Select Menu

Favourite

Berita Jateng

Nasional

Gambar template oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Berita Politik

Berita Parlemen

Ekonomi

Berita Hukum

Sepakbola

Simak Dulu


Purwokerto - Bupati Banyumas Achmad Husein menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis, dalam kasus dugaan suap perizinan toko modern Indomaret yang melibatkan mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banyumas Rusmiyati.

Achmad Husein yang didampingi Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Banyumas Ahmad Suryanto tiba di Kejari Purwokerto sekitar pukul 09.00 WIB.

Dia langsung menuju ruang penyidik di lantai dua Kejari Purwokerto, sedangkan Ahmad Suryanto menunggu di Ruang Kepala Seksi Intelijen Abdul Rasyid.

Sekitar pukul 10.45 WIB, Achmad Husein tampak keluar dari ruang penyidik dan segera menuju ke mobil dinas R-1-A yang parkir di halaman dalam Kejari Purwokerto.

Saat ditemui wartawan, Bupati mengaku berusaha mematuhi kewajiban untuk memenuhi panggilan kejaksaan dalam kapasitas sebagai saksi.

"Saya saksi untuk Bu Rusmiyati. Ini baru satu kali (diperiksa)," katanya.

Disinggung mengenai jumlah pertanyaan yang diajukan penyidik, dia mengaku lupa.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa pertanyaan penyidik seputar kasus dugaan suap yang melibatkan Rusmiyati.

"Karena kasus Bu Rusmi (Rusmiyati), ya seputar kasus Bu Rusmi. Itu saja," katanya singkat.

Usai menjawab beberapa pertanyaan wartawan, dia pun segera meninggalkan Kejari Purwokerto karena harus segera menghadiri sebuah acara di Pendapa Si Panji Kabupaten Banyumas.

Dalam kesempatan terpisah, Kasi Intelijen Kejari Purwokerto Abdul Rasyid mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap Bupati Banyumas Achmad Husein merupakan yang pertama kali dan dalam kapasitas sebagai saksi.

Menurut dia, pertanyaan yang diajukan penyidik kepada Achmad Husein seputar kronologi pembongkaran bangunan toko modern jaringan waralaba PT Indomarco Prismatama (Indomaret) hingga terungkapnya kasus dugaan suap yang melibatkan Rusmiyati.

"Awalnya, Bupati menerima informasi jika banyak toko modern yang tidak berizin sehingga ditindaklanjuti dengan memerintahkan Satpol PP untuk melakukan penertiban," kata dia didampingi penyidik kasus dugaan suap Akhmad Kuswantoro.

Oleh karena tetap nekat beroperasi meskipun telah beberapa kali mendapat peringatan, Bupati akhirnya memerintahkan untuk melakukan pembongkaran terhadap toko-toko modern yang tidak berizin tersebut.

Hingga akhirnya, bangunan salah satu toko modern di Desa Tambaksari Kidul, Kecamatan Kembaran, dibongkar oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas karena lokasinya berseberangan dengan Pasar Tambaksogra, Kecamatan Sumbang, dan telah berulang kali diberi peringatan.

Pascapembongkaran toko modern tersebut, toko-toko modern milik jaringan Indomaret lainnya yang tidak berizin segera berhenti operasi.

"Kemudian Rusmiyati bertanya kepada Bupati, apakah toko-toko yang sudah tutup (berhenti operasi, red.) juga akan dibongkar. Bupati pun mengatakan bahwa toko-toko itu tidak perlu dibongkar, kasihan, biarkan melengkapi perizinan," kata Rasyid.

Tidak lama kemudian, kata dia, datanglah Budiyono dan Subroto yang mengaku sebagai kuasa hukum Indomaret guna mempertanyakan masalah pembongkaran toko modern, padahal mereka sudah memberikan uang sekitar Rp180 juta kepada Rusmiyati.

"Mendengar pernyataan Budiyono dan Subroto, Bupati pun terkejut karena penertiban toko modern tidak berjalan semestinya, sehingga Rusmiyati segera ditindak melalui proses Baperkumplin (Badan Pertimbangan Hukum dan Disiplin). Rusmiyati dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Satpol PP dan ditempatkan sebagai staf biasa di BKD (Badan Kepegawaian Daerah)," katanya.

Menurut dia, keterangan Bupati kepada penyidik semakin memperjelas akar permasalahan dalam kasus dugaan suap tersebut.

Disinggung mengenai jumlah pertanyaan yang diajukan, dia mengatakan bahwa sebenarnya ada 11 pertanyaan namun penjelasannya dilakukan secara narasi.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap Bupati Banyumas akan kembali dilanjutkan Kamis siang setelah yang bersangkutan menghadiri acara di Pendapa Si Panji.

Selain pemeriksaan terhadap Bupati Banyumas, penyidik Kejari Purwokerto juga memeriksa Chandra yang merupakan karyawan PT Indomarco Prismatama (Indomaret) Cabang Cirebon.

Seperti diwartakan, Rusmiyati dicopot dari jabatannya sebagai Kasatpol PP karena diduga menerima aliran dana dari PT Indomarco Prismatama (Indomaret) saat melakukan penertiban toko modern ilegal.

Selanjutnya Rusmiyati mendapat tugas sebagai staf biasa di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Banyumas.

Saat ini, kasus yang melibatkan Rusmiyati telah ditangani Kejari Purwokerto dengan memeriksa sejumlah pejabat Pemkab Banyumas maupun karyawan PT Indomarco Prismatama termasuk menyita barang bukti berupa uang sebesar Rp35 juta.

Aliran dana tersebut diduga sebagai suap untuk merevisi Perda Nomor 3 Tahun 2010.

Dalam penyidikan kasus tersebut, penyidik Kejari Purwokerto telah meminta keterangan dari sejumlah pejabat eksekutif dan legislatif di Banyumas.

Selain itu, penyidik juga telah menyita uang Rp36 juta yang terdiri Rp19 juta berupa pengembalian dari Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Banyumas Dwi Pindarto, Rp11 juta dari Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi (Kabid Dinperindakop) Banyumas Jumeno, dan Rp6 juta dari staf honorer Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Banyumas.

Kasus dugaan suap tersebut juga menyeret Kepala BLH Banyumas Dwi Pindarto dan Kabid Perdagangan Dinperindagkop Banyumas Jumeno sehingga kedua orang itu diberhentikan dari statusnya sebagai pegawai negeri sipil.

Bahkan, penyidik juga telah menetapkan satu tersangka baru dalam kasus dugaan suap tersebut, yakni Supervisor Lisensi PT Indomarco Prismatama (Indomaret) Cabang Cirebon Asep Gunawan. **ant
Boyolali : Puluhan hektare lahan tanaman padi di lima kecamatan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, terserang virus kerdil rumput yang dibawa hama wereng batang cokelat, sehingga mengalami gagal panen.

Kepala Bidang Sarana Prasarana, Perlindungan, dan Paska Panen, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kabupaten Boyolali, Ibnu Sutopo, di Boyolali, Kamis, mengatakan, bahwa lahan seluas 93 hektare dari lima kecamatan di Boyolali, tanaman padi daun menjadi kerdil dan mengering akibat terserang virus kerdil rumput.

Menurut Ibnu Sutopo, lahan yang terserang virus kerdil tersebar di lima Kecamatan meliputi Banyudono sebanyak 80 hektare, Sawit seluas tiga hektare, Ngemplak tujuh hektare, Teras dua hektare dan Mojosongo satu hektare.
Serangan hama virus kerdil rumput tersebut, kata dia, penyebabnya hama wereng batang cokelat akibat sistem pola tanam padi petani di wilayah itu, tidak bersamaan. Sehingga, hama wereng yang membawa virus kerdil itu, hanya berpindah pindah dari petak satu ke petak lainnya.

"Kita lihat lahan pertanian di Banyudono dan Sawit, petak satu dengan sebelahnya tanamnya tidak bersamaan. Hama setelah menghabiskan petak tanaman padi satu yang siap panen berpindah tanaman usian 30 hari," katanya.

Namun, jika petani pola tanamnya serentak hasilnya akan berbeda. Tanaman padi akan lebih aman terhadap serangan hama baik wereng maupun hama tikus.

Menurut dia, serangan virus kerdil rumput masih relative kecil dari luasan seluruh lahan tanaman padi di Boyolali sebanyak 444 ribu hektare, tetapi hal ini jika dibiarkan dapat meluas ke wilayah kecamatan lainnya.

Ibnu Sutopo berharap petani menanam jenis padi varietas tahan hama serangan wereng cokelat seperti jenis inpari delapan dan inpari 13.

Selain itu, petani diharapkan pula untuk menggunakan pupuk berimbang serta mengatur sirkulasi air secara tepat. Selama ini, petani menggunakan pupuk urea berlebihan dan diharapkan mulai sekarang menggunakan pupuk secara berimbang dengan proporsi yang tepat.

"Penggunaan pupuk tepat yakni dengan menggunakan SP 36, Phonska dan NPK sehingga hasilnya bisa maksimal dan tahan serangan hama," katanya.

Menurut dia, pihaknya berhadap ada gerakan kelompok tani untuk membasmi hama wereng cokelat dengan didrop pestisida. Jika pestisida habis petani dapat mengajukan ke Dispertanbunhut.

Selain itu, petani juga dapat mengatur sirkulasi air yang tepat karena wereng cokelat akan berkembang lebih cepat pada udara yang lembab atau banyak air.

Menurut Warsono (50) salah satu petani Banyudono, bahwa tanaman padinya yang terserang virus kerdil rumput dipastikan sulit untuk dipanen, karena batang padi semakin lama semakin kerdil dan mengering.

"Saya telah melakukan penyemprotan dengan berbagai jenis pestisida, tetapi hasilnya justru tanaman padi kerdil dan mengering," kata Warsono. **ant

nomor dua dari kiri, Jack (ketua LSM Buser) Memegang surat laporan kepolisian atas perusakan yang dilakukan anggota Lindu Aji
Semarang, Kabarjateng.com - Pasca perusakan kantor Buser yang melibatkan beberapa anggota Ormas Lindu Aji, pihak Lindu Aji yang sebelumnya melalui kuasa hukumnya Toni Triyanto menyatakan sudah berdamai dengan pihak Buser, kenyataannya proses hukum masih berlanjut.

Ketua LSM Buser, Wahyu Surya Gading atau kerap dipanggil Jack menyatakan secara personal pihanya belum bisa menerima kesepakatan damai.

"kita akan tetap menempuh jalur hukum, bahkan kita akan menghadap langsung Wakapolda untuk memperjuangkan kasus ini," terangnya saat ditemui kabarjateng.com, kamis (27/11/14).

Meski pihak lindu aji sudah meminta maaf dan bersedia mengganti kerugian yang dialami pihak buser, pihak buser secara personal belum bisa sepakat.

"saya hanya ingin tahu otak dari latar belakang perusakan ini, pasalnya kami dengan lindu aji tidak pernah bergesekan." jelasnya.

Jack juga meminta kepada pihak kepolisian untuk segera menyelidiki latar belakang aksi pengerusakan tersebut. Jack juga menambahkan, seharusnya pihak Lindu Aji juga lebih kooperative dan menyerahkan anggotanya untuk diadili sesuai perbuatannya.

" Damai secara organisasi memang sudah terjadi, tapi personal kami belum bisa terima, setidaknya bawa perwakilan dari 20 orang pelaku perusakan tersebut, dua atau tiga orang untuk meminta maaf langsung kepada kami." terangnya.@git-Al


foto: beberapa petugas sedang mengatur lalu lintas
Semarang- Kemacetan jalan raya di daerah Krapyak sudah menjadi langganan masyarakat sekitarnya, hal ini terjadi di karenakan lambatnya pengerjaan pelebaran jalan dan pengecoran jalan. Terkadang kemacetan ini bisa sepanjang 15 km atau sampai bundaran Kalibanteng, "setiap mau berangkat kerja dan pulang kerja pasti saya kejebak macet, saya berharap kontraktor yang mengerjakan bisa cepat menyelesaikan pelebaran jalan." Beber Asti, warga ngaliyan semarang ini.

Baru-baru ini juga, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan kepada para kontraktor-kontraktor yang memiliki kerjasama dengan pemerintah untuk menyelesaikan pengerjaan dengan cepat, apa bila pengerjaan lambat maka pemerintah daerah akan memberikan denda kepada para kontraktor tersebut.

Dengan adanya kemacetan yang terjadi setiap hari di daerah Krapyak, hal ini membuat pihak kepolisian Satuan lalu-lintas Polrestabes Semarang lebih ektra untuk mengatur jalan raya agar tidak ada penumpukan kendaraan. Saat reporter kabarjateng.com mengambil foto di lokasi kemacetan, terlihat dua anggota Satlantas Polsek Tugu Polrestabes Semarang, Bripka Supriyono dan Bripda Mutadi sedang mengatur arus lalu-lintas. "Dalam kondisi apa pun, sudah menjadi tugas kami untuk mengatur jalan agar tetap lancar." Ungkap Supriyono, kepadakabarjateng.com.

   Dari pantauan kabarjateng.com di lapangan Selasa (25/11), deretan kendaraan juga semakin panjang. Antran kendaraan mulai dari jalur kalibanteng menuju kendal, begitu juga sebaliknya dari jalur mangkang sampai pintu tol krapyak. Ditambah lagi, banyak aksi saling robot yang dilakukan oleh kendaraan sepeda motor dan kendaraan yang parkir sembarangan serta banyak mobil mogok.@Al
SEMARANG, kabarjateng.com - Pasca penetapan UMK Jawa Tengah 2015 sebesar 18,5 persen oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, hal itu terus menuai respon oleh kalangan Buruh.

Pasalnya janji gubernur tersebut, tak kunjung direalisasi mengingat penetapan UMK tahun 2015 di 35 Kab/Kota di Jawa Tengah telah dilakukannya pada 20 November lalu.

Para buruh menilai Ganjar tidak Melakukan revisi UMK secara menyeluruh. Alhasil kemarahan buruh pun memuncak pada Selasa (25/11) malam lalu. Ribuan buruh Jateng yang tergabung dari berbagai aliansi, menyerbu kantor Gubernuran Jateng. Dalam aksi tersebut para buruh merusak pagar Kantor Gubernur, hingga roboh.

Saat ditemui, sekretaris Gerbang Jateng Nanang Setyono mengatakan, pihaknya ingin Ganjar (Gubernur Jateng red) menaikkan UMK menjadi Rp.1.890.000 sesuai dengan keinginan mereka.

"Pak gubernur memang telah menaikkan upah setelah kenaikan harga BBM sebanyak 2%, namun untuk kebutuhan transportasi saja, kami memerlukan sekitar 7%" Ungkapnya, Rabu (26/11/2014)

Terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Semarang Supandi mengaku pasrah terkait polemik UMK 2015 ini. Ia menilai, usulan UMK Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi kurang tepat, karena tidak sesuai dengan dasar hukum.

Sebelumnya, Apindo telah mengajukan revisi kepada Gubernur unruk mengurangi Rp.21.500 dari usulan Rp.1.685.500, menjadi Rp.1.664.000.

"Semestinya berdasarkan KHL yang terdiri atas 60 komponen, diperoleh angka Rp.1.664.000, namun entah mengapa Wali Kota Semarang menambah Rp.21 ribu untuk menentukan UMK Semarang 2015" , jelasnya.

Supandi menambahkan, dengan kenaikan UMK yang cukup tinggi ini, pengusaha merasa sangat keberatan. Pasalnya mulai tahun depan, kenaikan harga BBM dan tarif listrik secara periodik akan terus meningkat.

Seperti diketahui, Sesuai dengan ketetapan gubernur Jateng (20/11/2014), UMK 2015 tertinggi berada di Kota Semarang sebesar Rp.1.685.000 dan terendah ada di Kabupaten Cilacap Barat dan Banyumas, yakni sebesar Rp.1.100.000. @Bay
Meilynda sari kusuma ningrum
Semarang- Jarang remaja sekarang yang ingin mengumpulkan uang jajan sendiri, kebanyakan mereka memilih menodong orang tuanya sendiri untuk membeli ini itu sesuai keinginan. Cara seperti itu tidak berlaku bagi Meilynda sari kusuma ningrum, dara yang akrab disapa Meymey ini bahkan sudah bisa mencari peluang usaha dan bisa menikmati hasil jeri payah kerjaannya sendiri.

Walau usaha yang dilakukan hanya berjualan produk kecantikan dan fashion ini, meymey berkerjasama dengan sahabatnya Ludfiana Belly. Dan hasil dari penjualannya, sudah cukup lumayan buat jajan sendiri. Produk-produknya meymey pasarkan melalui online, halona_id di Instagram, facebook, BB dan twiter. Produk yang ditawarkan oleh wanita kelahiran tahun 1990 ini berupa lulur buat membersihkan kulit, memutihkan kulit dan mengangkat sel-sel mati yang ada di badan, nama produk ini meymey namakan Sugar Scrub BELLE  by HALONA

Sugar Scrub BELLE  by HALONA merupakan natural skincare berbentuk serbuk scrub yang membantu memberikan kesegaran dan kelembaban pada kulit. Tidak hanya sekedar sugar scrub biasa lainnya seperti di pasaran. Varian sugar scrub BELLE mengandung buah-buahan segar asli pilihan dan bahan-bahan lainnya seperti oats, olive oil, rice yang kaya nutrisi dan sangat baik untuk peremajaan kulit.

Sugar Scrub BELLE memiliki segudang manfaat dan berguna untuk: Scrub wajah, Masker Wajah, Scrub Badan, Scrub Bibir dan Menghaluskan telapak tangan dan bagian tubuh lain yang terasa kasar. Ada tiga produk yaitu :Greentea Lemon,  Tomatoes and carrots dan Strawberry.

Dari tiga produk ini memiliki khasiat yang berbeda, salah satunya Strawberry mengandung kandungan Vit B1, B2, C, dan Vit A mencegah penuaan dini dan pengeriputan pada kulit. Membuat kulit halus, bersih dan bersinar, mencerahkan kulit wajah yang kusam, Asam salisilat yang terkandung dalam buah trawberry membantu memperbaiki kerusakan kulit akibat lingkungan sekitar yang penuh polusi, serta menghilangkan flek hitam pada wajah.

Sugar Scrub BELLE  ini diproduksi sendiri oleh meymey, "awalnya iseng mencoba dari bahan-bahan alami dan akhirnya sukses, awalnya saya mencoba buat saya sendiri dan keluarga saya. Ternyata apa yang saya buat bisa membersihkan badan dan bahannya yaitu: Granulated Sugar, Oats, Rice, Olive Oil, Mint essential oil, real (Strawberry/ greentea lemon/Tomat & wortel. Dan tanpa Pewangi, tanpa Pewarna dan tanpa Pengawet. "Ungkap dara kelahiran semarang ini.@Al
Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Pungky Santoso

Semarang, kabarjateng.com - Mulai tanggal 26 November  hingga 9 Desember 2014 satlantas Polrestabes Semarang melakukan kegiatan Operasi Zebra Candi 2014 sebanyak 296 Polisi Lalu-lintas dikerahkan untuk turun ke jalanan.

Dalam operasi kali ini target utamanya adalah menegakkan hukum pada pengendara yang berpotensi melanggar serta menimbulkan kecelakaan lalu lintas dan akan ditindak sesuai aturan yang berlaku serta di tilang ditempat.

" Kegiatan ini, untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas dan tindak pidana lainnya seperti curanmor." Ungkap AKBP Pungky Bhuana, Kasatlantas Polrestabes Semarang. 


Pungky juga menambahkan, kami akan menempatkan anggota di jalanan yang berpotensi terjadi kecelakaan, pelanggaran lalu lintas dan daerah rawan kemacetan. Ada pun daerah kemacetan yang menjadi target ke polisian lalu lintas di pusat kota atau di pinggir kota seperti di daerah, pintu tol Krapyak sampai pasar Jrakah, Pedurungan dan Jatingaleh sedangkan daerah rawan kecelakaan jalan raya Tugu dan terminal Mangkang. 

"Dari 296 personil kepolisian, sebagian kami akan menempatkan daerah rawan kecelakaan dan rawan kemacetan." Tutup Pungky, saat di temui kabarjateng di ruang kerjanya.@Al