Sabtu, 29 April 2017

Hari Buruh Serikat Buruh Di Brebes Tidak Gelar Unjuk Rasa

(foto ilustrasi hari buruh internasional)

Kabarjateng.com,Brebes- Tanggal 1 Mei adalah dimana seluruh pekerja buruh memparingati Hari Buruh Internasional atau May Day. Tahun ini May Day tepat jatuh pada hari Senin 1 Mei besok.

Untuk merayakan hari buruh dan menyampaikan aspirasi, Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Brebes tidak akan gelar unjuk rasa, namun demikian untuk menyampaikan aspirasinya,SBSI Brebes lakuan aksi bakti sosial. Seperti yang di sampaiakan Kapolres Brebes, AKBP Luthfie Sulistiawan.

Di jelaskanya bahwa pada tanggal 1 Mei mendatang yang bertepatan dengan Hari Buruh Internasional, bahwa di wilayah Kabupaten Brebes, SBSI Brebes tidak akan melakukan unjuk rasa, melainkan akan melakukan kegiatan sosial dengan membagikan paket sembako dan nasi bungkus kepada yatim piatu dan tukang becak, di seputar alun alun Brebes.

Di samping itu akan dilaksanakan kegiatan penanaman 3.265 bibit sengon dan buah buahan. yang di gelar di Desa Kubangsari Kersana Brebes, seperti yang di sampaikan Kapolres Brebes usai memimpin apel pengamanan, dimana pihaknya telah berkoordinasi dengan ketua SBSI Brebes, Raharjo.

Namun demikian kegiatan tersebut tetap mendapat pengawalan dari pihak kepolisian.

Libur panjang Sabtu Minggu dan May Day membuat jajaran kepolisian Polres Brebes menyiagakan personilnya, Sedikitnya 494 personel gabungan disipakan untuk antisipasi libur panjang ini. 

Menurutnya, apel kesiapan pengamanan ini dimaksudkan sebagai bentuk antisipasi kerawanan situasi Kamtibmas.

Disebutkan, setidaknya ada 4 empat lokasi yang menjadi sasaran pengamanan. Disamping penggal-penggal jalan antisipasi peningkatan arus, tiga lokasi lainya adalah obyek –obyek vital yang diprediksi akan mengalami peningkatan aktifitas. Diantaranya adalah SPBU-SPBU, Tempat Perbelanjaaan (Mall) dan obyek Wisata.

Dilokasi tersebut Kapolres mengistruksikan kepada jajaranya untuk menyediakan adanya pengeras suara. Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat yang tengah beraktifitas maupun menikmati suasana liburan.

"Kita ingin‎ memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat di wilayah hukum Polres Brebes," tegasnya.
Lanjutkan Membaca

Kompetisi Internasional, Kontingen Muhammadiyah Wanasari Boyong 16 Medali


Prestasi gemilang di raih Kontingen Amal Usaha Muhammadiyah[AUM] Pendidikan Cabang Wanasari dalam mengikuti ajang kelas Internasional Olympiade Alqur’an [OLYQ] 3 di bandung Jawa Barat, Kamis 27 April 2017,

Tak tanggung tanggung , 16 medali terdiri dari 4 emas,8 perak dan 4 perunggu berhasil di boyong AUM Pendidikan Cabang Wanasari.

Ajang OLYQ Muhammadiyah tingkat Internasional yang di gelar tiap tahun di ikuti ribuan peserta dari sekolah sekolah besar yang ada di Indonesia,Malaysia dan Singapura.

16 cabang lomba di gelar dalam ajang tersebut,
AUM Pendidikan Wanasari kirim siswa dari SMK Muhammadiyah Wanasari, SMP MBS Wanasari,SMP Muhammadiyah Sawojajar,MTS Muhammadiyah Wanasari, MI Muhamadiyah Sawojajar dan MI Muhamadiyah Demeling.

4 medli emas di antaranya di raih Rizq Riyadus Shofi, siswa SMP MBS Wanasari dalam lomba Adzan, M Fajri, lomba Tahfiz Qur’an, siswa SMP MBS Wanasari, Hanifatun Nisa siswi MI Dumeling dalam lomba Pidato Bahasa Arab, serta Faza Hiro Mistafa Hilmi siswa MI Muhammadiyah Sawojajar. Sementara SMK Muhammadiyah Wanasari banyak mendominasi perolehan medali perak.

H.Sanaji Ma’sus Ketua PC Muhammadiyah Kecamatan Wanasari melalui Torodin mengatakan, “melalui kegiatan ini di harapkan bisa meningkatkan mutu Pendidikan kususnya siswa siswi Muhammadiyah Kecamatan Wanasari serta bisa menjadi motifasi bagi Sekolah Sekolah Muhammadiyah lainya agar di tahun tahun berikutnya bisa ikut mengirimkan siswanya.

Sementara Kepala SMK Muhammadiyah Wanasari, Darmayunshah,Spd sangat mengapresiasi dan bangga atas apa yang di raih siswa siswi Pendidikan Muhammadiyah Kecamatan Wanasari, di katakanya “Dengan berkompetisi dari ribuan peserta dari sekolah sekolah besar, bukan saja dari Indonesia, namun dari sekolah besar negara lain, 16 medali yang berhasil di boyong kontingen Kecamatan Wanasari termasuk sudah prestasi yang membanggakan”. Ujarnya.

Di jelaskanya,siswa siswi SMK Muhamadiyah Wanasari selain pada tahun ini meraih prestasi di ajang OLYQ, prestasi dari ajang berbagai kompetisi lain juga banyak di raih SMK Muhammadiyah Wanasari, salah satunya prestasi juara pertama tingkat SMA/SMK Kabupaten Brebes dalam lomba LCK [Lomba Cerdas Cermat Kesehatan, rencana siswa siswinya akan di kirim mewakili Brebes di tingkat Propinsi September mendatang.

Di katakanya lagi, SMK Muhammadiyah Wanasari Brebes memiliki jurusan unggulan TKJ Mikrotic Akademik, di tambahkanya jurusan unggulan dimaksud selain hanya satu satunya di wilyah se-Karisidenan Pekalongan, juga telah melakukan Mou dengan perusahaan besar yang siap menampung kerja lulusan siswanya.

Dalam menyalurkan lulusan siswa siswinya untuk bisa langsung kerja, SMK Muhammadiyah Wanasari juga bekerja sama dengan informasi Bursa Kerja [BK] yang nantinya bisa di terima dengan perusahaan perusahaan besar.
Lanjutkan Membaca

Jumat, 28 April 2017

Mudik Lebaran 2017 Tol Brebes Timur-Ngaliyan Semarang Bisa Dilalui


Kabarjateng.com, Brebes - Jelang mudik lebaran tahun 2017, jalur mudik di Kabupaten Brebes menjadi salah satu yang menjadi perhatian Polri, belum lama ini ,petinggi Mabes Polri yang di pimpin Asisten Operasi Polri, Irjen Pol Unggung Cahyono, didampingi Kakorlantas, Irjen Royke Lumowa dan Kakorsabhara Baharkam, Irjen Umar Septono laksanakan pengecekan dan peninjauan jalur mudik di Brebes.

Dalam kesempatan tersebut, pejabat dari Polda Jateng antara lain Karo Ops Kombes Pol Haryanto, Dirlantas Kombes Pol Bakharuddin serta Kapolres Brebes AKBP Luthfie Sulistiawan menyambut kedatangan para petinggi Polri di pos pintu keluar Tol Brebes Timur (Brexit).

Disampaikan Unggung, pihaknya akan mengerahkan 11 Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau sekitar seribu lebih personel untuk mengamankan jalur mudik di Jawa Tengah. Jumlah personel itu belum ditambah dari Polda Jateng. Kekuatan 11 SSK merupakan bantuan dari Mabes Polri.

 "Kami akan tempatkan personel terutama di jalan tol Brebes Timur ke Semarang," kata Unggung.

Menurutnya, jumlah personel itu terdiri satuan Brimob serta polisi yang tengah menempuh pendidikan di Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa).

Dijelaskan, Operasi Ramadaniya 2017 itu akan dilaksanakan selama 16 hari dari 21 Juni sampai awal Juli 2017. Berdasarkan kalender, Idul Fitri jatuh pada 25-26 Juni 2017.

Seperti diketahui, saat ini tengah dibangun jalan tol sesi 3 - 4 yang menghubungkan Brebes - Pemalang sampai Semarang. Jalan tol Brebes Timur- Ngaliyan Semarang menjadi prioritas pengamanan karena jalan tersebut belum rampung seratus persen.

Disebutkan walaupun sudah bisa dilalui namun sarana prasarana masih sangat minim. Dimana, nantinya akan didirikan tenda-tenda pengamanan disepanjang jalan yang bisa digunakan saat arus mudik.
Lanjutkan Membaca

Selasa, 25 April 2017

Marwan Jafar Menyoroti, Jateng Peringkat Termiskin Ke Dua Setelah Jatim


Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu Partai Kebangkitan Bangsa (LPP PKB), Marwan Jafar

Kabarjateng.com –  Marwan Jafar, Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu Partai Kebangkitan Bangsa (LPP PKB) menyoroti kemiskinan yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Ternyata jumlah penduduk di Jateng berada di tingkat kedua di Indonesia setelah Jawa Timur yaitu 4.493.750 jiwa.



“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), BPS menyebut jumlah penduduk miskin di Jateng sebanyak 4.493.750 jiwa di bawah Jawa Timur sebanyak 4.638.530 jiwa tetapi di atas Jawa Barat 4.168.110 jiwa. Jadi separuh dari jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 27.764.320 jiwa itu ada di Pulau Jawa,” ungkapnya seperti dilansir dari media nasional setempat, Senin (24/4).

Marwan juga menuturkan bila tingginya angka kemiskinan yang mencapai 13,19 persen itu tidak lepas dari peran kinerja pemerintah provinsi yang tak mampu mengangkat potensi wilayah desa.

“Angka tersebut masih tinggi lebih tinggai dibanding kemiskinan nasional 10,70 persen. Hal ini tidak akan mungkin terjadi jika potensi kewilayahan dimaksimalkan, khususnya di desa-desa, dan masyarakat harus menjadi subjek pembangunan,” imbuhnya

Belum lagi, akhir-akhir ini Jawa Tengah mulai disoroti oleh beberapa pihak nasional karena kebijakan-kebijakan pembangunan yang menimbulkan konflik di tengah masyarakat. Salah satunya adalah pabrik semen di Rembang dimana banyak warga memprotes keras masalah tersebut.

“Hanya ada dua teori dalam menghadapi pembangunan, keberpihakan terhadap masyarakat atau penciptaan program pembangunan yang berorientasi sebagai mercusuar pembangunan, namun, belum tentu mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya seperti di kutip dari (berita semarang.net)
Lanjutkan Membaca

Rabu, 19 April 2017

Kurangnya Respon Kabupaten Brebes, GP3A lakukan Gebragan Sendiri


Kabarjateng.com, Brebes – Kabupaten Brebes, sebuah wilayah ujung barat Jawa Tengah yang berbatasan dengan Jawa Barat. Sebagai wilayah terluas ke dua sejawa tengah sebernya memiliki tanah yang subur, dengan bawang merah sebagai sentra hasil pertanian kabupaten brebes, tentunya air menjadi vital untuk menunjang pertanian, namun kurangnya pembangunan selama ini yang tidak memenuhi kebutuhan petani akan air, membuat petani geger kelangkaan air, kusunya petani di wialyah brebes utara.

Melalui Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air[GP3A], Wakyani, Ketua GP3A meski banyak mendapat cibiran, karena keprihatinanya pada nasib petani, dirinya berusaha menerobos masuk ke pihak yang lebih tinggi berusaha mengadukan nasib petani. dengan tekadnya akhirnya pihaknya berhasil meyakinkan pemerintah menggelontorkan anggaran guna realisasi normalisasi sungai irigasi pemali hilir.

Tidak kurang anggaran pemerintah sekitar 235 milyar berhasil di gelontorkan untuk perbaikan normalisasi irigasi yang rusak berat. Saat ini pembangunan pengamanan tebing dan normalisasi irigasi sekitar 31 titik pada aliran irigasi sungai pemali hilir telah berjalan, di rencanakan pembangunan seleai pada akhir tahun 2018. Selain itu perbaikan jembatan talang poncol yang menelan anggaran 195 milyar juga telah di gelontorkan.


Meski keberhasilanya banyak di apresiasi sejumlah pihak, namun mantan karyawan Nindia Karya tersebut menyayangkan kepada kewenangan penyelenggara negara kabupaten brebes yang di anggap kurang merespon adanya usulan dari petani. Menurutnya mestinya ada penyelenggara negara yang wajib menampung aspirasi menyampaikan dan berusaha merealisasikan, namun selama ini justru pihaknya hanya berjuang sendiri hingga ke pihak penyelenggara yang lebih tinggi.

“Mestinya kami tidak langsung kesana, mestinya ada penyelenggara negara tingkat kabupaten yang harus memperjuangkan, saya hanya melalui perjalanan silaturahmi, dan saya sampaikan permasalahan yang ada, apakah keliru, apakah salah” ungkapnya.

“Kami juga sering di sudutkan oleh beberapa pihak yang katanya hanya mencari keuntungan pribadi atau golongan, jangankan sekian persen, 0,000pun tidak ada, dan kami tidak minta itu karena bukan hak, kami hanya prihatin dengan irigasi irigasi yang rusak berat, serta para petani geger kelanggkaan air” bebernya lagi.

Dirinya berharap dengan pembangunan yang ada dan telah berjalan, semua pihak dapat bersama sama memanfaatkan apa yang ada, tidak perlu harus berburuk sangka, apalagi para petani sebagai pahlawan pangan mestinya selayaknya harus di perjuangkan nasibnya.
Lanjutkan Membaca

Senin, 17 April 2017

Pertahankan NKRI, Kader Penggerak Nahdlatul Ulama Nyatakan Sikap Bersama

 Ribuan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama Nyatakan Sikap Bersama (foto antara jateng.com)


Kabarjateng.com - Kondisi negara yang semakin terkikis jiwa semangat persatuan dan kesatuanya, ancaman radikalisme yang cukup parah. Paham-paham garis keras yang terus menghantui dan sangat mengancam kerukunan umat beragama. Oleh karena itulah, Nahdlatul Ulama (NU), organisasi terbesar di Indonesia, melalui Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (KPNU) menyatakan sikap bersama mempertahankan NKRI.

Sekitar 15.000 kader KPNU yang telah dinyatakan lulus pendidikan kader NU di seluruh Jawa Tengah sejak 2013, menggelar apel dan sumpah setia mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila di Pantai Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Dengan menyatakan siap sedia berkorban jiwa dan raga demi mempertahankan NKRI.

Acara ini didahului dengan istighosah atau doa bersama pada Sabtu (15/4) malam di tepi Pantai Petanahan. dengan maksud, do'a bersama untuk memohon keselamatan untuk bangsa dan negara. 

Dikatakan Ketua Panitia Istighosah dan Apel Akbar Kesetiaan untuk NKRI dan Pancasila, KH.Muzzamil" Kami merasa sudah saatnya bergerak menyelamatkan negara Indonesia dari segala ancaman yang akan memecah belah bangsa dan kesatuan NKRI, hal itu timbul karena kami merasa adanya ancaman radikalisme yang semakin terlihat" terangnya.

Rois Syuriah Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah KH Ubaidilah Shodaqoh menegaskan NKRI bentuk negara yang sudah final di Indonesia. Menurut dia, bentuk negara ini cocok untuk melindungi segenap warga bangsa yang terdapat banyak perbedaan di dalamnya. maka NKRI harga mati yang sudah tidak bisa ditawar lagi dan seluruh kader NU di Indonesia sudah telah bersumpah dan berkomitmen untuk tetap mempertahankannya sampai titik darah penghabisan.

Ia menuturkan ada kelompok yang terus meneriakkan berdirinya khilafah islamiyah atau negara Islam, hal ini tidak boleh dibiarkan. "NU siap berada di garis paling depan untuk menghadangnya," katanya. (Di lansir dari antara jateng.com)
Lanjutkan Membaca

Rabu, 12 April 2017

RSUD Brebes Miliki Layanan Kesehatan Unggulan Poli Jantung Dengan Alat Medis Canggih









Kabarjateng.com, Brebes - Rumah Sakit adalah institusi pemberi pelayanan kesehatan, sebagai wujud dari pelayanan kesehatan yang mampu memberikan pelayanan maksimal pada pasien, RSUD Brebes berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi pasien.

RSUD Brebes tipe B ini mampu memberikan pelayanan kedoktetan spesialis luas dan subspesialis terbatas, juga mampu menampung pelayanan rujukan dari rumah sakit kabupaten.

RSUD Brebes tergolong besar, dengan memiliki tempat tidur inap 167, termasuk 7 kamar tidur inap VIP, lebih banyak dari rumah sakit di Jawa Tengah yang rata 56 tempat tidur. Bahkan sebagai rumah sakit tipe B, tak hanya fasilitas gedung yang tingkatkan, peralatan medis juga terus dimodernisasi.

Selama satu tahun terakhir ini RSUD Brebes terus menambah alat-alat medis dan kebutuhan dokter spesialis, di antaranya peralatan USG empat dimensi, Fentilator, Laeroskopi dan monitor di runag ICU serta ruang operasi.

Khusus peralatan medis jantung, kini RSUD Brebes mempunyai alat medis yang terbilang paling canggih di wilayah eks karsidenan Pekalongan, yakni Echo Cardiography yang berfungsi sebagai alat untuk memberikan gambaran fungsi kerja jantung, alat ini mampu mendeteksi pembesaran jantung, kebocoran sekat-sekat jantung, kondisi otot jantung yang lemah dan adanya tumor. ujar Wakil Direktur RSUD Brebes, Slamet Harjono di ruang kerjanya.

"Selain itu, kami juga memiliki alat treadmill dan CT scan 16 slice,” terangnya. Lebih lanjut dijelaskan, poli jantung dengan alat medis yang modern itu menjadi layanan unggulan di RSUD Brebes. untuk itu, dokter spesialis juga dilakukan penambahan personel.

Di tahun 2016 ada penambahan 4 dokter spesialis, yang meliputi dokter spesialis jantung, bedah, ortopedi dan dokter spesialis laboratorium.

"Kami melakukan penambahan dokter spesialis, pembangunan gedung hingga peralatan medis ini karena memang menjadi kebutuhan mendesak bagi layanan kesehatan masyarakat. Bahkan, akibat kekurangan ruang rawat inap para pasien harus rela menunggu sampai dua hari agar bisa mendapatkan ruangan inap. Ini yang menjadi kami prihatin dan harus terus berbenah,” paparnya.

"RSUD Brebes sudah menjadi rujukan pasien regional" imbuhnya.
Lanjutkan Membaca