Select Menu

Favourite

Berita Jateng

Nasional

Gambar template oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Berita Politik

Berita Parlemen

Ekonomi

Berita Hukum

Sepakbola

Simak Dulu


SEMARANG – Arus mudik Lebaran 2014 dari arah barat yang melalui jalur utara masih terbilang sepi. Dari pantauan disepanjang Jalan Siliwangi hingga pintu tol Krapyak, pemudik yang melintas masih terlihat lancar.
Kanit Lantas Polsek Ngaliyan IPTU Suyit Munandar mengatakan, hingga kini (H-5) pemudik yang melintas masih didominasi kendaraan roda dua dari arah barat masuk ke arah Kota Semarang.
“Sampai saat ini masih sepi, pemudik yang melalui jalur utara kemungkinan dialihkan lewat jalur alternatif lain akibat amblesnya jembatan Comal beberapa waktu lalu. Kemungkinan puncak kepadatan arus pemudik terjadi pada H-2 dan H-1 Lebaran,” katanya, Rabu (23/7) petang.
Wagiman, salah seorang pemudik dari Jakarta yang hendak pulang kampung ke Wonogiri mengatakan, titik utama kemacetan jalur Pantura terjadi di Jembatan Comal Pemalang yang menyebabkan antrean panjang kendaraan.
“Saya sampai sejam tertahan di jalan akibat macet disekitar jembatan Comal, mobil dan motor yang ingin lewat harus melintas merayap satu-persatu. Walau sudah diberikan jalur alternatif, tapi harus memutar jauh dan waktu tempuhnya lama,” katanya.

Sumber:Berbagai sumber

JAKARTA - Melalui pidato yang disiarkan sejumlah stasiun televisi, calon presiden Prabowo Subianto menegaskan, "Menolak  pelaksanaan Pilpres 2014 yang cacat hukum dan kami menarik diri dari proses yang sedang berlangsung."
Calon wakil presiden yang berpasangan dengan Prabowo, Hatta Rajasa, tidak ikut dalam pidato di rumah Polonia, Selasa (22/7/2014) siang, Jakarta, itu. Salah satu tim sukses, Ali Ngabalin, menjelaskan, Hatta  "lagi ada cucunya".
Dalam pidato itu, Prabowo menyampaikan lima hal yang menjadi alasannya menarik diri dari proses pemilu. Berikut pernyataan yang dibacakan Prabowo di acara tersebut.
Pernyataan Sikap Capres-Cawapres Nomor 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa tentang Proses Rekapitulasi Pemilu Presiden 2014
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, izinkan saya menyampaikan apa yang telah menjadi hasil rapat tim kampanye nasional Prabowo-Hatta terhadap pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres) 2014.
Mencermati proses pelaksanaan pilpres yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), kami menemukan beberapa hal yang memperlihatkan cacatnya proses Pilpres 2014 sehingga hilangnya hak demokrasi warga negara Indonesia, antara lain:
1. Proses pelaksanaan Pilpres 2014 yang diselenggarakan oleh KPU bermasalah, tidak demokratis dan bertentangan dengan UUD 1945. Sebagai pelaksana, KPU tidak ADIL dan TIDAK TERBUKA. Banyak aturan main yang dibuat, dilanggar sendiri oleh KPU
2. Rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terhadap segala kelalaian dan penyimpangan di lapangan di berbagai wilayah tanah air diabaikan oleh KPU
3. Ditemukannya sejumlah tindak pidana kecurangan pemilu dengan melibatkan pihak penyelenggara pemilu dan pihak asing dengan tujuan tertentu hingga pemilu menjadi tidak jujur dan adil
4. KPU selalu mengalihkan masalah ke Mahkamah Konstitusi seolah-olah setiap keberatan dari tim Prabaowo-Hatta merupakan bagian dari sengketa yang harus diselesaikan melalui MK. Padahal sumber masalahnya ada pada internal KPU.
5. Terjadi kecurangan yang masif, terstruktur, dan sistematik pada pelaksanaan Pemilu 2014.
Atas beberapa pertimbangan tersebut di atas, maka kami capres dan cawapres Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa sebagai pengemban mandat suara dari rakyat sesuai Pasal 1 ayat (2) dan (3) UUD 45 akan menggunakan hak konstitusional kami: MENOLAK pelaksanaan Pilpres 2014 yang cacat hukum dan kami menarik diri dari proses yang sedang berlangsung.
Kami tidak bersedia mengorbankan mandat yang telah diberikan oleh rakyat dipermainkan dan diselewengkan. Kami Prabowo-Hatta siap menang dan siap kalah dengan cara demokratis dan terhormat.
Untuk itu kepada seluruh rakyat yang Indonesia yang telah memilih kami, untuk tetap tetap tenang. Karena kami tidak akan diam dan membiarkan hak demokrasi kita dicederai dan dirampas! Saya juga menginstruksikan kepada saksi-saksi Tim Prabowo-Hatta yang sedang mengikuti rekapitulasi di KPU untuk tidak lagi melanjutkan proses tersebut.
Jakarta, 22 Juli 2014
atas nama pasangan capres-cawapres No. 1 (ditulis tangan, red)
Prabowo Subianto


Sumber : Tribun news
Semarang, Antara Jateng - Pelaku usaha di daerah dinilai belum memahami pasar ekspor sehingga hal itu menjadi kendala mereka dalam mengekspor produknya.

Kepala Bidang Industri, Agro, Kimia dan Hasil Hutan Disperindag Jateng Ratna Kawuri di Semarang, Selasa menyatakan, pelaku usaha yang ingin melakukan ekspor harus memahami pasar dan buyer yang akan bekerja sama dengan mereka.

"Kondisi tersebut masih menjadi kendala bagi pelaku usaha untuk bisa mengekspor hasil produksinya, padahal banyak dari mereka yang ingin bisa melakukan ekspor," katanya.

Kendala lain yang dihadapi yaitu kurang pahamnya pelaku usaha dalam menguasai sistem pemasaran dan seperti apa ilmu tata niaga.

"Sebetulnya tanpa ekspor saya yakin usaha tetap bisa berkembang karena pasar lokal memiliki potensi tinggi, tetapi memang tantangannya adalah harus membangun kepercayaan pembeli lokal," ujarnya.

Ratna juga mengatakan tanpa memiliki modal pengetahuan maka pengusaha kecil tidak bisa merasakan hasil optimal dari hasil produksinya tersebut.

Menurutnya masih banyak terjadi industri besar yang ingin membeli produk dari pelaku usaha kecil tetapi dalam bentuk polosan atau tanpa merek dari si produsen, selanjutnya industri tersebut akan memberikan merek sendiri dengan harga jual yang jauh lebih mahal.

"Langkah tersebut tidak salah, tetapi akan lebih baik ketika produsen tersebut bisa menjual langsung barang produksi mereka ke pasaran, dengan demikian keuntungan juga lebih besar," jelasnya.

Sumber : Antara Jateng
Purwokerto - Kejaksaan Negeri Purwokerto kembali membidik kasus dugaan korupsi di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto setelah berhasil menyeret mantan rektor perguruan tinggi negeri tersebut ke meja hijau dalam kasus korupsi dana Corporate social responsibility (CSR).

"Kali ini, kami menyelidiki kasus dugaan korupsi pengadaan alat komunikasi pembelajaran jarak jauh Unsoed dengan total nilai proyek Rp19 miliar," kata Kepala Kejari Purwokerto Erwindu didampingi Kepala Seksi Intelijen Abdul Rasyid dan Kepala Seksi Pidana Khusus Hasan Nurodin Achmad, di Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa.

Menurut dia, proyek senilai Rp19 miliar itu didanai oleh APBN 2012 dan bergulir saat rektor Unsoed dijabat Edy Yuwono.

Ia mengatakan bahwa pihaknya bakal mengusut kasus tersebut hingga tuntas setelah Idul Fitri 1435 Hijriah.

"Saat ini, kami memang baru mengumpulkan data, dan selebihnya nanti akan ditangani oleh para kasi (kepala seksi)," katanya.

Sementara itu, Kasi Intelijen Abdul Rasyid mengatakan bahwa kasus tersebut pertama kali dilaporkan masyarakat ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang selanjutnya diteruskan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah hingga akhirnya dilimpahkan ke Kejari Purwokerto sejak 10 hari lalu.

Dalam laporan tersebut, kata dia, masyarakat menduga adanya penggelembungan anggaran (mark up) proyek pengadaan alat komunikasi pembelajaran jarak jauh itu.

Lebih lanjut mengenai pengusutan kasus dugaan korupsi tersebut, Kasi Pidana Khusus Hasan Nurodin Achmad mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan dan diperkirakan akan masuk tahap penyidikan dalam satu bulan ke depan.

"Saat ini, kami melakukan 'pull up' (menarik) data," katanya.

Hingga saat ini, Kejari Purwokerto telah meminta keterangan dari empat orang, salah satunya mantan Rektor Unsoed Edy Yuwono yang juga menjadi terpidana kasus kasus korupsi dana CSR PT Aneka Tambang yang menyebabkan kerugian negara Rp2,14 miliar.

Sumber : Antara Jateng 
Prabowo Subianto


JAKARTA - Saat KPU Pusat hampir merampungkan proses rekapitulasi suara Pilpres nasional 2014, Prabowo memberikan pernyataan yang mengejutkan. Prabowo menyatakan menarik diri dari proses Pilpres 2014. Dan memerintahkan seluruh saksi untuk tidak melanjutkan proses rekap di kantor KPU.
"Kami siap kalah dan siap menang. Tapi dengan cara yang demokratis. Seluruh rakyat Indonesia yang telah memilih saya, saya harap tenang," kata Prabowo di Jakarta, Selasa 22 Juli 2014.

Sumber: Tribun News
DPRD Provinsi Jateng

SEMARANG - Ketua Baleg DPRD Kota Semarang, Imam Mardjuki mengatakan pembahasan RAPBD Perubahan 2014 mundur dari target semula. Sebelumnya, ia menargetkan pembahasan akan selesai pada Juli. Ternyata tidak memenuhi target.
"Memang mundur, tapi yang bahas masih kami kok," kata politisi Partai Keadilan Sejahtera itu, Selasa (22/7/2014).
Ia mengatakan, saat ini pihaknya sudah membahas KUA PPAS Perubahan 2014. Perkiraannya APBD Perubahan akan selesai pada 12 Agustus mendatang. Atau sehari sebelum pelepasan jabatan anggota dewan lama.
Baginya hal itu tidak masalah karena yang membahas masih anggota dewan lama. Jika yang membahas adalah anggota dewan baru, dikhawatirkan tidak mengerti pola anggaran Apbd 2014 lalu. (*)

Sumber : Tribun Jateng (http://jateng.tribunnews.com/2014/07/22/pembahasan-rapbd-perubahan-selesai-sebelum-dewan-lama-lengser )


Semarang - Sebuah rumah mewah yang berada di  Jalan Papandayan nomor 73 Kecamatan Gajahmungkur, Semarang digrebeg petugas Breskrim Mabes Polri dan Reserse Polda Jawa Tengah. Setidaknya 33 orang yang diduga asal Korea ditangkap dalam penggerebegan tersebut.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono mengatakan dari informasi yang diperoleh  33 orang itu merupakan hacker dengan sasaran di China

"Indikasi tersangka adalah hacker yang menyasar di China," kata Djihartono saat dihubungi lewat telepon, Sabtu (18/7/2014).

Proses interogasi sudah dilakukan sejak pukul 09.30 WIB di rumah mewah bercat putih itu. Dari informasi yang dihimpun detikcom ada satu warga Indonesia bernama Asen alias Hendra yang bertugas menjadi penerjemah  dan menjemput dari Jakarta dan menempatkan di Semarang sejak sekitar dua bulan lalu.

Tumah yang menjadi lokasi penggerebegan memiliki dua lantai. Di halaman terlihat rumput yang tinggi dan di bagian depan terdapat dua CCTV.


Sumber: http://news.detik.com/read/2014/07/19/130854/2641981/10/33-orang-terindikasi-hacker-asing-digerebek-di-semarang