Sabtu, 22 Juli 2017

Sepekan Kabur, Pelaku Tabrak Lari Berhasil Di Amankan

Kabarjateng.com, Batang – MS [48] sopir truk Tronton dengan Nopol BE-9925-CM tak berkutik ketika dirinya di amankan personil Satlantas Polres Batang di tempat pelarianya di daerah Lampung.

Di terangkan Kasatlantas Polres Batang AKP M Adiel Aristo SIK, Kamis sore [20/7]. “Setelah di lacak melalui nomor HP miliknya, tersangka di ketahui berada di daerah Metro, dengan kordinasi dengan Polisi setempat, lalu tersangka berhasil di amankan, setelahnya anggota Polres batang segera menjemput tersangka untuk di mintai keteranganya”terang Adiel.

Saat di mintai keterangan, MS mengaku pasca kecelakaan dirinya bingung hingga memutuskan untuk melarikan diri, menumpang kendaraan lain yang kebetulan menuju ke Lampung.

“Setelah kejadian saya lari ke Lampung menumpang Truk yang kebetulan menuju ke Lampung, di lampung saya bersembunyi di rumah orang tua angkat saya” kata MS.

Di akuinya saat kecadian, kendaraan yang ia bawa mengalami rem blong, tidak bisa mengendalikan kendaraanya, beberapa kali truknya menghantam kendaraan lain, lalu truk tersebut mengalami oleng dan akhirnya jatuh menimpa mobil keluarga anggota Polres Batang.

Sebelumnya sepekan lalu,Rabu [12/7] terjadi kecelakaan di ruas jalur Alas Roban Gringsing Batang, kecelakaan itu melibatkan truk tronton nopol BE-9925-CM bermuatan tepung dengan mobil tak di kenal dan sebuah Honda Jazz Nopol E 1518 MA yang di kendarai Brigpol Yaenal Bahri yang bertugas di Polres batang, mobil Honda Jazz lalu terbakar setelah tertimpa truk.

Empat orang meninggal dalam kejadian itu, yang merupakan keluarga, mereka adalah Brigpol Yaenal Bahri [pengemudi],Niati Solechatun [istri], Naufal Zafran Albahri [anak], dan Suciati [bibi Yaenal] yang beralamat di Jl.Gajah Mada, Dukuh Bogoran RT 05 RW 05, Kelurahan Kauman Batang.

Lanjutkan Membaca

Jumat, 21 Juli 2017

Ganjar Pranowo: Saya Siap Pasang Badan Untuk Teman Teman Kades


Kabarjateng.com, Brebes - Program pembuatan sertifikat Prona yang menyeret dua Kepala Desa di wilayah Kabupaten Brebes, Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah menegaskan siap pasang badan.

 “ Melalui surat edaran terkait program prona kami telah intrusikan untuk memberikan pembinaan terlebih dahulu, saya siap pasang badan untuk teman teman kades” ujar Ganjar usai menghadiri Halal bihalal Kades kades Brebes di Gedung Islamic Center Brebes [20/7] saat kunjungan kerja di Kabupaten Brebes.

Sementara Ketua Paguyuban Kades Kades Brebes, Nahib Sodiq mengatakan “surat edaran gubernur Jawa Tengah telah menyebutkan, pembuatan sertifikat prona tidak semuanya gratis, yang gratis itu kertas sertifikat dan pengukuran yang di lakukan BPN [Badan Pertanahan nasional, Red]. untuk seksi leter C dan operasional memerlukan biaya”tutur Nahib Sodiq.

 “kami bersama Bupati telah sepakat membantu memberikan advokasi dengan menyediakan kuasa hukum” kata Kades Benda.


Sebelumnya dua kades yang di duga melakukan pungutan liar pada pembuatan sertifikat prona, di tangkap tim saber pungli, dan saat ini keduanya di tahan dan di titipkan sementara di Lapas Brebes, menunggu vonis pengadilan.[RN]
Lanjutkan Membaca

Kamis, 20 Juli 2017

Polsek Batang Giatkan Patroli Di Obyek Vital

Kabarjateng.com,Batang – Guna mencegah adanya tindak kejahatan diwilayah hukum Polsek Batang, Kota Polres Batang Polda Jateng secara rutin melaksanakan patroli di sejumlah obyek obyek vital.

Sasaran patroli kali ini menitikberatkan pertokoan emas,

Kapolsek Batang kota AKP Bambang Sugiyanto langsung memimpin dalam kegiatan tersebut, Rabu (19/7/17). Dalam kesempatan itu, Kapolsek Batang Kota mengingatkan anggota yang melaksanakan pengamanan di toko emas untuk selalu menjaga kewaspadaaan.

“Jaga keselamatan dan tetap waspada, serta humanis,” kata AKP Bambang Sugiyanto.

Selain itu, Kapolsek juga menyapa pemilik toko dan karyawan untuk memberikan pesan kamtibmas.

“Kami mengimbau untuk keamanan diharapkan menggunakan CCTV sebagai alat bantu guna memantau keadaan toko emas, disamping itu agar pelaku kejahatan berfikir ulang dalam melakukan niatnya”.

Kapolsek Batang Kota AKP Bambang Sugiyanto menjelaskan bahwa dirinya selalu memerintahkan anggota terutama bhabinkamtibmas untuk sering menyambangi pertokoan diwilayahnya masing masing.

“Ya, untuk mengantisipasi tindak kejahatan di Kecamatan Batang Kota, para Bhabhinkamtibmas sengaja kami libatkan karena mereka yang tahu kondisi di lokasi binaanya,” jelas AKP Bambang Sugiyanto.(BN)

Agung BN
Lanjutkan Membaca

Berikan Motivasi, Siswa Baru SMP Negeri 3 Wanasari Giatkan Demo Gulat

Kabarjateng.com,Brebes- Masa Orientasi Sekolah [MOS] atau Masa Orientasi Peserta Didik [MOPD] merupakan kegiatan yang lazim di laksanakan di tiap sekolah pada tahun ajaran peserta didik baru,namun karena di duga banyak praktek perploncoan,MOS di larang pada era Menteri Anies Baswedan.

Sejak resmi adanya larangan MOS oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Masa Orientasi Sekolah[MOS] berubah menjadi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah[MPLS].

MPLS di maksud guna membantu siswa baru mampu mengembangkan interaksi positif,mengenali potensi diri, memberikan motifasi, menanamkan pengertian dasar pada siswa serta beradaptasi dan memperkenalkan siswa dengan lingkungan sekolah yang jauh dari perpeloncoan.

Di hari hari pertama masuk sekolah,peserta didik baru SMP Negeri 3 Wanasari ikuti kegiatan MPLS dengan aksi olah raga gulat oleh alumnus SMPN 3 Wanasari yang pernah berprestasi mengharumkan nama sekolah di ajang kejuaraan olah raga gulat pada tingkat Kabupaten dan Propinsi.

Bagi SMP Negeri 3 Wanasari Brebes, sekolah yang beralamat di Jalan Desa Wanasari Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes, dan memiliki 20 ruang kelas, 1 ruang laboratorium, perpustakaan. Olah raga gulat merupakan Extakulikuler unggulan, selain prestasi Kulikuler [Intrakulikuler] Lainya, hal tersebut menjadi aksi yang tepat dalam kegiatan pengenalan pada siswa baru karena jauh dari kegiatan perpeloncoan yang di kritisi banyak pihak.

“Giat MPLS SMP Negeri 3 Wanasari sengaja kami sajikan demo gulat, selain memperkenalkan olah raga gulat dan prestasi yang pernah di raih, sekaligus untuk memberikan motivasi kepada siswa baru, harapanya prestasi prestasi yang pernah di raih SMP 3 Wanasari mampu menjadi sebuah tradisis bahkan untuk lebih baik lagi”tutur Kepala sekolah,Dahudin.

“Motivasi ini juga kami sampaikan kepada siswa baru, jika para alumnus yang pernah berprestasi dan mengharumkan nama sekolah, meski telah menjadi alumnus saja tetap semangat dengan melakukan peragaan demo gulat, meski tanpa di minta pihak sekolah” lanjut Dahudin.

Selain peragaan demo gulat, di MPLS SMP Negeri 3 Wanasari juga di isi dengan kegiatan bakti social dan pentas seni di tiap gugus.[RN]
Lanjutkan Membaca

Selasa, 18 Juli 2017

Belum Nikmati Hasil Seorang Pencuri Kambing Di Hajar Masa

Kabarjateng.com,Brebes : Seorang Pria berinisial DSR [33] warga Desa Wanasari Brebes dihajar masa setelah kedapatan lantaran tertangkap tangan oleh warga mencuri kambing milik warga RT.01 RW.07 Dukuh Lamaran Desa Sitanggal Larangan Brebes.

Beruntung Polsek Larangan cepat tiba di lokasi sehingga nyawa pria itu bisa di selamatkan.

“kita menerima informasi adanya seorang pria yang di hajar masa lantaran diduga mencuri kambing milik warga, setibanya di lokasi,Polisi langsung membawa pelaku berikut barang bukti ke Polsek Larangan guna mengamankan tersangka dan untuk pemeriksaan lebih lanjut”ungkap Kanit Reskrim Polsek Larangan, IPTU Tri Wiratma kepada wartawan,Selasa 18 Juli 2017.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, tersangka kini di tahan di Polsek Larangan dengan tuduhan pencurian dan di kenakan pasal 363 tentang pencurian dengan ancaman 7 tahun penjara.

Sementara tersangka DSR saat di konfirmasi mengatakan, dirinya berdalih melakukan pencurian Karena didesak ekonomi dan berencana akan menghitankan anaknya.”Terpaksa kami mencuri untuk biaya khitanan anak kami karena kami tidak punya uang” dalih DSR.

Kronologis berawal ketika Senin 17 Juni 2017 pukul 02.30 WIB saat korban warga RT.01/02 Dukuh Lamaran Desa Larangan melakukan sholat malam.

Korban saat itu mendengar hal yang mencurigakan di belakang rumahnya, begitu pintu belakang di buka, korban melihat ada tiga orang berpakaian hitam hitam sedang memanggul benda warna putih, saat menoleh ke kandang kambing miliknya, di lihat ada kambing miliknya yang hilang.

Seketika itu juga korban segera teriak memanggil warga, dengan cepat warga langsung berdatangan, namun ke tiga orang yang di duga mencuri kambing segera lari ke area persawahan.

Naas bagi DSR, ketika temanya melarikan diri, dirinya justru berlari ke arah motor yang telah di parkir, dan saat mau melarikan diri dengan motornya, justru motor yang ia kendarai menabrak pohon, sehingga dirinya di tangkap dan di hajar warga rame rame.

Masa yang sudah tersulut emosi setelah menghajar berame rame selanjutnya melampiaskan kemarahanya dengan membakar motor tersangka, bahkan masa sempat berteriak teriak mau membakar tersangka hidup hidup, beruntung aparat segera datang sehingga nyawa tersangka bisa terselamatkan.[RN]
Lanjutkan Membaca

Senin, 17 Juli 2017

Wisata Curug Rambukasang Ciseureuh Yang Menantang

Kabarjateng.com, Brebes - Ciseureuh adalah sebuah Desa di kecamatan Ketanggungan, Brebes, Jawa Tengah, Indonesia.

Desa Ciseureuh merupakan salah satu Desa Yang adat istiadat berbudaya sunda,meski terletak di Propinsi Jawa Tengah, bukan berarti bahasa yang dipakai masyarakat Desa ciseureuh adalah bahasa jawa,melainkan adalah bahasa Sunda seperti mayoritas masyarakat sunda di Jawa Barat.

Letak wilayah Desa Ciseureuh terletak di bagian selatan Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes memanjang dari utara ke selatan, lebih tepatnya berada dikaki gunung Kumbang atau gunung Segara.

Wilayah Desa Ciseureuh didominasi perbukitan, berbeda dengan daerah Brebes pada umumnya yang bercuaca panas. Desa ciseureuh bisa sangat dingin disaat musim hujan, dan dengan adanya hembusan angin yang datang dari lereng Gunung Kumbang saat musim kemarau yang oleh masyarakat Brebes dinamakan angin kumbang ( jenis angin fohn ) yang hembusannya cukup sejuk sehingga cocok untuk tanaman bawang merah dan cabe.

Terdapat satu bendungan irigasi yang sangat berperan dalam pertanian, walaupun saat ini pada musim hujan terkadang aliran airnya sangat deras tapi saat kemarau bisa cukup kering, dikarenakan hutan dibagian hulu sungai sudah mulai gundul karena penjarahan.

Ekstrimnya sepadan elokmu, banyak pesona yang bisa dijelajahi di Ketanggungan selatan, contohnya jalur ekstrim curug Rambukasang Ciseureuh. membutuhkan waktu sekitar 2-3 jaman dari pasar Ketanggungan, tergantung keahlian anda menyetir.

Bermain sambil nyanyi 'Naik-Naik ke Puncak Gunung' untuk orang kota sangat cocok sekali bila mendaki kesini.

Perjalanan dengan mengendarai motor roda dua hanya membutuhkan 2 liter bensin.

Curug ini terletak dekat SDN 2 Ciseureuh, nama desa yang susah dilafalkan.
Sepanjang jalan matamu akan termanjakan hijaunya hutan dan ramahnya penduduk lokal. Tiap berpapasan senyuman warga dan bunyi klakson yang menyapa.

Ketemu Curug (Air Terjun) yang indah, lihat gambar, dan lihat kesana dengan mata kepala sendiri. (Kartininews.com)
Lanjutkan Membaca

Sabtu, 15 Juli 2017

Pesan Moral Lewat Tari Di Tampilkan Dalam Acara Lepas Sambut Kapolres Brebes

Kabarjateng.com, Brebes:Tugas kepemimpinan AKBP Luthfie Sulistiawan sebagai Kapolres Brebes berakhir, tugasnya di lanjukan kepada AKBP Sugiarto SH.SIK. MSI.

Dalam gelar pisah sambut yang di adakan di pendopo Bupati Brebes, sebuah pesan moral di tampilkan dalam bentuk tarian, yang di bawakan bintara Kasat Bimas Polres Brebes.

 Tampilan tarian yang mengambil tema Pancasila Satu mendapat aplaus dari yang hadir semakin menambah suasana apik. Tarian yang menceritakan tentang suasana dimana masyarakatnya tidak lagi memiliki jiwa nasionalisme dan radikalisme mengelilingi NKRI, lalu hadirlah seorang tokoh yang mampu memberikan pencerahan dan menggiring kembali pada dasar dasar pancasila serta membangun negeri dengan damai.

Dialah seorang tokoh spritual keagamaan, ulama atau kiyai.

Tidak ketinggalan suguhan apik juga di tampilkan dari kelompok Bhayangkari Polres Brebes dengan berbagai kreasi tari dan lagu.

Selanjutnya, Kapolres lama memberikan sambutan sebelum meninggalkan kota Bawang ke tempat tugas barunya,

Dalam sambutanya AKBP Luthfie Sulistiawan mengatakan, "Terima kasih kepada semua pihak selama saya bertugas di Polres Brebes semua pihak dapat bekerja sama dalam mengemban tugasnya "katanya kepada para hadirin yang akan ditinggalnya.

Dia juga meminta maaf bila selama memimpin ada salah kata atau tindakan. Dia juga meminta doa untuk tugas barunya.

Setelah itu, perkenalan Kapolres yang baru AKBP Sugiharto, SH MH MSI dilakukan pelepasan kepada pejabat lama yang akan meninggalkan Polres Brebes.

Kegiatan pisah sambut sangat berkesan bagi kedua pejabat tinggi Polres Brebes.Selanjutnya mereka akan menjalankan tugasnya masing-masing.
Hadir dalam Acara lepas sambut, Bupati dan Wakil Bupati Brebes dan jajaran Forkopimda Brebes, serta para tamu undangan dari tokoh masyarakat mahasiswa dan ormas.(RN)
Lanjutkan Membaca