Selasa, 25 April 2017

Marwan Jafar Menyoroti, Jateng Peringkat Termiskin Ke Dua Setelah Jatim


Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu Partai Kebangkitan Bangsa (LPP PKB), Marwan Jafar

Kabarjateng.com –  Marwan Jafar, Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu Partai Kebangkitan Bangsa (LPP PKB) menyoroti kemiskinan yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Ternyata jumlah penduduk di Jateng berada di tingkat kedua di Indonesia setelah Jawa Timur yaitu 4.493.750 jiwa.



“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), BPS menyebut jumlah penduduk miskin di Jateng sebanyak 4.493.750 jiwa di bawah Jawa Timur sebanyak 4.638.530 jiwa tetapi di atas Jawa Barat 4.168.110 jiwa. Jadi separuh dari jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 27.764.320 jiwa itu ada di Pulau Jawa,” ungkapnya seperti dilansir dari media nasional setempat, Senin (24/4).

Marwan juga menuturkan bila tingginya angka kemiskinan yang mencapai 13,19 persen itu tidak lepas dari peran kinerja pemerintah provinsi yang tak mampu mengangkat potensi wilayah desa.

“Angka tersebut masih tinggi lebih tinggai dibanding kemiskinan nasional 10,70 persen. Hal ini tidak akan mungkin terjadi jika potensi kewilayahan dimaksimalkan, khususnya di desa-desa, dan masyarakat harus menjadi subjek pembangunan,” imbuhnya

Belum lagi, akhir-akhir ini Jawa Tengah mulai disoroti oleh beberapa pihak nasional karena kebijakan-kebijakan pembangunan yang menimbulkan konflik di tengah masyarakat. Salah satunya adalah pabrik semen di Rembang dimana banyak warga memprotes keras masalah tersebut.

“Hanya ada dua teori dalam menghadapi pembangunan, keberpihakan terhadap masyarakat atau penciptaan program pembangunan yang berorientasi sebagai mercusuar pembangunan, namun, belum tentu mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya seperti di kutip dari (berita semarang.net)
Lanjutkan Membaca

Rabu, 19 April 2017

Kurangnya Respon Kabupaten Brebes, GP3A lakukan Gebragan Sendiri


Kabarjateng.com, Brebes – Kabupaten Brebes, sebuah wilayah ujung barat Jawa Tengah yang berbatasan dengan Jawa Barat. Sebagai wilayah terluas ke dua sejawa tengah sebernya memiliki tanah yang subur, dengan bawang merah sebagai sentra hasil pertanian kabupaten brebes, tentunya air menjadi vital untuk menunjang pertanian, namun kurangnya pembangunan selama ini yang tidak memenuhi kebutuhan petani akan air, membuat petani geger kelangkaan air, kusunya petani di wialyah brebes utara.

Melalui Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air[GP3A], Wakyani, Ketua GP3A meski banyak mendapat cibiran, karena keprihatinanya pada nasib petani, dirinya berusaha menerobos masuk ke pihak yang lebih tinggi berusaha mengadukan nasib petani. dengan tekadnya akhirnya pihaknya berhasil meyakinkan pemerintah menggelontorkan anggaran guna realisasi normalisasi sungai irigasi pemali hilir.

Tidak kurang anggaran pemerintah sekitar 235 milyar berhasil di gelontorkan untuk perbaikan normalisasi irigasi yang rusak berat. Saat ini pembangunan pengamanan tebing dan normalisasi irigasi sekitar 31 titik pada aliran irigasi sungai pemali hilir telah berjalan, di rencanakan pembangunan seleai pada akhir tahun 2018. Selain itu perbaikan jembatan talang poncol yang menelan anggaran 195 milyar juga telah di gelontorkan.


Meski keberhasilanya banyak di apresiasi sejumlah pihak, namun mantan karyawan Nindia Karya tersebut menyayangkan kepada kewenangan penyelenggara negara kabupaten brebes yang di anggap kurang merespon adanya usulan dari petani. Menurutnya mestinya ada penyelenggara negara yang wajib menampung aspirasi menyampaikan dan berusaha merealisasikan, namun selama ini justru pihaknya hanya berjuang sendiri hingga ke pihak penyelenggara yang lebih tinggi.

“Mestinya kami tidak langsung kesana, mestinya ada penyelenggara negara tingkat kabupaten yang harus memperjuangkan, saya hanya melalui perjalanan silaturahmi, dan saya sampaikan permasalahan yang ada, apakah keliru, apakah salah” ungkapnya.

“Kami juga sering di sudutkan oleh beberapa pihak yang katanya hanya mencari keuntungan pribadi atau golongan, jangankan sekian persen, 0,000pun tidak ada, dan kami tidak minta itu karena bukan hak, kami hanya prihatin dengan irigasi irigasi yang rusak berat, serta para petani geger kelanggkaan air” bebernya lagi.

Dirinya berharap dengan pembangunan yang ada dan telah berjalan, semua pihak dapat bersama sama memanfaatkan apa yang ada, tidak perlu harus berburuk sangka, apalagi para petani sebagai pahlawan pangan mestinya selayaknya harus di perjuangkan nasibnya.
Lanjutkan Membaca

Senin, 17 April 2017

Pertahankan NKRI, Kader Penggerak Nahdlatul Ulama Nyatakan Sikap Bersama

 Ribuan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama Nyatakan Sikap Bersama (foto antara jateng.com)


Kabarjateng.com - Kondisi negara yang semakin terkikis jiwa semangat persatuan dan kesatuanya, ancaman radikalisme yang cukup parah. Paham-paham garis keras yang terus menghantui dan sangat mengancam kerukunan umat beragama. Oleh karena itulah, Nahdlatul Ulama (NU), organisasi terbesar di Indonesia, melalui Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (KPNU) menyatakan sikap bersama mempertahankan NKRI.

Sekitar 15.000 kader KPNU yang telah dinyatakan lulus pendidikan kader NU di seluruh Jawa Tengah sejak 2013, menggelar apel dan sumpah setia mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila di Pantai Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Dengan menyatakan siap sedia berkorban jiwa dan raga demi mempertahankan NKRI.

Acara ini didahului dengan istighosah atau doa bersama pada Sabtu (15/4) malam di tepi Pantai Petanahan. dengan maksud, do'a bersama untuk memohon keselamatan untuk bangsa dan negara. 

Dikatakan Ketua Panitia Istighosah dan Apel Akbar Kesetiaan untuk NKRI dan Pancasila, KH.Muzzamil" Kami merasa sudah saatnya bergerak menyelamatkan negara Indonesia dari segala ancaman yang akan memecah belah bangsa dan kesatuan NKRI, hal itu timbul karena kami merasa adanya ancaman radikalisme yang semakin terlihat" terangnya.

Rois Syuriah Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah KH Ubaidilah Shodaqoh menegaskan NKRI bentuk negara yang sudah final di Indonesia. Menurut dia, bentuk negara ini cocok untuk melindungi segenap warga bangsa yang terdapat banyak perbedaan di dalamnya. maka NKRI harga mati yang sudah tidak bisa ditawar lagi dan seluruh kader NU di Indonesia sudah telah bersumpah dan berkomitmen untuk tetap mempertahankannya sampai titik darah penghabisan.

Ia menuturkan ada kelompok yang terus meneriakkan berdirinya khilafah islamiyah atau negara Islam, hal ini tidak boleh dibiarkan. "NU siap berada di garis paling depan untuk menghadangnya," katanya. (Di lansir dari antara jateng.com)
Lanjutkan Membaca

Rabu, 12 April 2017

RSUD Brebes Miliki Layanan Kesehatan Unggulan Poli Jantung Dengan Alat Medis Canggih









Kabarjateng.com, Brebes - Rumah Sakit adalah institusi pemberi pelayanan kesehatan, sebagai wujud dari pelayanan kesehatan yang mampu memberikan pelayanan maksimal pada pasien, RSUD Brebes berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi pasien.

RSUD Brebes tipe B ini mampu memberikan pelayanan kedoktetan spesialis luas dan subspesialis terbatas, juga mampu menampung pelayanan rujukan dari rumah sakit kabupaten.

RSUD Brebes tergolong besar, dengan memiliki tempat tidur inap 167, termasuk 7 kamar tidur inap VIP, lebih banyak dari rumah sakit di Jawa Tengah yang rata 56 tempat tidur. Bahkan sebagai rumah sakit tipe B, tak hanya fasilitas gedung yang tingkatkan, peralatan medis juga terus dimodernisasi.

Selama satu tahun terakhir ini RSUD Brebes terus menambah alat-alat medis dan kebutuhan dokter spesialis, di antaranya peralatan USG empat dimensi, Fentilator, Laeroskopi dan monitor di runag ICU serta ruang operasi.

Khusus peralatan medis jantung, kini RSUD Brebes mempunyai alat medis yang terbilang paling canggih di wilayah eks karsidenan Pekalongan, yakni Echo Cardiography yang berfungsi sebagai alat untuk memberikan gambaran fungsi kerja jantung, alat ini mampu mendeteksi pembesaran jantung, kebocoran sekat-sekat jantung, kondisi otot jantung yang lemah dan adanya tumor. ujar Wakil Direktur RSUD Brebes, Slamet Harjono di ruang kerjanya.

"Selain itu, kami juga memiliki alat treadmill dan CT scan 16 slice,” terangnya. Lebih lanjut dijelaskan, poli jantung dengan alat medis yang modern itu menjadi layanan unggulan di RSUD Brebes. untuk itu, dokter spesialis juga dilakukan penambahan personel.

Di tahun 2016 ada penambahan 4 dokter spesialis, yang meliputi dokter spesialis jantung, bedah, ortopedi dan dokter spesialis laboratorium.

"Kami melakukan penambahan dokter spesialis, pembangunan gedung hingga peralatan medis ini karena memang menjadi kebutuhan mendesak bagi layanan kesehatan masyarakat. Bahkan, akibat kekurangan ruang rawat inap para pasien harus rela menunggu sampai dua hari agar bisa mendapatkan ruangan inap. Ini yang menjadi kami prihatin dan harus terus berbenah,” paparnya.

"RSUD Brebes sudah menjadi rujukan pasien regional" imbuhnya.
Lanjutkan Membaca

Selasa, 11 April 2017

Edarkan Narkoba, ES Terancam Hukuman 2 Tahun Penjara


Kabarjateng.com, Brebes – ES (24) warga jalan Sultan Agung Kampung Saditan RT o1 RW 07, Kelurahan Brebes Kecamatan Brebes berhasil di tangkap di rumahnya oleh Satnarkoba Polres Brebes karena diduga sebagai pengedar obat berbahaya. 


ES, ditangkap Minggu dini hari (9/4/2017) dirumahnya dengan barang bukti beberapa obat obat keras yang masuk daftar narkoba, yaitu sejenis Tramadol dan Hexsimer yang sudah di kemas perpaket berikut uang 400 ribu rupiah dan 2 hp.


Kapolres Brebes AKBP Luthfie Sulistiawan melalui Kasat Resnarkoba Polres Brebes, AKP Eko Sugeng menuturkan, "tersangka ditangkap atas dasar laporan warga atas ulahnya yang menjual obat-obatan terlarang, saat ditangkap, tersangka sedang mengemas obat yang akan diedarkan, yakni berupa obat Tramadol dan Heximer di rumahnya,” ujar AKP Eko Sugeng.

Untuk memastikan bahwa tersangka merupakan pengedar, Polisi berusaha mendapatkan barang bukti dengan menggeledah kamar tersangka, dan di temukan beberapa obat-obatan yang masuk daftar terlarang yang sudah dikemas,” imbuhnya.

AKP Eko menjelaskan, heximer merupakan obat-obatan keras yang dijual secara terbatas. Obat tersebut digunakan sebagai obat penenang atau antidepresian yang biasa dikonsumsi oleh orang stres atau orang gila. "Kalau dijual tanpa izin dokter, obat ini kemungkinan besar untuk disalahgunakan. Jadi bisa dipakai buat mabuk-mabukan, dengan campuran minuman keras," katanya.

Sementara tersangka terancam  dikenai Pasal 196 Jo 98 ayat (2) UURI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman yakni 2 tahun penjara.
Lanjutkan Membaca

Minggu, 09 April 2017

Mencuri Di Rumah Kosong, Seorang Residivis Kembali Di Cokok Polisi


Kabarjateng.com,Brebes- Arifudin (19) seorang Nelayan warga desa Cipelem , di cokok pihak berwajib setelah melalukan aksi pencurian di rumah kosong di Desa Bulusari Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes.

Arifudin yang juga seorang Residivis atau penjahat kambuhan berhasil menyatroni rumah korbanya dengan menggondol sejumlah harta korban, namun naas, belum menikmati hasilnya, pelaku di pergoki warga.

Di sampikan oleh Kapolsek Bulakamba AKP Harti, bahwa pelaku berhasil ditangkap setelah sebelumnya dilakukan penyelidikan atas laporan Wastori (71) warga desa Bulusari Kecamatan Bulakamba yang juga merupakan korban pencurian yang dilakukan oleh pelaku pada Senin (3/4) lalu.

Modus yang dilakukan oleh pelaku yakni dengan cara masuk kedalam rumah korban yang dalam kondisi kosong di waktu siang hari ketika korban sedang pergi melakukan kegiatan rutin disawah.

Dengan kondisi rumah yang kosong pelaku menggasak barang milik korban berupa uang tunai kurang lebih Rp 200 ribu dan perhiasan berupa emas (liontin dan gelang) yang di simpan di bawah tempat tidur.

Selanjutnya pelaku keluar rumah, namun aksinya dipergoki oleh Wito (70) sehingga melaporkan kejadian tersebut kepada korban.

Selain mengamankan pelaku, Polisi juga menyita barang bukti berupa 1 (satu) buah Liontin/bandul seberat 2 gram, 1 (satu) buah gelang serat 20 gram serta uang tunai kurang lebih Rp 200.000,-(dua ratus ribu rupiah).

Dari hasil pemeriksaan oleh penyidik bahwa pelaku Arifudin merupakan residivis. Yang bersangkutan sebelumnya melakukan perbuatan serupa dan di vonis 2 tahun penjara serta menjalani hukuman di Lapas Kabupaten Brebes.

"Pelaku dan Barang Bukti sudah kami amankan di Mapolsek Bulakamba dan tengah dilakukan penyidikan lebih lanjut," jelas Kapolsek Bulakmba AKP Harti.
Lanjutkan Membaca

Kamis, 06 April 2017

Penerimaan Anggota Polri Tidak Di Pungut Biaya alis Gratis



Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali membuka dan memberikan kesempatan kepada putra putri terbaik Indonesia untuk di beri kesempatan menjadi anggota Polri.

Kesempatan di buka untuk penerimaan personel dari taruna Akademi Kepolisi (Akpol), Brigadir dan Tamtama, di buka pada  15 maret 2017 sampai 15 april 2017.

Sementara peminat di Brebes hingga saat dari data yang ada, yang mendaftar di Polres Brebes Baru 215 Casis anggota Polri Baik berminat di Akpol, Bintara dan Tamtama .

Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Sumda), Kompol Cahyadi Abdilah mengatakan “Penerimaan anggota Polri tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis,” tegas Kompol Cahyadi Abdilah kepada media.

Dikatakanya, penerimaan personel 15 maret 2017 sampai 15 april 2017 didasarkan pada Surat Telegram bertanggal tentang warning order penerimaan taruna, brigadir, dan tamtama Polri tahun anggaran 2015 serta Surat Telegram Kapolri tentang arahan pelaksanaan penerimaan taruna Akpol, brigadir, dan tamtama tahun anggaran 2017 secara terpadu,

Untuk calon anggota Polri di Brebes, pendaftaran dilakukan di Polres Brebes.

Pelaksanaan seleksi tahun ini bakal sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, mulai tahun ini, seleksi akan dilaksanakan secara terpadu melalui seleksi, dan tes.

"penerimaan waktunya akan bersamaan, sedangkan pendafaran melalui online. Untuk verifikasi data administrasi dilakukan di Polres Brebes"terang Kompol Cahyadi Abdilah.

Untuk lebih jelas, masyarakat yang tertarik untuk menjadi anggota Polri dapat mengakses situs resmi http://www.penerimaan.polri.go.id
Lanjutkan Membaca