Senin, 06 Maret 2017

Sopir Truk Tronton Bermuatan Besi Disekap dan Dibuang di Rembang, Truk Tronton Dibawa Kabur Pelaku

Kabarjateng.com, Rembang - Senin (06/03) dini hari sekitar pukul 00.15 ditemukan seseorang yang merupakan korban penyekapan dan pembiusan tergeletak di pinggir jalan Desa Padaran Kecamatan Rembang, Rembang dalam keadaan mata maupun kaki diikat dengan lakban.

Korban bernama Taufiq Ichwan Ghozali (29) warga dusun Sejan Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Kejadian bermula saat Taufiq mengemudikan truk tronton bermuatan besi yang melaju dari Surabaya menuju Jakarta. Sesampainya dijalur pantura, tepatnya di Desa Punjulharjo pada hari Minggu (05/03) sekitar pukul 03.00, truk berhenti sebentar lantaran Taufiq hendak buang air kecil.

Tak lama berselang, dari arah timur melaju mobil avanza berwarna silver dengan nomor polisi H berhenti didekat truk tronton. Setelah itu ada 4 orang yang keluar dari mobil dan langsung melumpuhkan korban menggunakan obat bius. Setelah itu korban diikat dan mata ditutup menggunakan lakban.

Pelaku membawa kabur truk tronton dan korban dibuang dipinggir jalan Desa Padaran.
Pada Senin (06/03) dini hari sekitar pukul 00.15 korban ditemukan oleh warga yang kebetulan melintas di lokasi kejadian. Selanjutnya warga langsung melaporkan ke Polsek Rembang.

Kapolsek Rembang Kota, AKP Sunarmin mengatakan pihaknya langsung mengontak Satreskrim Polres Rembang untuk menangani kasus tersebut. Polisi juga menyebarkan informasi ke Polres – Polres tetangga, dengan harapan bisa segera menemukan truk dan menangkap pelakunya. Namun sampai Senin siang, keberadaan truk masih belum jelas.

AKP Sunarmin menambahkan sopir truk terus dimintai keterangan oleh penyidik Reskrim Polsek Rembang Kota. Yang bersangkutan tidak menderita luka – luka. Ia turut menghimbau kepada sopir truk lain, sebaiknya kalau akan buang air kecil memilih tempat yang ramai, semisal di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Jika di tempat sepi, dikhawatirkan rawan memancing tindak kejahatan.

Sementara itu, sopir truk, Taufiq Ichwan Ghozali mengaku tak curiga akan disatroni para penjahat. Sejak berangkat dari Surabaya, menurutnya perjalanan lancar dan tidak merasa ada yang membuntuti. Pasca peristiwa ini, Taufiq sudah mengabarkan kepada pengurus truk maupun pemilik barang.

0 komentar:

Posting Komentar