangkap setelah sebelumnya dilakukan penyelidikan atas laporan Wastori (71) warga desa Bulusari Kecamatan Bulakamba yang juga merupakan korban pencurian yang dilakukan oleh pelaku pada Senin (3/4) lalu.

Modus yang dilakukan oleh pelaku yakni dengan cara masuk kedalam rumah korban yang dalam kondisi kosong di waktu siang hari ketika korban sedang pergi melakukan kegiatan rutin disawah.

Dengan kondisi rumah yang kosong pelaku menggasak barang milik korban berupa uang tunai kurang lebih Rp 200 ribu dan perhiasan berupa emas (liontin dan gelang) yang di simpan di bawah tempat tidur.

Selanjutnya pelaku keluar rumah, namun aksinya dipergoki oleh Wito (70) sehingga melaporkan kejadian tersebut kepada korban.

Selain mengamankan pelaku, Polisi juga menyita barang bukti berupa 1 (satu) buah Liontin/bandul seberat 2 gram, 1 (satu) buah gelang serat 20 gram serta uang tunai kurang lebih Rp 200.000,-(dua ratus ribu rupiah).

Dari hasil pemeriksaan oleh penyidik bahwa pelaku Arifudin merupakan residivis. Yang bersangkutan sebelumnya melakukan perbuatan serupa dan di vonis 2 tahun penjara serta menjalani hukuman di Lapas Kabupaten Brebes.

"Pelaku dan Barang Bukti sudah kami amankan di Mapolsek Bulakamba dan tengah dilakukan penyidikan lebih lanjut," jelas Kapolsek Bulakmba AKP Harti.

Kamis, 06 April 2017

Penerimaan Anggota Polri Tidak Di Pungut Biaya alis Gratis



Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali membuka dan memberikan kesempatan kepada putra putri terbaik Indonesia untuk di beri kesempatan menjadi anggota Polri.

Kesempatan di buka untuk penerimaan personel dari taruna Akademi Kepolisi (Akpol), Brigadir dan Tamtama, di buka pada  15 maret 2017 sampai 15 april 2017.

Sementara peminat di Brebes hingga saat dari data yang ada, yang mendaftar di Polres Brebes Baru 215 Casis anggota Polri Baik berminat di Akpol, Bintara dan Tamtama .

Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Sumda), Kompol Cahyadi Abdilah mengatakan “Penerimaan anggota Polri tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis,” tegas Kompol Cahyadi Abdilah kepada media.

Dikatakanya, penerimaan personel 15 maret 2017 sampai 15 april 2017 didasarkan pada Surat Telegram bertanggal tentang warning order penerimaan taruna, brigadir, dan tamtama Polri tahun anggaran 2015 serta Surat Telegram Kapolri tentang arahan pelaksanaan penerimaan taruna Akpol, brigadir, dan tamtama tahun anggaran 2017 secara terpadu,

Untuk calon anggota Polri di Brebes, pendaftaran dilakukan di Polres Brebes.

Pelaksanaan seleksi tahun ini bakal sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, mulai tahun ini, seleksi akan dilaksanakan secara terpadu melalui seleksi, dan tes.

"penerimaan waktunya akan bersamaan, sedangkan pendafaran melalui online. Untuk verifikasi data administrasi dilakukan di Polres Brebes"terang Kompol Cahyadi Abdilah.

Untuk lebih jelas, masyarakat yang tertarik untuk menjadi anggota Polri dapat mengakses situs resmi http://www.penerimaan.polri.go.id

Rabu, 05 April 2017

Kecelakaan Antara Mobil Pick Up dan Truk Tronton di Kabupaten Batang, Satu Korban Meninggal Dunia

Kabarjateng.com, Batang - Rabu (05/04) siang terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil Pick Up dengan nomor polisi H 1660 RA dan truk tronton box dengan nomor polisi T 9541 DD di Jl. Raya Desa Penundan, Banyuputih, Kabupaten Batang.

Dalam kecelakaan ini mengakibatkan pengemudi mobil Pick Up, Ananto Kusuma (38) warga Wergu Kulon Wergu Wetan, Kudus meninggal dunia.

Menurut Kanitlaka Satlantas Polres Batang, Ipda Windarto kecelakaan tersebut bermula saat mobil Pick Up melaju dari arah timur ke barat. Sesampainya di lokasi kejadian, mobil Pick Up mengalami oleng ke kiri kemudian menabrak truk tronton box.
Sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab olengnya mobil Pick Up tersebut.

"Kondisi tubuh korban terjepit kabin kemudi. Korban meninggal dunia karena mengalami luka parah dibagian kepala." ujar Kasatlantas Polres Batang, AKP Rendy Johan.

Supporter Banaspati Mengalami Kecelakaan di Jl.Raya Jepara-Kelet, Satu Korban Meninggal Dunia

Kabarjateng.com, Jepara - Rabu (05/04) siang sebuah mobil Pick Up rombongan supporter Banaspati  mengalami kecelakaan di Jl. Raya Jepara-Kelet. Tepatnya di Desa Seculik, Kecamatan Kembang, Jepara.

Dalam kecelakaan ini mengakibatkan satu korban korban meninggal dunia.

Diketahui identitas korban bernama Subkhan (25) warga Desa Kancilan RT 01/04, Kecamatan Kembang, Jepara meninggal.

Menurut keterangan saksi mata, kecelakaan bermula saat rombongan supporter Banaspati akan mendukung tim kesayangannya, Persijap Jepara Junior yang akan bertandang ke Pati melawan Persipa Pati tadi sore melaju dari arah barat hendak mendahului sepeda motor didepannya. 

Tiba-tiba dari arah berlawan ada kendaraan yang sedang melaju. Diduga sopir Pick Up kaget, seketika langsung banting setir kiri dan akhirnya menabrak tebing dipinggir jalan. 

Saat ini korban lainnya yang mengalami luka-luka sudah dibawa ke Puskesmas untuk mendapat perawatan.

Senin, 03 April 2017

Mayat Tanpa Identitas Gegerkan Warga Jubang Brebes

Kabar Jateng.com-Brebes- Warga Desa Jubang di buat geger adanya penemuan sesosok mayat kakek kakek tanpa identitas di tepi sungai area persawahan di wilayanya, Desa Jubang Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes beberapa waktu lalu.

Mayat laki laki yang di perkiraan berusia 60 tahun, dengan ciri ciri menggenakan celana pendek putih tanpa baju atas dugaan sementara bukan akibat  penganiayaan maupun tindak kriminal, hal tersebut  di tempat kejadian perkara (TKP) tidak di temukan dugaan adaya dugaan pembunuhan.

Amroji (44) warga yang pertama kali menemukan mengatakan "Pada saat ditemukan di tepi sungai persawahan , kondisi korban saya lihat  masih dalam keadaan hidup namun sangat kritis dan sebagian tubuhnya terendam air sungai" bebernya.

"saat itu (lanjutnya lagi) saya langsung menghubungi pamong desa untuk melaporkan,  namun saat kembali lagi bersama pamong desa, rupanya korban sudah meninggal" terangnya. selanjutnya laporan segara di teruskan ke Polsek Bulakamba Polres Brebes untuk di tangani lebih lanjut.

Sementara di akui oleh pemerintah desa setempat, pihaknya tidak mengenal korban, selain tidak ada laporan warganya yang mengakui sebagai keluarga korban, juga tidak di temukan adanya kartu identitas.

Kapolsek Bulakamba AKP Harti SH, membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya setelah mendapat laporan segera menuju ke tempat kejadian. “Dari hasil olah TKP tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan maupun tindak kriminalitas lainya,” terang AKP Harti.

Ditambahkan juga oleh Harti, saat ditemukan juga tidak ada identitas. Kondisi mayat hanya mengenakan celana kolor warna putih. “Diperkirakan korban berusia 60 tahun,” tambahnya.  Saat ini mayat sudah dibawa ke RSUD Brebes.

Sementara itu, pihak Polsek Bulakamba mengimbau kepada warga yang merasa kehilangan saudara dengan ciri-ciri tersebut diatas bisa menghubungi petugas untuk bisa memastikan identitas dari mayat yang ditemukan di wilayah persawahan didesa Jubang Kecamatan Bulakamba Brebes.

Nasib Petani Bawang Merah Brebes Tak Seharum Aromanya


Kabar Jateng.com-Brebes-Selain telor asin, bawang merah merupakan produk unggulan Kabupaten Brebes, bahkan dua produksi pertanian unggulan brebes tersebut telah menancap pada brebes sebagai aikon Kabupaten Brebes,

Namun miris, petani yang telah menjadikan brebes sebagai penghasil bawang merah terbaik, justru nasibnya tak seharum aroma bawang merah yang di hasilkanya, hal tersebut seperti di ungkapkan Ketua Asosiasi Pemberdayaan Petani Bawang Merah Indonesia (APP BAMINDO) Jawa Tengah, Tarmidi. Kepada Kabar Jateng.com

Tarmidi mengatakan,"nasib para petani bawang merah di brebes tak seharum aroma yang di hasilkanya, petani bawang merah belum bisa menikmati hasil yang maksimal dari harga penjualan pasaran, hal tersebut karena banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya harga di permainkan oleh spekulan atau pedagang yang memiliki modal besar" beber Tarmidi.

Selain itu menurutnya perlu adanya peran serta bersama dalam pembenahan kebijakan untuk mensejahterakan petani bawang itu sendiri, di antaranya pembinaan, permodalan, pengelolaan dan kebijakan pemerintah, peran serta para stakeholder perlu di libatkan, dan yang paling penting perlunya memangkas beberapa mata rantai distribusi pemasaran, dengan mekanisme hili-hulu.

Dengan menerapkan beberapa hal, Tarmidi meyakini, kesejahteraan petani bawang merah , kususnya petani kecil dengan penggarapan lahan di bawah ½ hektar dapat di tingkatkan.

Dikatakanya, saat ini APP Bamindo sendiri telah melakukan upaya pembenahan dengan membentuk beberapa kelompok petani, guna menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan, organisasi dan lembaga pemerintah.

Dirinya yang mewakili kelompok petani bawang merah Brebes, beberapa waktu lalu telah di undang sebagai narasumber dalam diskusi public tetang nasib petani bawang merah, yang di gelar Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM)PP Muhamadiyah di Jakarta.

Melalui diskusi publik, beberapa poin penting telah di sepakati, salah satunya MPM PP Muhamadiyah bersedia menjadi patner dalam memberikan pembimbingan dan permodalan dalam pengelolaan tanam bawang merah yang baik dan benar

Dengan kesepakatan tetsebut dirinya berharap mampu meningkatkan kesejahtetaan petani bawang merah brebes.

Minggu, 02 April 2017

Kronologi kecelakaan Wisatawan Asal Kudus di Gunungkidul, Korban Meninggal Bertambah Menjadi 4 Orang

Kabarjateng.com, Jogja - Minggu (02/04) pagi sekitar pukul 06.00 sebuah mobil minibus berjenis Elf dengan nomor polisi D 7124 AN yang mengangkut sebanyak 17 orang wisatawan asal Kudus Jawa Tengah dan 1 sopir mengalami kecelakaan di Tanjakan Pokcucak, Jalan Bedoyo - Semanu, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul.

Dalam kecelakaan ini mengakibatkan 4 korban meninggal dunia. Bertambah 1 orang yang sebelumnya korbang meninggal berjumlah 3 orang. 

Korban meninggal dunia yaitu Akila Nuri (1 tahun), Muhammad Akhsin (23), Khaerul Amar (29), Abdul Khafidz (22) yang merupakan warga Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Sedangkan sopir mobil elf, Kiswoyo (38) masih dalam perawatan.

Kecelakaan ini bermula saat mobil minibus travel Isuzu elf yang mengangkut 17 orang wisatawan serta 1 sopir asal Kudus hendak menuju pantai Indrayanti, kabupaten Gunungkidul DIY.


Sebelumnya, rombongan tersebut tidak mengetahui jalah ke arah pantai Indrayanti, kemudian bertanya kepada warga di depan PT Sugih Alam Bedoyo. Selanjutnya mobil elf tersebut berputar arah ke barat. Sesampainya di Tanjakan Pokcucak Jalan Bedoyo - Semanu, Kec Ponjong, kondisi jalan saat itu sepi dan tertutup kabut.

Mendadak mobil elf tersebut mengalami oleng dan menabrak pohon mangga di pinggir jalan yang mengakibatkan mobil elf tersebut terguling.

Kecelakaan antara Dua Sepeda Motor di Jl. Raya Pati-Tayu

 
Kabarjateng.com, Pati - Minggu (02/04) siang sekitar pukul 11.50 terjadi kecelakaan antara sepeda motor Spacy dengan sepeda motor Tiger dengan nomor polisi K 3210 BS di Jl.Raya  Pati-Tayu, tepatnya di depan Ruko Kajar Trade Center Trangkil.

Menurut saksi mata, kecelakaan bermula saat sepeda motor Spacy yang sudah menyalakan lampu sein ke kanan hendak belok ke kanan. Tiba-tiba dari belakang ada sepeda motor Tiger yang menabrak dari belakang.
Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Pengendara sepeda motor Tiger yang mengalami luka saat ini sudah dilarikan ke RSU Suwondo Pati. Sedangkan pengendara sepeda motor Spacy hanya mengalami luka ringan.

Saat ini Polsek Wedarijaksa sudah berada dilokasi untuk menangani kecelakaan tersebut.

Rombongan Asal Kudus Mengalami Kecelakaan di Gunungkidul Jogja, 3 Korban Meninggal Dunia

Kabarjateng.com, Jogja - Minggu (02/04) pagi sebuah mobil mini bus yang mengangkut rombongan wisatawan asal Kabupaten Kudus mengalami kecelakaan tunggal di ruas jalan Pok Cucak, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul.

Akibat kecelakaan ini mengakibatkan 3 penumpang mobil mini bus asal Kabupaten Kudus meninggal dunia dan 15 penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Dua korban meninggal di RSUD Wonosari, sedangkan 1 korban meninggal di RS Pelita Husada.

Kecelakaan bermula saat sebuah mobil mini bus yang mengangkut 18 orang hendak berwisata ke Pantai Indrayanti, Gunungkidul. Namun saat dalam perjalanan di jalan menikung, mobil mini bus mengalami oleng hingga akhirnya terbalik dan mengakibatkan 3 korban meninggal dunia.
Saat ini 6 korban yang mengalami luka-luka masih dirawat di RSUD Wonosari, sedangkan 9 korban luka-luka lainnya dirawat di RS Pelita Husada.
Hingga berita ini dilansir, polisi masih melakukan olah TKP dan masih belum bisa memberikan informasi secara detil terkait laka tersebut.

KA Kaligung Sekarang Layani Brebes-Semarang Poncol PP

Kabar Jateng.com, Brebes - Guna peningkatan pelayanan Transpotasi yang aman, nyaman, efektif dan efesien serta kemudahan melakukan perjalanan Brebes-Semarang, PT.KAI [Persero] Daop 3 Cirebon lakukan inovasi perpanjangan relasi Kereta Api Kaligung pemberangkatan dari Stasiun Brebes menuju Stasiun Semarang Poncol PP [Pulang Pergi] yang sebelumnya hanya berangkat dari Stasiun Tegal.

Tepat pada hari Sabtu 1 April 2017, KA Kaligung relasi Brebes-Semarang Poncol di launching oleh Bupati Brebes, Hj.Idza Priyanti,SE dan Wakil Bupati, Narjo, SH. dengan melakukan ritual pemecahan air kendi ke lokomotif KA Kaligung yang di ikuti Kepala Daop 3 Cirebon Rusi Haryono.

 KA Kaligung di berangkatkan dari Stasiun Brebes sementara memiliki dua opsi perjalanan dalam satu hari pemberangkatan, pukul 09.45 dan pukul 12.15 WIB, kereta ini memiliki 560 kursi dengan harga tiket di jual kompetitif yaitu Rp.50ribu Brebes-Semarang Poncol.

 Bupati Brebes, Hj.Idza Priyanti,SE dalam sambutanya sangat mengapresiasi kepada Kepala Daop 3 Cirebon yang telah mengakomodir harapan dan keinginan masyarakat Brebes untuk bisa KA Kaligung berangkat dari Stasiun Brebes, sekaligus menghimbau kepada jajaranya untuk mensosialisasikan hadirnya KA Kaligung di Stasiun Brebes agar bisa di menikmati kemudahanya serta akan semakin menambah antusias pengguna jasa kereta api terutama dari Brebes menuju Semarang dan kota kota lain yang di lewati, dan dapat menyambut baik dengan menjaga aset negara yang merupakan transpotasi unggulan Indonesia.

 Dirinya juga berharap pada masyarakat Brebes untuk bisa menangkap peluang hadirnya KA Kaligung di Stasiun Brebes untuk peningkatan potensi perekonomian dan wisata Kabupaten Brebes dan sekitarnya.

 Sementara Kepala Daop 3 Cirebon, Rusi Haryono mengatakan,” Berkembangnya perekonomian Kabupaten Brebes dan sekitarnya , tentu dibutuhkan kemudahan transportasi publik , hal ini tidak serta merta di barengi dengan fasilitas jalan raya yang memadai, beban jalan yang semakin berat dan padat oleh arus lalu lintas menjadi kendala, tentu hal ini berpotensi menimbulkan kecelakaan, oleh karenanya, sebagai transportasi massal, kereta api menjadi pilihan terbaik dan solusi masyarakat untuk melakukan perjalanan yang bebas dari kemacetan, untuk itu kami berharap masyarakat bisa menjaga dan menyambut baik” tandas Rusi.

 Rusi menambahkan, KA Kaligung selain tempat duduk bisa di pesan satu atau dua orang, Kaligung juga bisa di pesan per gebong untuk kegiatan perjalanan rombongan.

Sabtu, 01 April 2017

Akhirnya Pelaku Pembunuhan Siswa SMA Taruna Nusantara Magelang Terungkap

Foto : Tribunjogja
Kabarjateng.com, Magelang - Kepolisan daerah (Polda) Jawa Tengah akhirnya berhasil mengungkap pelaku pembunuhan Krisna Wahyu Nurachmad (14), siswa kelas 10 SMA Taruna Nusantara Magelang.

Kombes Pol, Djarod Padakova menyebutkan, penyelidikan kasus tersebut melalui proses yang cukup panjang dan memeriksa 16 saksi, yakni 13 siswa SMA Taruna Nusantara yang masih dalam satu barak dengan korban dan 3 orang pamong asrama.

Akhirnya polisi berhasil mengungkap pelaku pembunuhan tersebut. AMR (16), Pelaku merupakan teman korban yang juga pelajar SMA Taruna Nusantara Magelang.
"AMR melakukan aksinya saat kondisi barak sedang sepi, sekitar pukul 03.30 WIB. Motifnya karena sakit hati,” Ujar Djarod Padakova.

Pembunuhan tersebut dipicu lantaran AMR sakit hati karena aksinya mencuri buku tabungan dan uang murid lain kepergok oleh korban.

Selain karena sakit hati mengenai pencurian, pembunuhan tersebut juga dipicu karena ponsel milik AMR disita oleh pihak sekolah yang saat itu sedang dipinjam oleh korban.

Siswa SMA Taruna Nusantara Magelang Ditemukan Tewas Dengan Luka Sobek Dileher

Kabarjateng.com, Magelang - Jum'at (31/03) pagi sekitar pukul 04.00 seorang siswa SMA Taruna Nusantara Magelang ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa dikamar asramnya,  tepatnya Barak G17 Kompleks SMA Taruna Nusantara Magelang.

Diketahui identitas korban  bernama Krisna Wahyu Nurachmad (14) warga Jalan Sumarsana No 12 RT 003 RW 04 Kel. Merdeka, Kec. Sumur, Bandung, Kota Bandung,  Jabar (barak G 17 kamar 2B).

Kejadian tersebut pertama kali diketahui pengasuh asrama yang hendak membangunkan siswa di barak G 17 untuk melaksanakan sholat Subuh dan sudah dalam keadaan bersimbah darah dengan luka sobek dibagian leher korban.
Melihat kejadian tersebut, ia langsung memegang urat nadi korban yang disaksikan oleh beberapa temannya. Namun nadi korban sudah tidak berdenyut.

Kemudian ia langsung melaporkan ke wakil Kepala sekolah kesiswaan dan selanjutnya melaporkan ke Polsek Mertoyudan.

Proses Evakuasi Balita Yang Tercebur Sumur di Jepara

Kabarjateng.com, Jepara - Tim Basarnas Pos SAR Jepara akhirnya berhasil mengevakuasi Ahmad Khoirul Anam, bocah berusia empat tahun yang ditemukan tewas di dalam sumur rumahnya, Desa Bugel RT 7 RW 2, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jum'at (31/03).

Setibanya di lokasi, anggota Tim Basarnas Pos SAR langsung melakukan evakuasi dengan menggunakan teknik vertikal rescue.

"Proses evakuasi dengan cara menggunakan tali serta alat bantu tabung SCBA yang kemudian salah satu anggota masuk turun kedalam sumur, Ujar Koordinator Basarnas Jepara, Whisnu Yugo Utomo.


Sumur tersebut memiliki tinggi bibir satu meter dengan diameter lubang 1,5 meter serta kedalaman sumur hingga permukaan air sekitar 12 meter serta kedalaman air dua meter.

Selang 10 menit, aggota Tim Basarnas Pos SAR pun keluar dari dalam sumur dengan membawa tubuh Ahmad Khoirul Anam, sekitar pukul 14.45.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Ahmad Khoirul Anam langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat.

Seorang Balita Ditemukan Tewas Didalam Sumur di Jepara

Kabarjateng.com, Jepara - Jum'at (31/03) siang sekitar pukul 12.00 seorang bocah berusia 4 tahun ditemukan tewas didalam sumur rumahnya sendiri di Desa Bugel RT 07 RW 02 Kecamatan Kedung, Jepara.

Diketahui korban bernama Ahmad Khoirul Niam (4) yang merupakan anak dari pasangan Sutomo dan Sunami

Kejadian tersebut berawal saat korban meminta dimandikan oleh sang ibu, Sunarmi sekitar pukul 12.00. Namun permintaan tersebut tak langsung dituruti lantaran Sunami hendak menunaikan sholat.
Setelah selesai sholat, sekitar pukul 12.30 Sunami berniat mencari anaknya. Dan akhirnya Khoirul Niam ditemukan sudah berada didalam sumur dengan kondisi mengapung.

Pendaftaran Siswa Membludak, Pihak Sekolah Di Kabupaten Brebes Kebingungan

Kabarjateng.com, Brebes - Terhitung sejak awal januari 2017,pengelolaan SMA/SMK sederajat di ambil alih oleh pemerintah propinsi, sebaliknya pemerintah kabupaten/kota hanya memiliki kewenangan di tingkat SD dan SMP sederajat.

Peralihan SMA/SMK sederajat ke propinsi merujuk pada amanat UU nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, dalam peralihan atau penyerahan pengelolaan meliputi tiga hal, yakni aset, sumber daya manusia[SDM] serta keuangan.

Tujuan peralihan SMA/SMK ke propinsi, dasarnya agar Pemda Kabupaten/Pemkot, dapat lebih focus membenahi pendidikan dasar, sementara Pemerintah Propinsi di harapkan dapat menuntaskan program yang di canangkan Pemerintah pusat, yakni wajib belajar[Wajar] 12 tahun, dengan focus prioritas pada pendidikan menengah.

Namun dalam masa transisi beberapa kendala hingga saat ini belum mendapat solusi, salah satunya SMKN 02 Songgom Brebes, SMK yang memiliki jurusan Nautika [Pengetahuan Kepelautan]  yang baru berdiri sejak tahun 2015  dan baru memiliki siwa kelas X dan XI serta hanya memiliki beberapa ruang kelas, tidak mampu menampung siwanya yang melebihi kapasitas ruang kelas, apa lagi di tahun ajar 2017/ 2018 mendekati Penerimaan Peserta Didik Baru [PPDB], SMKN 02 Songgom belum mempunyai gambaran ruang kelas tambahan.

Di katakan Kepala Sekolah SMKN 02 Songgom, Drs. Samsudin,MPd. melalui sucipto “ adanya peralihan kewenangan dan dalam masa transisi, pihak sekolah kami masih kebingungan, untuk mengajukan permohonan bantuan, dari pemda kabupaten sendiri sudah tidak mengalokasikan, tetapi kami sendiri tidak tahu apakah Pemprop  ada atau tidak adanya alokasi anggaran di tahun ini” kata sucipto.

“yang jelas,[lanjutnya lagi] kami sendiri kebingungan siswa nantinya akan di tempatkan dimana, sementara animo masyarakat begitu tinggi pada sekolah SMKN 02 Songgom, kusunya pada kejuruan Nautika, yang baru ada dua SMK di Brebes dengan kejuaruan Nautika , terbukti meski belum resmi membuka Penerimaan Peserta Didik Baru [PPDB] 2017/2018, sudah hampir mendekati angka 200 siswa yang telah terdaftar pada daftar sementara, hal itu membuktikan bahwa animo masyarakat sangat tinggi”.ujarnya.

Adanya kendala tentang sarana dan prasarana untuk menunjang pendidikan yang belum terpenuhi, pihaknya saat ini hanya bisa berharap pada Pemerintah Propinsi untuk merespon dan memberikan skala priorotas pada sekolah baru yang belum bisa berjalan maksimal, lebih pada sekolah yang memiliki animo  tinggi di masyarakat, hal itu selain untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia [SDM], sekaligus memberikan pelayanan pendidikan sebagai tanggungjawab bersama, kusunya pemerintah.

“Kami berharap pada Dinas Propinsi merespon dan ada tindakan skala prioritas bagi SMKN 02 Songgom Brebes untuk mewujudkan ruang kelas baru, mengingat saat ini hanya beberapa ruang kelas,  itu pun belum memenuhi standar pengisian kelas dengan 36 siswa, saat ini satu kelas masih di isi lebih 40 siswa, kami jangan di samakan dengan sekolah yang sudah berjalan, kami adalah sekolah baru yang kebetulan animo masyarakat sangat tinggi, kami masih bingung dengan siswa baru nantinya, jika tidak ada penambahan ruang kelas baru’’ Tandasnya.

Kecelakaan di Jl. Raya Pantura Batangan-Juwana, Satu Korban Meninggal Dunia

Kabarjateng.com, Pati - Sabtu (01/04) dini hari sekitar pukul 01.15 terjadi kecelakaan antara sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi K 5244 KM dengan truk gandeng dengan nomor polisi S 8705 UX di Jl. Raya pantura Batangan-Juwana tepatnya depan ruko congyok turut desa Bumiharjo Kecamatan Juwana, Pati.

Akibat kecelakaan ini mengakibatkan satu pengendara sepeda motor Honda Vario meninggal dunia ditempat.
Menurut saksi mata, kecelakaan bermula saat pengendara sepeda motor Honda Vario melaju dengan kecepatan tinggi. Berjarak sekitar -+10 sebelum dilokasi kejadian, korban mengeluarkan ponsel miliknya. Tepat didepan ruko congyok, motor korban mengalami oleng ke kiri dan menabrak body belakang truk yang sedang parkir di sisi kiri pinggir jalan.