Select Menu

Favourite

Berita Jateng

Nasional

Gambar template oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Berita Politik

Berita Parlemen

Ekonomi

Berita Hukum

Sepakbola

Simak Dulu

Kendaraan pemudik antre untuk melewati Jembatan Comal di Jalur Panntura, Pemalang, Jateng, Kamis (24/7). Pada H-4 Jembatan Comal sebelah Utara selesai dipebaiki sementara dan padatnya arus mudik mengakibatkan lalu lintas di jembatan itu padat merayap. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/ss/Spt/14
Semarang, Antara Jateng - Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Jawa Tengah diminta memperketat aturan melintas di Jembatan Comal, Kabupaten Pemalang, bagi kendaraan berat guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

"Tadi saya mendapat laporan ada bus yang masuk (melintas di Jembatan Comal), gak tahu itu busnya ditimbang atau tidak sebab kalau kita mentolerir bisa bahaya," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Jumat.

Terkait dengan hal tersebut, Ganjar mengaku sudah meminta ke jajaran Dishubkominfo Jateng untuk memperketat kendaraan yang diizinkan melintas di Jembatan Comal yang selesai diperbaiki untuk sementara akibat ambles dan retak di sejumlah bagian.

"Kalau memang kendaraan berat diperbolehkan melintas maka harus ditimbang dulu sebagai syaratnya, kalau beratnya kurang dari 10 ton maka dipersilakan, tapi kalau lebih dari 10 ton, bahaya itu," ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Ganjar mengungkapkan bahwa pemantauan yang dilakukan, pergerakan tanah di sekitar Jembatan Comal, stabil sehingga tidak mempengaruhi hasil perbaikan sementara yang telah selesai dikerjakan.

"Berdasarkan pantauan terus menerus, pergerakan tanah Alhamdulillah mulai Kamis (24/7) dini hari sampai hari ini relatif stabil, jadi artinya relatif lancar," katanya.

Menurut Ganjar, perbaikan Jembatan Comal di sisi selatan membutuhkan waktu sekitar tiga bulan, sehingga baru yang di sisi utara saja yang bisa dilalui pengguna jalan.

Menurut Ganjar, lalu lintas di Jembatan Comal pada arus mudik Lebaran 2014 juga akan menggunakan sistem buka tutup untuk kendaraan kecil dari arah timur ke barat, selain diarahkan ke jalur-jalur alternatif.

"Nanti ketika arus balik Lebaran sudah terjadi maka pasti kendaraan dari arah timur ke barat akan diprioritaskan guna mengantisipasi kemacetan di sekitar Jembatan Comal," ujarnya.


Sumber : Antara Jateng
Semarang, Antara Jateng - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Semarang menyebutkan setidaknya ada enam perusahaan di wilayah itu yang diadukan terkait permasalahan tunjangan hari raya (THR).

"Kami membuka posko pengaduan untuk menampung keluhan para tenaga kerja terkait permasalahan THR sejak awal Juli lalu," kata Kepala Disnakertrans Kota Semarang Gunawan Saptogiri di Semarang, Jumat.

Sejak posko pengaduan itu dibuka pada awal Juli 2014, kata dia, setidaknya sudah ada enam perusahaan yang diadukan terkait THR, baik keterlambatan pembayaran THR maupun pemberian THR yang tidak sesuai.

Ia menjelaskan sesuai aturan yang berlaku perusahaan memang diwajibkan membayarkan THR keagamaan seiring Hari Raya Idul Fitri kepada para karyawannya minimal H-7 atau tujuh hari sebelum Lebaran.

"Kalau aturannya, THR harus dibayarkan minimal H-7. Namun, ada perusahaan baru memberikan THR pada H-5 atau H-4 Lebaran. Ada pula yang tidak memberikan besaran THR yang tidak sesuai ketentuan," katanya.

Menurut dia, besaran THR yang diberikan perusahaan kepada karyawannya adalah sebesar satu kali gaji pokok bagi karyawan di atas masa kerja satu tahun, dan masa kerja di bawahnya dengan besaran proporsional.

Akan tetapi, kata Gunawan, permasalahan berkaitan dengan THR tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan, yakni musyawarah dan kesepakatan antara tenaga kerja dengan perusahaan yang bersangkutan.

"Misalnya untuk perusahaan yang baru membayarkan THR pada H-5 atau H-4 Lebaran, disesuaikan dengan libur Lebaran. Setiap perusahaan memang berbeda. Tidak semuanya menetapkan libur Lebaran mulai H-7," katanya. 
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Rukiyanto menegaskan THR merupakan hak buruh yang sudah bekerja sehingga wajib diberikan oleh perusahaan, apalagi sudah ada regulasi yang memayungi.

Ia mengharapkan kalangan perusahaan bisa memahami situasi dan kondisi para pekerjanya, terutama pada hari-hari raya, seperti Idul Fitri yang tentunya memang memiliki banyak kebutuhan yang harus dipenuhi.

"Namun, kondisi keuangan perusahaan kan berbeda. Jika perusahaan kondisinya pailit, tentu harus dibicarakan antara buruh dengan manajemen perusahaan. Harus ada komunikasi," kata politikus PDI Perjuangan itu.


Sumber : Antara jateng
Batang, Antara Jateng - Kepolisian Resor Batang, Jawa Tengah, mengingatkan pada pemudik berkendaraan mewaspadai tiga titik rawan kecelakaan di sepanjang jalur pantai utara Subah hingga Alas Roban Kecamatan Gringsing. 

Kepala Polres Batang AKBP Widi Atmoko di Batang, Jumat, mengatakan bahwa selain tiga titik rawan kecelakaan, pemudik juga harus waspada sejumlah titik rawan macet.

"Kondisi jalur pantura Subah hingga Alas Roban banyak tanjakan, menikung, dan turunan sehingga pemudik berkendaraan harus ektra hati-hati dan waspada saat melintas di jalur itu," katanya.

Menurut dia, tiga titik rawan kecelakaan itu adalah jalur pantura Jrakah Payung Kecamatan Tulis, Plelen Kecamatan Gringsing, dan jalan raya Kutosari kecamatan Gringsing.

Sedang titik rawan macet, kata dia, antara lain tanjakan Clapar Kecamatan Subah, tanjakan Cilukba, Pucungkerep Subah, jalur lingkar beton Plelen, dan jalur Alas Roban Kecamatan Gringsing.

"Selain itu, kerawanan kemacetan lainnya yang perlu diantisipasi, yaitu jalur pantura depan Pasar Batang dan Pasar Subah," katanya.

Ia mengatakan pada pengamanan Lebaran 2014, polres juga telah menyiapkan 18 pos pengamanan di jalur pantura dan jalur alternatif di Pasar Bandar dan Limpung.

"Pada jalur alternatif, kami juga akan menyiagakan petugas yang akan menunjukkan arah bagi para pengguna jalan. Apabila terjadi kemacetan maka arus lalu lintas akan dialihkan ke jalur alternatif yang sudah disiapkan," katanya.

Sumber: Antara Jateng

Suasana didalam ruang rapat paripurna DPRD Jateng
Semarang, KabarJateng.com - Suasana Lengang terlihat saat rapat Paripurna yang membahas Raperda APBD Perubahan anggaran tahun 2014 dan jawaban Gubernur Jateng atas pandangan umum Fraksi dan Banggar di Ruang Rapat DPRD Provinsi Jateng, Jl. Pahlawan, Semarang, Jumat (25/7/14) pagi.

Diduga ketidakhadiran mereka (Anggota dewan-Red) dikarenakan sudah sibuk mengurus Lebaran yang tinggal beberapa hari lagi berlangsung. Anehnya, meski Rapat itu Kuorum tidak ada kehadiran fisik yang nampak, komisi D misalnya hanya dihadiri 9 orang, tragis lagi komisi C yang hanya dihadiri 4 orang, padahal agenda rapat paripurna ini membahas RAPBD 2014. Nampaknya fenomena ini sudah menjadi hal yang wajar, tradisi "titip absen" bukan hanya dilakukan oleh siswa yang "nakal" tetapi juga Anggota dewan kita yang terhormat.

Rapat tersebut tetap berlangsung dan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Jateng Rukma Setiabudi dan juga dihadiri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang menyampaikan penjelasan langsung dihadapan segelintir peserta rapat yang hadir. @NSR
Suasana Loby Grand Artos Aerowisata Hotel & Convention

Magelang, KabarJateng.com - Menyambut  Hari Raya Idul Fitri 1435 H, Grand Artos Aerowisata Hotel & Convention menyiapkan berbagai paket menarik dan juga ekonomis  selama merayakan hari kemenangan, selain letaknya yang sangat strategis  Grand Artos Aerowisata Hotel & Convention ini juga terhubung langsung dengan Artos Mall . 

Untuk memenuhi kebutuhan akan kamar di hari raya, Grand Artos Aerowisata Hotel & Convention  menawarkan paket lebaran. Ada paket menginap satu malam yang berlaku pada tanggal  27 juli -2 Agustus 2014. Paket ini ditawarkan dengan harga Rp.1.100.000,- net  per kamar per malamnya dengan fasilitas:  akomodasi di  kamar Superior, mendapatkan  minuman selamat datang di Kemangi Lobby Lounge, makan  pagi untuk  2 (dua) orang di Pandan Coffee Shop, gratis menggunakan  kolam renang dan fitness center, gratis Wi-fi, diskon 10 % untuk  ala carte menu di Pandan Coffee Shop, diskon 10 % untuk minuman di Pandan Coffee Shop (tidak termasuk minuman beralkohol), diskon 10 % penggunaan bussiness center, gratis koran lokal , gratis check out terlambat, gratis peningkatan kamar, selain itu juga meyediakan pengantaran dan penjemputan ke dan dari Masjid Agung Magelang untuk sholat Idul Fitri 

Selain paket kamar, Grand Artos Aerowisata Hotel & Convention yang berlokasi di Jl.  Mayjend Bambang Sugeng No.1 ini turut merayakan hari kemenangannan Idul fitri bersama para tamu dan pelanggannya. Menyiapkan satu penawaran terbaik berupa paket Brunch Lebaran dikampung Jawa, dengan aneka masakan nusantara olahan chef Rahdian yang disajikan menggugah selera dan dapat dinikmati sepuasnya  dengan Rp.  75.000,-  net per orang, hidangan  brunch lebaran dikampung jawa  disajikan di prasmanan  di Pandan  Coffee Shop pada tanggal  28  - 31 Juli 2014  mulai pukul 11.30 wib hingga 15.00 wib.

Grand Artos Aerowisata Hotel & Convention juga menyediakan aneka bingkisan kue kering  untuk  diberikan kepada kolega  yang dikemas cantik nan elegan. Hampers isi enam jenis kue  nastar, lidah kucing, putri salju, strawberry, almond, chocholate & Sirup  dapat diperoleh dengan harga empat ratus lima puluh ribu per paket. Untuk paket yang isi Sembilan seharga enam ratus lima puluh ribu net, terdiri dari  nastar, kastengel, sagu keju, putri salju, strawberry almond, coconut macaron, kurma, coklat praline dan sirup dan paket seharga delapan ratus ribu terdiri dua belas macam, yaitu nastar, kastengel, sagu keju, putri salju, strawberry almond, coconut macaron, lidah kucing, kurma, praline, corn flakes, biorizt cookies serta sirup
Lina Agustin Marketing Communication Manager Grand Artos Aerowisata Hotel & Convention, menambahkan, " Selain aneka kue kering, kemangi cake & Lounge juga menyediakan oleh – oleh khas magelang antara lain Getuk, slondok, ting – ting, wajik, tape ketan, jamur, ledre, potil, bolo emprit, kuping zebra, dan masih banyak lagi aneka makanan khas magelang." tambahnya. @NSR 
 
Foto: Aldy, kabarjateng.com- Polisi Merazia Lampu Rotator
Semarang, kabarJateng.com - Maraknya penggunaan lampu rotator sekarang ini, membuat pengguna jalan merasa serah. Karena, lampu rotator yang seharusnya di pergunakan untuk intansi-intansi terkait dimana  sudah ditetapkan oleh Undang-undang yang ada Seperti, lampu rotator warna biru di peruntukkan untuk mobil dinas kepolisian, warna merah diperuntukkan mobil ambulan dan pemadam kebakaran, sedangkan warna kuning di peruntukkan untuk mobil angkutan besar (truk). Tetapi kenyataannya dilapangan banyak masyarakat umum menggunakannya. Dan saat ini pun di lakukan razia-razia di Kota-kota besar untuk menekan penyalagunaan lampu rotator. 


  Salah satunya diwilayah hukum Polda Metro Jaya Jakarta, bahwa Polda Metro Jaya sudah melakukan tindakkan sejak Juni 2013 namun tetap saja banyak pengguna rotator.  "Maka kita melakukan penindakan dengan tegas dan melakukan penyitaan barang bukti rotator, dan kita juga melakukan pemusnaan dengan meminta penetapaaan dari pengadilan tinggi." Ungkap kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya. AKBP Hindarsono Daniel SH.

  Sedangkan di kota semarang sendiri, penyalagunaan lampu rotator sangat banyak. Saat wartawan di lapangan, banyak menemui masyarakat umum dan klub-klub otomotif di Semarang khususnya klub dari STAR (Semarang Avanza Klub) menggunakannya secara bebas. Mulai dari lampu rotator diatas kap mobil dan didalam mobil dengan warna biru.


Hal ini sanngat mengganggu pengendara lain, pasalnya otoritas lampu tersebutpun juga dipergunakan seperti pengendara lain harus menepi ketikan lampu tersebut berbunyi.

 " Saya merasa terganggu sekali saat dijalan ada yang menggunakan lampu rotator, saya kirain Polisi yang mau minta jalan, eh ternyata orang umum." Ungkap Heru Riandi, warga ngaliyan Semarang.

  Saat wartawan menemui Kasatlantas Polrestabes wilayah hukum kota Semarang untuk dimintai keterangan terkait maraknya masyarakat umum menggunakan lampu rotator dan mobil pribadi menggunakan logo Lantas Kasatlantas Polrestabes tidak bisa ditemui. Tetapi lain halnya saat menenui Kasubdit Gakkum Polda Jateng AKBP Kinkin SH. Menurut Kinkin, Setiap org yang mengemudikan kendaraan bermotor dijalan yang melanggar ketentuan mengenai penggunaan atau hak utama bagi kendaraan bermotor yang menggunakan alat peringatan dgn bunyi dan sinar sebagaimana dimaksud dalam pasal 59, pasal 106 ayat 4 huruf F atau pasal 134 dipidana dgn pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak 250.000 rupiah.

  " Jadi siapa pun yang melanggar aturan, dengan menggunakan lampu rotator dan logo lantas akan kami tindak tegas sesuai aturan yang berlaku. "Ungkap Kompol Hary ArdiAnto SH SIK, melalui AKBP Kinkin saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (25/7/14). @ADY

Pati, KabarJateng.com - Sebuah rombongan pemudik yang mengendarai mobil bernomor polisi B-1334-NKA menabrak Tiga kendaraan motor di jalan pantura Desa Mintomulyo, Juana, Pati, Jumat (25/7/14) Pagi, dua Orang Tewas dalam kecelakaan tersebut. Diduga sopir Mobil maut tersebut mengalami kelelahan sehingga kehilangan konsentrasi yang menyebabkan mobil yang dikenbdarainya keluar dari jalur hingga menabrak tiga pengendara motor dan menewaskan dua pengendara motor.

KANITLAKA POLRES Pati IPDA Dafid Paraday, mengatakan, ketika laju mobil oleng dari arah berlawanan sebuah sepeda motor bernomor polisi  K-5030-BH yang dikendarai seorang ibu dan anaknya yang belum diketahui identitasnya melaju dan mendekati mobil tersebut hingga tabrakan tak terhindarkan, pengendara motor terpental dan tewas ditempat sedang motor yang dikendarainya masuk kekolong mobil tersebut. 

" Sopirnya mungkin lelah, kyurang konsentrasi hingga mobil oleng dan menabrak tiga  motor yang melaju dari arah berlawanan, hingga menyebabkan dua pengendara sepeda bermotor tersebut tewas ditempat." terangnya.

Sementara itu, dua orang pengendara lain Parmin, warga desa Kuniran, Batangan, dan seorang lagi yang juga belum diketahui identitasnya berhasil lolos dalam kecelakaan maut tersebut yang sebelumnya mereka juga sempat terseret mobil sejauh beberapa meter.   

Sopir mobil yang belum diketahui identitasnya karena langsung melarikan diri seusai kejadian kini menjadi buronan kini dalam pengejaran Polres Pati, sedang mobil yang digunakannya diketahui adalah mobil dari jasa rental. @NSR