Jumat, 17 Maret 2017

Semarang, Seorang Anak Tega Membunuh Ayahnya Karena Tidak Ada Makanan Dirumah

Kabarjateng.com, Semarang - Warga di Dusun Kauman, Desa Gogodalem, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang digemparkan oleh salah satu warga, Yusuf (36) yang tega menganiaya ayah kandungnya, Dahromi (80) hingga tewas.

Diketahui Yusuf memiliki riwayat gangguan kejiawaan sejak lima tahun terakhir.

Menurut beberapa saksi, kejadian bermula saat Rabu (15/03) malam sekitar pukul 21.30, Yusuf datang kerumah orang tuanya yang tak jauh dari rumahnya.

Yusuf yang saat itu datang kerumah orang tuanya hendak meminta makan lantaran ia tak memiliki makanan dirumahnya. Namun Dahromi tak bisa memenuhinya karena ia juga tidak ada makanan.

"Karena di rumah korban tak ada makanan, pelaku mengamuk. Dia menganiaya ayahnya dengan menendang dan memukul," ujar Kapolres Semarang, AKBP Vincentius Thirdy Hadmiarso,

Saat pelaku mengamuk, warga dan tetangga sekitar tak berani datang.

Keesokan hari, Kamis (16/3/2017), warga mendapat kabar bahwa korban meninggal.Mereka langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolsek Bringin.

Aparat Polsek Bringin segera membawa jenazah korban yang sehari-harinya bekerja sebagai petani ini untuk divisum di Puskesmas.

"Hasil visum, korban mengalami luka memar atau bengkak di rahang, kepala bagian belakang, dan pinggang sisi kiri. Diduga karena dianiaya memakai tangan kosong," imbuh AKBP Vincentius Thirdy Hadmiarso.

Polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi.

Mereka masih menunggu hasil observasi dan rekomendasi yang akan dikeluarkan oleh RSJ Prof Dr Soerojo Magelang.

Kapolres menyatakan jenazah korban setelah divisum langsung diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan.

"Proses (hukum) masih berjalan. Kami masih menunggu hasil observasi dan rekomendasi rumah sakit jiwa untuk menentukan langkah hukum selanjutnya," tandas Kapolres. (TB)


EmoticonEmoticon