Kamis, 09 Maret 2017

Tidak Menggunakan Helm, STNK dan SIM, Seorang Pria Memarahi Polisi Saat Ditilang Polisi

Kabarjateng.com, Sukoharjo - Video polisi menertibkan pengendara sepeda motor di daerah Solo Baru, Sukoharjo, menjadi viral. Dalam video tersebut pria yang ditertibkan malah marah-marah padahal jelas-jelas tidak memakai helm dan tak bisa menunjukkan SIM serta STNK.

Dalam video pertama, tampak pengendara berkaos hitam lengan panjang diberhentikan polisi. Saat ditanyai SIM dan STNK, pria itu menjawab dengan nada tinggi. “Ora eneng, [Tidak ada!],” katanya.
Perekam video sempat memperingatkan pria tersebut agar lebih sopan saat berbicara kepada polisi, karena polisi yang menertibkan sejak awal juga sopan.
Pria yang memakai kopiah warna putih itu terkesan tergesa-gesa dengan alasan menjemput ayahnya yang pulang umroh. Meski ditegaskan oleh personel polisi dia hanya perlu menunjukkan STNK, pria tersebut bersikeras tidak mempunyainya dan hanya ingin segera pergi.

Dalam video tersebut juga terekam pernyataan pria berkaus hitam yang mengaku dirinya tinggal di Desa Telobong, Solo Baru, Sukoharjo. Masih terus marah-marah, pria itu menyatakan sepeda motor yang dia pakai dipinjam dari seorang Polisi Militer (PM).

Di video kedua, pria itu terdengar menelepon seseorang yang dia panggil Bang Udin. Dia mengaku diberhentikan polisi saat mau menjemput ayahnya di embarkasi. “Halo Bang Udin, ini polisi-polisi lalu lintas aku dibikin konslet, ini bapakku mau pulang umroh. Kunciku dibawa, wonge nantang kowe kon rene,” ucap pria tersebut.
Pria ini sempat diberi tahu agar tidak usah mengendarai sepeda motor jika tidak punya SIM dan STNK. Namun, pria tersebut malah menuntun sepeda motornya dan sempat berhenti untuk menantang berkelahi si perekam video. Saat menuntun sepeda motor itu, tampak seorang perempuan mengikuti pria berkaus hitam itu.

Video tersebut mengundang beragam komentar dari netizen. Salah satu komentar menyebutkan pria yang membentak-bentak polisi itu memiliki kartu anggota Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Surakarta. Akun Dhadhang Andu mengunggah foto kartu RSJD Surakarta. Dalam kartu tersebut tertera nama Eko Riawanto, yang diduga nama pria yang membentak-bentak polisi.

Polsek Grogol, Sukoharjo, enggan berkomentar. Saat dihubungi via telepon, pihak Polsek Gorgol sempat menyebut identitas pria berbaju hitam dan ketiga polantas yang sedang bertugas. Namun, pihak Polsek mengaku menyerahkan urusan ini ke Poslantas.

Sedangkan Poslantas Grogol menyerahkan urusan ke Satlantas Sukoharjo. Poslantas Grogol mengatakan tidak ada sangkut paut dengan persoalan ini dan pihaknya hanya mengurusi arus lalu lintas.
*harianjogja

0 komentar:

Posting Komentar