Jumat, 23 Juni 2017

Jelang Idul Fitri LSM LIMAS Brebes Berbagi Bingkisan Lebaran Kepada Kaum Duafa Dan Orang Jompo

 
Kabarjateng.com, Brebes - Sebuah Lembaga Keswadayaan Kemasyarakatan (LSM) Lingkaran Masyarakat Transparasi (LIMAS) Brebes. Selain sebagai keswadayaan dan fungsi kontrol sosial di bulan penuh berkah serta jelang idul fitri gelar acara tali asih dan berbagi bersama kepada kaum duafa dan para jompo.

Acara berbagi bingkisan lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah ini dilakukan di Kantor Sekretariat LSM LIMAS Brebes RT 02/02 Kelurahan Gandasuli Brebes, Kamis (22/6/2017).

Sejumlah penerima tampak tersenyum sumringah saat menerima bingkisan lebaran yang langsung di serahkan oleh Ketua LSM LIMAS Brebes, Oping Maryono.

Toirin (67) salah satu penerima menyampaikan " Kami sangat senang sekali menerima binkisan ini, Alhamdulilah sejak adanya sebuah LSM yang ngantor di wilayah kami, kami kususnya sering mendapat santunan, beberapa waktu lalu LSM LIMAS juga memberikan santunan kepada anak yatim piatu" beber Toirin yang juga Ketua RT setempat.

 "kami berharap semoga Allah selalu memberkahi, memberikan keselamatan dan di mudahkan rizkinya untuk anggota dan pengurus limas" doanya.

Bingkisan tersebut menurut Ketua LSM LIMAS Brebes Oping Maryono, merupakan sumbangan pengurus LSM LIMAS Brebes, sebagai bentuk berbagi bersama dan tali asih kususnya kepada kaum duafa dan orang orang jompo.

 “Tali asih ini merupakan rasa kepedulian kita kepada sesama, terlebih pada bulan Ramadan yang sangat baik untuk beramal ibadah, kita umat islam di harapkan berlomba lomba menumpuk amal ibadah"paparnya.

 “ Kami harap jangan melihat dari isi bingkisanya tapi ihklas kami untuk berbagi, Insya Allah kedepannya kita akan memberi bantuan kepada masyarakat lain, saya mohon doa agar kami diberikan rezeki yang banyak dan berkah untuk membantu lebih banyak lagi,”jelasnya.(RN)
Lanjutkan Membaca

Senin, 19 Juni 2017

Ketua DPR RI Setya Novanto Berencana Buka Lahan Petani Bawang Merah Di Kabupaten Brebes

Kabarjateng.com, Brebes - Ketua DPR RI sekaligus Ketua Umum Partai berlambang pohon beringin,Setya Novanto, berencana akan mendorong memajukan pembangunan perekonomian di Kabupaten Brebes, kususnya sektor pertanian dan infrastruktur. Hal tersebut ia ungkapkan saat menggelar Safari Ramadhan di Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Senin (19/06/2017).

Ketua Umum Partai Gokar selain gelar safari ramadhan juga sampaikan keinginya dengan pemerintah setempat untuk membuka lahan pertanian bawang merah seluas 50 ha di brebes, yang juga sebagai daerah sentra penghasil bawang merah.

"Jika ada kepentingan apapun untuk kabupaten brebes baik terkait pertanian maupun pembangunan infrastruktur di kabupaten Brebes, bupati jangan sungkan sungkan untuk menghubungi. Sebagai ketua DPR RI, saya siap membantu mendorong kemajuan prekonomian Brebes." ujarnya saat meyampaikan sambutanya.

"Jika memang besok-besok saya di undang bupati brebes lagi, saya janji akan siap datang lagi," tandasnya lagi.

Setya Novanto juga mengapresiasi kinerja bupati Brebes selama ini, sehingga dirinya ingin menjalin kerjasama lebih erat lagi untuk kemakmuran masyarakat brebes.

Sementara Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti SE, yang ikut hadir dalam acara tersebut menyampaikan terima kasih atas dukungan partai golkar, serta terima kasih pada Bapak Setya Novanto atas partisipasi dan bantuanya untuk masyarakat di kabupaten brebes yang memang diakui masih ada 19% angka kemiskinan.

"Oleh karenanya, lanjut ia, saya mengapresiasi ketum partai Golkar yag rencanaya akan membantu meningkatkan prekonomian di kabupaten brebes terutama di sektor pertanian dengan membuka lahan petani bawang seluas 50 ha di kabupaten brebes. Semoga cita-cita mulia ini bisa segera terwujud, sehingga kesejahteraan warga masyarakat Kabupaten Brebes bisa tercapai," singkatnya.

Sementara dalam lawatan acara safari ramdhan, Setya Novanto menyerahkan bantuan beberapa Traktor (alat pertanian) kepada kelompok tani, serta bantuan jamban kepada warga Desa Pesantunan. Acara safari ramadhan juga di isi dengan pemberian santunan kepada para fakir miskin dan anak yatim di wilayah setempat.
Lanjutkan Membaca

Antisipasi Evakuasi Darurat, 5 Helikopter Disiagakan Di Ruas Tol Brebes-Gringsing

(foto ilustrasi)
Kabarjateng.com-Kepadatan kendaraan saat arus mudik yang melintas di jalan tol fungsional sepanjang 110 kilometer tersebut diperkirakan cukup tinggi. Oleh karena itu mengingat masih minimnya fasilitas yang ada, pemudik diminta untuk menyiapkan diri dengan baik terutama saat akan melintas di ruas tol Brebes Timur- Gringsing Batang.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono menyebutkan 5 helikopter disiagakan di tol fungsional ruas Brebes Timur hingga Gringsing, Kabupaten Kendal, selama arus mudik Lebaran 2017. Untuk kebutuhan kalau ada evakuasi darurat di ruas tol fungsional.

Selain dari kepolisian terdapat pula heli milik Basarnas yang disiagakan di ruas tol tersebut. 

Kapolda Jateng mengimbau kendaraan yang akan mudik melalui ruas tol untuk mengisi penuh bahan bakarnya sebelum masuk.

Meski demikian, lanjut dia, PT Pertamina juga telah menyiapkan penjualan BBM di ruas tol tersebut untuk mengantisipasi kebutuhan pemudik.

Selain itu, ia juga mengimbau pemudik membawa bekal air minum yang cukup. "Ruas tol mulai Palimanan hingga Gringsing cuacanya diperkirakan akan cukup panas. Oleh karena itu pemudik harus sedia air minum yang cukup," katanya.

Di sepanjang ruas tol tersebut, menurut dia, akan disiapkan delapan rest area. Satu dari delapan rest area, disebutnya sudah permanen, sementara tujuh lainnya masih darurat.

Nantinya, lanjut dia, pemudik yang melalui tol fungsional tersebut hanya diizinkan untuk berhenti beristirahat di rest area yang telah disediakan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan.(antarajateng 2017)
Lanjutkan Membaca

Minggu, 18 Juni 2017

Kapolda Jateng: Fasilitas Masih Minim, Pengguna Tol Brebes Kaligangsa- Gringsing Batang Harap Berhati Hati

Kabarjateng.com-Meski jalur ruas Tol Brebes timur hingga semarang belum selesai maksimal, sementara guna mengurai kepadatan kendaraan pemudik dari arah Jakarta, ruas tol Brebes-Gringsing Batang di pungsikan kendaraan yang menuju Jawa Tengah dengan melalui pintu keluar di Gringsing Batang.

Masih minimnya fasilitas tol Brebes Kaligangsa- Gringsing , pemudik yang melewati jalur tersebut diharapkan berhati hati. "Dengan difungsikannya jalan tol darurat ini, para pemudik diminta tetap berhati hati. Dimana fasilitas jalan tol ini masih minim, seperti belum adanya pagar dan lampu penerangan"terang Kapolda Jawa Tengah Pol Condro Kirono usai memimpin latihan Pra Operasi (Lat Pra Ops) Ramadniya Candi 2017 di Mapolres Tegal Kota Sabtu(16/6/2017) kemarin.

Kapolda juga menghimbau kepada pemudik agar tidak mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tidak lebih dari 40 kilometer perjam. Selain itu kepada para pemudik, masuk wilayah Jawa Tegah ada 3 jalur utama yakni pantura, dimana fasilitas dan kebutuhan masyarakat banyak tersedia. “Kami himbau agar dimanfaatkan, dari Cikampek belok kiri masuk pantura,” tutur Kapolda.

Kemudian bagi pemudik yang akan melalui ruas tol, lanjut Kapolda untuk kondisi kendaraan dan BBM harus diperhatikan. Jangan berharap semua akan mengisi di rest area termasuk juga bekal, terutama air minum karena kondisi di jalan sangat panas sekali.

Selain itu, bagi pemudik yang menuju Semarang bisa keluar di Gringsing, kemudian untuk wilayah Pekalongan, Batang bisa keluar melalui exit tol Kandeman.

Sementara yang ke Pemalang atau Banjarnegara bisa keluar di Gandulan. Termasuk untuk wilayah Tegal dan Brebes bisa keluar di pintu tol brebes exsit timur (Brexsit).

Dengan di fungsikanya ruas tol Brebes- Gringsing di harapkan bisa mengurai kepadatan arus kendaraan di wlayah pantura.
Lanjutkan Membaca

Jumat, 02 Juni 2017

Antisipasi Budaya Konvoi Dan Corat Caret, Sekolah SMPN 02 Brebes Manfaatkan Teknologi Internet

Kabarjateng.com, Brebes-Budaya konvoi dan corat coret baju kerap di lakukan oleh anak sekolah dalam merayakan momen kelulusan, tidak jarang pula di sertai trek kendaraan bermotor, meski hal tersebut adalah suatu ungkapan kebahagiaan namun seringkali mengundang protes masyarakat, pasalnya konvoi yang mereka lakukan lebih sering mengganggu daripada sebaliknya. bukanya di lakukan tertib, justru kerap melakukan pelanggaran lalulintas, Mulai dari konvoi tanpa memakai helm, bonceng bertiga hingga geber knalpot.

Meski demikian, guna antisipasi dan miminimalisir perayaan kelulusan siswanya yang di kuatirkan mengarah pada hal hal negatif, salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Brebes yaitu SMPN 02 Brebes beberapa tahun terakhir telah menerapkan pengumuman kelulusan dengan memanfaatkan teknologi internet.

SMPN 02 Brebes menyediakan laman website yang bisa di akses melalui internet, namun terkait pengumuman kelulusan hanya bisa di buka ketika ketetapan kelulusan di tetapkan, yaitu dimana mengacu pada peraturan yang ada.

Pengumuman kelulusan siswa kelas IX SMPN 02 Brebes tahun pelajaran 2016-2017 bisa di buka di laman www.smpn2brebes.com pada Juma’at 2 Juni 2017 sekitar pukul 15.30 WIB

Tarwadi,MPd. Kepala Sekolah SMPN 02 Brebes Kepada kabarjateng.com mengatakan,“ Budaya anak sekolah dalam merayakan kelulusan yang cenderung mengarah pada hal hal yang kurang bersimpati di masyarakat, untuk meminimalisir hal tersebut sekolah kami menerapkan pengumuman kelulusan dengan memanfaatkan teknologi internet” terang Tarwadi.

Dengan memanfaatkan internet yang juga telah mendapat respon positif dari para wali murid, siswa maupun wali murid tidak harus hadir di sekolah untuk menerima pengumuman kelulusan, hal itu di maksud guna menghindari berkumpulnya siswa yang dapat memicu budaya konvoi maupun corat caret baju.

“Kami juga menghimbau kepada siswa untuk bisa merayakan kelulusan dengan hal hal yang bersifat positif, salah satunya dengan mengumpulkan baju seragam bekas untuk di sumbang kepada yang membutuhkan, dan Alhamdulilah seperti tahun tahun sebelumnya sekitar 60% siswa bisa ikut berpartisipasi” bebernya.

Di katakan Tarwadi, saat ini di Kabupaten Brebes baru hanya SMPN 02 Brebes yang telah beralih dari cara konvesional ke basis internet dalam menyampaikan pengumuman kelulusan, selain dapat meminimalisir budaya konvoi dan corat caret baju, juga di anggap lebih ekonomis.[RN]
Lanjutkan Membaca

Sabtu, 27 Mei 2017

Di Duga Tidak Transparan,Pembentukan Panitia Prona Hanya Formalitas

Foto:ilustrasi
Kabarjateng.com, Brebes:Penyelenggara Prona bertugas memproses persertifikatan secara masal sebagai perwujudan daripada program catur tata tertib di bidang pertanahan.

Tahap Pelaksanaan Kegiatan PRONA dimulai dari pembentukan Tim atau Panitia PRONA. Dalam rangka pelaksanaan PRONA Kepala Kantor Pertanahan dibantu oleh Panitia PRONA yang dibentuk berdasarkan keputusan Kepala Kantor Pertanahan.

 Susunan Panitia PRONA antara lain terdiri dari seorang Ketua Panitia merangkap anggota yang dijabat oleh seorang pegawai Badan Pertanahan Nasional, anggota terdiri dari pegawai Badan Pertanahan Nasional yang mempunyai kemampuan di bidangnya, Kepala Desa yang bersangkutan atau seorang pamong desa yang ditunjuk.

Keanggotaan Panitia PRONA dapat ditambah dengan seorang anggota yang sangat dibutuhkan dalam penilaian kepastian data yuridis mengenai bidang-bidang tanah di wilayah desa yang bersangkutan. Dalam melaksanakan tugasnya Panitia PRONA dibantu oleh satuan tugas pengukuran dan pemetaan, satuan tugas pengumpul data yuridis dan satuan tugas administrasi, dalam hal ini di bentuk panitia Prona Tingkat desa.

Namun miris terbentuknya panitia prona tingkat desa di duga hanya sebatas formalitas, ada indikasi pemerintah Desa tidak transparan dalam mengelola program RONA. dugaan tersebut muncul ketika, salah satu Ketua Panita PRONA di Desa Rengaspendawa Kecamatan Larangan Brebes yang di tunjuk melalui musyawarah, saat di mintai keterangan justru mengaku tidak tahu perkembangan program prona di desanya.

 “ Meski saya telah di tunjuk sebagai ketua panitia Prona, hingga saat ini saya tidak tahu perkembangan yang ada, laporan secara resmi belum saya terima, informasi yang saya terima, semua di tekel oleh kepala desa, bahkan fungsi bendara juga tidak di perdayakan, namun hanya sebatas formalitas” tandas Hasan ketua panitia PRONA Desa Rengaspendawa.

 Hasan menambahkan, saat berita acara di buat, melalui musyawarah warga telah di tetapkan biaya pembuatan PRONA perbidang di tetapkan Rp.400 ribu, bahkan dirinya mengaku hingga saat ini tidak tahu jika realitanya ada pemohon yang di kenai hingga Rp.700 ribu perbidang.

 Di kutip dari Suara Anak Bangsa.com “Kenyatanya di lapangan masyarakat di bebani hingga Rp.500.00 – Rp.700.000” tulis SAB.com Sabtu, 27 Mei 2017

"Meski demikian, Karena kami telah di tunjuk sebagai panitia prona, kami tetap akan melaksakan pembuatan laporan pertanggungjawaban, dengan tanda kuitip tetap mengacu pada hasil musyawarah yang telah ada” katanya.

 Sementara Sumardi,Kepala Desa Rengaspendawa saat di mintai keterngan via WhatsApp terkait hal tersebut enggan memberikan keterangan.
Lanjutkan Membaca

Kamis, 25 Mei 2017

Pasca Bom Kampung Melayu, Polda Jateng Intrusikan Tingkatkan Keamanan

Humas Polda Jateng Kombes Pol Djarot Padakova [Foto:M.Ismail/JIBI/Solopos]
 Kabarjateng.com — Pasca Bom Kampung Melayu Kapolda Jateng melalui Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Djarot Padakova meminta seluruh Polresta/Polres di Jateng tingkatkan pengamanan di daerah masing masing.

Peningkatan pengamanan diberlakukan di kantor kepolisian, pos pengamanan (pospam), dan lokasi publik lainya.

Kapolda Jateng juga akan memberikan pengawalan khusus bagi polisi yang sedang bertugas di lapangan. Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. Djarot Padakova di kediaman Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sumber, Banjarsari, sesuai memberikan keterangan terkait peristiwa ledakan bom di Kampung Melayu, Jakarta, Kamis (25/5/2017).

“Kapolda Jateng sudah memberikan instruksi kepada semua pimpinan Polresta/Polres di Jateng agar meningkatkan pengamanan di daerah masing-masing. Kami mengimbau masyarakat waspada dan tidak perlu takut,” ujar Djarot.

 Pengawalan khusus di berikan kepada polisi yang sedang bertugas di lapangan. Pengawalan khusus dilakukan secara terbuka dari Satuan Brimob dan tertutup dari polisi berpakaian sipil.

 “Petugas khusus akan memantau dari jauh. Kalau ada pelaku teror yang menyasar petugas keamanan langsung dilumpuhkan. Kami meminta kepada petugas yang berjaga di pintu masuk dan keluar di Mapolresta, Mapolres, hingga polsek agar memeriksa barang yang dibawa pengunjung,” kata dia. 


Seperti di lansir dari Solopos.com, judul berita" Polda Jateng Akan Mengawal Polisi Yang Bertugas Di Lapangan".
Lanjutkan Membaca