Jumat, 23 Februari 2018

Data Bencana Alam Tanah Longsor Dan Banjir Brebes


Brebes-kabarjateng.com- Seperti di laporkan oleh Polres Brebes, Update Bencana Alam Tanah Longsor dan Banjir  pada hari Jum'at  tanggal 23 Februari 2018 yang melanda wilayah Kabupaten Brebes .

v  KECAMATAN SALEM,  
Data keluarga yang melaporkan keluarganya hilang untuk sementara sebanyak 13 Orang , diduga petani dan warga sekitar lokasi longsor, diantaranya: 
1. Sdri Rasminah, Ds. Pasirpanjang
2. Sdri Turkiah, Ds. Pasirpanjang
3. Sdri Haryanto, Ds. Pasirpanjang
4. Sdri Tarsinah, Ds. Pasirpanjang
5. Sdr Sujono, Ds. Pasirpanjang
6. Sdr Kuswanto, Ds. Pasirpanjang
7. Sdr Rustam, Ds. Bentar
8. Sdri Casti, Ds. Pabuaran
9. Sdr. Marsui, Ds. Ciputih
10. Sdr Wahyu, Ds. Salem
11.Sdri Suwiryo, Ds. Pasirpanjang
12. Sdri. Sarmah, Ds. Pasirpanjang
13. Sdri Darsip, Ds. Pasirpanjang

Sementara Korban yang dinyatakan selamat dan telah diketemukan ada 2 orang. Abdul Majid (Ds.Bentar) dan Daswa (Ds.Pasirpanjang).

Data korban luka - luka dirawat di Puskesmas Bentar  5 orang,
1. Dadang, 45th, alamt Ds. Pasirpanjang ( dirujuk ke RS Majenang ).
2. Turti, 46th, alamt Ds. Pasirpanjang ( dirawat di Puskesmas Bentar ).
3. Watirah, 50 th, Ds. Pasirpanjang ( dirawat di Puskesmas Bentar ).
4. Minarto, 46, Ds. Pasirpanjang ( dirawat di Puskesmas Bentar ).
5. Indi, 19th, alamt Ds. Bentar ( dirujuk Ortopedi Banyumas ).

 Adapun korban jiwa yg telah ditemukan MD 9 orang, yang 2 belum teridentifikasi diantaranya :
1. Hj.karsini 66th, Dk. Cogreg Rt 02 rw 02 Ds. Pasirpanjang ( penumpang L300 )
2. Casto, 48 th, Dk. pabelokan Bentarsari, salem, dagang ( penumpang L300 )
3. B. Wati, 80 th, petani, dusun johogan desa pasirpanjang ( penumpang L300 )
4. Radam, 59th,  cikokol jipang bantarkawung ( penumpang L300 )
5. Kiswan als Tewol, 45 th, desa pasirpanjang ( supir L300 )
6. Caski, 50th, alamt Ds. Pasirpanjang (yang di rawat si RSUD Majenang)
7. Wartinah, 45 tahun, Ds. Cipuitih Rt 02 rw 02, dagang (penumpang L300).
8.Telah ditemukan bagian tubuh manusia kaki sebelah kiri,  dan kaki sebalah kanan di lokasi yang berbeda, , Untuk bagian tubuh yg ditemukan di amankan Tim identifikasi  dr. Nani Yulia Paurkes Polres Brebes bersama tim DVI Polda Jateng
9. Telah ditemukan kembali mayat yang sudah hancur dan tidak bisa di kenali dengan jenis kelamin belum jelas

 Kendaraan yang diketemukan di lokasi longsoran, 1 unit Spm Honda Legenda di kali yang teraliri material longsoran dan pemiliknya yang belum diketahui,1 unit Spm Honda Scoopy No. Pol : G-5033-CBG warna hitam yang pemiliknya belum diketahui, 1 unit Spm Honda Revo kondisi rusak parah yang pemiliknya belum diketahui

v  KECAMATAN TONJONG
Data di Kecamatan Tonjong yang mengalami hujan lebat dan mengakibatkan tanah amblas serta 7 rumah warga rusak dan lima titik jalan rusak adapun data 7 rumah warga,
1). bpk Damin, tani, d/a:Rt.04/01 Ds Rajawetan ( mau roboh).
2). bpk Sukrim tani, .Rt.04/01 Rajawetan. (mau roboh).
3). bpk Sokib, tani, SDA  (mau roboh).
4). bpk Tarmo,tani, SDA.( mau roboh)
5). bpk Wanto, tani, d/a:Rt.02/02  Ds Rajawetan ( mau roboh).
6). bpk Mujianto tani, d/a:Rt.01/05 Ds Rajawetan (mau roboh).
7). Ibu Ronah,tani,rt 02/05Rajawetan (rusak parah).

Jalan raya yang mengalami rusak/putus di Ds Rajawetan.
1). Jln raya Dkh Sarang Panjang Ds Rajawetan.
2). Jln raya Dkh Rajawetan Ds Rajawetan.
3). Jln raya Dkh Babakan Ds Rajawetan.
4). Jln raya Dkh Gesing Ds Rajawetan.
5). Jln raya Dkh Gembor Ds Rajawetan.

v  KEC. BANTARKAWUNG
 Pada hari Kamis tanggal 22 Februari 2018 dari pukul 17.00 wib s/d hari Jum'at tanggal 23 Februari 2018 pukul 04.00 wib telah terjadi bencana alam tanah bergerak / longsor yang diakibatkan karena curah hujan yang tinggi di wilayah Kecamatan Bantarkawung, Adapun Desa yang terkena longsor.

1. Desa Cinanas Dk. Karang Anyar Rt. 01 Rw. 06 Desa Cinanas terdapat 5 (lima) rumah terancam terkena longsor :
Rumah milik DUL JAMIL (55tahun), SARYAT (50) LOWONGAN (70),SATEM (72) dan rumah milik Satem (81 Tahun), Longsor disebabkan karena talud tergerus air sungai kuya.
2. Desa Waru Dk. Muara Rt. 04 Rw. 01 Desa Waru terdapat 5 (lima) rumah rusak dan tidak bisa ditempti lagi, Rumah milik KASDI, 40 th, RUMANTO, 55 th, RUSMANTO, 60 th, KUSMONO, 48 th dan rumah milik SAHYO, 42 th, Untuk pemilik rumah sementara mengungsi di rumah saudara
3. Desa Cibentang Dk.Ciawi Rt. 01 Rw. 03 Desa Cibentang terdapat 1 (satu) rumah rusak parah milik Bpk. MUHTADIN terkena longsor.
4. Desa Jipang Blok Bintang Timur Rt. 03 Rw. 05 terdapat 2 (dua) rumah yang terancam longsor, rumah milik  Ibu RASWI dan rumah milik Bpk. DAHYONO

                          Data Desa yang terkena dampak banjir se kabupaten Brebes.
v  KEC. BREBES :
1). Desa Pemaron Dukuh Waru Desa Pemaron Tinggi Air ± 40 cm. Sebagian Pemukiman  Desa Pemaron tergenang air dengan Tinggi Air ± 20 cm.
2). Desa Pulosari. Dijalan Desa Pulosari Jatibarang Tinggi Air  ± 30 cm. Sebagian pemukiman Desa Pulosari tergenang air dengan tinggi air ± 20 cm.
3). Desa Krasak. Air dari sungai Desa Krasak meluber ke jalan dan menuju ke pemukiman penduduk Rt. 05 Rw. 01 Tinggi air ± 30 cm
4). Desa Terlangu. Di Jalan Desa Terlangu Jatibarang air meluap dari Sungai Pemali dan dari sungai irigasi  Tinggi air ± 20 cm. Pemukiman warga Desa Terlangu tinggi air ± 20 cm.
5). Desa Wangandalem. Air mulai meluap dari sungai irigasi ke jalan sampai pemukiman penduduk tinggi air ± 20 cm. Pertigaan Desa Wangandalem dan di bawah Flat Over Jalan Tol Desa Wangandalem tinggi air ± 20 cm.
6). Kel. Limbangan Kulon. Di pemukiman Kel. Limbangan Kulon sebelah Selatan (Tinggi air ± 20 cm) sedangkan di pemukiman Kel. Limbangan Kulon sebelah Utara (Tinggi air ± 40 cm).
7). Kel. Brebes. Dijalan MT. Haryono Saditan Tinggi air ± 30 cm.Dukuh Kauman Tinggi air ± 30 cm. Kel. Gandasuli dilingkungan Rt. 01 Rw. 03 Tinggi air ± 30 cm..

v  KECAMATAN WANASARI
1). Desa Lengkong ,Ketinggian +/_ air 20 s/d 50 cm
2). Desa Jagalempeni Dukuh Jakatamu Wetan, Ketinggian air +/_  10 s/d 50 cm
3). Desa Glonggong, Ketinggian air +/_  20 s/d 50 cm.
4). Desa Sidamulya Blok Balai Desa dan Depan Puskesmas Sidamulya, Ketinggian air+/_ 30 s/d 50 cm.
5) Desa Pebatan Blok bawah Terowongan Rel KA RW 01, Ketinggian air +/_ 20 s/d 30 cm
6). Desa Sisalam, Ketinģgian air +/- 20 s/d 40 cm

v  KEC. LOSARI
(1).Pada hari Jumat tanggal 23 Februari 2018 sekira pukul 11.30 wib telah terjadi bencana Alam banjir yang menggenangi jalan Nasional Pantura Losari Brebes tepatnya di Sepanjang jalan pantura termasuk dalam wilayah Kec. Losari dengan panjang rendaman sepanjang_+ 4 km dengan kedalaman -+ 50 cm. Bajir tersebut disebabkan karena tanggul sungai cisanggarung yang berada di Ds. Kalibuntu Ds. Bojongsari, Ds. Karangsambung mengalami erosi sehingga mengakibatkan tanggul jebol selanjudnya air menggenangi wilayah Ds. Karangsembung, bojongsari Babakan Kalibuntu, kedungneng, randusari, Pekauman, losari Kidul dan Losari lor termasuk menggenangi jalan pantura sampai dengan sekarang. Sampai saat ini Jalan Nasional Pantura Losari tidak dapat dilaui kendaraan di kedua lajur.
(2). Jalan tol Km 237 termasuk Ds. Cileduk  Kec.Cileduk kab. Cirebon (perbatasan dengan Ds. Bojongsari Kec. losari Kab. brebes) ketinggian air kurang lebih 30 cm,Kondisi Tol Saat ini (17.00, 23 Februari 2018) sudah tidak ada air banjir yg mengalir.
(3). Jalan tol KM 238 Ds. Bojongsari  ketinggian air kurang lebih 30 cm,Kondisi Tol Saat ini (17.00, 23 Februari 2018) sudah tidak ada air banjir yg mengalir.
(4). Ds. Babakan Ketinggian air sekitar 50 cm
(5). Ds. Kalibuntu, Ds. Kedungneng, Ds. Randusari  ketinggian air sekitar 50 cm
(6). Ds. Pekauman dan Ds.  losari kidul  ketinggian air 100cm
(7). Ds.  Losari lor dan Ds. Pengabean ketinggian air sekitar 80 cm
(8). Ds. limbangan, Ds. Karangdempel Ketingian air sekitar 50 cm
(9). Polsek Losari Ketinggian air sekitar 100 cm

v  KEC TANJUNG

1. Pada hari Jum'at tanggal 23 Februari 2018 sekira Pukul.08.30 wib di Dk. Danareja Ds. Luwungbata akibat meluapnya sungai Cisanggarung dengan Ketinggian ± antara 5 cm s/d 40 cm.(KJ

Sumber:Polres Brebes

Evakuasi Korban Longsor Salem, 2 Jenasah Kembali di Temukan


Brebes-kabarjateng.com-Berdasarkan data dilapangan hingga Jumat tengah hari, total 13 korban yang dalam proses pencarian yang tertimbun longsor, 14 orang dinyatakan selamat dan tujuh orang dinyatakan meninggal dunia yang 2 diantaranya ditemukan pada Jum’at pagi, sedangkan 3 penemuan lainnya adalah potongan bagian tubuh korban

Satu jenazah perempuan bernama Wartinah (46 tahun) ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB di bawah tebing dekat areal persawahan desa setempat, tak jauh dari Sungai Pangurudan yang aliran airnya berhulu di Bukit Pangurudan.

Satu jasad lainnya berupa potongan tubuh laki-laki bernama Kiswan alias Tewul (45) ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB, di lokasi sekitar satu kilometer dari Jalan Lio Desa Pasir Panjang dekat aliran sungai. Kiswan yang berprofesi sebagai supir mobil bak terbuka diperkirakan terbawa material longsor tersebut, mobil yang dikendarainya sedang melintasi tempat tersebut saat longsor pada Kamis (22/2/2018) pagi terjadi.

Petugas Pos Disaster Victim Identification Polda Jateng, AKP Wijaya Jati mengatakan “Kedua korban yang ditemukan tersebut telah kami bawa ke Puskesmas Bentar untuk identivikasi serta penanganan lebih lanjut, setelah sebelumnya ditangani oleh Tim DVI yang berada di pos tepi jalan provinsi Desa Pasir Panjang, atau sekitar 400 meter dari lokasi utama tanah longsor,” terangnya.

AKP Wijaya juga menjelaskan “Pos DVI Polda Jateng beserta personelnya, didirikan di dekat lokasi bencana untuk mengakomodasi kepentingan warga yang kehilangan anggota keluarganya akibat bencana alam tersebut, karena semua korban yang ditemukan tercatat disini. Warga yang kehilangan anggota keluarganya, dipersilakan melapor kepada petugas dengan membawa data-data berupa identitas korban yang hilang, karena data-data tersebut akan memudahkan para petugas dalam mengidentifikasi korban, dan setelah teridentifikasi jenazah silahkan diambil untuk dikebumikan,” pungkasnya.

Sementara menurut Dandim 0713/Brebes, Letkol Inf. Ahmad Hadi Hariono, Ketua penanggulangan Bencana Kabupaten Brebes mengungkapkan “Tanah longsor terjadi di hutan produksi milik Perhutani BKPH Kecamatan Salem pada petak 26 RPH Babakan pada Kamis (22/2) sekitar pukul 08.00 WIB. Longsor tanah hutan perhutani tersebut menerjang sejumlah warga yang sedang mengolah lahan pertaniannya dibawah kawasan hutan tersebut. Hingga Jum’at siang ini, tercatat korban meninggal dunia yang telah diketemukan antara lain Karsini (56), Casto (48), Wati (86), Rademi (50), Kiswan (42) dan Caski (50). Sedangkan empat korban selamat masih dirawat di Puskesmas Bentar yaitu Turtik (38), Minarto (57), Watirah (50) dan Mulyono (56). Para korban adalah warga Desa Pasir Panjang,” terangnya.

“Untuk dua Excavator pendukung penanganan bencana sudah tiba dilokasi sekitar pukul 10.30 WIB, dua ekskavator ini akan membantu pencarian korban tanah longsor bersama tim gabungan serta membantu membuka jalan propinsi Banjarharjo-Salem yang tertutup longsor. Sedangkan 1 Unit Helikopter dari Basarnas Bandung dengan para krunya telah membantu pencarian diatas lokasi bencana untuk memantau situasi di kawasan tersebut dari ketinggian, untuk alat komunikasi tersambung dengan tim gabungan yang dibawah. Untuk 1 Unit Excavator Kodim 0713/Brebes juga sudah sampai dilokasi sekitar pukul 16.02 WIB melalui pengawalan secara estafet dari Koramil wilayah selatan Kodim 0713/Brebes dengan menggunakan truk pengangkut milik warga sipil dari Cirebon,” pungkasnya.(KJ)


Sungai Kabuyutan Kembali Meluap, Terjang Arus Banjir Babinsa malahayu Patroli Peringatkan Warga


Brebes-kabarjateng.com-Banjir masih melanda beberapa wilayah di Kecamatan Banjarharjo, air sungai meluap lagi setelah hujan kembali datang Kamis (22/2/2018) sore sampai dengan malam. Di Dukuh Nambo sendiri di Rt. 07, air sudah mencapai ketinggian 1 meter, sedangkan di desa lain semisal Dukuh Limbangan dan Dukuh Tasik Desa Banjarharjo ketinggian air bervareasi dari 1 meter sampai 1,6 meter. Kamis (22/2/2018).

Babinsa Malahayu, Serda Sulis mengungkapkan “Sungai Kabuyutan kembali meluap sekitar pukul 18.30 WIB, setelah diguyur hujan dari sore hari. Terdapat 5 pedukuhan yang tergenang air yang bervareasi ketinggiannya, yang paling parah di Dukuh Limbangan, Dukuh Nangerang dan Dukuh Cariyang, Desa Malahayu dengan ketingian air dari 1 meter sampai 1,6 meter. Untuk itu Babinsa patroli keliling kampung menghimbau kepada warga untuk segera mengungsi ketempat yang aman atau dataran yang lebih tinggi sampai air surut kembali. Ini kami lakukan untuk menghindarkan korban jiwa yang dikhawatirkan datang luapan susulan,” pungkasnya.

Sementara bantuan masih berdatangan di Posko Bencal yang berlokasi di Makoramil 14/Banjarharjo. Tadi pagi Posko ini resmi disetujui oleh jajaran Muspika Kecamatan Banjarhajo Jalan Merdeka 157 Kecamatan Banjarharjo dengan penanggung jawab Muspika setempat, untuk ketua dijabat oleh Bapak Dadang (Ketua PAC PP Banjarharjo).

Sedangkan menurut Danramil 14/Banjarharjo, Kapten Infanteri Agus Sulistyo “Dengan terbentuknya Posko Siaga Bencal ini diharapkan dapat mempermudahkan dalam pemantauan, pencatatan dan kelancaran pendistribusian logistik serta mempercepat pengerahan pasukan atau relawan dalam penanganan banjir. Selain itu Posko ini juga diharapkan dapat meningkat kerjasama serta koordinasi secara maksimal dengan seluruh instansi terkait guna meminimalisir kerugian materil maupun personel,” terangnya.


“Posko ini juga dilengkapi dengan sarana transportasi dan evakuasi dengan Ketua Serda Sulis K Babinsa, sarana komunikasi dengan ketua Saudara Dede Koord BBWS Waduk Malahayu serta sarana kesehatan atau medis dengan 3 orang dokter standby,” beber Agus. (Aa/KJ)

Kamis, 22 Februari 2018

Waspada !!!, Diduga Percobaan Penculikan Anak Dibawah Umur Terjadi Di Brebes


Brebes -kabarjateng.com- Anak adalah merupakan buah hati dari pasangan suami istri, anak juga merupakan titipan dari tuhan untuk kita jaga dan kita sayangi, jangan biarkan anak anda lepas dari pengawasan. Kamis (22/2/2018) di duga percobaan penculikan anak telah terjadi di Brebes dengan modus memberikan imbalan kepada si anak.

Seperti di ceritakan Serka Aan Setyawan (36) Bapendim 0713/Brebes, Asa Refan Egistyan (9) anak kelas 3 SD Negeri 8 Brebes, Yang merupakan putranya sewaktu pulang les mengaji dengan berjalan kaki tiba-tiba dihampiri oleh satu orang tidak dikenal dengan mengendarai sepeda motor (identitas tidak diketahui) membujuk supaya Refan ikut membonceng dan akan diberikan imbalan berupa sejumlah uang, hal tersebut terjadi di Desa Pasarbatang Brebes yang tidak jauh dari pusat kota Brebes dan  notabene situasi ramai.

Mendengar ajakan orang tidak dikenal tersebut, Refan bergegas lari sekuat tenaga dan meninggalkan orang tersebut dipinggir jalan, orang asing tersebutpun segera tancap gas dan kabur dalam keramaian. sesampainya dirumah anak tersebut menceritakan kejadaian yang dialaminya kepada orang tuanya.

"Saat Refan menceritakan ke kami,rasanya bagaikan petir disiang hari, pedahal saat itu kami tetap menjemputnya seperti biasa, rupanya kami berselisih jalan dengan anak, jarak tempat mengaji ke tempat tinggal yang hanya berjarak kurang lebih 800 meter rupanya memaksa anak tidak sabar dan memaksakan diri berjalan kaki" beber Aan.
Foto(Serka Aan Setyawan bersama anaknya)

" Saya bersyukur anak saya telah terhindar dari percobaan penculikan, sebelumnya kami juga  sering mengingatkan anak agar jika disekolah atau pun ditempat les mengaji maupun les renang, jika ada yang mangajak dan tidak kenal baik orang tersebut. si anak diajari teriak “Penculik” dan segera lari ke guru pembimbingnya".lanjutnya. 

Serka Aan menghimbau, dengan kejadian ini agar orang tua lainya lebih waspada dan tetap menjaga buah hatinya, agar kejadian serupa tidak menimpa buah hati mereka, karena target utama penculikan mereka adalah anak dibawah umur yang masih lugu dengan di iiming-imingi sejumlah uang. Jika terjadi si anak akan diselundupkan keluar negeri ataupun yang terparah si anak akan dimutilasi dan dijual organ tubuhnya dengan harga ratusan juta bahkan milyaran rupiah per bagian organ tubuhnya.

Disampaikanya pula, modus lain yang pernah terjadi adalah, menculik si anak dari tangan atau gendongan ibunya ditempat umum bahkan, dengan cara memarah-marahi si ibu seolah-olah dirinya adalah suaminya, masyarakat yang melihatnya pun biasanya cuek karena menganggap itu adalah cek-cok suami dengan isteri dan si suami (penculik-red) langsung menarik si anak dari gendongan ibunya sambil berkata lantang “Anak demam kok dibawa keluar, dimana otakmu !,” dan akhirnya ibu dari anak yang diculik tersebut hanya bisa pasrah saat melihat buah hatinya sudah dibawa kabur, dan warga yang melihat kejadian tersebut baru tersadar bahwa itu tadi bukan ayah si anak melainkan penculik yang mengaku ayah si anak. (Aan/KJ)

Rabu, 21 Februari 2018

Air PDAM Macet, Ini penjelasan Direktur PDAM Brebes

Foto(Dokumen Fb kiriman Jeni Par'in)

Brebes-kabarjateng.com-Akibat longsor dan banjir bandang di wilayah Brebes selatan  di Desa Dawuhan Kecamatan Sirampok Brebes beberapa waktu lalu, pipa jaringan milik Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) Propinsi Jawa tengah rusak sepanjang 100 meter.

Kerusakan tersebut mengakibatkan distribusi ke tiga Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yaitu Brebes,Tegal dan Slawi mengalami kemacetan.

Sumber mata air yang di ambil dari  Tuk Suci Dukuh Kaliwadas Dawuhan Sirampog  merupakan salah satu mata air yang di kelola PDAB Propinsi Jawa tengah.

Menyikapi hal tersebut,  PDAM Brebes  salah satu PDAM yang terkena imbas Longsor Dawuhan menghimbau kepada para pelanggan PDAM Brebes untuk bersabar dan menunggu proses perbaikan selesai.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan,  kamipun telah sampaikan melalui media masa maupun media informasi lainya, ini akibat bencana alam” kata Karmai Widiastuti Direktur PDAM Brebes,Senin (2/2/2018) di kantornya.

Di sampaikanya pipa yang rusak tersebut adalah milik PDAB Proponsi Jawa Tengah yang mendistribusikan tiga daerah, meski demikian PDAM telah ikut memberikan bantuan perbaikan untuk segera agar distribusi normal kembali.

Di katakanya wilayah Brebes yang terkena imbas adalah Kecamatan Jatibarang,Brebes dan Wanasari, akibat rusaknya pipa di Desa dawuhan sehingga aliran air PDAM macet dari beberapa hari lalu.

“saat ini sudah dalam perbaikan, mudah mudahan cepat rampung dan distribusi air bersih dapat normal kembali” Pungkas Widiastuti.(KJ)


Selasa, 20 Februari 2018

Berdayakan Nasib Petani Bawang Brebes, APPBM Putus Mata Rantai Mafia Penjualan


Brebes-kabarjateng.com-Bawang merah merupakan salah satu komoditas kebutuhan pokok masyarakat yang selalu meningkat, ada beberapa daerah yang merupakan sentra tanaman bawang merah, salah satunya adalah Kabupaten Brebes yang menyumbang hampir 30% kebutuhan nasional.

Bawang merah Brebes yang mempunyai kelebihan dengan ciri khas aromanya, menjadikan bawang merah brebes menjadi primadona di tengah pasar, namun lemahnya petani brebes dalam pemasaranya membuat petani tidak dapat menikmati keuntungan lebih.

Mencermati kelemahan petani, Tarmidi, Ketua Asosiasi Pemberdayaan Petani Bawang Merah Jawa Tengah tergerak melakukan perubahan, bekerjasama dengan beberapa perusahaan, Ia mencoba memotong mata rantai penjualan yang menurutnya sangat merugikan petani dan juga konsumenya.

“dengan banyaknya mata rantai penjualan bawang merah ke konsumen, selain merugikan petani juga merugikan konsumen” kata Tarmidi saat menerangkan kepada kabarjateng.com.

Dengan moto”Petani untung dan konsumen untung” pihaknya bersama beberapa perusahaan yang peduli melakukan pola penjualan yang sangat menguntungkan petani dan konsumen itu sendiri.

 Dikatakanya selain untuk memperdayakan petani guna menciptakan lapangan kerja, pihaknya membuka outlet outlet penjualan bawang merah di daerah Bekasi dan sekitarnya.

Menurutnya sudah ada ratusan outlet outlet yang di bangun di kampung kampung  perkotaan untuk menyasar langsung pada konsumen dengan memberikan harga yang terjangkau oleh masyarakat.

“kami sudah membangun outlet outlet di beberapa wilayah di bekasi dan sekitarnya untuk memberikan pelayanan harga yang sesuai karena kami telah memutus mata rantai penjualan dengan  pembelian dari petani melalui pembinaanya dan di pasarkan lansung ke konsumen” tandas Tarmidi.

Lebih lanjut Tarmidi mengatakan saat ini pihaknya telah mendapat dukungan dari Pemerintah DKI, Anis-Sandi untuk membuka outlet outlet di wilayah DKI, bahkan menurutnya dukungan itu tidak sekedar mensuport, namun juga Anis-Sandi memberikan permodalan kepada para warga DKI untuk menjadi penjual bawang merah Brebes.

 “ dukungan Anis-Sandi selain sepaham dengan program kami, juga menurutnya untuk memberikan lapangan pekerjaan bagi warga DKI yang tentunya sesuai dengan program beliau.


 Outlet di setiap wilayah RW di beri kesempatan 3 orang, selain di berikan keuntungan Rp. 3000,/Kg, Penjual olehpemerintahan  Anis-Sandi  diberikan modal  alat timbang, payung, tampah dan lainya”. ujar tarmidi.(KJ)

Senin, 19 Februari 2018

Warga Desa Cenang Terima Sosialisasi Program PTSL Melalui BPN


Brebes-kabarjateng.com-Bahwa dalam rangka memberikan jaminan kepastian dan perlindungan hukum hak atas tanah rakyat serta mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerintah melalui Kementrian Agraria dan Tata ruang/BPN RI menetapkan peraturan tentang Percepatan Pelaksanaan Pendaftaran Sistematis Lengkap (PTSL)

Guna mendukung dan melaksanakan program tersebut, serta untuk keperluan pendaftaranya yang meliputi pengumpulan data, penetapan kebenaran fisik dan data yuridis, ATR/BPN Kabupaten Brebes gelar sosialisasi program PTSL kepada masyarakat Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes beberapa waktu lalu.

Pihak Badan Pertanahan Kabupaten Brebes, Rozikin memaparkan” PTSL di laksanakan untuk mempercepat terwujudnya pendaftaran tanah di seluruh wilayah Indonesia, yang membedakan program serifikat gratis melalui Prona dengan PTSL, pendataan tanah sebagai penerima sertifikat Prona dilakukan secara merata di seluruh desa dan kelurahan dalam satu kabupaten”.Paparnya.

Lebih lanjut dia berharap, dengan PTSL program ini bisa berjalan sesuai sehingga pihaknya bisa melaksanakan pendaftaran tanah desa secara lengkap.

Edi Supriyadi yang juga dari Dinas Pertanahan Kabupaten Brebes menambahkan, Hasil pelaksanaan PTSL adalah basis data pertanahan yang lengkap dan berintegrasi dengan data lainya, sehingga akan menunjang pembangunan di Kabupaten Brebes.

Sementara Kades Cenang, Imam Rifai menjelaskan, selain program prona adalah untuk percepatan pemberian kepastian dan perlindungan hokum atas tanah rakyat secara pasti, juga bentuk peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.

Dijelakanya, Desa Cenang sendiri mendapat 500 bidang pemohon, Ia menghimbau dan menjelaskan selain program prona adalah biaya di tanggung pemerintah, namun tidak semuanya gratis. “Program PTSL melalui prona adalah biaya di tanggung oleh pemerintah, namun perlu di jelaskan bahwa bukan gratis, artinya ada beberapa persyaratan yang harus di tanggung oleh pemohon” tandas Imam.(Handoko Rahmat)