Selasa, 12 Desember 2017

Cerita Pilu Di Brebes, Bayi 7 Bulan Meninggal Usai Ditolak Puskesmas

[gambar:ilustrasi]
Brebes-kabarjateng.com-Icha Selvia Bayi 7 Bulan, anak ke lima dari Ibu Emiti [32] tahun, warga Desa Sidamulya Kecamatan Wanasari Brebes akhirnya tak dapat terlolong dan meninggal dunia setelah mengalami sakit muntaber beberapa hari.

Ironisnya, Icha Selvia yang saat itu sedang mengalami sakit muntaber oleh orang tuanya telah di rujuk ke Puskesmas terdekat, namun karena di anggap tidak memiliki kelengkapan administrasi, oleh petugas Puskesmas di tolak.

Usai di tolak, di ceritakan oleh Ibu korban, kondisi Icha yang tidak tertangani medis makin melemah sehingga akhirnya  meninggal dunia pada minggu siang.[10/11/2017]

“Anak saya mengalami sakit sejak jum’at malam, sabtunya saya bawa berobat ke Puskesmas Sidamulya, namun oleh petugas kami di tolak dengan alasan kami tidak memiliki KK dan anak saya juga belum terdaftar KIS” kata Emiti Ibu korban.

Emiti mengakui saat itu dirinya tidak membawa salian KK, dirinya bingung karena meskipun membawa Salinan KK, nama anaknyapun belum terdaftar karena di anggap masih usia 7Bulan.

Emiti yang merupakan keluarga kurang mampu  tidak berani membawa anaknya ke rumah sakit dengan alasan tidak ada biaya,sedangkan suaminya juga lagi merantau.

Sementara Kepala Puskesmas Sidamulya, Dr.Arlinda mengakui ada kesalahan Standar Operasioanal Prosedur [SOP] yang di lakukan bawahanya, menurutnya seharusnya petugas lebih mendahulukan kedaruratan kondisi pasien ketimbang kelengkapan administrasi.

Dikatakanya ia telah melaporkan kepada Dinas Kesehatan Brebes terkait permasalahan di Puskesmas Sidamulya, menurutnya terkait sangsi apapun biar dari Dinas yang menentukan.[Red]

Minggu, 10 Desember 2017

Penyakit Difteri Mewabah, Apa Sebenarnya Penyakit Difteri

Koloni Corynebacterium diphtheriae (Wikimedia)

Kesehatan-kabarjateng.com-Menurut data Kemenkes, ada 20 provinsi di Indonesia yang melaporkan kasus difteri. Apa sebenarnya faktor penyebab penyakit yang sedang mewabah ini?

Difteri adalah infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium. Gejala yang muncul bila kita terkena difteri adalah sakit tenggorokan, demam, dan terbentuknya lapisan pada amandel dan tenggorokan. Dalam kasus yang sudah lanjut, infeksi dapat menyebar ke organ tubuh lain seperti jantung dan sistem saraf. Infeksi kulit juga ditemukan pada beberapa pasien. Racun yang dihasilkan oleh Corynebacterium dapat berbahaya bila tersebar ke bagian tubuh yang lain. [Seperti dikutip dari klicsehat.com]
Kasus difteri banyak ditemui di negara-negara berkembang seperti Indonesia, di mana kesadaran akan pentingnya vaksinasi masih rendah. Difteri dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko.

Tanda dan gejala

Walaupun gejala yang paling mudah terlihat adalah pada mulut dan tenggorokan, namun difteri juga dapat dikenali dari beberapa tanda berikut:
·                     tenggorokan seperti dilapisi selaput tebal keabu-abuan
·                     radang tenggorokan dan suara menjadi serak
·                     pembengkakan pada kelenjar leher
·                     masalah pernapasan dan kesulitan menelan
·                     hidung berlendir
·                     demam dan menggigil
·                     batuk
·                     perasaan tidak nyaman
·                     gangguan penglihatan
·                     bicara yang melantur
·                     kulit pucat, berkeringat dan jantung berdebar.



Sumber referensi=http://www.klicsehat.com/2017/12/penting-mengenal-lebih-jauh-tentang.html?spref=fb

Melalui Sistem Online,Pembuatan SIM Sekarang Lebih Mudah Dan Cepat

Brebes-kabarjateng.com-Guna memberikan pelayanan yang cepat tepat kepada masyarakat, Satlantas Kepolisian kini menggunakan sistem  online dalam proses pembuatan Surat Ijin Mengemudi (SIM).
Kanit Regiden Iptu Himawan melalui Kepala Unit Badan Urusan Surat Izin Mengemudi (Baur SIM) satlantas Polres Brebes, Aiptu Kusnanto mengatakan pembuatan SIM semakin mudah.mudahnya pembuatan SIM ini dikarenakan adanya sistem SIM online.
"Seluruh Polres di Jawa Tengah sudah menerapkan SIM online termasuk Polres Brebes, sehingga misal KTP-nya Tegal bisa membuat SIM di Polres Brebes," ujarnya.
Kusnanto menambahkan bagi warga Kabupaten Brebes yang lokasinya jauh dari Mapolres Brebes yang berada di Brebes, bisa memanfaatkanpelayanan sim Online.
"Jadi, misalnya warga Kecamatan Bumiayu atau Paguyangan terlalu jauh untuk datang ke Mapolres Brebes maka bisa memanfaatkan program di Polres Banyumas atau Polres Cilacap," sambungnya.
Namun, meski mendaftar melalui SIM Online, bagi warga yang ingin mengajukan SIM baru maka juga harus mengikuti tata cara yang ada.
Tata cara tersebut yakni melakukan pengecekan kesehatan jasmani dan rohani, mengisi formulir pendaftaran, dan melaksanakan tes tertulis dan tes praktik.
"Jika semuanya lancar dan lulus prosesnya hanya satu hari. Jika ada tes yang tidak lulus maka ya harus mengulang seminggu lagi tetapi tidak dipungut biaya lagi alias gratis," papar Kusnanto.
Kusnanto menambahkan untuk biaya pembuatan SIM baru yakni SIM A dikenai biaya pendaftaran Rp 120 ribu dan SIM C, Rp 100 ribu, sedangkan untuk perpanjangan Rp 80.000 untuk SIM A dan SIM C Rp 75.000.
"Semua biaya pendaftaran pembuatan atau perpanjangan SIM ini juga ditransfer melalui bank BRI," jelasnya.
Kusnanto juga menghimbau supaya masyarakat yang ingin membuat SIM untuk mengurusnya sendiri tanpa perantara calo.[Red]

Mengobati Bisul Dengan Alternatif Bawang Putih,Mitos Atau Fakta


Kesehatan-kabarjateng.com-Bisul merupakan infeksi bakteri yang menyebabkan peradangan di dalam folikel rambut (lubang tempat rambut tumbuh). Mula-mula, kulit di area infeksi menjadi merah dan muncul benjolan. Setelah 4-7 hari, benjolan tersebut mulai mengandung nanah.
Keberadaan bisul kerap mengganggu kenyamanan karena terasa nyeri, apalagi bila terletak di area yang kerap tersentuh. Daripada repot ke dokter, banyak orang memilih mengobati bisul menggunakan bawang putih. Mereka kerap menghaluskannya terlebih dahulu, lalu membubuhkannya tepat di atas bisul. Namun apakah benar bahwa cara pengobatan tersebut dapat meredakan bisul?
Salah satu bumbu masakan ini memang sering menjadi alternatif untuk mengobati beberapa penyakit. Sebab, bawang putih memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Khasiatnya antara lain yaitu sebagai antikanker dan antijamur.
Bawang putih juga berperan sebagai antibakteri. Mungkin, hal itu yang membuat banyak orang mengira bawang putih dapat menjadi obat bisul. Padahal belum ada penelitian khusus yang mendukung anggapan tersebut.
Bawang putih hanya dapat digunakan sebagai terapi tambahan untuk mempercepat proses penyembuhan bisul. Pemakaiannya juga tidak boleh sembarangan. Sebab, bisul sangat rentan terhadap infeksi lain.
Oleh karena itu, Anda perlu memperhatikan kebersihan bawang putih untuk mengatasi bisul. Selain itu, alat-alat yang digunakan untuk menghaluskannya juga harus higienis. Dosis bawang putih yang tepat juga harus Anda pahami.
Hindari pula memecah bisul dengan paksa untuk mencegah infeksi sekunder dari bakteri yang lain. Menjaga kebersihan sangat penting guna mempercepat penyembuhan bisul yang telah terinfeksi.
Pada umumnya, bisul dapat sembuh sendiri tanpa perawatan medis. Bawang putih hanya berperan sebagai terapi tambahan untuk mempercepat penyembuhan bisul. Jika ukuran bisul semakin besar dan tidak sembuh sekitar dua minggu, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter.


http://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3189618/mengobati-bisul-dengan-bawang-putih-mitos-atau-fakta

Jumat, 08 Desember 2017

Doorr...!!, Berusaha Kabur Komplotan Pencuri BTS Tak Bisa Berkutik Di Terjang Timah Panas


Brebes-kabarjateng.com-Tiga pelaku kejahatan pencurian Batrre Tower Telekomunikasi [BTS] tak berkutik ketika merasakan timah panas. Polisi terpaksa menembak kaki ketiga pelaku karena berusaha kabur dan melakukan perlawanan saat hendak ditangkap petugas.

Penangkapan tersebut atas adanya laporan dari salah satu provider yang mengalami kerugian atas hilangnya beberapa baterai tower yang dicuri oleh para pelaku.

Kapolres Brebes AKBP Sugiarto SH SIK MSi melalui Kasat Reskrim AKP Arwansa menyampaikan bahwa kejadian yang terjadi pada Kamis (7/12) dinihari tersebut di sebuah tower BTS didaerah Talok desa Dukuhturi Kecamatan Bumiayu Brebes.

Polisi yang menerima laporan tersebut langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengecek dan penyelidikan.

"Dari informasi yang berhasil dihimpun akhirnya Polisi berhasil mengamankan satu tersangka atas nama Hanif Aristanto beserta satu unit mobil merek Toyota Avanza dngan Nopol B 2952 TKK," kata Arwansa.

Dari hasil introgasi, selanjutnya polisi melakukan penyisiran di Jalan Lingkar Bumiayu. Di salah satu hotel di lokasi tersebut, polisi kemudian mengamankan dua tersangka lainnya yakni Puji Hariyanto dan Subianto.

Ditambahkan Kasat Reskrim para pelaku telah beraksi di tiga tempat berbeda. Selain di Talok Kecamatan Bumaiyu,  mereka juga mencuri baterai tower di Kalijurang dan Benda Kecamatan Sirampog.

Dari tangan para tersangka ini Polisi juga mengamankan barang bukti sebanyak 23 buah batu baterai. "23 baterai tower yang memikik berat lebih dari 50 kilogram tersebut untuk sementara kami amankan sebagai barang bukti," jelas Arwansa.


Kamis, 07 Desember 2017

Polda Jateng MoU Dengan PW NU Dan PW Muhammadiyah

Semarang- kabarjateng.com- Wakapolda Jawa tengah Brigjen Pol Drs. Indrajit S.H menghadiri Joint Analysis dan Penandatanganan Nota Kesepahaman/MoU antara Polda Jateng dengan PW NU dan PW Muhammadiyah Jateng di Hotel Patrajasa Semarang Convention Center (6/12/2017)
Acara tersebut dihadiri pula pejabat utama polda jateng dan Kapolres jajaran, Ketua PW NU Drs. Hafzin dan Ketua PW Muhammad Iyah Drs. Tafsir.
Dalam sambutan Kapolda Jateng yang dibacakan Wakapolda Jateng menyampaikan rasa syukur suka cita kegiatan hari ini setelah menangkal pada pencegahan terorisme juga menjelaskan bahwa polri bukan masyarakat yang anti islam karena anggota polri 90% semuanya islam, dan mengajak masyarakat untuk tidak mengarah pada tindakan yang melanggar hukum.
“Indonesia adalah eksis selama ada komitmen dan kensesus diantara kita, tidak mungkin Indonesia hilang karena itu adalah tanggung jawab Indonesia, Muhammadiyah dan NU,” ujar Wakapolda jateng.
“Polri tidak memerangi agama Islam namun polri memerangi ajaran yang menyimpang,” tegas Wakapolda jateng.
Diharapkan kegiatan join analysis dan mou dapat dilaksanakan baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan guna menggugah rasa peduli masyarakat untuk ikut peran serta dalam memerangi paham radikalisme di wilayah Jawa Tengah.
Sumber Berita[https://tribratanews.jateng.polri.go.id/2017/12/06/polri-tidak-memerangi-agama-islam-namun-memerangi-ajaran-yang-menyimpang/]

Rabu, 06 Desember 2017

Diduga Tidak Transparan,Penyusunan APBD 2018 Kudus Dipertanyakan

[Foto:antaranews]

Kudus - kabarjateng.com - Anggota Badan Anggaran DPRD Kudus M. Nur Khabsyin menilai penyusunan Rancangan APBD 2018 hingga menjadi Peraturan Daerah tentang APBD 2018 tidak transparan, menyusul adanya anggaran yang masuk dalam APBD 2018 tanpa melalui pembahasan resmi di dewan.

Menurut dia, di Kudus, Selasa, terdapat sejumlah kejanggalan dalam pembahasan RAPBD Kudus 2018 tersebut.

Di antaranya, kata dia, adanya kenaikan pendapatan dari dana perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah dengan total Rp63,3 miliar. 

"Kami menganggap tidak benar," ujarnya.

Selain itu, kata dia, ada juga kenaikan belanja sebesar Rp62,8 miliar dan adanya kenaikan sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) sebesar Rp21 miliar. 

Anggaran tersebut, kata Khabsyin yang merupakan politisi dari PKB itu, tidak pernah dibahas dalam rapat yang sah, baik rapat komisi maupun banggar.

Ia juga mempertanyakan masih adanya anggaran sebanyak itu, sementara permintaan untuk anggaran kartu identitas anak (KIA) sebesar Rp3,5 miliar yang sudah disetujui banggar justru oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) disebutkan tidak ada anggaran lagi.

"Melihat anggaran yang tidak jelas tersebut, kami menganggap sebagai anggaran siluman karena tidak dimasukkan melalui proses yang sah," ujarnya. 

Ia mengancam akan melaporkan permasalahan tersebut ke gubernur agar APBD Kudus dikembalikan.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kudus Eko Djumartono mengungkapkan, bahwa penyusunan APBD 2018 sudah sesuai dengan risalah komisi DPRD Kudus, sehingga tidak ada istilah dana siluman.

"Artinya, komisi tentu mengetahui dan ditunjukkan dengan ditandatanganinya risalah komisi DPRD Kudus hasil pembahasan," ujarnya.

Untuk belanja dan SILPA, kata dia, semula dalam pembahasan RAPBD 2018 mengalami defisit sebesar Rp277 miliar, karena dari hasil pembahasan komisi ada penambahan kegiatan di setiap komisi.

Selanjutnya, kata dia, dilakukan rasionalisasi atau pengurangan kegiatan agar antara pendapatan dan belanja bisa sesuai. 

"Salah satu upayanya, yakni adanya pendapatan sebesar Rp41,7 miliar yang didapat dari berbagai sumber pendapatan, terutama setelah ada kejelasan dari pemerintah pusat soal bantuan keuangan," ujarnya. 

Meskipun demikian, kata dia, masih tetap mengalami defisit anggaran, sehingga kembali dilakukan rasionalisasi.

Akhirnya, kata dia, defisit anggarannya tersisa sebesar Rp21 miliar, kemudian ditutup dengan SILPA Rp21 miliar. 

"Angka SILPA tersebut juga sudah dimasukkan dalam banggar," ujarnya.

Terkait pembagian kegiatan untuk anggaran sebesar Rp21 miliar, kata dia, yang mengetahui tentu dari masing-masing komisi di DPRD Kudus, karena penambahan kegiatan maupun pengurangan dilakukan di setiap komisi. 

"Pemotongan anggaran, semuanya ada di komisi DPRD Kudus," ujarnya.

Demikian halnya, kata dia, anggaran untuk KIA yang dicoret, jika memang program tersebut penting, maka dalam rapat komisi seharusnya tidak dirasionalisasi. 

Sumber Berita[https://jateng.antaranews.com/detail/legislator-penyusunan-apbd-2018-kudus-tak-transparan.html]